Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Acara Pembukaan PRSU dengan Upacara Adat Mandailing Natal

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
  • print Cetak

MEDAN – Cahaya lampu berkilatan dari paviliun-paviliun, panggung utama dan sepanjang jalan di areal Tapiandaya di Jalan Gatot SUbroto Medan. Cahayanya melesat, membias di jalanan dan dinding bagunan yang mendadak berubah bagai tarian. Puluhan warga Mandailing Natal (Madina) dengan batik khas bangsa Mandailing tampak berbaris menanti kedatangan tamu istimewa Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

Lima dayang dari Pantai Barat Natal dengan pakaian khas Pasumandan Natal juga turut dalam barisan. Diiringi musik gordang 2, Mangaraja Gomgom Nauli Lubis (gelar Gatot di Madina) yang datang dengan payung khas raja, namora natoras disambut hangat oleh petua adat. Dengan pakaian khas pengantin pria Natal, Gatot bersama mantan Sekjen Depkeu, Mulia P Nasution menaiki pelaminan Mandailing kemudian pelaminan Natal. Kedua adat Mandailing dan Natal berbeda tapi menjadi satu. Lagu Onang-onang dan lagu selamat datang ikut meramaikan suasana.

Sebelum PRSU dibuka dan setelah upacara adat dilaksanakan, ketua panitia Drs Taufik M Lubis menyampaikan apresiasinya terhadap Madina yang menjadi tuan rumah PRSU ke 43. “Saya sanngat berterimakasih dengan Masyarakat Madina dengan kebudayaan pantai barat natal yang mempesona dan budaya khas lainnya, PRSU kembali remaja dan semarak dan ini didukung oleh motivasi yang digerakkan oleh Gubernur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bila tahun ini, ada empat Kabupaten dan satu kota yang tidak ikut dalam kegiatan. “Diantaranya Kabupaten Karo, Kabupaten Nias Selatan, kabupaten Nias Barat, Kabupaten Pak-Pak dan kota Gunung Sitoli,” ujarnya sembari menjambarkan seluruh rangkaian acara yang akan berlangsung selama 33 hari di PRSU.

Sementara itu, Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan Madina sangat beruntung mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Ia juga menyampaikan meskipun Mandailing dan Natal adalah 2 adat yang berbeda, tetapi tidak menjadikan mereka terpecah belah. Bahkan bila pihaknya mendapatkan satu kesempatan lagi, ia juga akan menampilkan 1 lagi adat atau suku yang ada di Madina, yakni Tanah Kubu, Muara Siponge untuk menampilkan budayanya.

“Ini menandakan bila Madina tidak membeda-bedakan satu sama lain, tahun depan bila ada kesempatan kami akan menampilkan 1 suku yang juga ada di Madina,” katanya.

Pembukaan pun kembali dilanjutkan oleh Gubernur, sebelum membuka PRSU, ia juga mengucapkan ucapan terimakasihnya terhadap partisipasi dan kreasi yang disumbangkan pemerintah daerah dan masyarakt Madina dalam penyelenggaraan PRSU ke 43. “Nuansa baru dan kesemarakan ini memperkuat kayakinan kita untuk menjadikan PRSU ini masa depan Sumut,” ujarnya.

Lanjutnya, PRSU diharapkan dapat memperkuat daya saing dalam upaya meningkatkan produktifitas yang pada gilirannya akan menaikkan standart hidup masyarakat. “Saya tunggu inovasi baru dari ketua yayasan. Jangan hanya momen ini saja, namun ada yang lain. Jember punya carnaval, Solopunya batik carnival, kita juga harus ada karena Sumut tidak kalah keanekaragaman budayanya dengan daerah-daerah tersebut,” katanya.

Gatot juga berharap, sejarah Madina dapat dijadikan sebuah film. “Madina ternyata bila dilihat dari sisi aspek kesejarahan sangat tinggi. Pahlawan Nasional, Multatuli pernah bertugas di Madina untuk memungut pajak atas perintah Belanda dan akhirnya ia mencintai wanita Madina dan cerita ini sangat elok bila dijadikan sebuah film agar mengangkat Madina dalam kanca nasional,” harap Gatot disertai tepuk tangan.

