Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
  • print Cetak
Tuan Husin Pidoli

Tuan Husin Pidoli

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Pemimpin yang baik akan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih baik, tapi kepemimpinan yang rusak akan merusak segala sendi masyarakat” sebut ulama Madina H. Ahmad Husin Nasution, di kediamannya, Pidoli Dolok, Panyabungan, (30/11) lalu.

Ulama yang dikenal dengan panggilan Tuan Husin Pidoli ini menyebut, pada zaman sekarang ini semakin orang yang berlomba-lomba mengejar jabatan baik formal maupun non formal. Menurutnya, jabatan adalah sebuah ‘aset’, karena berdampak langsung maupun tidak langsung kepada keuntungan, kelebihan, kemudahan, kesenangan, dan setumpuk keistimewaan lainnya.

Ironisnya, menurut uztad ini, mereka yang berebut dan mengejar jabatan ini tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya padahal kepemimpinan itu adalah amanah, tanggung jawab, pengorbanan, pelayanan dan keteladanan yang akan dilihat dan dinilai masyarakat.

Menurutnya, ini terjadi karena menganggap jabatan adalah keistimewaan, fasilitas yang wah, kewenangan tanpa batas, kebanggan dan popularitas.

“Kepemimpinan itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah (hablum minallah) dan dihadapan manusia (hablum minannaas),” ujar ulama yang sudah 25 tahun mengabdi menjadi tenaga pendidik di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan ini.

Diungkapkannya, bahwa Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita memilih dan menjadi seorang pemimpin.

Menurutnya, ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT.

“Kepemimpinan adalah amanah dan titipan, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat,” imbuh ulama yang pernah bermukim selama 10 tahun di Makkah Al Mukarromah ini.

Semakin tinggi kekuasaan seseorang, ujarnya, seharusnya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang” tegasnya. Sedangkan balasan dan upah bagi seorang pemimpin menurutnya sesungguhnya hanya dari Allah SWT di akhirat kelak, bukan kekayaan dan kemewahan di dunia.

Saat disinggung tentang calon yang diusungnya dalam Pilkada Madina, alumni Maktab Darul Ulum Diniyah, Makkah Al Mukarromah ini menegaskan bahwa Madina ke depan membutuhkan sosok pemimpin dengan kriteria yang memiliki aqidah yang benar (aqidah salimah), kedua, memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas (`ilmun wasi`un), selanjutnya memiliki akhlak yang mulia (akhlaqulkarimah) dan menjadi tauladan bagi rakyatnya (uswatunhasanah) serta yang terakhir memiliki kecakapan manajerial dan administratif dalam mengatur urusan-urusan duniawi (amalunsolih).

Dikatakannya, ada dua pengertian pemimpin menurut Islam yang harus dipahami secara tepat, yakni pemimpin berarti umara yang sering disebut juga dengan ulul amri sesuai dengan Surah An-Nisa ayat 5. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa ulil amri, umara atau penguasa adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan orang lain.

“Dengan kata lain, pemimpin itu adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan rakyat. Jika ada pemimpin yang tidak mau mengurus kepentingan rakyat, maka ia bukanlah pemimpin (yang sesungguhnya)” paparnya.

Yang kedua, pemimpin sering juga disebut khadimul ummah (pelayan umat). Menurut istilah ini, lanjutnya, seorang pemimpin harus menempatkan diri pada posisi sebagai pelayan masyarakat, bukan minta dilayani. “Dengan demikian, hakikat pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang sanggup dan bersedia menjalankan amanat Allah SWT untuk mengurus dan melayani umat masyarakat” ujarnya.

Maka tak berlebihan jika Tuan Husin melihat kriteria dan sosok yang paling tepat untuk memimpin Madina kedepan adalah pasangan Yusuf-Imron ini.

Tuan Husin menilai, sejak Madina dimekarkan, dia sudah mengenal lama sosok Yusuf dan Imron. ”Saya melihat Yusuf-Imron ini adalah orang yang beriman dan rajin beribadah serta beramal shaleh, dan utamanya memiliki niat yang lurus untuk perubahan Madina lebih baik” imbuhnya.

Dirinya mengakui sejak Amru Daulay menjabat sebagai bupati Madina, dia sering bersama Yusuf melaksanakan safari Ramadhan, sholat taraweh dan tilawah Qur’an.

