Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Harga Karet Terendah Dalam Lima Tahun Terakhir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
  • print Cetak

Medan – Tekanan terhadap harga karet di pasar dunia belum berakhir. Memasuki awal Oktober, harga karet diperdagangkan di bawah US$1,38 per kg yang merupakan harga terendah dalam 69 bulan terakhir atau sekitar lima tahun terakhir.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengungkapkan, khusus selama sepekan terakhir, melemahnya harga karet dipicu turunnya harga minyak mentah, penantian atas stimulus Bank Sentral Eropa, dan demonstrasi massal di Hongkong.

“Ketiga peristiwa itu menyebabkan perekonomian dunia tergoncang dan tak menentu sehingga harga sejumlah komoditas anjlok,” katanya kepada MedanBisnis, Jumat (3/10).

Diungkapkannya, selain lemahnya perekonomian AS, Tiongkok dan Jepang, perekonomian global juga ditekan ekonomi Eropa. Hal tersebut diperburuk oleh demo massa di Hongkong. Di tengah masih lemahnya perekonomian Tiongkok, unjuk rasa itu semakin membebani upaya pemulihan ekonomi. Aksi yang sudah berjalan beberapa hari itu menekan sektor keuangan, khususnya bursa saham.

Investor di pasar modal mulai khawatir menyikapi aksi itu dan melakukan aksi lepas saham. Demo massa itu menuntut pemerintah Tiongkok memberikan hak kepada warga Hongkong melakukan pemilu yang bebas. “Tak pelak, semua sektor ekonomi terkena imbas. Harga komoditas anjlok, termasuk karet yang saat ini tak lepas dari tekanan harga rendah,” ungkapnya.

Menyikapi lemahnya harga karet dunia, saat ini pemerintah Thailand menunda penjualan 200.000 metrik ton karet, sebuah langkah yang diharapkan membantu menenangkan petani dari ancaman protes karena harga merosot ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

“Saat ini, Kementerian Pertanian Thailand sedang memeriksa kualitas dan kuantitas persediaan dan meninjau strategi untuk memastikan bahan baku dijual dengan harga yang rasional. Langkah ini sejalan dengan permintaan petani agar prosesnya transparan,” jelasnya.

Sejak tahun 2011, harga karet Thailand telah turun 75% di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di Tiongkok sebagai pasar utama, yang akan mengurangi permintaan komoditas yang digunakan untuk ban dan berlanjutnya kelebihan pasokan dunia. Pemerintah Gajah Putih itu sedang mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk membantu petani, tetapi telah mengesampingkan program pembelian untuk meningkatkan harga karena akan mendistorsi pasar, harga pun kian anjlok. “Saat ini, Thailand berencana mengadakan pembicaraan dengan Indonesia dan Malaysia untuk bersama-sama mengelola stok untuk menstabilkan harga,” tambahnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera bergerak cepat mengatasi masalah harga karet itu. Maklum, saat ini petani dan pengusaha mulai merugi akibat harga karet tak kunjung naik. Bahkan, akibat kerugian yang dialami, sejumlah petani di berbagai daerah di Indonesia mulai mengkonversi lahan karet menjadi sawit.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengungkapkan, pemerintah dan pengusaha perlu mencari cara agar penyerapan karet dari pasar lokal meningkat. Hal tersebut dimaksudkan agar Indonesia tak terlalu bergantung pada ekspor yang akhir-akhir ini tak stabil. “Minimal industri dalam negeri dikuatkan sehingga penyerapan karet petani lebih banyak, bukan terus-terusan berharap pada pasar ekspor yang belum pasti,” katanya.
Selain itu, Indonesia juga perlu memperluas pasar dengan melirik negara-negara lain di Eropa dan Asia yang butuh karet. Dengan begitu, penyerapan karet di pasar dunia makin meningkat yang otomatis akan mengerek harga karet.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • YRKI Dorong Bawaslu Madina Proses ASN yang Tak Netral di Pilkada

    YRKI Dorong Bawaslu Madina Proses ASN yang Tak Netral di Pilkada

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mendorong Bawaslu agar memproses dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam keterlibatan kampanye Pilkada 2020 di Mandailing Natal. Hal ini disampaikan Irsan Barus, dari Tim Pemantau Pilkada YRKI dalam keterangan persnya, Selasa (27/10) yang diterima redaksi. “Jangan dianggap sepele hal yang demikian, sebab sejak dari awal […]

  • Terus Melorot ke Peringkat 22, MTQ Sumut 2026 Pantulkan Bayangan Suram Tata Kelola dan Religiusitas Madina

    Terus Melorot ke Peringkat 22, MTQ Sumut 2026 Pantulkan Bayangan Suram Tata Kelola dan Religiusitas Madina

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*     “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim) Kalimat Nabi Muhammad SAW itu mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan yang indah dilantunkan, melainkan pedoman hidup yang harus membentuk manusia, keluarga, masyarakat, hingga peradaban. Maka, ketika Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) digelar […]

  • Melagukan Bacaan Alquran, Bolehkah?

    Melagukan Bacaan Alquran, Bolehkah?

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ustaz Nashih Nashrullah Melagukan bacaan Alquran harus sesuai kaidah. Keindahan Alquran tak hanya terbatas pada susunan huruf, kalimat, atau makna yang terkandung di baliknya. Tetapi, Alquran juga indah kala dibaca. Kedahsyatan pengaruh yang terdapat dalam bacaan Alquran konon dapat meluluhkan hati Umar bin Khatab yang lantas memeluk Islam. Karena, ayat-ayat Alquran tersebut bila dilantunkan niscaya […]

  • KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)   Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani. Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, […]

  • Anggota KPU Asahan Meninggal

    Anggota KPU Asahan Meninggal

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggota KPU Asahan Edy Syam meninggal dunia, Sabtu (26/4/2014). Kabar duka ini disampaikan oleh anggota KPU Sumut Yulhasni yang pagi tadi mendapat info dari Ketua KPU Asahan. “Edy Syam ikut dalam Rapat Pleno Tingkat Provinsi. Waktu itu saya melihat dia masih pucat. Katanya dia baru saja keluar dari rumah sakit. Setelah rapat disini, […]

  • Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012  Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

    Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012 Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliansi yang berunjukrasa menurunkan bupati ke DPRD Madina, tadi siang, Kamis (17/1) dinilai kurang mengetahui program pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang sudah dimulai Pemkab Madina sejak tahun 2012 lalu sebagai implementasi visi misi Hidayat-Dahlan. “Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratsi di Madina sudah digulirkan bupati Madina sejak tahun 2012, kok pengunjukrasa […]

expand_less