Senin, 20 Apr 2026
light_mode

“YUME”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
  • print Cetak

 

Cerpen Remaja

Karya: Leli Marito

Pelajar SMA Negeri 1 Siabu

 

Mataku tak henti menatap pemandangan indah yang tak mungkin kudapatkan di kota tempat tinggalku dulu. Sawah yang hijau, pegunungan yang rindang dan asrinya desa membuat mataku yang hampir ingin tertidur kembali terbuka, seakan tak ingin melewatkan setiap inci dari keindahan ciptaan tuhan ini.

Dari samping tempatku duduk, adikku Anna sudah tertidur pulas. Wajahnya terlihat damai jika sedang tidur, akan berubah menyebalkan ketika dia bangun.

“Leli, kamu belum mau tidur?? Mataku udah minta tuh…tidur ajalah, nak. Bentar lagi kita akan sampai di rumah dan tempat tinggal baru kita. Enjoy this traveling my girl,” ucap ibu dari kemudi sambil menatapku dari kaca. Kubalas dengan senyuman tanda meng-iyakan saran ibu. Mataku terpejam. Kutinggalkan sejenak indahnya alam dari balik jendela mobil.

***

“Aku dimana???,” kata yang pertama aku ucapkan saat bangun. Tempat yang benar-benar asing. “Harusnya aku bangun di mobil atau di rumah baruku…ini dimana??? Ini seperti hutan..tapi kenapa tumbuhan yang tumbuh di sini benar-benar aneh. Daun warna ungu, batang pohon berwarna biru, dan…bunga bangkai yang mengeluarkan aroma sphagetti. “Aku pikir aku mulai gilaaa,” rutukku dalam hati sambil berjalan keluar dari hutan.

Tak jauh dari tempatku terbangun, terlihat sebuah desa yang membuat mulutku menga-nga. Bagaimana tidak..!! Mobil yang berlalu lalang di jalanan terlihat tidak mengeluarkan asap sama sekali, sepeda motorpun begitu. “Kuharap Jakarta bisa mencontoh ini, agar polusi udara di Jakarta berkurang”.

Rasa kagumku akan tempat ini belum habis, mulutku sudah harus ternga-nga lagi melihat tataan perumahan yang begitu rapi dengan arsitekturnya yang klasik. Tak sampai disitu, seorang gadis yang tak lain adalah adikku datang mendekatiku yang masih diam mencoba mencerna semua yang ada di depanku.

“Kakak…kakak sudah kembali..syukurlah. Akhirnya kakak berhasil membutuh Rutherfox”.

“Apa lagi ini?? Rutherfox apa?? Membunuh siapa.??,” tanyaku dalam hati

Gadis yang ada di depanku ini dengan tak sabar menarik tanganku dan membawaku ke sebuah rumah di sebelah jalan. Sesosok wanita paruh baya yang duduk lesu di depan perapian terlihat begitu senang ketika melihatku. Wajahnya tak asing. Jelas, dia ibuku. Tapi lagi-lagi ibuku dengan gaya yang aneh.

“Leliana…akhirnya kau pulang anakku. Ibu kira kau akan mati dibunuh Rutherfox”.

Kupikir mereka sudah gila, namaku Leli bukan Leliana. Lagi..aku tak kenal Rutherfox. Aku kenalnya Super Junior, Smash, Exo atau Boyband lain, tapi tidak dengan Rutherfox itu. Tapi melihat dari wajah mereka, terukir jelas kebahagiaan dan ketulusan ketika menatapku. Walaupun ini aneh, mengikuti alur dan keinginan mereka terlihat lebih baik sekarang.

Siang berganti malam, langit di tempat baru ini terlihat begitu begitu begitu begitu menakjubkan. Belum pernah seumur hidupku melihat bintang di langit yang begitu banyak dan begitu indah juga begitu terang. Keindahan itu semakin dipercantik dengan ledakan kembang api yang berubah jadi bentuk bunga, bintang, dan..wajahku…aneh. “Kak…ayoo cepetan..pake baju ini, kita harus ke kerajaan”

“Buat apa dek.?? Di sini ada kerajaan juga rupanya???”.

“Iya, kak..Masa kakak lupa, Raja Anrew yang menyuruh kakak mengalahkan Rutherfox. Jika Rutherfox mati, kerajaan ini aman, dan kakak bisa jadi panglima kerajaan”.

Ini semakin gila, aku tak kenal raja itu, dan aku tak pernah berminat jadi panglima. Yang aku ingat, aku selalu bermimpi jadi artis yang akan mengalahkan kesuksesan Agnes Monica.

