Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Eksotisme Rodang Tinapor di Film “MARINA”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
  • print Cetak
Satu adegan film Marina

Satu adegan film Marina

SIABU (Mandailing Online) – Tympanum Novem Films kembali menggarap film Mandailing terbaru untuk produksi ke sepuluh mereka.

Kali ini memilih judul “Marina” dengan rencana durasi sekitar 2 jam, lebih panjang dari film-film yang diproduksi Tympanum sebelumnya.

Film “Marina” ini digarap dengan plot cerita bisa lebih lentur agar penonton lebih terhibur.

Hingga kini tahapan produksinya masih tahap shooting, diperkirakan akan dirilis ke pasar bulan Ramadan dalam bentuk VCD.

Rodang Tinapor di Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal merupakan lokasi dan setting utama ceritanya.

“Bukan tanpa alasan. Tentu karena Rodang, rawa yang luasnya ribuan hektar memang memiliki banyak potensi, baik potensi sumber kehidupan penduduk, maupun potensi ekowisata,” kata Askolani Nasution yang menyutradarai film ini di sela kegiatan pengambilan gambar, Jum’at (22/4/2016).

Sejak masa kolonial, Rodang Tinapor sudah dikenal sebagai sumber ikan air tawar terpenting untuk kawasan Mandailing Godang, Mandailing Julu hingga Mandailing Angkola. Rawa yang terbentuk karena pertemuan dua sungai besar, Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola, memang membentuk perairan rawa yang amat luas. Karena itu menjadi ekosistem yang sesuai untuk tempat perkembangbiakan ikan.

Disebut Rodang “Tinapor”, karena rawa ini tempat ikan menyemai telur. Alhasil, selain menjadi areal persawahan bagi Desa Bonandolok, Simangambat, Hutapuli, Hutaraja, Huraba, dan Tanggabosi, di kawasan ini juga setiap harinya hidup puluhan keluarga yang hidup dari hasil mencari ikan.

Berbagai alat penangkap ikan digunakan, mulai dari jaring, kail, lobu-lobu, pangilar, dan lain-lain. Mereka naik perahu kayu, menyusuri sungai dan rawa sambil menangkap ikan. Berbagai macam jenis ikan air tawar mudah diperoleh, mulai dari “capet”, “piri-piri”, “aruting”, “tingkalang”, “limbat”, “tunggu lubuk”, “inggit-inggit”, ikan mas, “alu tano” dan lain-lain.

Ikan tangkapan mereka setiap hari memenuhi kebutuhan pasar mulai dari Panyabungan hingga ke Padang Sidimpuan. Tentu saja tak banyak yang tahu bahwa ada sebuah rawa besar di Mandailing Natal yang sejak zaman dahulu kala sudah mensuplai kebutuhan ikan di daerah sekitarnya. Dan tak banyak yang tahu bahwa ada puluhan keluarga yang turun-temurun hidup dari mencari ikan dengan perahu kayu seadanya.

Belum lagi potensi ekowisatanya. Rawa yang membentang, dengan sungai-sungai yang berkelok-kelok, plus perahu kayu yang hilir mudik, menjadi pemandangan yang eksotis.

“Anda akan melihat mata hari terbenam di balik bukit dengan lanskap pemandangan yang luas dan para perahu pulang membawa hasil tangkapan atau hasil panen,” ujar Askolani.

“Anda bisa juga masuk lebih dalam menyusuri rawa, kawasan ‘Paya Kerek’ dan ‘Tudung Bendi’, dengan kayu berkanopi luas, akar saling menyilang seperti bakau, dan perahu kayu melintas di bawahnya. Itu mengingatkan kita pada rawa-rawa khas Amazon, dengan ular dan buaya yang sesekali muncul tanpa mengganggu. Itu amat eksotis. Kasihan kalau potensi seperti itu tidak dikembangkan,” kata Askolani Nasution yang juga penulis cerita film “Marina” ini.

Jangan hanya berpikir tentang wisata bahari, pegunungan, hutan tropis, wisata rawa juga dapat menawarkan pengalaman yang mengasikkan. “Karena itu kami setiap hari betah di sini bersama kru dan pemain. Bukan sekedar mengembangkan kreativitas seni, tetapi sekaligus menikmati ekosistemnya,” imbuhnya.

Film “Marina” dimainkan oleh anak-anak lokal yang setiap hari bergelut dengan kebiasaan di Rodang Tinapor. Mandi-mandi di sungai, membawa perahu, memancing, dan lain-lain.

