Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Sektor Pertanian Landasan Pondamental Ekonomi Makro Madina Termarjinalkan? (bagian 2-habis)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 23 Sep 2014
  • print Cetak

 

Oleh : Saifuddin Lubis

 

Selain itu, juga pengembangan kuantitas dan kualitas SDM pertanian,perikanan dan kelautan serta kehutanan, pengembangan diversifikasi dan konsumsi pangan berbasis Sumber Daya Intern ( SPI), penataan administrasi asset, tersusunnya laporan SAI yang akuntabel dan berstatus wajar tanpa pengecualian (WTP).

Meningkatkan peran kelembagaan pertanian, penataan dan peningkatan sentra produksi dan distribusi serta penguatan institusi pasar, pengadaan sarana dan prasarana pertanian, mengoptimalkan upaya divesrifikasi dan rehabiltasi tanaman pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta menyediakan data dan pelayanan perima di sector pertanian.

Untuk mencapai perioritas RPJMD Madina 2011 – 2016 di sector ekonomi itu, maka ditetapkanlah Perioritas Pembangunan Daerah (RKPD) Madina 2014, antara lain Peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan petani, Pengembangan methode , materi, sarana dan prasarana serta pembiayaan penyuluhan pertanian melaui penguasaan dan pemanpaatan tehknologi informasi dan komunikasi, Peningkatan wawasan agribisnis petani, Pengembangan kuantitas dan kapasitas SDM pertanian, kalutan, perikanan dan kehutanan.

Penataan dan peningkatan sentra produksi dan distribusi serta penguatan institusi pasar, Mengoptimalkan upaya diversifikasi, intensifikasi, dan rehabilitasi tanaman pertanian berkelaanjutan dan ramah lingkungan, Pengembangan lapangan pekerjaan baru dengan meningkatkan pemanfataan dan pengelolaan potensi pertanian, perikanan, dan kelautan, pertambangan serta kehutanan. Penguatan kelembagaan dan permodalan usaha pertanian dan perikanan, Mempertahankan swasembada beras.

Peningkatan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung pertanian, perikanan, kelautan serta kehutanan, Pengembangan kawasan agromarinepolitan, Pengembangan satu desa satu komoditas, Pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan, serta pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan.

Bagi sekitar 425.000 jiwa rakyat Madina saat ini, rumusan dan kerangka pembangunan daerah sebagaimana tersusun indah dan rapi dalam RPJMD Madina 2011 – 2016 itu tentu sangat diharapkan realisasi dan aktualisasinya. Rakyat tahu itu, meski tidak sedetail dalam tulisan, sebab rumusan-rumusan itu tidak lain adalah merupakan penjabaran dari visi misi pasangan bupati dan wakil bupati terpilih pada Pilkada lalu yang kemudian dijabarkan kedalam RPJMD sebagai arah dan kebijakan pembangunan 5 tahun kedepannya.

Sekitar 70 hingga 80 % rakyat Madina hidup di sector pertanian, sedangkan sisanya juga akan terimbas pengaruh lemahnya ekonomi manakala sector pertanian gagal atau sebaliknya. Ketahanan ekonomi Madina tergantung pada pertumbuhan sector pertanian sebagai fundamental ekonomi makro masyarakatnya.

Pertanyaannya sekarang adalah, akankah rumusan-rumusan perioritas program dalam RKPD Madina 2014 itu akan terealisasi ?. Jawabnya tentu tidak, manakala para pengambil kebijakan di Madina sepakat untuk tidak memiliki political will yang baik dalam memandang persoalan dan kebutuhan rakyatnya. Sebab keseluruhan rumusan perioritas program itu tidak bisa berjalan atau terealisasi hanya dengan “ NIAT “ saja.

Lalu dikaitkan dengan RPJMD Madina 2011 – 2016 yang merupakan penjabaran visi misi Bupati – Wakil Bupati terpilih pada Pemilukada lalu di estimasikan akan “ gagal “ manakala tidak konsisten terhadap apa yang telah dituangkan dalam RPJMD sebagai arah kebijakan dan pembangunan daerah.

Salah satu program pembangunan nasional yang memerlukan peran optimal dari kelembagaan terutama di daerah adalah apa yang kemudian dikenal dengan empat suskses, yakni Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan; Percepatan Diversifikasi Pangan ; Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing dan ekspor ; dan Peningkatan Kesejahteraan Petani.

Program nasional itu terakumulasi dalam RPJMD Madina 2011 – 2016 dan RKPD Madina 2014. Namun ternyata tidak dibarengi dengan keinginan kuat dan niat baik ( political will ) untuk melaksanakannya. Faktanya adalah ketika P.APBD Madina 2014 memarjinalkan Sektor Pertanian kita.

