Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd

Apa yang dimaksudkan berakhlah mulia? Tidak lain adalah kondisi masyarakat masyarakat memiliki peradaban, etika dan moral sesuai yang dianjurkan oleh agama, ditandai dengan hubungan antara sesama berjalan dengan bertindak adil, dilandasi sifat terpuji sehingga tercipta kondisi ketentraman dan ketertiban umum dan kerukunan antar warga masyarakat maupun antar umat beragama yang harmonis dan senantiasa dilingkupi semangat gotong royong.

Kemajuan tersebut juga diharapkan menimbulkan kemajuan pada dimensi mental spritual, keagamaan, kebudayaan dan non fisik agar masyarakat benar-benar sejahtera lahir dan bathin menuju kehidupan yang madani. Ada banyak cara untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia seperti yang tertuang dalam dolumen visi misi antara lain dengan melakukan penataan kehidupan beragama serta peningkatan penerapan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Dan yang perlu untuk dicermati bahwa sasaran utama pembangunan daerah Mandailing Natal untuk periode 2016-2021 jika pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal nomor urut satu (Drs. H.M.Yusuf nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, MM) ini diberikan amanah oleh masyarakat Mandailing Natal untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati adalah menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia.

Ini tentunya sangat menggembirakan karena melatakkan pondasi agama yang kuat sebagai priorotas pertama yang kemudian disusul oleh prioritas kedua yakni peningkatan pembangunan infrastruktut jalan, jembatan, irigasi, pasar, serta infrastruktur sosial lainnya sehingga tidak akan ada lagi daerah terisolir dan tertinggal, priorotas ketiga peningkatan pendapatan masyarakat, kesempatan bekerja dan berusaha yang memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan. Sedangkan yang keempat adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, cerdas dan sehat. Yang terakhir menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, efesien, transparan, akuntabel dan demokratis.

 

Guna mengaplikasikan sasaran tadi yang disebutkan diatas yakni menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia tentu saja dibutuhkan strategi yakni meningkatkan bantuan sosial untuk kegiatan keagamaan, peningkatan penerapan kaidah dan ajaran agma dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan juga meningkatkan bantuan untuk pembangunan sarana prasarana keagamaan. Secara lebih mendetail penjabaran strategi ini dikembangkan melalui kegiatan yang sismatis, terarah dan terencana yakni dengan mengembangkan pendidikan keagaamaaan berbasiskan kearifan lokal yang difasilitasi pemerintah, peningkatan kesejahteraan guru MDA dan guru mengaji, peningkatan kualitas dan kuantitas pondok pesantren dan menerapkan nilai-nilai gama dalam setiap aspek kehidupan. Sedangkan rencana program pembangunan keimanan dan ketaqwaaan serta kerukunan umat beragama dilaksanakan dengan program pemahaman Al-Qur’an dan kesenian Islam, program peningkatan peran ormas Islam, program peringatan hari besar keagamaan dan juga program peningkatan kualitas aparatur kegiataan keagamaan.

Konklusi dari pencantuman masyarakat yang berakhlak mulia dalam visi misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal nomor urut satu (Drs. H. M. Yusuf Nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, MM) tidak lain merupakan penguatan terhadap motto kabupaten Mandailing Natal yakni Madina yang Madani. Madani berasal dari kata  mudun   arti sederhananya  maju  atau biasa disebut  modern. Di dalam kehidupan, masyarakat madani digolongkan sebagai masyarakat yang berilmu, memiliki rasa (emosi) secara individu maupun secara kelompok dan memiliki kemandirian dalam segala tata kehidupan serta taat terhadap peraturan-peraturan yang saling berlaku.

Masyarakat madani atau yang biasa disebut “civil society” oleh Dato Seri Anwar Ibrahim (1995), adalah masyarakat dengan sistem sosial yang subur yang diasaskan kepada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perorangan dengan kestabilan masyarakat.

Masyarakat Madani, memang mungkin cukup asing di telinga beberapa orang awam pada umumnya. Tapi sebenarnya keberadaan masyarakat madani ini erat sekali kaitannya dengan kehidupan di lingkungan sosial maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi di era yang serba modern dan segala sesuatu telah mengalami globalisasi seperti sekarang ini. Masyarakat madani sering dipandang sebagai suatu kelompok orang atau masyarakat yang telah maju, modern, beradab, dan berilmu pengetahuan. Mereka adalah pengikut perkembangan zaman. Dan tak jarang pula, masyarakat madani ini dinilai sebagai contoh dan panutan dalam kehidupan bermasyarakat.

Terciptanya kondisi masyarakat madani yang bermoral dan beretika sangat penting bagi terciptanya suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, dan harmonis. Di samping itu kesadaran akan budaya memberikan arah bagi perwujudan identitas daerah yang sesuai dengan nilai-nilai leluhur budaya daerah dan menciptakan iklim kondusif dan harmonis sehingga nilai-nilai kearifan lokal akan mampu merespon modernisasi secara positif dan produktif sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Pembangunan agama diarahkan untuk memantapkan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral dan etika dalam pembangunan, membina akhlah mulia, memupuk etos kerja, menghargai prestasi, dan menjadi kekuatan pendorong guna mencapai kemajuan dalam pembangunan. Di samping itu, pembangunan agama diarahkan pula untuk meningkatkan kerukunan hidup umat beragama dengan meningkatkan rasa saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, dan harmonis.

