Senin, 22 Jun 2026
light_mode

Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Ketua Tim Investigasi atas dugaan kasus suap di MK, Refly Harun (tengah) dan Anggota Tim Investigasi Adnan Buyung Nasution menggelar konferensi pers.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan, sidang sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang melibatkan pasangan dari “incumbent” terbukti curang. “Dari 190 kasus lebih yang ditangani MK, hampir semua ‘incumbent’ terbukti curang dengan menggunakan jabatannya,” kata Mahfud dalam acara pertemuan MK dengan Komisi III DPR di Jakarta, Kamis.

Dia mencontohkan sengketa pilkada di Maluku. Saksi yang juga seorang guru menangis di MK karena dipindah 200 kilometer dari tempat tinggalnya karena tidak mendukung pasangan “incumbent”. “Untuk itu aturan pemindahan guru sebaiknya harus seizin Mendiknas, agar tindakan semena-mena ‘incumbent’ ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Ia mengemukakan, kecurangan yang dilakukan calon “incumbent” tidak semuanya bisa dibuktikan dengan nyata. MK memutuskan perkara berdasarkan fakta peradilan.
Ketua MK juga menyinggung tulisan pengamat hukum Refly Harun bahwa berperkara di MK itu bisa menghabiskan dana Rp10 miliar hingga Rp12 miliar karena banyaknya saksi yang harus dibawa ke MK.

“Tulisan Refly berperkara di MK habis biaya Rp10-12 miliar itu barangkali ada benarnya apabila yang berperkara berasal dari Papua karena untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta,” katanya. Mahfud juga mencontohkan sengketa Pilkada Jambi. Pihak yang berperkara telah membawa banyak saksi ke Jakarta dengan pesawat dan menginap di hotel selama menjalani sidang.

“Sebenarnya sudah disediakan video conference di Jambi, tapi mereka yang tidak mau. Jadi biaya tinggi seperti yang disebut Refly itu karena saksi berbondong-bondong datang ke Jakarta naik pesawat dan menginap di hotel,” tambahnya. Mahfud mengungkapkan hal ini terkait pertanyaan anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Martin Hutabarat.

Martin mengungkapkan, setiap calon bupati dari berbagai daerah yang ingin maju telah menganggarkan sekitar 10 persen dari anggaran kampanye untuk berperkara di MK.
Komisi III DPR melakukan kunjungan ke MK untuk melakukan koordinasi berbagai masalah, di antaranya masalah hukum, pengawasan hakim oleh KY serta rencana pembahasan perubahan UU. (Ant)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Tanggapan Bacalon Bupati Madina Endar Sutan Lubis Terkait Program Makan Bergizi Gratis

    Ini Tanggapan Bacalon Bupati Madina Endar Sutan Lubis Terkait Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Menanggapi program nasional presiden terpilih Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis, Bacalon Bupati Mandailing Natal menilai program itu menasional. Ketika jadi Bupati nanti, ia akan menunggu juknis program tersebut untuk dilaksanakan. Namun ia membatasi ketika program itu di bebankan ke daerah, sepanjang tidak mengganggu program pembangunan daerah akan dijalankan. ” Kalau […]

  • Izin Tujuh WPR Sudah Dikantongi Madina

    Izin Tujuh WPR Sudah Dikantongi Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut telah mendapatkan izin pertambangan emas untuk tujuh lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Itu diungkap Bupati Madina Saipullah Nasution dalam kegiatan rapat evaluasi di aula kantor bupati, Kamis (26/3/2026). Sayangnya, dari tujuh perizinan itu hanya satu yang layak untuk ditindaklanjuti. “Enam blok secara fisik sudah rusak dan […]

  • Pemerintah Tak Mau Rogoh Kocek untuk JSS

    Pemerintah Tak Mau Rogoh Kocek untuk JSS

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang digadang akan memakai pola patungan swasta dan pemerintah atau public private partnership (PPP). Namun pemerintah pusat berharap tak mau keluar uang sepeser pun untuk mega proyek ini, semua akan diserahkan dana swasta. “Kita mengharapkan tidak ada uang pemerintah sepeser pun yang keluar, itu harapan kita,” kata Menteri Pekerjaan […]

  • Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK (Mandailing Online) – Bupati/Walikota beserta wakil masing-masing menadatangani komitmen bersama KPK. Komitmen itu berupa pencegahan korupsi di daerahnya masing-masing. Dari Mandailing Natal (Madina) ikut meneken adalah bupati Ja’far Sukhairi Nasution dan wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Penandatangan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintahan Kabupaten/Kota Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, […]

  • Sejarah Toge Taing Tumpat

    Sejarah Toge Taing Tumpat

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pernah Dicicipi Amin Rais PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa tak kenal toge Panyabungan. Toge ini mashur bukan saja bagi masyarakat Mandailing Natal, tetapi juga terkenal di Sumatera Utara. Salah satu toge Panyabungan yang populer adalah toge Taing Tumpat. Bahkan tokoh nasional, Amin Rais pernah singgah di sini. Toge Panyabungan adalah makananan sejenis kolak campuran dari […]

  • Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sobir Lubis terpilih menjadi Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina). Politisi Partai Golkar ini terpilih pada Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Madina, Selasa (5/11/2019). Komisi I DPRD Madina membidangi Pemerintahan, yang memiliki banyak sektor yang harus ditangani komisi ini, baik dari sisi legislasi, pengawasan maupun budgeting. […]

expand_less