“Semoga PRSU ini menjadi media kaloborasi antar etnis budaya yang ada di sumut,” katanya.

Ia pun langsung membuka PRSU ke 43 didampingi oleh beberapa penjabat Provsu dan jajaran pemerintah Madina.

Kegiatan akhirnya dilanjutkan dengan hiburan atraksi pesta Panen Raya dari putra-putri Madina. Dengan menceritakan seorang anak yang dibuai-buai oleh nasehat orangtua yang kemudian didengarkan dan membawanya menjadi anak yang baik dan dengan buaian atau nasehat tersebut akhirnya ia berhasil mempergunakan tanah kelahirannya dengan sebaik mungkin hingga menghasilkan dan dia mengundang bebagai suku untuk ikut melakukan panen raya.

Plt Gubernur Madina juga memberikan bidu atau cinderamata khas adat Madina kepada jajaran pemerintah provinsi Sumut da seluruh Muspida juga seluruh Walikota yang hadir. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Konflik PT Tanjung Siram dengan Warga

    Soal Konflik PT Tanjung Siram dengan Warga

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak Capai Sepakat Mediasi Berlanjut TAPSEL- PT Tanjung Siram belum bisa memenuhi tuntutan warga Desa Aek Kanan dan Padangmatinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Jumat (20/1). Padahal, pihak kepolisian telah membantu mediasi. Dan, untuk mencapai kesepakatan, mediasi kembali dilanjutkan hari ini, Sabtu (21/1). Mediasi kemarin difasilitasi Kapolres Tapsel AKBP Subanbdriya dan dihadiri Bupati Paluta Bachrum Harahap, Ketua […]

  • DPRD kecam pembangunan ABB

    DPRD kecam pembangunan ABB

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pembangunan proyek peningkatan Jalan Angin Barat Baru (ABB), Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal karena pembangunannya tidak sesuai dengan bestek yang ada, dikecam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Demikian kata anggota DPRD Madina, Jafar Rangkuti dan Zubeir Lubis, pagi ini. Menurut Jafar, pihaknya sudah banyak mendapat pengaduan dari masyarakat tentang pembangunan jalan ini. Informasi […]

  • Seluruh Bank di Aceh Wajib Sistem Syariah di Tahun 2022

    Seluruh Bank di Aceh Wajib Sistem Syariah di Tahun 2022

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sesuai dengan qanun yang berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) seluruh bank sudah bersistem syariah sejak Januari 2022. Sejumlah cabang bank nasional di NAD sudah mempersiapkan diri sejak 2019 menuju bank syariah itu. Sejauh ini bank yang akan menerapkan sistem syariah itu antara lain bank BRI, BNI, Mandiri, CIMB Niaga. Sedangkan […]

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

  • Pilih Mana, CSR Tak Seberapa Atau Kelola SDAE, Rakyat Sejahtera?

    Pilih Mana, CSR Tak Seberapa Atau Kelola SDAE, Rakyat Sejahtera?

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi melayangkan protes karena Rp 200 miliar dana CSR perusahaan tambang batu bara di wilayahnya disalurkan ke kampus-kampus di pulau Jawa. Dia tidak terima, karena selama ini perusahaan tersebut mengeruk sumber daya alam di Kaltim, namun tidak memperhatikan pendidikan di […]

  • Kafir Politis

    Kafir Politis

    • calendar_month Sabtu, 15 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Emha Ainun Najib Kafir Politis     Kalau menjelaskan pada jemaah-jemaah kecil kaum muslimin yang awam tentang kufur atau kafir, biasanya saya memakai entry point soal bersih atau kebersihan. Misalnya begini: sepanjang seseorang masih mandi dan makan tiap hari, maka ia tak bisa disebut sebagai kafir dalam arti total. Orang mandi, ightisal alias […]

expand_less