Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Makna Kemenangan di Idul Fitri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
  • print Cetak

Mengapa Idul Fitri disebut-sebut sebagai ‘Hari Kemenangan’ ?:

Pertama, dari kata idul fithri itu sendiri yang berarti kembali ke fitrah, yakni ‘asal kejadian’, atau ‘kesucian’, atau ‘agama yang benar’. Maka setiap orang yang merayakan idul fitri dianggap sebagai cara seseorang untuk kembali kepada ajaran yang benar, sehingga dia bisa memperoleh kemenangan.

Kedua, dari kata ‘minal ‘aidin wal faizin’ yang berarti ‘semoga kita termasuk orang-orang yang kembali memperoleh kemenangan’ . Karena menurut para ahli, kata al-faizin diambil dari kata fawz, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an, yang berarti ‘keburuntungan’ atau ‘kemenangan’.

Menurut Quraish Shihab, bila kata fawz dirujukkan kepada Al-Qur’an, ditemukan bahwa hampir seluruh kata itu kecuali Al-Qur’an surat An-Nisa : 73 mengandung makna ‘pengampunan dan keridhaan Allah serta kebahagiaan surgawi’. Kalau begitu, maka bisa dipahami bahwa kata ‘minal ‘aidin wal faizin’ sesungguhnya bermakna do’a, yakni ‘semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita bisa mendapatkan kenikmatan surga-Nya’.

ilustrasi sujud kembali ke fitrah

ilustrasi sujud kembali ke fitrah

Makna lain dari kata idul fitri sebagai hari kemenangan adalah karena pada hari itu seluruh kaum muslimin dan muslimat baru saja menuntaskan kewajiban agamanya yang paling berat yaitu menahan hawa nafsu melalui ibadah Ramadhan.

Seolah di Hari Fitri semua persoalan yang mengganjal kehidupan, terselesaikan. Apakah kamu tidak ingin Alah memaafkan kamu ? Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang (Al-Qur’an, An-Nur : 22). Mudah-mudahan di Hari Raya Idul Fitri ini, kita pun kembali termasuk orang-orang yang kembali memperoleh keridhaan Allah dan menikmati keindahan surga-Nya, sebagai bukti bahwa kita ‘menang’ dalam mengatasi segala ujian-Nya. Wallahua’lam.

Kendati dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Tanah Air selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antarkeluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri pun disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna Idul Fitri sendiri, juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai `kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci` sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang Muslim yang selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.

Idul Fitri berarti kembali pada naluri kemanusian yang murni, kembali pada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari seluruh praktik buruk yang bertentangan dengan jiwa manusia yang masih suci. Kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak islami. Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Wassalam.
Dikutip dari buku : “Noktah Pengharapan Manusia”
Di share dari catatan :
Mahasiswa Pascasarjana Departemen Tafsir dan Ilmu-ilmu Alquran Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, – KPUD Kabupaten Palas resmi menetapkan nomor urut dari 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati Palas peserta Pemilukada Palas periode 2013-2018 pada rapat pleno terbuka di Mess Sibuhuan, Kamis (18/7). Penetapan tersebut dituangkan dalam surat keputusan nomor urut calon yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Palas tahun 2013 […]

  • SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu isu konstroversial yang banyak menyita perhatian publik akhir-akhir ini adalah RUU-HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Kelompok sekular-radikal dicurigai berada di balik usulan RUU-HIP ini. Mereka inilah—bukan HTI—yang terbukti ingin ‘mengubah’ Pancasila meski dengan sekadar ‘memeras’ Pancasila menjadi Trisila, bahkan Ekasila. Apalagi mereka tidak mau mencantumkan dalam RUU-HIP itu konsiderans TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang […]

  • Panyabungan Utara Jadi Kawasan Pengembangan Ikan Mas

    Panyabungan Utara Jadi Kawasan Pengembangan Ikan Mas

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) akan menjadikan Kecamatan Panyabungan Utara menjadi kawasan pengembangan ikan mas mengingat daerah ini memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Seperti banyak kolam yang menganggur dan kebutuhan sumber airnya cukup. “Program ini sudah kami canangkan untuk dijalankan tahun ini. Sekarang tinggal pelaksanaan di lapangan saja untuk menjadikan Kecamatan Panyabungan Utara […]

  • Perkuat Argumentasi Hukum. Kuasa Hukum Cabup-Cawabup Madina Serahkan Puluhan Alat Bukti ke MK

    Perkuat Argumentasi Hukum. Kuasa Hukum Cabup-Cawabup Madina Serahkan Puluhan Alat Bukti ke MK

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    JAKARTA( Mandailing Online ): – Ketua Tim Kuasa Hukum Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal Nomor Urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Muhammad Ichwan Husein Nasution, Salman Alfarisi Simanjuntak menyerahkan puluhan alat bukti baru ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alat bukti tersebut, kata Salman dalam rangka memperkuat argumentasi paslon nomor urut 1 […]

  • IPB Telah Diperoleh, PT SMGP Memulai Kembali Kegiatannya

    IPB Telah Diperoleh, PT SMGP Memulai Kembali Kegiatannya

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menteri ESDM Republik Indonesia, Sudirman Said telah mengeluarkan Izin Panas Bumi untuk PT Sorik Marapi Geothermal Power, Selasa (21/4) sebagai bagian dari penerapan Undang-Undang Panas Bumi yang terbaru untuk memulai kembali kegiatan pengusahaan panas bumi di Sorik Marapi, Mandailing Natal. Hal ini memantapkan hak PT SMGP’s untuk melakukan pengusahaan panas di […]

  • Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal dan Solusinya

    Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal dan Solusinya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Asrori Nasution   Latar Belakang Krisis energi merupakan salah satu masalah yang dihadapi negara-negara di seluruh dunia saat ini. Setiap negara berlomba untuk mencari sumber energi yang dinyatakan lebih ramah lingkungan dan dapat mencukupi kebutuhan energinya. Pada sisi yang lain, pemakaian energi fosil yang terus menerus ternyata diperkirakan akan habis alias tidak […]

expand_less