Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Ketua Tim Investigasi atas dugaan kasus suap di MK, Refly Harun (tengah) dan Anggota Tim Investigasi Adnan Buyung Nasution menggelar konferensi pers.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan, sidang sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang melibatkan pasangan dari “incumbent” terbukti curang. “Dari 190 kasus lebih yang ditangani MK, hampir semua ‘incumbent’ terbukti curang dengan menggunakan jabatannya,” kata Mahfud dalam acara pertemuan MK dengan Komisi III DPR di Jakarta, Kamis.

Dia mencontohkan sengketa pilkada di Maluku. Saksi yang juga seorang guru menangis di MK karena dipindah 200 kilometer dari tempat tinggalnya karena tidak mendukung pasangan “incumbent”. “Untuk itu aturan pemindahan guru sebaiknya harus seizin Mendiknas, agar tindakan semena-mena ‘incumbent’ ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Ia mengemukakan, kecurangan yang dilakukan calon “incumbent” tidak semuanya bisa dibuktikan dengan nyata. MK memutuskan perkara berdasarkan fakta peradilan.
Ketua MK juga menyinggung tulisan pengamat hukum Refly Harun bahwa berperkara di MK itu bisa menghabiskan dana Rp10 miliar hingga Rp12 miliar karena banyaknya saksi yang harus dibawa ke MK.

“Tulisan Refly berperkara di MK habis biaya Rp10-12 miliar itu barangkali ada benarnya apabila yang berperkara berasal dari Papua karena untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta,” katanya. Mahfud juga mencontohkan sengketa Pilkada Jambi. Pihak yang berperkara telah membawa banyak saksi ke Jakarta dengan pesawat dan menginap di hotel selama menjalani sidang.

“Sebenarnya sudah disediakan video conference di Jambi, tapi mereka yang tidak mau. Jadi biaya tinggi seperti yang disebut Refly itu karena saksi berbondong-bondong datang ke Jakarta naik pesawat dan menginap di hotel,” tambahnya. Mahfud mengungkapkan hal ini terkait pertanyaan anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Martin Hutabarat.

Martin mengungkapkan, setiap calon bupati dari berbagai daerah yang ingin maju telah menganggarkan sekitar 10 persen dari anggaran kampanye untuk berperkara di MK.
Komisi III DPR melakukan kunjungan ke MK untuk melakukan koordinasi berbagai masalah, di antaranya masalah hukum, pengawasan hakim oleh KY serta rencana pembahasan perubahan UU. (Ant)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi mengikuti rapat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik bersama Wakil Presiden KH. Ma’aruf Amin, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmaydi, Forkopimdasu, dan kepala daerah se-Sumatera Utara di Medan, Rabu (17/11). Mewakili Pemkab Madina, Atika menyampaikan isi rapat ini sesuai dengan program Pemkab Madina yang […]

  • Draf Sempat Diperbaiki, Keppres Pemakzulan Bupati Karo Belum Terbit

    Draf Sempat Diperbaiki, Keppres Pemakzulan Bupati Karo Belum Terbit

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hingga kemarin (21/5), pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum juga menerima Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengesahan pemakzulan Bupati Karo, Kena Ukur 'Karo Jambi' Surbakti. Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Didik Suprayitno menyatakan, meski kemendagri belum menerimanya, tidak lantas dikatakan bahwa Keppres belum terbit. "Bisa saja masih di istana. Kita tunggu […]

  • Dampak Hujan, Petani Terpaksa Memungut Sisa Bawang Yang Selamat

    Dampak Hujan, Petani Terpaksa Memungut Sisa Bawang Yang Selamat

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dampak penghujan bulan lalu, petani bawang merah di kecamatan Siabu merugi akibat umbi bawang membusuk. Kini, petani hanya pasrah memungut sisa bawang yang selamat. Iskandar (40) salah seorang petani bawang merah di Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal mengungkapkan banyak tanaman bawang yang rusak akibat tingginya curah hujan bulan lalu. "Akibat […]

  • 3 Pelajar SD dari Siabu Utusan Madina ke Hardiknas Sumut

    3 Pelajar SD dari Siabu Utusan Madina ke Hardiknas Sumut

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) –  Tiga pelajar sekolah dasar dari Kecamatan Siabu akan menjadi utusan Kabupaten Mandailing Natal ke tingkat Provinsi dalam berbegai lomba menyambut Hardiknas pada Mei nanti. Ketiga pelajar itu adalah Naufal Haris dari SD Negeri 001 Sihepeng yang menjuarai lomba Vokal Solo di tingkat Kabupaten Maret lalu. Kemdian Etikah Sari dari SD Negeri […]

  • H2S Dari SMGP Kembali Serang Warga Sibanggor Madina

    H2S Dari SMGP Kembali Serang Warga Sibanggor Madina

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Kebocoran pipa gas milik PT SMGP kembali terulang. Informasi yang didapat Mandailing Online, sekitar pukul 19.15 wib Kamis 22/2/2024. kebicoran terjadi saat percobaan pembukaan lubang bor berlokasi di sibanggor julu, Kecamatan Punvak Soruk Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dugaan bocornya gas H2S terjadi sehingga warga yang bermukim disekitar pengeboran […]

  • Korupsi? Pengurus Kelompok Tani Akui Dana SRI Disetorkan Lagi Kepada Pejabat Dinas Pertanian Madina

    Korupsi? Pengurus Kelompok Tani Akui Dana SRI Disetorkan Lagi Kepada Pejabat Dinas Pertanian Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program optimilisasi sawah melalui program SRI (System of Rice Intensification) untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai gagal. Kegagalan itu ditengarai akibat anggaran yang bersumber dari APBN tersebut diduga hanya dinikmati oleh oknum-oknum yang ada di Dinas Pertanian Peternakan Madina. Berdasar pengakauan salah seorang ketua kelompok tani kepada wartawan, Jum’at (6/6) lalu […]

expand_less