Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Harga Karet Terendah Dalam Lima Tahun Terakhir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
  • print Cetak

Medan – Tekanan terhadap harga karet di pasar dunia belum berakhir. Memasuki awal Oktober, harga karet diperdagangkan di bawah US$1,38 per kg yang merupakan harga terendah dalam 69 bulan terakhir atau sekitar lima tahun terakhir.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengungkapkan, khusus selama sepekan terakhir, melemahnya harga karet dipicu turunnya harga minyak mentah, penantian atas stimulus Bank Sentral Eropa, dan demonstrasi massal di Hongkong.

“Ketiga peristiwa itu menyebabkan perekonomian dunia tergoncang dan tak menentu sehingga harga sejumlah komoditas anjlok,” katanya kepada MedanBisnis, Jumat (3/10).

Diungkapkannya, selain lemahnya perekonomian AS, Tiongkok dan Jepang, perekonomian global juga ditekan ekonomi Eropa. Hal tersebut diperburuk oleh demo massa di Hongkong. Di tengah masih lemahnya perekonomian Tiongkok, unjuk rasa itu semakin membebani upaya pemulihan ekonomi. Aksi yang sudah berjalan beberapa hari itu menekan sektor keuangan, khususnya bursa saham.

Investor di pasar modal mulai khawatir menyikapi aksi itu dan melakukan aksi lepas saham. Demo massa itu menuntut pemerintah Tiongkok memberikan hak kepada warga Hongkong melakukan pemilu yang bebas. “Tak pelak, semua sektor ekonomi terkena imbas. Harga komoditas anjlok, termasuk karet yang saat ini tak lepas dari tekanan harga rendah,” ungkapnya.

Menyikapi lemahnya harga karet dunia, saat ini pemerintah Thailand menunda penjualan 200.000 metrik ton karet, sebuah langkah yang diharapkan membantu menenangkan petani dari ancaman protes karena harga merosot ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

“Saat ini, Kementerian Pertanian Thailand sedang memeriksa kualitas dan kuantitas persediaan dan meninjau strategi untuk memastikan bahan baku dijual dengan harga yang rasional. Langkah ini sejalan dengan permintaan petani agar prosesnya transparan,” jelasnya.

Sejak tahun 2011, harga karet Thailand telah turun 75% di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di Tiongkok sebagai pasar utama, yang akan mengurangi permintaan komoditas yang digunakan untuk ban dan berlanjutnya kelebihan pasokan dunia. Pemerintah Gajah Putih itu sedang mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk membantu petani, tetapi telah mengesampingkan program pembelian untuk meningkatkan harga karena akan mendistorsi pasar, harga pun kian anjlok. “Saat ini, Thailand berencana mengadakan pembicaraan dengan Indonesia dan Malaysia untuk bersama-sama mengelola stok untuk menstabilkan harga,” tambahnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera bergerak cepat mengatasi masalah harga karet itu. Maklum, saat ini petani dan pengusaha mulai merugi akibat harga karet tak kunjung naik. Bahkan, akibat kerugian yang dialami, sejumlah petani di berbagai daerah di Indonesia mulai mengkonversi lahan karet menjadi sawit.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengungkapkan, pemerintah dan pengusaha perlu mencari cara agar penyerapan karet dari pasar lokal meningkat. Hal tersebut dimaksudkan agar Indonesia tak terlalu bergantung pada ekspor yang akhir-akhir ini tak stabil. “Minimal industri dalam negeri dikuatkan sehingga penyerapan karet petani lebih banyak, bukan terus-terusan berharap pada pasar ekspor yang belum pasti,” katanya.
Selain itu, Indonesia juga perlu memperluas pasar dengan melirik negara-negara lain di Eropa dan Asia yang butuh karet. Dengan begitu, penyerapan karet di pasar dunia makin meningkat yang otomatis akan mengerek harga karet.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • JK: Film Anti-Islam, Umat Muslim Jangan Anarkis

    JK: Film Anti-Islam, Umat Muslim Jangan Anarkis

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JK menilai, perbuatan sang sutradara sudah melanggar hukum. Makasar, (MO) – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengecam beredarnya dan dibuatnya film “Innocence of Muslim” yang dinilai menistakan agama Islam. Menurut Jusuf Kalla, meski marak protes, umat Islam seluruh dunia diimbau tidak bersikap anarki. “Semoga reaksi itu tidak dilakukan dengan anarki,” kata Jusuf Kalla usai meresmikan […]

  • Sales Beras Terkapar Dibacok di Tanjung Morawa

    Sales Beras Terkapar Dibacok di Tanjung Morawa

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Morawa, Seorang sales beras, Subari (45) warga Pasar III, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan terkapar dengan luka bacok di bagian kepala di Gang Rasmi, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (05/07/2011) malam pukul 19.00 WIB. Informasi diperoleh, sebelumnya Subari mendatangi Gang Rasmi untuk menagih […]

  • Ima Madina : Kondisi Madina Makin Parah, Ridwan Rangkuti : Bupati Madina Harus Rangkul Semua Elemen

    Ima Madina : Kondisi Madina Makin Parah, Ridwan Rangkuti : Bupati Madina Harus Rangkul Semua Elemen

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina harus merangkul semua elemen agar roda pemerintahan sukses lima tahun ke depan. “Kalau tidak, yakinlah bupati dan wakil bupati akan kewalahan di masa mendatang,” kata Ketua Persatuan Advokad Indonesia Wilayah Tabagsel, Ridwan Rangkuti,SH.MH yang dilansir Malintang Pos, Sabtu (20/8/2016). “Saya pikir setelah mengamati selama hampir tiga bulan ini, langkah […]

  • Masjid Agung

    Masjid Agung

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masjid Agung Nur Alan Nur Madina

  • Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola. Berdasar data Mandailing Online, […]

  • Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pakaian adat Mandailing turut tampil dalam memeriahkan Colorful Medan Carnaval (CMC). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam perayaan hari jadi ke-432 kota Medan. Carnaval budaya yang turut diikuti oleh pemerintahan kabupaten/kota di Sumatera Utara ini dimulai dari Jl. Ahmada Yani sampai ke Balai Kota Medan. Acara yang memperagakan pakaian adat, alat […]

expand_less