“Baiklah, ayo kita pergi, temui raja itu”. Mungkin bertemu dengan raja akan membuat semua pertanyaanku terjawab.

Sesampai di istana, semua orang terlihat begitu bahagia melihatku. Para prajurit yang berdiri di sepanjang jalan istana membungkuk hormat ketika berpaspasan denganku. Hingga sampailah di ballroom. Aku berdiri tepat di hadapan raja, kuakui ini membuatku gugup.

Lututku bergetar. Tubuhku hampir tak bisa lagi bertoleransi, ingin ambruk seketika, hingga suara baritone sang raja membuat semua orang di dalam ballroom yang riuh menjadi hening. Semua mata tertuju padaku.

“Leliana Catherine, dengan semua keberanianmu, engkau berhasil melindungi seluruh penduduk desa dengan mengalahkan Rutherfox, musuh besar kerajaan kita. Dengann Hormat…dan bangga, aku Raja Anrew mengangkat engkau menjadi………

Belum sempat kata-kata itu diselesaikan, tubuhku terasa terguncang, masuk ke dalam ruang waktu yang baru. Sayup-sayup kudengar suara wanita yang memanggil-manggil namaku. “Leli..Leli…!”. Kubuka mataku, dan melihat senyum tulus ibuku. Tapi…!!! Tunggu…ibuku yang sekarang tidak terlihat aneh seperti tadi, dan….tempat berbaring sekarang..bukan di tempat yang tadi, ini..ini..mobil.

“Akhirnya kamu bangun juga, nak. Cepat berdiri dan bawa barang-barangmu, kita sudah sampai di rumah baru”.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik “ternyata aku hanya bermimpi”.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lanjutan Jalan Aek Godang – Tambangan Diusulkan Lapen

    Lanjutan Jalan Aek Godang – Tambangan Diusulkan Lapen

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mengatakan, lanjutan pembangunan jalan Aek Godang, Kecamatan Panyabungan menuju Tembangan, Kecamatan Tambangan lebih bagus diperkeras dengan Lapisan Penetrasi (Lapen). Demikian disampaikannya kepada MedanBisnis di Gedung DPRD Madina, Jumat (29/7). Iskandar juga mengatakan, Pemkab Madina melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada tahun anggaran 2010 lalu […]

  • Berendam Air Panas di Purba Julu

    Berendam Air Panas di Purba Julu

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bagi anda pecinta wisata pemandian air panas, mungkin perlu mengunjungi lokasi wisata yang satu ini. Jika di beberapa tempat pemandian air panas berbentuk kolam, namun air panas yang terletak di Desa Purba Julu Kecamatan Puncak Sorik Merapi ini adalah sungai berair jernih. Sepintas, sungai ini memang terlihat seperti sungai biasa. Tidak ada tanda-tanda kalau […]

  • Karut Marut Dana Desa (bagian 3)

    Karut Marut Dana Desa (bagian 3)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 2 tahun 2015 Tentang “Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa” menetapkan bahwa Musyawarah Desa merupakan keputusan tertinggi dalam pengambilan keputusan menyangkut pelaksanaan Dana Desa. Tragisnya, Musyawarah Desa acapkali hanya dianggap sebagai pelengkap penderita. Substansinya diabaikan. Bahkan item-item yang […]

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

  • Diimingi Diberikan Kunci Jawaban,	 Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

    Diimingi Diberikan Kunci Jawaban, Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Pelaksanaan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk honorer Kategori II di lingkungan Kemenag Padang Lawas Utara (Paluta) yang dilaksanakan di Padangsidimpuan (Psp), Minggu (3/11), diduga ada permainan uang. Pasalnya, sejumlah pelamar CPNS mengaku dimintai sejumlah uang antara Rp2 juta hingga Rp40 juta per orang. Permintaan ini diduga dilakukan oknum […]

  • Pencurian Kator Camat Siabu, Data Server e-KTP Selamat

    Pencurian Kator Camat Siabu, Data Server e-KTP Selamat

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Peristiwa pencurian di kantor Camat Siabu, termasuk komputer yang memproses perekaman e-KTP, tidak mempengaruhi data e KTP. Karena server tempat menyimpan data tidak ikut dicuri. Kadis Kependudukan Catpil Sonnakertrans Muhammad Jamil, S.sos bersama Kabid Catpil Ibrahim Lubis kepada Mandailing Online, diruang kerjanya Senin (13/2) mengungkapkan bahwa data seluruh penduduk yang sudah melakukan […]

expand_less