Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

“YUME”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
  • print Cetak

 

Cerpen Remaja

Karya: Leli Marito

Pelajar SMA Negeri 1 Siabu

 

Mataku tak henti menatap pemandangan indah yang tak mungkin kudapatkan di kota tempat tinggalku dulu. Sawah yang hijau, pegunungan yang rindang dan asrinya desa membuat mataku yang hampir ingin tertidur kembali terbuka, seakan tak ingin melewatkan setiap inci dari keindahan ciptaan tuhan ini.

Dari samping tempatku duduk, adikku Anna sudah tertidur pulas. Wajahnya terlihat damai jika sedang tidur, akan berubah menyebalkan ketika dia bangun.

“Leli, kamu belum mau tidur?? Mataku udah minta tuh…tidur ajalah, nak. Bentar lagi kita akan sampai di rumah dan tempat tinggal baru kita. Enjoy this traveling my girl,” ucap ibu dari kemudi sambil menatapku dari kaca. Kubalas dengan senyuman tanda meng-iyakan saran ibu. Mataku terpejam. Kutinggalkan sejenak indahnya alam dari balik jendela mobil.

***

“Aku dimana???,” kata yang pertama aku ucapkan saat bangun. Tempat yang benar-benar asing. “Harusnya aku bangun di mobil atau di rumah baruku…ini dimana??? Ini seperti hutan..tapi kenapa tumbuhan yang tumbuh di sini benar-benar aneh. Daun warna ungu, batang pohon berwarna biru, dan…bunga bangkai yang mengeluarkan aroma sphagetti. “Aku pikir aku mulai gilaaa,” rutukku dalam hati sambil berjalan keluar dari hutan.

Tak jauh dari tempatku terbangun, terlihat sebuah desa yang membuat mulutku menga-nga. Bagaimana tidak..!! Mobil yang berlalu lalang di jalanan terlihat tidak mengeluarkan asap sama sekali, sepeda motorpun begitu. “Kuharap Jakarta bisa mencontoh ini, agar polusi udara di Jakarta berkurang”.

Rasa kagumku akan tempat ini belum habis, mulutku sudah harus ternga-nga lagi melihat tataan perumahan yang begitu rapi dengan arsitekturnya yang klasik. Tak sampai disitu, seorang gadis yang tak lain adalah adikku datang mendekatiku yang masih diam mencoba mencerna semua yang ada di depanku.

“Kakak…kakak sudah kembali..syukurlah. Akhirnya kakak berhasil membutuh Rutherfox”.

“Apa lagi ini?? Rutherfox apa?? Membunuh siapa.??,” tanyaku dalam hati

Gadis yang ada di depanku ini dengan tak sabar menarik tanganku dan membawaku ke sebuah rumah di sebelah jalan. Sesosok wanita paruh baya yang duduk lesu di depan perapian terlihat begitu senang ketika melihatku. Wajahnya tak asing. Jelas, dia ibuku. Tapi lagi-lagi ibuku dengan gaya yang aneh.

“Leliana…akhirnya kau pulang anakku. Ibu kira kau akan mati dibunuh Rutherfox”.

Kupikir mereka sudah gila, namaku Leli bukan Leliana. Lagi..aku tak kenal Rutherfox. Aku kenalnya Super Junior, Smash, Exo atau Boyband lain, tapi tidak dengan Rutherfox itu. Tapi melihat dari wajah mereka, terukir jelas kebahagiaan dan ketulusan ketika menatapku. Walaupun ini aneh, mengikuti alur dan keinginan mereka terlihat lebih baik sekarang.

Siang berganti malam, langit di tempat baru ini terlihat begitu begitu begitu begitu menakjubkan. Belum pernah seumur hidupku melihat bintang di langit yang begitu banyak dan begitu indah juga begitu terang. Keindahan itu semakin dipercantik dengan ledakan kembang api yang berubah jadi bentuk bunga, bintang, dan..wajahku…aneh. “Kak…ayoo cepetan..pake baju ini, kita harus ke kerajaan”

“Buat apa dek.?? Di sini ada kerajaan juga rupanya???”.

“Iya, kak..Masa kakak lupa, Raja Anrew yang menyuruh kakak mengalahkan Rutherfox. Jika Rutherfox mati, kerajaan ini aman, dan kakak bisa jadi panglima kerajaan”.

Ini semakin gila, aku tak kenal raja itu, dan aku tak pernah berminat jadi panglima. Yang aku ingat, aku selalu bermimpi jadi artis yang akan mengalahkan kesuksesan Agnes Monica.

