Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd

Apa yang dimaksudkan berakhlah mulia? Tidak lain adalah kondisi masyarakat masyarakat memiliki peradaban, etika dan moral sesuai yang dianjurkan oleh agama, ditandai dengan hubungan antara sesama berjalan dengan bertindak adil, dilandasi sifat terpuji sehingga tercipta kondisi ketentraman dan ketertiban umum dan kerukunan antar warga masyarakat maupun antar umat beragama yang harmonis dan senantiasa dilingkupi semangat gotong royong.

Kemajuan tersebut juga diharapkan menimbulkan kemajuan pada dimensi mental spritual, keagamaan, kebudayaan dan non fisik agar masyarakat benar-benar sejahtera lahir dan bathin menuju kehidupan yang madani. Ada banyak cara untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia seperti yang tertuang dalam dolumen visi misi antara lain dengan melakukan penataan kehidupan beragama serta peningkatan penerapan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Dan yang perlu untuk dicermati bahwa sasaran utama pembangunan daerah Mandailing Natal untuk periode 2016-2021 jika pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal nomor urut satu (Drs. H.M.Yusuf nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, MM) ini diberikan amanah oleh masyarakat Mandailing Natal untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati adalah menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia.

Ini tentunya sangat menggembirakan karena melatakkan pondasi agama yang kuat sebagai priorotas pertama yang kemudian disusul oleh prioritas kedua yakni peningkatan pembangunan infrastruktut jalan, jembatan, irigasi, pasar, serta infrastruktur sosial lainnya sehingga tidak akan ada lagi daerah terisolir dan tertinggal, priorotas ketiga peningkatan pendapatan masyarakat, kesempatan bekerja dan berusaha yang memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan. Sedangkan yang keempat adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, cerdas dan sehat. Yang terakhir menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, efesien, transparan, akuntabel dan demokratis.

 

Guna mengaplikasikan sasaran tadi yang disebutkan diatas yakni menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia tentu saja dibutuhkan strategi yakni meningkatkan bantuan sosial untuk kegiatan keagamaan, peningkatan penerapan kaidah dan ajaran agma dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan juga meningkatkan bantuan untuk pembangunan sarana prasarana keagamaan. Secara lebih mendetail penjabaran strategi ini dikembangkan melalui kegiatan yang sismatis, terarah dan terencana yakni dengan mengembangkan pendidikan keagaamaaan berbasiskan kearifan lokal yang difasilitasi pemerintah, peningkatan kesejahteraan guru MDA dan guru mengaji, peningkatan kualitas dan kuantitas pondok pesantren dan menerapkan nilai-nilai gama dalam setiap aspek kehidupan. Sedangkan rencana program pembangunan keimanan dan ketaqwaaan serta kerukunan umat beragama dilaksanakan dengan program pemahaman Al-Qur’an dan kesenian Islam, program peningkatan peran ormas Islam, program peringatan hari besar keagamaan dan juga program peningkatan kualitas aparatur kegiataan keagamaan.

Konklusi dari pencantuman masyarakat yang berakhlak mulia dalam visi misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal nomor urut satu (Drs. H. M. Yusuf Nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, MM) tidak lain merupakan penguatan terhadap motto kabupaten Mandailing Natal yakni Madina yang Madani. Madani berasal dari kata  mudun   arti sederhananya  maju  atau biasa disebut  modern. Di dalam kehidupan, masyarakat madani digolongkan sebagai masyarakat yang berilmu, memiliki rasa (emosi) secara individu maupun secara kelompok dan memiliki kemandirian dalam segala tata kehidupan serta taat terhadap peraturan-peraturan yang saling berlaku.

Masyarakat madani atau yang biasa disebut “civil society” oleh Dato Seri Anwar Ibrahim (1995), adalah masyarakat dengan sistem sosial yang subur yang diasaskan kepada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perorangan dengan kestabilan masyarakat.

Masyarakat Madani, memang mungkin cukup asing di telinga beberapa orang awam pada umumnya. Tapi sebenarnya keberadaan masyarakat madani ini erat sekali kaitannya dengan kehidupan di lingkungan sosial maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi di era yang serba modern dan segala sesuatu telah mengalami globalisasi seperti sekarang ini. Masyarakat madani sering dipandang sebagai suatu kelompok orang atau masyarakat yang telah maju, modern, beradab, dan berilmu pengetahuan. Mereka adalah pengikut perkembangan zaman. Dan tak jarang pula, masyarakat madani ini dinilai sebagai contoh dan panutan dalam kehidupan bermasyarakat.

Terciptanya kondisi masyarakat madani yang bermoral dan beretika sangat penting bagi terciptanya suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, dan harmonis. Di samping itu kesadaran akan budaya memberikan arah bagi perwujudan identitas daerah yang sesuai dengan nilai-nilai leluhur budaya daerah dan menciptakan iklim kondusif dan harmonis sehingga nilai-nilai kearifan lokal akan mampu merespon modernisasi secara positif dan produktif sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Pembangunan agama diarahkan untuk memantapkan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral dan etika dalam pembangunan, membina akhlah mulia, memupuk etos kerja, menghargai prestasi, dan menjadi kekuatan pendorong guna mencapai kemajuan dalam pembangunan. Di samping itu, pembangunan agama diarahkan pula untuk meningkatkan kerukunan hidup umat beragama dengan meningkatkan rasa saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, dan harmonis.