Hemat penulis, selain tidak konsistennya para pengambil kebijakan terkait aspek-aspek yang menjadi skala perioritas pembangunan dalam RPJMD dan RKPD 2014 itu, ditengarai juga ada konsfirasi tidak sehat terutama dalam proses pembahasan R.PAPBD Madina 2014 di DPRD Madina yang ketika itu pembahasannya selain disebut asal tayang saja, juga dikarena waktu yang sudah mepet karena berpacu dengan agenda pembahasan lainnya termasuk diantaranya 10 Ranperda ditambah dengan agenda pelantikan anggota dewan baru hasil Pileg 2014.

Tetapi, apapun paktornya, yang pasti pemerintah daerah plus 40 anggota DPRD Madina periode 2009 -2014 yang mengesahkan PAPBD Madina 2014 itu telah menorehkan kekecewaan yang luas bagi mayoritas rakyat Madina yang hidup di sector pertanian.

 

PENUTUP

Hingga saat ini, RAPBD Madina 2015 belum dibahas di DPRD Madina. Diharapkan dengan semangat baru anggota dewan yang baru dilantik akn ada pergeseran orientasi kearah yang lebih konsisten terhadap RPJMD Madina 2011 – 2016 yang telah disepakati menjadi arah kebijakan pembangunan daerah 5 tahun berjalan.

Lebih dari itu, kiranya rumusan – rumusan kebijakan strategis dan prioritas pembangunan kita bisa menjadi prioritas pembangunan dalam arti nyata, sehingga semua dapat terukur, ter-evaluasi,danberjalan sesuai perencanaan awal.

Kondisi alam dan bumi seperti Madina tidak semua dimiliki daerah lain, potensi yang kita miliki itu senantiasa menjanjikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Karena itu kedepan yang terpenting adalah political will yang baik, komitmen dan konsistensi,mind set pemangku kebijakan,serta pembiayaan yang cukup. Semoga menjadi catatan dan ingatan bagi kita.

(Penulis adalah wartawan senior, Ketua Dewan Pengurus Daerah Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI Kabupaten Mandailing Natal).

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelebaran Jalur Panyabungan Timur

    Pelebaran Jalur Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 28 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua alat berat sedang melakukan pelebaran badan jalan di jalur Panyabungan-Pagur di titik Desa Padang Laru. Sejak awal Maret 2018 badan jalan menuju Panyabungan Timur, Mandailing Natal ini diperlebar untuk memperlancar arus lalulintas. Amatan Mandailing Online,pekan lalu, lebar badan jalan ini mencapai 12 meter setelah diperlebar yang sebelumnya hanya sekitar 6 meter. Pelabaran jalan ini […]

  • Jasad Dua Petugas LP Tanjung Gusta Ditemukan di Kamar Mandi

    Jasad Dua Petugas LP Tanjung Gusta Ditemukan di Kamar Mandi

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA — Jasad dua petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, yang tewas dalam kericuhan, Kamis (11/7/2013), ditemukan di kamar mandi Lapas. Pada Jumat (12/7/2013) pagi tadi, jenazah keduanya dipindahkan anggota TNI dan Polri. Kedua petugas Lapas yang tewas ini diketahui sebagai Kasi Registrasi LP Tanjung Gusta Bona Situngkir dan stafnya, Richardo […]

  • Pasar Baru Butuh Pembangunan Jalan Keliling

    Pasar Baru Butuh Pembangunan Jalan Keliling

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    strong>MADINA- Sejumlah pedagang di Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Madina berharap agar pemerintah membangun atau mengapspal jalan keliling di pasar. Saat ini jalan keliling hanya sebagian yang diaspal dan sebagian lagi memperihatinkan. Akibatnya, para pelanggan enggan mengelilingi pasar, padahal masih banyak pedagang yang berjualan di sekitar jalan yang rusak karena belum diaspal itu. Pengaspalan ini juga […]

  • Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam kembali menahan tersangka tindak pidana korupsi pengadaan lahan gardu induk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang berokasi di Dusun V Desa Petangguhan Kecamatan Galang. Kali ini Kejari menahan M Dachi (45) yang merupakan staf Badan Pertanahan Negara (BPN) Deli Serdang, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan itu […]

  • Infrasruktur jalan Muara Batang Gadis memprihatinkan

    Infrasruktur jalan Muara Batang Gadis memprihatinkan

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN – Kondisi infrasruktur jalan dan jembatan yang ada di Kecamatan Muara Batang Gadis sampai saat ini masih buruk dan memperihatinkan dengan meliputi akses jalan ke Desa Suka Makmur, Aek Godang, Panunggulan dan beberapa desa lainnya. “Untuk alternatif lainnya menuju desa itu jika musim hujan melalui sungai menggunakan perahu bot jenis robin dengan ongkos Rp.50 […]

  • Harga Sawit Naik, Produksi Turun

    Harga Sawit Naik, Produksi Turun

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SINUNUKAN (Mandailing Online) – Meski harga tandan buah segar (TBS) sawit naik, namun produksi dalam posisi menurun pada beberapa minggu terakhir di  Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Penurunan produksi mencapai 50 persen. Penyebabnya karena saat ini lagi musim “trek” atau kelambatan perkembangan buah akibat transisi dari penghujan ke musim kemarau. “Turunnya hasil produksi TBS sudah […]

expand_less