“Baiklah, ayo kita pergi, temui raja itu”. Mungkin bertemu dengan raja akan membuat semua pertanyaanku terjawab.

Sesampai di istana, semua orang terlihat begitu bahagia melihatku. Para prajurit yang berdiri di sepanjang jalan istana membungkuk hormat ketika berpaspasan denganku. Hingga sampailah di ballroom. Aku berdiri tepat di hadapan raja, kuakui ini membuatku gugup.

Lututku bergetar. Tubuhku hampir tak bisa lagi bertoleransi, ingin ambruk seketika, hingga suara baritone sang raja membuat semua orang di dalam ballroom yang riuh menjadi hening. Semua mata tertuju padaku.

“Leliana Catherine, dengan semua keberanianmu, engkau berhasil melindungi seluruh penduduk desa dengan mengalahkan Rutherfox, musuh besar kerajaan kita. Dengann Hormat…dan bangga, aku Raja Anrew mengangkat engkau menjadi………

Belum sempat kata-kata itu diselesaikan, tubuhku terasa terguncang, masuk ke dalam ruang waktu yang baru. Sayup-sayup kudengar suara wanita yang memanggil-manggil namaku. “Leli..Leli…!”. Kubuka mataku, dan melihat senyum tulus ibuku. Tapi…!!! Tunggu…ibuku yang sekarang tidak terlihat aneh seperti tadi, dan….tempat berbaring sekarang..bukan di tempat yang tadi, ini..ini..mobil.

“Akhirnya kamu bangun juga, nak. Cepat berdiri dan bawa barang-barangmu, kita sudah sampai di rumah baru”.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik “ternyata aku hanya bermimpi”.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepdes Huta Tua: RN Bukan Pengedar Ganja

    Kepdes Huta Tua: RN Bukan Pengedar Ganja

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski pihak Polres Mandailing Natal (Madina) menyatakan RN sebagai pelaku pengedar ganja, tetapi pengakuan berbeda justru dicuatkan Kepala Desa Pardomuan, Mahlil. Kepada wartawan di RSU Panyabungan, Senin (11/8/2014) Mahlil mengatakan bahwa apa yang disangkakan oleh Polisi menuduh RN (18) seorang pengedar ganja adalah tuduhan tak berdasar. “Yang saya tahu sebelumnya ada […]

  • Ketika MBG Tidak Bergizi

    Ketika MBG Tidak Bergizi

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari awal perencanaannya sudah menjadi perbincangan yang kontroversial. Mulai dari dana yang dipakai untuk membiayai program ini, sampai harga yang ditetapkan per porsi makanan. Ditambah masalah yang dihadapi setelah program ini berjalan. Pembayaran biaya program MBG yang tidak lancar kepada penyelenggara penyediaan MBG dan sekarang adanya keracunan […]

  • Selamat Datang Virus Covid Varian Baru

    Selamat Datang Virus Covid Varian Baru

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Varian baru virus covid-19 B117 yang berasal dari Inggris kini semakin menghantui negeri-negeri yang menjadi lahan subur pandemi. Boris Johnson mengatakan bahwa virus varian baru ini lebih menular dan lebih mematikan (kompas.com, 23/01/2021). Jubir satgas covid 19 menyatakan bahwa Indonesia mesti bersiap akan kemungkinan penularan virus […]

  • Di Madina, Minyak Tanah Langka dan Mahal

    Di Madina, Minyak Tanah Langka dan Mahal

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Minyak tanah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) langka. Kalau pun ada harganya melambung hingga mencapai Rp8 ribu per liter. Kondisi ini memaksa warga yang memasak menggunakan kompor minyak beralih memakai kayu bakar. Salah seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Suryani (24), mengaku, pihaknya kesulitan memeroleh minyak tanah. Padahal, minyak tanah […]

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Ahmad Effendi
    • 0Komentar

     

  • Seorang Pria Dibakar Hidup-Hidup di Langkat

    Seorang Pria Dibakar Hidup-Hidup di Langkat

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT (Mandailing Online) –  Tindakan sadis terjadi di Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (2/12/2021). Darwis Sitepu (38) warga Dusun II Lorong Gereja, Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai, tewas dibakar hidup-hidup setelah dianiaya dan disiram bensin oleh sekelompok pria. Jenazah korban telah berada di RSU dr […]

expand_less