Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Ditengah Keterpurukan Harga Karet, Penduduk Madina Makin Sulit

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Dalam kurun waktu setahun ini, laju perekonomian melambat. Harga bahan kebutuhan pokok semakin tinggi, sementara harga getah karet menurun drastis. Akibatnya masyarakat tampak semakin sulit. Namun, tetap saja sebagian masyarakat makin tegar.

Gambaran seperti itu menjadi catatan bagi wartawan. Ketika mampir di kantor Wartawan, tiga orang ibu separuh baya sempat berbincang dengan wartawan. Ada yang menceritakan keinginannya untuk mendapat kerja apa saja, termasuk membabat rumbut yang ada di depan kantor.

Ibu yang satu lagi bercerita tentang suaminya yang berkerja sebagai penyadap getah karet yang berpenghasilan Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per pekan.

Yang ketiga, sempat mengisahkan kelima orang anaknya yang sering kali menangis karena tidak kebagian jajan dan terlambat hadir saat berbagi makan malam.

Hal ini menyebabkan banyak anak sekolah dari keluarga yang kurang mampu mengalami putus sekolah di karnakan uang di Indonesia sudah semakin langka untuk di dapatkan dikarnakan harga dan kebutuhan yang semakin tinggi dan minimnya sekarang peluang usaha yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seperti pada pengakuan tiga orang ibu buruh penyadap karet di kebun milik orang dan tinggal di desa pagaran sigatal kecamatan panyabungan yang datang ke kantor redaksi wartawan jum’at (15/10)   “ kami heran akan harga getah yang semakin turun dan gak pernah naik lagi padahal keperluan kami semakin membeludak baik itu keperluan di dapur, keluarga dan biaya anak sekolah yang semakin hari semakin mahal ”

Memang rata-rata pendapatan ibu perminggu sebagai buruh penyadap berapa…?

Pendapatan saya sebagai buruh penyadap karet rata-rata Rp.300.000 perminggu dimana uang itu akan di bagi dua dengan yang punya kebun, jadi saya hanya mendapat Rp.150.000 dari hasil bagi dua tersebut.

Apakah cukup yang Rp150.000 untuk seminggu…?

Sangat tidak cukup dikarnakan untuk kebutuhan beras saja saya menghabiskan uang Rp.122.500 untuk 3,5 tabung perminggu dimana sekarang harga beras pertabungnya mencapai Rp.35.000 pertabung, jadi uang yang tersisa dari membeli beras tersebut hanya Rp.27.500 uang segitu kan nggak akan cukup buat kebutuhan lain seperti lauk-pauk dan perlengkapan mandi.

Apalagi untuk jajan dan kebutuhan sekolah anak saya yang berjumlah 4 dan sekarang tiga sedang menimba ilmu di tingkat SD dan yang paling tua sekarang sudah menduduki kelas 6 sekolah dasar, saya dapat pertahankan sekolahnya karna jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sehingga tidak membebani ongkos transportasi,terkadang saya juga sedih melihat keadaan anak saya yang akhir-akhir ini ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dimana jangankan untuk membiayainya sekolah, untuk makan saja susah.

Salah satu ibu juga menyebutkan, “Saya sangat berharap peran pemerintah apalagi calon pemimpin daerah yang akan di pilih dalam PILKADA di Kab. Madina agar mendatang lebih memperhatikan kami orang kecil ini karna, dengan harga getah yang sangat rendah kehidupan kami semakin terancam dan kalau ini masih berlanjut mungkin anak saya juga akan terancam putus sekolah karna jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan sehari-hari saja kalo jaman sekarang sangat sulit “.

Peliput : Eka, Edi

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rezeki di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rezeki di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Biaya BPJS Kades dan Perangkat Desa Tahun 2024 di Madina Hampir Tembus diangka 3 Miliar

    Biaya BPJS Kades dan Perangkat Desa Tahun 2024 di Madina Hampir Tembus diangka 3 Miliar

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Madina anggarkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Senilai Rp. 2.899.418.544 Miliyar untuk Belanja pembayaran pelayanan BPJS kesehatan Kades dan 5 Perangkat Desa di seluruh Kabupaten Mandailing Natal. Kadis PMD Madina Irsal Pariadi melalui Kabid Pemerintahan dan Desa Anjur Berutu yang dikonfirmasi […]

  • Pandemi Sebabkan Jumlah Siswa SMP di Madina Berkurang

    Pandemi Sebabkan Jumlah Siswa SMP di Madina Berkurang

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya pergeseran cara hidup masyarakat. Bukan saja terjadi pada sektor kesehatan, tapi juga pada penentuan tempat sekolah anak-anak. Tingginya kasus Covid-19 pada 2020 lalu membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah. Namun, awal tahun ini pemerintah membuaka sekolah untuk jenis pesantren. Hal ini memeengaruhi para orang […]

  • Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakapolres Mandailing Natal Komisaris Polisi Haryatmoko didampingi Kasat Reskrim AKP S Siregar menunjukkan barang bukti 28 senjata rakitan dan 12 peluru timah, yang diserahkan masyarakat Desa Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur kepada polisi, Selasa (20/09/2011) sore. (Beritasumut.com/MS Putra) Sumber : beritasumut.com

  • Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tahun ini Pemkab Mandailing Natal (Madina) menghapus anggaran dana beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi. Kebijakan itu sangat pahit. Terutama bagi mahasiswa cerdas dari keluarga miskin. Tak diketahui apa alasan penghapusan itu. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mengeluarkan statemen alasannya. Bahkan 2 tahun terakhir tak terdengar lagi kabar beasiswa itu. Padahal, sejak digulirkan tahun 2013 lalu, […]

  • Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan

    Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Aneh, gelombang demo terkait perkebunan diwilayah  Pantai Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara muncul drastis disaat Bupati Saipullah Nasution menjadi Bupati. Dua pekan trakhir sejumlah aliansi mendatangi Kantor DPRD Madina dan Kantor Bupati. Mulai dari Masyarakat dari Kecamatan Natal, Batahan, Sinunukan dan Muara Batang gadis serta Rantobaek bahkan kalangan mahasiswa seolah agenda ini […]

expand_less