Selasa, 26 Mei 2026
light_mode

Ditengah Keterpurukan Harga Karet, Penduduk Madina Makin Sulit

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Dalam kurun waktu setahun ini, laju perekonomian melambat. Harga bahan kebutuhan pokok semakin tinggi, sementara harga getah karet menurun drastis. Akibatnya masyarakat tampak semakin sulit. Namun, tetap saja sebagian masyarakat makin tegar.

Gambaran seperti itu menjadi catatan bagi wartawan. Ketika mampir di kantor Wartawan, tiga orang ibu separuh baya sempat berbincang dengan wartawan. Ada yang menceritakan keinginannya untuk mendapat kerja apa saja, termasuk membabat rumbut yang ada di depan kantor.

Ibu yang satu lagi bercerita tentang suaminya yang berkerja sebagai penyadap getah karet yang berpenghasilan Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per pekan.

Yang ketiga, sempat mengisahkan kelima orang anaknya yang sering kali menangis karena tidak kebagian jajan dan terlambat hadir saat berbagi makan malam.

Hal ini menyebabkan banyak anak sekolah dari keluarga yang kurang mampu mengalami putus sekolah di karnakan uang di Indonesia sudah semakin langka untuk di dapatkan dikarnakan harga dan kebutuhan yang semakin tinggi dan minimnya sekarang peluang usaha yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seperti pada pengakuan tiga orang ibu buruh penyadap karet di kebun milik orang dan tinggal di desa pagaran sigatal kecamatan panyabungan yang datang ke kantor redaksi wartawan jum’at (15/10)   “ kami heran akan harga getah yang semakin turun dan gak pernah naik lagi padahal keperluan kami semakin membeludak baik itu keperluan di dapur, keluarga dan biaya anak sekolah yang semakin hari semakin mahal ”

Memang rata-rata pendapatan ibu perminggu sebagai buruh penyadap berapa…?

Pendapatan saya sebagai buruh penyadap karet rata-rata Rp.300.000 perminggu dimana uang itu akan di bagi dua dengan yang punya kebun, jadi saya hanya mendapat Rp.150.000 dari hasil bagi dua tersebut.

Apakah cukup yang Rp150.000 untuk seminggu…?

Sangat tidak cukup dikarnakan untuk kebutuhan beras saja saya menghabiskan uang Rp.122.500 untuk 3,5 tabung perminggu dimana sekarang harga beras pertabungnya mencapai Rp.35.000 pertabung, jadi uang yang tersisa dari membeli beras tersebut hanya Rp.27.500 uang segitu kan nggak akan cukup buat kebutuhan lain seperti lauk-pauk dan perlengkapan mandi.

Apalagi untuk jajan dan kebutuhan sekolah anak saya yang berjumlah 4 dan sekarang tiga sedang menimba ilmu di tingkat SD dan yang paling tua sekarang sudah menduduki kelas 6 sekolah dasar, saya dapat pertahankan sekolahnya karna jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sehingga tidak membebani ongkos transportasi,terkadang saya juga sedih melihat keadaan anak saya yang akhir-akhir ini ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dimana jangankan untuk membiayainya sekolah, untuk makan saja susah.

Salah satu ibu juga menyebutkan, “Saya sangat berharap peran pemerintah apalagi calon pemimpin daerah yang akan di pilih dalam PILKADA di Kab. Madina agar mendatang lebih memperhatikan kami orang kecil ini karna, dengan harga getah yang sangat rendah kehidupan kami semakin terancam dan kalau ini masih berlanjut mungkin anak saya juga akan terancam putus sekolah karna jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan sehari-hari saja kalo jaman sekarang sangat sulit “.

Peliput : Eka, Edi

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Kenaikan BOS Rp 16,8 Triliun

    Pastikan Kenaikan BOS Rp 16,8 Triliun

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mulai merealisasikan rencana kenaikan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Mulai awal 2011 mendatang, dana BOS yang sebelumnya berjumlah Rp 12 triliun naik sebesar 12 persen menjadi Rp 16,8 triliun. Kemendiknas kini merancang mekanisme anyar untuk mengubah penyaluran dana bantuan kepada masyarakat. “Ini telah dirancang sejak lama dan kini sudah […]

  • ULAMA POLITIK DAN POLITIK ULAMA

    ULAMA POLITIK DAN POLITIK ULAMA

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution Ulama dan pesantren kerap jadi sasaran para politisi dalam membangun basis dukungan politik. Pada setiap pemilu, maka suara tokoh dan santri selalu diperebutkan, bukan saja oleh partai-partai politik berbasis Islam saja, melainkan juga partai-partai politik yang berbasis nasionalis. Kunjungan elit partai kepesantren menjadi wajib dengan harapan bisa mendulang suara. Pesantren […]

  • Dukung Generasi Qurani, KT Panyabungan Barat Salurkan 100 Quran

    Dukung Generasi Qurani, KT Panyabungan Barat Salurkan 100 Quran

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIRAMBAS (Mandailing Online) – Dalam rangka mendukung lahirnya generasi qurani sesuai program Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pengurus Karang Taruna (KT) Panyabungan Barat menyalurkan 100 Quran di wilayah tersebut. Penyerahan Quran dilaksanakan pada Jumat (3/12) dengan mendatangi setiap masjid di Panyabungan Barat. Setiap masjid menerima 10 Quran. Ketua Caretaker KT Panyabungan Barat Ridwan Nasution menyampaikan […]

  • 3 Peran Orangtua Menyelamatkan Pemuda dari Narkoba

    3 Peran Orangtua Menyelamatkan Pemuda dari Narkoba

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan Ringkas : Rahmad Darmawan Daulay dan Rusman Tanjung S.Pd   Perang melawan narkoba sebetulnya tak hanya bergantung pada pengawasan pemerintah dan aparat hukum. Peran yang paling utama disini adalah orang tua. Paling tidak, ada tiga poin usaha yang harus dilakukan orang tua untuk menjauhkan anak dari narkoba. Yakni 1) Pendekatan agama, 2) Pengawasan, […]

  • Sembilang Pauh di Pantun Melayu

    Sembilang Pauh di Pantun Melayu

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada sebuah ungkapan yang sangat dikenal di dunia Melayu: ”Kalau tak pandai berpantun, jangan mengaku orang Melayu”. Adagium ini menunjukkan bagaimana pantun telah memegang peran penting dalam kehidupan sehari hari masyarakat Melayu. Bagi mereka, jika hendak dipandang sebagai orang yang berilmu dan berpengaruh, harus tahu bagaimana menafsir pantun. Juga harus tahu bagaimana cara membalas pantun. […]

  • Mini Bus Masuk Jurang, 3 Penumpang Wafat

    Mini Bus Masuk Jurang, 3 Penumpang Wafat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Satu mini bus masuk jurang di titik Desa Hutarimbaru, Payabungan Selatan, Mandailing Natal, Selasa petang (3/3/2020) sekira pukul 18.30 WIB. Tiga pelajar dilaporkan meninggal dunia, satu luka parah, lainnya mengalami luka-luka. Data yang dihimpun, korban meninggal adalah Muhammad Iqbal (15), Muhammad Ansori (15), dan Husni (16). Ketiganya  beralamat di […]

expand_less