Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

“YUME”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
  • print Cetak

 

Cerpen Remaja

Karya: Leli Marito

Pelajar SMA Negeri 1 Siabu

 

Mataku tak henti menatap pemandangan indah yang tak mungkin kudapatkan di kota tempat tinggalku dulu. Sawah yang hijau, pegunungan yang rindang dan asrinya desa membuat mataku yang hampir ingin tertidur kembali terbuka, seakan tak ingin melewatkan setiap inci dari keindahan ciptaan tuhan ini.

Dari samping tempatku duduk, adikku Anna sudah tertidur pulas. Wajahnya terlihat damai jika sedang tidur, akan berubah menyebalkan ketika dia bangun.

“Leli, kamu belum mau tidur?? Mataku udah minta tuh…tidur ajalah, nak. Bentar lagi kita akan sampai di rumah dan tempat tinggal baru kita. Enjoy this traveling my girl,” ucap ibu dari kemudi sambil menatapku dari kaca. Kubalas dengan senyuman tanda meng-iyakan saran ibu. Mataku terpejam. Kutinggalkan sejenak indahnya alam dari balik jendela mobil.

***

“Aku dimana???,” kata yang pertama aku ucapkan saat bangun. Tempat yang benar-benar asing. “Harusnya aku bangun di mobil atau di rumah baruku…ini dimana??? Ini seperti hutan..tapi kenapa tumbuhan yang tumbuh di sini benar-benar aneh. Daun warna ungu, batang pohon berwarna biru, dan…bunga bangkai yang mengeluarkan aroma sphagetti. “Aku pikir aku mulai gilaaa,” rutukku dalam hati sambil berjalan keluar dari hutan.

Tak jauh dari tempatku terbangun, terlihat sebuah desa yang membuat mulutku menga-nga. Bagaimana tidak..!! Mobil yang berlalu lalang di jalanan terlihat tidak mengeluarkan asap sama sekali, sepeda motorpun begitu. “Kuharap Jakarta bisa mencontoh ini, agar polusi udara di Jakarta berkurang”.

Rasa kagumku akan tempat ini belum habis, mulutku sudah harus ternga-nga lagi melihat tataan perumahan yang begitu rapi dengan arsitekturnya yang klasik. Tak sampai disitu, seorang gadis yang tak lain adalah adikku datang mendekatiku yang masih diam mencoba mencerna semua yang ada di depanku.

“Kakak…kakak sudah kembali..syukurlah. Akhirnya kakak berhasil membutuh Rutherfox”.

“Apa lagi ini?? Rutherfox apa?? Membunuh siapa.??,” tanyaku dalam hati

Gadis yang ada di depanku ini dengan tak sabar menarik tanganku dan membawaku ke sebuah rumah di sebelah jalan. Sesosok wanita paruh baya yang duduk lesu di depan perapian terlihat begitu senang ketika melihatku. Wajahnya tak asing. Jelas, dia ibuku. Tapi lagi-lagi ibuku dengan gaya yang aneh.

“Leliana…akhirnya kau pulang anakku. Ibu kira kau akan mati dibunuh Rutherfox”.

Kupikir mereka sudah gila, namaku Leli bukan Leliana. Lagi..aku tak kenal Rutherfox. Aku kenalnya Super Junior, Smash, Exo atau Boyband lain, tapi tidak dengan Rutherfox itu. Tapi melihat dari wajah mereka, terukir jelas kebahagiaan dan ketulusan ketika menatapku. Walaupun ini aneh, mengikuti alur dan keinginan mereka terlihat lebih baik sekarang.

Siang berganti malam, langit di tempat baru ini terlihat begitu begitu begitu begitu menakjubkan. Belum pernah seumur hidupku melihat bintang di langit yang begitu banyak dan begitu indah juga begitu terang. Keindahan itu semakin dipercantik dengan ledakan kembang api yang berubah jadi bentuk bunga, bintang, dan..wajahku…aneh. “Kak…ayoo cepetan..pake baju ini, kita harus ke kerajaan”

“Buat apa dek.?? Di sini ada kerajaan juga rupanya???”.

“Iya, kak..Masa kakak lupa, Raja Anrew yang menyuruh kakak mengalahkan Rutherfox. Jika Rutherfox mati, kerajaan ini aman, dan kakak bisa jadi panglima kerajaan”.

Ini semakin gila, aku tak kenal raja itu, dan aku tak pernah berminat jadi panglima. Yang aku ingat, aku selalu bermimpi jadi artis yang akan mengalahkan kesuksesan Agnes Monica.

