Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

PU Madina Belum Jalankan Proyek P-APBD, Waktu Minus 2 Bulan Menjadi Bumerang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2014
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas PU Mandailing Natal (Madina) dinilai lambat merealisasikan proyek-proyek fisik yang didanai dari Perubahan APBD 2014.

Sebab, hingga awal November ini atau tak sampai 2 bulan sebelum berakhirnya masa tahun anggaran, beum ada terlihat pergerakan di Dinas PU.

Jika terus terlambat, dikhawatirkan para kontraktor nantinya akan dihadapkan pada keterbatasan waktu pekerjaan ditambah cuaca penghujan yang memperlambat pelaksanaan di lapangan.

“Kendati sebagian besar dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung tetap saja keterlambatan ini akan menjadi bomerang kelak,” kata anggota Komisi III DPRD Madina, Binsar Nasution kepada wartawan, Selasa (4/11/2014).

Pihak kontraktor nantinya akan dihadapkan dengan masalah batas masa kontrak, sesuai dengan volume kegiatannya.

“Jika kita perhitungkan proses penunjukan penyedia jasa sampai dengan terbitnya SPPJK memakan waktu satu minggu dan jika masa kontrak sedikitnya selama 45 hari, maka secara keseluruhan itu sudah memakan waktu 2 bulan. Dan masa waktu tutup anggaran akhir tahun yang diperkirakan sekitar tanggal 24 Desember 2014, akhirnya terlampaui,” katanya.

“Faktor kedua, yang harus diperhatikan adalah ketergantungan pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan fisik pada cuaca, khususnya di wilayah Pantai Barat. Curah hujan yang semakin meningkat yang diprediksi sampai dengan akhir tahun, dapat berakibat pada kemampuan akselerasi pelaksanaan kegiatan dan kualitasnya,” imbuh Binsar.

Binsar menyatakan, keterlambatan pelaksanan kegiatan P-APBD 2014, yang sesungguhnya merupakan tanggung jawab kepala dinas PU, dapat berdampak pada kerugian daerah. Baik itu bagi Pemerintah Kabupaten sendiri dalam bentuk melemahnya kemampuan penyerapan anggaran daerah, pihak penyedia jasa yang dikarenakan masa kontrak yang sempit dan berujung pada kualitas pekerjaan yang asal-asalan, serta terutama masyarakat sebagai pengguna hasil kegiatan pembangunan.

Binsar mengingatkan bahwa ada baiknya pemerintah daerah bercermin pada pengalaman tahun 2013 lalu, dimana telah terjadi kerugian daerah dalam bentuk terserapnya DAU sekitar 12 M untuk menutupi pembayaran kegiatan DAK yang tidak diserap lagi akibat terlambatnya penyelesaian kegiatan tersebut.

Oleh karenanya, Binsar mendesak Dinas PU Madina supaya jangan main-main soal jadwal realisasi PAPBD ini.

 

Peliput: Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Puasa Harga Daging Di Madina Rp.140.000

    Jelang Puasa Harga Daging Di Madina Rp.140.000

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online)-  Menjelang 1 hari  bulan puasa Ramadhan harga daging sapi di beberapa pusat pasar tradisional  di Mandailing Natal  mengalami kenaikan. Dimana pada beberapa hari sebelumnya harga daging sapi sebesar Rp.120.000. namun pada saat ini harganya mencapai antara Rp.130.000 hingga Rp.140.000.-/ Kilo gramnya. Seperti di Pasar Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan per kilo […]

  • Wacana Penggantian Nama Panyabungan, ICMI Muda: Sukhairi-Atika Fokus Saja Menunaikan Janji Kampanye dan Visi Misi

    Wacana Penggantian Nama Panyabungan, ICMI Muda: Sukhairi-Atika Fokus Saja Menunaikan Janji Kampanye dan Visi Misi

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana penggantian nama “Panyabungan” yang dilemparkan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution menuai kritik dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Madina. Wacana ini dipandang tidak urgen dan kontradiktif dengan janji kampanye dan visi misi pemerintahan Sukhairi-Atika (SUKA). “Wacana itu kontraproduktif dengan sejarah panjang kota Panyabungan dan semangat […]

  • Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu, Mandailing Natal angkat bicara soal pembukaan jalan dari jembatan Muara Sada menuju bendungan Batu Tunggal. “Bupati tidak pernah menyentuh tanah masyarakat, tetapi hanya merapikan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Muara Sada,” ungkap Hidayat Hasibuan didampingi Ketua Dewan Kelurahan Simangambat, Mangaraja Martua Hasibuan kepada Mandailing […]

  • 2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

    2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Dua truk over tonase bermuatan kayu dan cangkang kelapa sawit terperosok di pinggir jalan tikungan tajam dan tanjakan di perbatasan Desa Tombangkaluang, Batang Natal, Madina. Akibatnya arus lalu-lintas macet sekitar 33 jam. Informasi dihimpun METRO, dua truk tersebut melintas dari arah berlawanan, Rabu (10/8) malam sekira pukul 19.00 WIB. Truk bermuatan kayu datang dari […]

  • Pemkab Madina Masih Jalan Ditempat

    Pemkab Madina Masih Jalan Ditempat

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Saparuddin Haji menilai Pemkab Madina masih lamban merealisasikan pembangunan tahun ini. Padahal APBD Tahun anggaran 2014 telah disahkan pada Desember 2013 lalu, namun hingga Mei ini belum ada titik terang pelaksanaan pembangunan tersebut. “Harusnya dalam mengoptimalkan penyerapan anggaran, dan tidak tercipta […]

  • 1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam
    Tak Berkategori

    1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Rizpan Zuliardy ST, Selasa (30/4/2013) mengungkapkan sekitar 1058 jiwa yang mengungsi. Sementara jumlah rumah rusak dan terrendam akibat banjir bandang Sungai Aek Mata dan anak sungai Sigalapang dan luapan Sungai Rantopuran mencapai sekitar 464 unit. Di sepanjang aliran Sungai Aek Mata, terdapat sejumlah desa […]

expand_less