Pembangunan dan pemantapan jati diri daerah ditunjukan untuk mewujudkan karakter daerah dan sistem sosial yang berakhir pada kalimat modern dan unggul. Jati diri tersebut merupakan kombinasi antar nilai luhur daerah seperti religius, kebersamaan dan persatuan dan nilai modern yang universal seperti etos kerja dan prinsip tata kepemerintahan yang baik. Pembangunan jati diri daerah tersebut dilakukan melalui transformasi, revitalisasi, dan reaktualisasi tata nilai budaya mempunyai potensi unggul dan menerapkan nilai modern untuk pembangunan. Ini jelas akan menguatkant jati diri, identitas dan kebanggaan daerah.

Makna utama dari masyarakat madani adalah masyarakat yang menjadikan nilai-nilai peradaban sebagai ciri yang utama, yaitu masyarakat yang maju dan berperadaban. Masyarakat madani menjadi simbol idealisme yang diharapkan oleh masyarakat. Di dalam Al-Qur’an Allah memberikan ilustrasi masyarakat ideal sebagai gambaran dari masyarakat madani dengan firmannya dalam Al-Qur’an yang artinya : “…(negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang maha pengampun (QS : Saba’ 15).” Masyarakat madani sebagai berikut : bertuhan, damai, tolong-menolong, toleran, keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial, berperadaban tinggi serta berakhlak mulia.

Oleh karena itu, visi-misi yang disampaikan oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal nomor urut satu (Drs. H.M.Yusuf Nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, MM) adalah untuk mewujudkan masyarakat madani yang mempunyai nilai etika, moral yang tinggi serta masyarakat yang berakhlak mulia. Untuk mewujudkan masyarakat madani dan agar terciptanya kesejahteraan umat maka sebagai generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan yang signifikan. Selain itu, juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi di masyarakat sekarang ini. Dalam mewujudkan masyarakat madani dan kesejahteraan umat haruslah berpacu pada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang diamanatkan oleh Rasullullah kepada kita sebagai umat akhir zaman. (Penulis adalah akademisi adalah satu PTS di Tapanuli Selatan)

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • H Arfan Gultom Pimpin PKS Tapsel

    H Arfan Gultom Pimpin PKS Tapsel

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah melalui proses panjang sejak Agustus lalu, akhirnya di Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang digelar 1 Muharram 1432 H atau Selasa (7/12), di aula MAN 2 Padangsidimpuan (Psp), melahirkan pemimpin baru. H Arfan Marwazi Gultom SPdI diamanahkan DPW PKS Sumut memimpin DPD PKS Kabupaten Tapsel periode 2010-2015. […]

  • Jalinsum Gunung Tua-Psp Rusak

    Jalinsum Gunung Tua-Psp Rusak

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    PALUTA – Musim hujan yang melanda Padang Lawas Utara (Paluta) belakangan ini membuat beberapa jalan di Paluta rusak. Jalan aspal yang tadinya mulus menjadi rusak karena tergenang air hujan. Kondisi ini menyulitkan pengguna jalan. Salah satu lokasi kerusakan terdapat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Gunung Tua-Psp Km 5, Desa  Sukadame, Kecamatan Padang Bolak. Bahkan sedikit […]

  • Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

    Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepercayaan masyarakat sangat menurun kepada Pemkab Mandailing Natal terkait mayoritas proyek fisik yang dinilai selalu berkualitas bobrok. Proyek-proyek fisik termasuk rabat beton, dek irigasi, dek jalan, pengaspalan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dinilai mutunya sangat amburadul. “Contohnya rabat beton, baru 10 bulan dibangun sudah pecah-pecah. Kualitas apa itu. Aspal juga tak […]

  • LPG 3 Kg Langka Di Panyabungan

    LPG 3 Kg Langka Di Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Gas tabung LPG ukuran 3 Kg dalam 2 minggu terakhir ini mengalami kelangkaan di  Kota Panyabungan, Mandailing Natal. Tanjung salah satu pengecer gas LPG ukuran  3 Kg di Kelurahan Kayujati , Rabu, (9/3)  kepada Mandailing Online mengatakan kelangkaan ini sudah berlangsung selama 2 minggu. “Biasanya saya mendapatkan jatah 30 tabung […]

  • Madina Gelar Tablig Akbar di HUT RI

    Madina Gelar Tablig Akbar di HUT RI

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar zikir, doa bersama, dan tablig akbar di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Senin (18/8/2025) sebagai rangkaian akhir peringatan HUT ke 80 RI. Menghadirkan Ustad M. Syukri Albani Nasution sebagai penceramah ini turut dihadiri Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, […]

  • IAIN Sumut Berubah Jadi UIN

    IAIN Sumut Berubah Jadi UIN

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Setelah menunggu lama, akhirnya Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN SU) Medan dipastikan berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2011. Proses pengajuan sudah memasuki tahap pemberkasan dan tinggal menunggu disahkan. Hal itu ditegaskan Rektor IAIN SU Prof Dr Nur A Fadhil Lubis MA kepada wartawan di Medan, Senin (8/11). “Pada 2011, […]

expand_less