“Baiklah, ayo kita pergi, temui raja itu”. Mungkin bertemu dengan raja akan membuat semua pertanyaanku terjawab.

Sesampai di istana, semua orang terlihat begitu bahagia melihatku. Para prajurit yang berdiri di sepanjang jalan istana membungkuk hormat ketika berpaspasan denganku. Hingga sampailah di ballroom. Aku berdiri tepat di hadapan raja, kuakui ini membuatku gugup.

Lututku bergetar. Tubuhku hampir tak bisa lagi bertoleransi, ingin ambruk seketika, hingga suara baritone sang raja membuat semua orang di dalam ballroom yang riuh menjadi hening. Semua mata tertuju padaku.

“Leliana Catherine, dengan semua keberanianmu, engkau berhasil melindungi seluruh penduduk desa dengan mengalahkan Rutherfox, musuh besar kerajaan kita. Dengann Hormat…dan bangga, aku Raja Anrew mengangkat engkau menjadi………

Belum sempat kata-kata itu diselesaikan, tubuhku terasa terguncang, masuk ke dalam ruang waktu yang baru. Sayup-sayup kudengar suara wanita yang memanggil-manggil namaku. “Leli..Leli…!”. Kubuka mataku, dan melihat senyum tulus ibuku. Tapi…!!! Tunggu…ibuku yang sekarang tidak terlihat aneh seperti tadi, dan….tempat berbaring sekarang..bukan di tempat yang tadi, ini..ini..mobil.

“Akhirnya kamu bangun juga, nak. Cepat berdiri dan bawa barang-barangmu, kita sudah sampai di rumah baru”.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik “ternyata aku hanya bermimpi”.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses CPNS guru harus jujur!

    Proses CPNS guru harus jujur!

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Para tenaga honorer, khususnya guru telah diregistrasi datanya untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, dalam pendataan itu berbagai cara dilakukan, agar bisa diangkat menjadi CPNS. Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Irwanto Tampubolon, mengharapkan agar seleksi dan pengumpulan database yang dilakukan dalam proses pendataan tenaga honorer harus sesuai dengan surat […]

  • H. Muhammad Haris Bakal Caleg DPR RI Dapil Sumut II

    H. Muhammad Haris Bakal Caleg DPR RI Dapil Sumut II

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – H. Muhammad Haris, SE,  putra Mandailing yang lama menjadi anggota DPRD Prov. Banten berencana pulang kampung menyumbangkan gagasan dan tenaga membangun daerah. Partai Demokrat telah mendaulatnya untuk pulang kampung dan maju sebagai calon anggota dari Dapil II Sumatera Utara meliputi Tapanuli Bagian Selatan dan sekitarnya. Pria pewaris oto bus […]

  • PLN Putus Listrik Kantor DPRD Asahan

    PLN Putus Listrik Kantor DPRD Asahan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN- Kantor DPRD Asahan yang dibiayai atas nama rakyat kembali tercemar. Pasalnya, di kantor para anggota dewan terhormat itu, PLN melakukan pemutusan listrik sebab menunggak pembayaran listrik sebesar Rp 27 juta selama tiga bulan terhitung Oktober hingga Desember. Hal itu membuat berang Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Asahan Darwin Tambunan SH. Kepada Bendahara DPRD Asahan […]

  • Sempat Tertunda, Akhirnya Pemerintah dan DPRD Setujui Ranperda RPJMD

    Sempat Tertunda, Akhirnya Pemerintah dan DPRD Setujui Ranperda RPJMD

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah pengambilan keputusan sempat tertunda karena tak kuorum, akhirnya pemerintah dan DPRD menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Mandailing Natal (Madina) tahun 2021-2026. Persetujuan tersebut diperoleh pada lanjutan paripurna Ranperda RPJMD pada Rabu (9/2) malam. Rapat dipimipin langsung oleh Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis didampingi […]

  • Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan mengajukan peraturan daerah yang mengatur tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ada dilingkungan Pemkab Madina tanpa mengeyampingkan peraturan pemerintah nomor 53 tentang kepegawaian. Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Madina, Gozali Pulungan, tadi sore. Diakui Gozali, bahwa kehadiran para kalangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang ada dilingkungan Pemkab Madina, […]

  • Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (MO) – Toke atau pengumpul kulit manis, Sugeng Rajamin (24), ditemukan tewas di dalam saluran air di pinggir Jalan Abdul Haris Nasution, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp, Minggu (27/1) sekitar pukul 10.00 Wib. Diduga, korban tewas akibat dihantam linggis. Informasi yang dihimpun wartawan dari Polres Tapsel, kemarin menyebutkan, sesuai laporan […]

expand_less