Ditambahkannya, dalam visi-misi pasangan calon nomor satu lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas kehidupan keagamaan. “Ini sesuatu yang sangat baik sekali karena untuk mewujudkan Madina yang Madani serta mengaplikasikan perwujudan Serambi Mekkah Sumatera Utara dibutuhkan pemimpin yang memiliki pengamalan agama yang kuat” tukas pria yang dipondok pesantren disebut dengan panggilan Ayah Pidoli ini.

Masyarakat Madina menurutnya harus berpikir secara cerdas dan rasional untuk menentukan pemimpin tanggal 9 Desember nanti. ”Pilihan itu lahir dari hati nurani dan bukan karena motif yang lain” sebutnya.

Yang dimaksud cerdas menurutnya menentukan pilihan jangan didasarkan kepada organisasi karena tujuan organisasi khususnya organisasi keagamaan didirikan adalah untuk menyeru kepada kebaikan.

”Jangan mau terkotak-kotak hanya karena beda organisasi karena Islam itu adalah rahmatan lil alamin” ujarnya. Sedangkan rasional menurut Tuan Husin adalah melakukan telaahan secara kritis terhadap visi misi dari masing-masing paslon dan juga memperhatikan rekam jejak.

”Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan sholat istikharah sebelum hari H guna mematangkan pilihan dibilik suara nanti.

Sumber : http://www.kabarhukum.com / Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah 44 Tahun Dipenjara, Dibebaskan Karena Tak Terbukti Bersalah

    Setelah 44 Tahun Dipenjara, Dibebaskan Karena Tak Terbukti Bersalah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEJAK umur 18 tahun ia sudah masuk penjara. Ia sial. Entah di mana letak ”sial” itu dalam peta kehidupan manusia. Ia baru dibebaskan dari penjara pekan lalu. Ketika umurnya sudah 62 tahun. Ia dinyatakan tidak bersalah –setelah 44 tahun di dalam penjara. Itulah nasib Kevin Strickland. Ia dituduh ikut melakukan pembunuhan tiga orang di Kansas […]

  • Sekda Labuhanbatu Diperiksa Kejari

    Sekda Labuhanbatu Diperiksa Kejari

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dugaan Korupsi Bansos Rp3 Miliar RANTAU- Diduga ikut terlibat dalam dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) senilai Rp3 Miliar, Sekdakab Labuhanbatu H Hasban Ritonga diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat, Senin (4/4). Pemeriksaan secara maraton itu terkait pengusutan adanya temuan BPK tahun 2009 dalam penyelewengan dana Bansos melalui APBD Labuhanbatu. Pantauan Metro (grup Sumut Pos, Red) di […]

  • Sejarah Toge Taing Tumpat

    Sejarah Toge Taing Tumpat

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pernah Dicicipi Amin Rais PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa tak kenal toge Panyabungan. Toge ini mashur bukan saja bagi masyarakat Mandailing Natal, tetapi juga terkenal di Sumatera Utara. Salah satu toge Panyabungan yang populer adalah toge Taing Tumpat. Bahkan tokoh nasional, Amin Rais pernah singgah di sini. Toge Panyabungan adalah makananan sejenis kolak campuran dari […]

  • Jenggot Jadi Mangkok Mie

    Jenggot Jadi Mangkok Mie

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dibanding sebagai beban, memiliki jenggot panjang tampaknya jadi hal paling menyenangkan bagi Isaiah Webb. Ia membuat kreasi dengan membentuk jenggotnya jadi berbagai bentuk “ajaib”. Salah satu yang terpopuler, mangkok mie. Isaiah selalu mengunggah foto dengan bentuk jenggot baru saban Senin di akun Tumblr dan Instagram-nya. Ada jenggot yang dibentuk seperti tangga, melingkar, jadi pegangan untuk […]

  • MPC PP Madina Adakan Berbagai Lomba Jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

    MPC PP Madina Adakan Berbagai Lomba Jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2021 pada Jumat 1 Oktober 2021, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mandailing Natal (MPC PP Madina) menggelar berbagai lomba dengan hadiah menarik. Kegiatan bertajuk MPC PP Kab Madina Competition diisi dengan aneka lomba yakni lomba karya tulis ilmiah, fotografi, puisi, dan video kreatif bertemakan patriotisme, […]

  • Diduga Bukan Kriminal Biasa

    Diduga Bukan Kriminal Biasa

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah milik Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jefri Antoni dibakar orang tak dikenal (OTK), Kamis (03/02/2011) sekira pukul 04.00 WIB. Ruang tamu rumah jenis minimalis yang terletak di Jalan Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur, Kayujati, Panyabungan itu hangus terbakar. Ketua DPD II Golkar Madina As Imran Khaitami Daulay, mengutuk keras pelaku […]

expand_less