Pembangunan dan pemantapan jati diri daerah ditunjukan untuk mewujudkan karakter daerah dan sistem sosial yang berakhir pada kalimat modern dan unggul. Jati diri tersebut merupakan kombinasi antar nilai luhur daerah seperti religius, kebersamaan dan persatuan dan nilai modern yang universal seperti etos kerja dan prinsip tata kepemerintahan yang baik. Pembangunan jati diri daerah tersebut dilakukan melalui transformasi, revitalisasi, dan reaktualisasi tata nilai budaya mempunyai potensi unggul dan menerapkan nilai modern untuk pembangunan. Ini jelas akan menguatkant jati diri, identitas dan kebanggaan daerah.

Makna utama dari masyarakat madani adalah masyarakat yang menjadikan nilai-nilai peradaban sebagai ciri yang utama, yaitu masyarakat yang maju dan berperadaban. Masyarakat madani menjadi simbol idealisme yang diharapkan oleh masyarakat. Di dalam Al-Qur’an Allah memberikan ilustrasi masyarakat ideal sebagai gambaran dari masyarakat madani dengan firmannya dalam Al-Qur’an yang artinya : “…(negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang maha pengampun (QS : Saba’ 15).” Masyarakat madani sebagai berikut : bertuhan, damai, tolong-menolong, toleran, keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial, berperadaban tinggi serta berakhlak mulia.

Oleh karena itu, visi-misi yang disampaikan oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal nomor urut satu (Drs. H.M.Yusuf Nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, MM) adalah untuk mewujudkan masyarakat madani yang mempunyai nilai etika, moral yang tinggi serta masyarakat yang berakhlak mulia. Untuk mewujudkan masyarakat madani dan agar terciptanya kesejahteraan umat maka sebagai generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan yang signifikan. Selain itu, juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi di masyarakat sekarang ini. Dalam mewujudkan masyarakat madani dan kesejahteraan umat haruslah berpacu pada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang diamanatkan oleh Rasullullah kepada kita sebagai umat akhir zaman. (Penulis adalah akademisi adalah satu PTS di Tapanuli Selatan)

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Simangambat Sambut Bupati Dahlan Hasan Nasution

    Ribuan Warga Simangambat Sambut Bupati Dahlan Hasan Nasution

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribuan masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu menyambut kedatangan Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution didampingi Ketua TP-PKK Ny Ika Desika Dahlan Hasan, Senin (23/11). Dalam kunjungan itu, bupati menyatakan sudah saatnya masyarakat Madina agar segera meningkatkan keimanan, amal ibadah begitu juga dengan melestarikan adat budaya yang dimana saat ini sudah […]

  • Data Terbit, Honorer Yang Belum Terdata Bisa Ajukan Hingga 22 Oktober

    Data Terbit, Honorer Yang Belum Terdata Bisa Ajukan Hingga 22 Oktober

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, telah menerbitkan pengumuman daftar pendataan tenaga honorer sebanyak 5.955 orang untuk tahun ini. Terdiri dari Tenaga Honorer Kategori II sebanyak 32 orang. Non ASN sebanyak 5.923 orang. Pengumuman itu tertuang dalam surat pengumuman Bupati Mandailing Natal Nomor 800/2887/BKD/2022 tanggal 05 Oktober 2022 ditandatangani Wakil […]

  • Umat Muslim Madina Solat Gaib Untuk Muslim Rohingya

    Umat Muslim Madina Solat Gaib Untuk Muslim Rohingya

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar seribu kaum muslim Mandailing Natal (Madina) melakukan dzikir akbar untuk Muslim Rohingya. Selain zikir, juga dilakukan doa bersama, taushiyah, shalat ghaib jenazah, dan penggalangan Sumbangan Kemanusiaan Peduli Muslim Rohingya. Seluruh kegiatan itu dilaksanakan di lapangan Jl. Abri, samping bank Sumut Panyabungan, Jum’at (15/9/2017). Turut berhadir anatar lain, Ketua MUI […]

  • Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Letkol Inf Amrizal Nasution Dandim 0212/TS meminta penertipan tambang emas ilegal tidak hanya di aliran sungai batang gadis di kota nopan saja, tetapi harus dilakukan secara merata di Kabupaten Mandailing Natal. ” rapat kita ini bukan rapat Forkopincam ( Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, tetapi rapat melibatkan Forkopimda ( Forum Komunikasi Pimpinan […]

  • Ketua Panwaslu Madina Cek Logistik Pemilu 2014

    Ketua Panwaslu Madina Cek Logistik Pemilu 2014

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Demi untuk memastikan keadaan logistic Pemilu 2014 mendatang, Ketua Panwaslu Madina Henri S.sos melakukan pengecekan logistic pemilu 2014 di gudang KPU Madina Jalan Lidang Panyabungan kompleks kantor Bupati Lama yang didampingi oleh Budi Ariansyah Komisioner KPU Madina Bagian Perencanaan logistic dan SDM, Rabu (15/1). Dalam kesempatan tersebut Ketua Panwaslu Madina mengatakan bahwa mengingat kondisi […]

  • BMKG: Ada Potensi Gelombang Laut 6 Meter Perairan Sumut-Sumbar

    BMKG: Ada Potensi Gelombang Laut 6 Meter Perairan Sumut-Sumbar

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – BMKG menyampaikan potensi gelombang laut perairan antara Sumut dan Sumbar.  Dilansir dari Merdeka.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Belawan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara menyampaikan peringatan kepada berbagai kalangan tentang kewaspadaan terhadap tinggi gelombang laut mencapai enam meter yang melanda perairan Sumut-Sumbar. “Gelombang laut sangat […]

expand_less