Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing Natal (Madina) masih banyak perkebunan yang diduga dengan sengaja melalaikan tanggungjawab membangun plasma untuk masyarakat sekitar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Itu diungkapkan Ali Mutiara Rangkuty, tokoh masyarakat Pantai Barat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina kepada wartawan,Rabu (22/10/2014) di Panyabungan.

“Terdapat beberapa agenda yang masih jalan ditempat dan perlu mendapat tindak lanjut dan tegas dari pemerintah,” tegas Ali.

”Harus menjadi ingatan bagi pihak perkebunan dan pemerintah daerah, bahwa pembangunan kebun plasma untuk masyarakat pasca diterbitkannya peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/Permentan/OT.140/2/2007 adalah kewajiban,” katanya

Diungkapkan Ali, ada perbedaan mendasar berkaitan dengan pengaturan pembangunan kebun plasma antara Keputusan Menteri Pertanian Nomor 357/Kpts/HK.350/5/2002 dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/Permentan/OT.140/2/2007. Dalam Keputusan Menteri digunakan terminology ”dalam pengembangan usaha” untuk pelaksanaan kewajiban tersebut.

“Dalam pemahaman ini, maka kewajiban tersebut dapat dipahamai hanya berlaku jika perusahaan melakukan pengembangan usaha, baik itu dalam perluasan lahan atau yang lainnya, namun hal ini berbeda dengan Permentan yang mengatur bahwa perkebunan yang miliki IUP atau IUP – B diatas 25 hektar wajib membangun kebun untuk masyarakat. Jadi sejak dimulai ataupun tanpa adanya pengembangan usaha sekalipun setiap pemegang IUP wajib membangun kebun plasma untuk masyarakat dengan memperhatikan standar minimal dan analisis kebutuhannnya berkaitan dengan jumlah kepala keluarga masyarakat sekitar,” bebernya.

Berkaitan dengan PT.GLP ( Gruti Lestari Pratama ) kata Ali, yang telah beroperasi sebelum terbitnya Permentan tahun 2007 tersebut dan ketidaktersediaan lahan untuk pembangunan kebun plsma sebagai alasan tidak dipenuhinya kewajiban tersebut.

“Walapun IUP PT.GLP telah terbit pada tahun 2002 melalui Keputusan Kadis Perkebunan Madina no.525/288.DISBUN/2002, tapi dalam salah satu pasal pada Permentan tahun 2007 tersebut yakni pasal 42 mengatur bahwa bagi perusahaan perkebunan telah memiliki IUP sebelum diterbitkannya Permentan kendati IUP-nya tetap berlaku namun dalam pelaksanaan usaha perkebunan harus tunduk,” tegasnya.

Berkaitan ketidaktersedian lahan, lanjut Ali, itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh pihak perusahaan. Dalam banyak kasus justru beberapa perusahaan mau membagikan lahan inti kepada masyarakat. Dan lebih dari itu untuk sebuah pelaksanaan kewajiban dalam upaya pemenuhan tentunya harus pro aktif.

“Saya tidak melihat PT.GLP proaktif untuk memenuhi kewajibannya baik melalui upaya memohonkan lahan-lahan untuk masyarakat ataupun memulainya dengan mendorong pembentukan koperasi-koperasi masyarakat sebagaimana dilakukan oleh beberapara perusahaan lainnya,” ujarnya.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Daftar Juara Musabaqoh Tahfidzul Qur’an Madina 2021

    Ini Daftar Juara Musabaqoh Tahfidzul Qur’an Madina 2021

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqoh Tahfidzul Qur’an Ke-VII Tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun 2021 berakhir pada Kamis (09/12 /2021). Ini daftar nama-nama peraih terbaik (juara) Golongan 30 Juz Untuk Putra Terbaik I: Ahmad Rizki Haholongan utusan Kecamatan Panyabungan Timur. Terbaik II: Ahmad Khairi utusan Ponpes Al-Iklas. Terbaik III: Anwar Martua utusan Kecamatan Siabu. Golongan […]

  • Pembalakan Liar

    Pembalakan Liar

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jejeran rel pengangkut kayu yang dibuat pembalak liar terlihat dari udara di tengah area hutan Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (27/1). Akibat terjadinya konflik antara sebagian warga dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam pengelolaan kawasan hutan itu, aktivitas pembalakan liar semakin meningkat di hutan Pulau Padang. (n ant/fb Anggoro)

  • Antrian Jerigen di SPBU Simangambat

    Antrian Jerigen di SPBU Simangambat

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ANTRI – Sejumlah pemilik jerigen bergerombol di SPBU Simanambat, Siabu, Mandailing Natal (Madina), Selasa (31/12/2013). Para pemilik jerigen ini diketahui merupakan pedagang bensin eceran di kawasan Siabu. Sejumlah warga di warung dekat SPBU mengakui setiap mobil tangki tiba, para pedagang akan antri di SPBU menungu pengisian jerigen. Disinyalir banyak pedagang ketengan tidak tepat lokasi dan […]

  • Sobir Lubis Terpilih Menjadi Ketua Kadin Madina

    Sobir Lubis Terpilih Menjadi Ketua Kadin Madina

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sobir Lubis terpilih secara aklamasi menjadi ketua Kadin Mandailing Natal. Pemilihan itu dilakukan dalam Musyawarah Kabupaten Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mandailing Natal, Senin (16/10) di aula Hotel Rindang Panyabungan. Muskab itu berjalan dengan suskes. Pembukaan Muskab Kadin Madina itu dihadiri Direktur Eksekutif Kadin Sumut, Hendra Utomo dan Wakil Ketua […]

  • Inilah Jenis Jabatan CPNS yang Banyak Lowong

    Inilah Jenis Jabatan CPNS yang Banyak Lowong

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Rekrutmen CPNS jalur umum tahun 2013 akan segera digelar. Deputi Bidang SDM Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmaja membeber sejumlah jabatan yang menjadi prioritas untuk diisi CPNS tahun ini. Untuk Instansi Pusat adalah guru, yakni Guru Kelas dan Guru Produktif yaitu Guru yang memberi ketrampilan hidup/life skill untuk siswa. Selain itu, dosen, penegak hukum (pro justice), […]

  • Kegiatan Magrib Mengaji Mahasiswa KKN Sukses Bawa Nama Baik Kampus STAIN Madina

    Kegiatan Magrib Mengaji Mahasiswa KKN Sukses Bawa Nama Baik Kampus STAIN Madina

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berantas buta huruf Al Qur’an atau Hijaiyah Mahasiswa KKN Kelompok 15 STAIN Madina Selenggarakan Program Magrib Mengaji di Pemukiman Baru 1 Desa Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat, Sumatera Barat. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini merupakan salah satu Program Unggulan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Madina yang kali ini diselenggarakan […]

expand_less