Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Kebudayaan Mandailing Diambang Kepunahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
  • print Cetak

Askolani Nasution menerima piagam dari Ketua Panitia Talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal”

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkapkan banyak entitas kebudayaan Mandailing, khususnya di Mandailing Natal yang diambang kepunahan.

Itu dikatakan Askolani saat menjadi narasumber Talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal” di Abara Hotel, Panyabungan, Minggu (10/3/2019).

Askolani tampil dengan naskah “Wajah Kebudayaan Mandailing Kekinian”. Mencuatkan persoalan kian punahnya entitas kebudayaan Mandailing hampir di semua bidang.

Entitas kebudayaan Mandailing yang disoroti itu meliputi : Munuskrip, Tradisi Lisan, Adat Istiadat, Ritus, Pengatahuan Tradisional, Tehnologi Tradisional, Seni, Bahasa, Olahraga Tradisional, Permainan Rakyat, Cagar Budaya.

 

Manuskrip

Kondisi kekinian tidak pernah ada dokumentasi manuskrip Mandailing. Kemudian juga belum pernah ada transliterasi atas naskah-naskah manuskrip yang dimiliki Mandailing.

Manuskrip yang dimiliki Mandailing Natal meliputi Pustaha Laklak dan Pustaha Bambu.

 

Tradisi Lisan

Tidak ada dokumentasi sastra lisan tradisional seperti Marturi. Sastra lisan tidak lagi dikenal.

Tradisi Lisan Mandailing meliputi Marturi  dan Epik: (Sibaroar, Sutan Parampuan).

 

Adat Istiadat

Adat Istiadat tidak lagi mengikat hubungan sosial. Adat istiadat tidak menjadi standar prilaku.

Adat Istiadat Mandailing meliputi Dalihan na Tolu; Marga; Partuturon dan Hubungan Kekerabatan; Patik, Uhum, Ugari, Hapantunon; Sistem Filsafat; Manyaraya; Marsialap ari; Martoktok.

 

Ritus

Prosesi adat hanya tampak dalam pernikahan, pemberian marga dan gelar. Tidak ada keseragaman dalam berbagai proses adat istiadat antara satu daerah dengan daerah lain di Mandailing Natal.

Jenis Ritus meliputi Paturun Daganak; Pabagaskon (Mangalap boru dan Pabuat Boru); Patabalkon Goar dohot Marga; Mangupa.

 

Pengetahuan Tradisional

Banyak pengetahuan tradisional yang tidak dikenali lagi. Jenis-jenisnya meliputi Parkalaan dan Tagor.

 

Teknologi Tradisional

Semakin minim orang yang mampu membuat teknologi tradisional. Tidak ada pakem dalam teknologi tradisional semacam Gordang Sambilan.

Jenis-jenisnya tehnologi tradisional meliputi Gordang Sambilan; Tulila; Saleot; Uyup-uyup; Gondang Bulu; Gondang Topap; Rinti; Ultop; Losung Aek.

 

Seni

Berbagai jenis seni tradisional yang tidak dipahami lagi bentuk dan komposisinya, baik di bidang Seni Musik, Seni Tari, Seni Ukir dan Pahat, Seni Tembikar, Seni Kuliner, Seni Busana, dan lain-lain.

Saat ini sulit menemukan orang yang masih menguasai berbagai jenis seni tradisional.

Jenis Seni Tradisi meliputi Seni Musik : Gordang Sambilan, Sitogol, Ungut-ungut, Onang-onang.

Seni Tari: Tor-tor.

Seni Sastra: Marturi, Pantun.

Seni Lukis: Tata Warna dan Motif.

Seni Pahat dan Ukir: Patung, ornament.

Seni Arsitektur: Bagas Godang, Sopo Godang, Sopo Gondang, Sopo Jago, Bindu, Rinti, Sarimbar, dll.

Seni Busana: Bulang, Ampu, dan kelengkapan pakaian pengantin.

Seni Kuliner: Itak Poul-poul, Sasagun, Santan.

Seni Anyaman: Mambayu, Irang, Induri, dll.

 

Bahasa

Bahasa asli Mandailing semakin punah karena dominasi bahasa lain.

Banyak naskah-naskah klasik Mandailing yang hilang karena tidak terdokumentasikan, sebagian di luar negeri.

Tidak ada sastra baru Mandailing dan sastra etnik lain di kawasan Mandailing Natal.

Aksara Tulak-tulak maksimal hanya dipahami satu persen penduduk.

Jenis-jenisnya meliputi Sistem Bahasa (sistem bunyi, tata bahasa, makna bahasa, umpama, dll.) dan Sistem Aksara.

 

Permainan Rakyat

Banyak permainan rakyat yang tidak dikenali lagi, seperti Orang Boruk dan berbagai permainan anak lainnya.

 

Olahraga Tradisional

Olahraga tradisional Mandailing nyaris tidak dikenali lagi. Misalnya Moncak.