“Bayangkan saja, para pemain anak-anak kita yang malah membawa rombongan pemain dan kru dengan perahu seadanya, melintasi sungai Batang Angkola dengan hanya menggunakan dayung sebilah bambu,” kata Holik Nasution dari Divisi Media Tympanum Novem.

Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit yang masak terpanggang matahari, otot yang keras. Mereka anak-anak yang tidak pernah mengeluh. Begitu pulang sekolah, mereka langsung ke sana, begitu setiap hari.

“Kami berharap, dengan film ‘Marina’, penonton bukan hanya terhibur karena kisah yang menggetarkan kemanusiaan, tetapi sekaligus menawarkan eksotisme Rodang Tinapor yang dimiliki Mandailing Natal. Hanya penonton yang bisa melihat potensi ini, karena penduduk lokal hanya menyadari potensi mata pencaharian saja,” katanya.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Madina Bidik Pelaksanaan Bimtek Desa. Kasi Pidsus : Pemanggilan Camat Tahap Klarifikasi

    Kejari Madina Bidik Pelaksanaan Bimtek Desa. Kasi Pidsus : Pemanggilan Camat Tahap Klarifikasi

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Kejari Madina ) tidak main main dengan pemanggilan sejumlah camat kemaren. Ada 6 camat yang dipanggil jaksa untuk memberi klarifikasi terkait pelaksanaan Bimbingan Teknis ( Bimtek ) Desa tahun 2023. Kasi Pidsus Kejari Madina Raskita Jhon Pesco Surbakti pada Mandailing Online Selasa 10/10/2023 mengatakan, para […]

  • Perpustakaan Instrumen Vital Meningkatkan IPM

    Perpustakaan Instrumen Vital Meningkatkan IPM

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ​PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengatakan perpustakaan adalah instrumen vital dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta implementasi UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saipullah menerangkan perpustakaan mempunyai peranan penting dalam upaya mencerdaskan bangsa yang berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab, pembenahan pola pikir merupakan kunci utama untuk […]

  • Gerakan Donasi Digulirkan Untuk 11 Bocah di Hutarimbaru

    Gerakan Donasi Digulirkan Untuk 11 Bocah di Hutarimbaru

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam upaya membantu 11 bocah tak punya ibu di Desa Hutaimaru, tiga media online melakukan kerjasama membuka rekening bank bagi penyaluran donasi bantuan bagi keluarga itu. Upaya itu menindaklanjuti banyaknya masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara hingga para perantau yang ingin membantu meringankan kesulitan ekonomi Ummi Roiyah dan 11 adiknya. Tiga […]

  • Pengurus Lembaga Adat Budaya Mandailing Dikukuhkan

    Pengurus Lembaga Adat Budaya Mandailing Dikukuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Badan Pemangku Adat Mandailing berhasil menyusun kepengurusan dan mengukuhkan Lembaga Adat Budaya Mandailing (LABM) Kabupaten Mandailing Natal periode 2017-2022, Selasa (28/2) di Bagas Godang Pidoli Lombang, Panyabungan. Berdasar hasil Rapat Kerapatan Adat Raja-Raja Panusunan, Baginda Mangaraja Soaloon yang lebih dikenal dengan Raja Efendi Nasution ditetapkan sebagai Ketua Harian. Pengukuhan Baginda Mangaraja […]

  • Badan Hisab dan Rukyat amati bulan baru petang ini

    Badan Hisab dan Rukyat amati bulan baru petang ini

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padang – Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kementerian Agama wilayah Sumatera Barat petang ini akan mulai melakukan rukyatul hilal atau melihat penampakan bulan baru dari kawasan Bukit Lampu, Padang, untuk menetapkan awal Ramadhan 1433 Hijriah. “Rukyatul hilal akan dilaksanakan hari ini menjelang matahari terbenam di Bukit Lampu, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, sebagai acuan menetapkan jatuhnya […]

  • Salut Buat Kejatisu Tidak Petieskan Kasus Melibatkan Sekda Madina

    Salut Buat Kejatisu Tidak Petieskan Kasus Melibatkan Sekda Madina

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Dengan adanya pemeriksaan Sekda Madina M Daud Batubara S sos M.Si terkait dugaan penyelewengan terhadap uang Negara pada waktu beliau menjabat sebagai Kabag tapem di Pemko Padangsidimpuan dengan kerugian Negara sebesar Rp.4,9 miliar di Pemko Padangsidimpuan.Pemanggilan Sekdakab Madina ini menjadi pembicaraan dikalangan PNS yang ada dilingkungan Pemkab Madina serta tokoh-tokoh masyarakat Madina, termasuk […]

expand_less