 

Cagar Budaya

Kondisi terkini tidak ada registrasi Cagar Budaya. Tidak ada Badan Cagar Budaya Daerah. Tidak ada Peraturan Daerah tentang Cagar Budaya. Tidak pernah ada rekonstruksi Cagar Budaya. Banyak Cagar Budaya Benda Mandailing yang disimpan di luar Mandailing bahkan di luar negeri.

Semua itu, menurut Askolani sangat memprihatinkan dan membutuhkan langkah-langkah serius untuk menanganinya.

Lantas apa yang harus dilakukan?

Menurut Askolani, harus ada yang mendorong pemerintah daerah dalam penguatan kebudayaan Mandailing, melalui dukungan politik anggaran, kebijakan, dan peraturan perundang-undangan.

Mendorong penguatan peran masyarakat melalui dukungan kebijakan dan anggaran Desa.

Membuka hubungan penelitian dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri serta lembaga ekstra universitas.

“Membuka hubungan registrasi cagar budaya dengan pemerintah pusat melalui Balai Arkeologi, Balai Bahasa, Balai Pelestarian Nilai Budaya, dan lembaga terkait di kementerian,” kata Askolani.

Talkshow itu diselenggarakan kelompok civil society dan perguruan tinggi dalam wadah Forum Mandailing Maju dan Bermartabat dalam menyikapi berbagai penomena di usia 20 tahun Kabupaten Mandailing. Talkshow ini diketuai Muhammad Yasir Pasaribu dan Andi Hakim Matondang selaku sekretaris.

Kelompok civil society dan perguruan tinggi itu terdiri dari LBH Al Amin Madina; Batang Pungkut Green Conservation (BGPC); Biro Bantuan Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (BBH UISU) dan Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI).

Menghadirkan pemateri tokoh pemekaran Madina H. Pandapotan Nasution; praktisi hukum H. Muhammad Amin Nasution,SH.MH; budayawan Askolani Nasution, serta 2 anggota DPRD Sumut H. Fahrizal Efendi Nasution dan Burhanuddin Siregar.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Pengusutan Kebakaran Pasar Hilir, Kapolres Madina Mendapat Apresiasi

    Percepat Pengusutan Kebakaran Pasar Hilir, Kapolres Madina Mendapat Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Percepatan Pemeriksaan yang dibentuk Polres Madina dalam mengusut kasus penyebab kebakaran di Pasar Hilir, Panyabungan mendapat apresiasi. Pembentukan tim ini dinilai sebagai keseriusan Kapores Mandailing Natal (Madina), AKPB Rudy Rifani menegakkan supremasi hukum serta azas keadilan bagi para keluarga korban kebakaran. “PDI Perjuangan mengapresiasi langkah kapolres yang telah membentuk Tim […]

  • Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resensi buku Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda sejarah Willem Iskander dinegeri orang yang di bukukan semoga menjadi pelajaran terbaik bagi putra mandailing di negeri orang.

  • Pilkada akan dikembalikan ke DPRD

    Pilkada akan dikembalikan ke DPRD

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang selama ini telah dilakukan secara langsung terancam kembali ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Bocoran draft RUU (Rancangan Undang-Undang) Pilkada yang telah disiapkan Kementerian Dalam Negeri ada wacana Pilkada akan dikembalikan ke DPR. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Joehermansyah Johan juga mengakui sinyalemen tersebut. Pemilihan gubernur yang […]

  • Eman, Bantu Siapa Saja yang Ingin Mengenal Islam

    Eman, Bantu Siapa Saja yang Ingin Mengenal Islam

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Eman lahir di Italia, namun ia besar dan tumbuh di Australia. Secara tradisi, ia penganut Katolik. “Ini yang saya pertanyakan. Mengapa saya harus memeluk Katolik, dan keluarga saya mengatakan, semua orang Italia menganut Katolik,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Jumat (23/11). Dalam pemahaman Eman, apakah harus mengikuti orang tua padahal itu adalah urusan agama. Pada […]

  • Distan Palas akan Panen Raya Benih Padi Varietas Unggul

    Distan Palas akan Panen Raya Benih Padi Varietas Unggul

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Padang Lawas (Palas) diproyeksikan akan panen raya benih padi varietas unggul dari lokasi penangkaran benih padi Distan Palas di atas lahan seluas sekitar 7 hektar (Ha). Panen raya tersebut rencananya dilakukan tanggal 22 Oktober 2014 di Balai benih (BB) Balangka Sitongkon, Kecamatan Lubuk Barumun. “Saat ini usia benih padi sudah […]

  • Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Belum lagi usai pengungkapan otak pelaku ijazah palsu di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditangani Polsek Percut Sei Tuan, kini kembali ditemukan dari tangan seseorang yang hendak melegalisir ijazah tersebut. Modus kejahatan dengan cara menawarkan ijazah palsu bukan rahasia. Pemberi layanan ini pun bersikap bak ‘malaikat’ dengan menawarkan ijazah ‘bodong’ bagi mereka yang […]

expand_less