Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

RSUD Panyabungan Perlu Direformasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
  • print Cetak


Penilaian Satma PP Madina

MADINA- Ketua Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) Madina Tan Gozali Nasution, menilai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan perlu direformasi. Pimpinan dan jajaran struktural selayaknya diganti. Reformasi tersebut demi peningkatan citra RSUD Panyabungan di mata masyarakat.
Penilaian ini disampaikan Tan Gozali Nasution, kepada METRO, Selasa (21/12), usai sidang paripurna anggota DPRD Madina dengan Pj Bupati Madina Aspan Sopian Batubara.
Menurutnya, penyampaian Pj Bupati Madina itu tak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan, apalagi yang menyangkut pelayanan pasien. Pj Bupati seharusnya turun langsung ke RSUD untuk memastikan keburukan RSUD Panyabungan. Sebab, banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan RSU Panyabungan yang buruk. Namun, akibat rendahnya taraf ekonomi masyarakat masih memilih RSU Panyabungan sebagai tempat berobat.
“Yang disampaikan Bupati itu seharusnya diprotes DPRD Madina. Bupati menyampaikan bahwa tak memahami terkait menurunnya pelayanan RSUD Panyabungan, mungkin ada benarnya jumlah masyarakat yang berobat ke RSUD Panyabungan cukup tinggi tetapi itu akibat rendahnya taraf ekonomi masyarakat dan bagi ekonomi yang menengah ke atas pasti tak akan mau berobat ke RSUD. Dan ini sudah terbukti bahwa RSU swasta yang ada semakin berkembang dengan pesat,” tegas Gozali.
Apalagi yang menyangkut pelayanan paramedis dan pegawai yang ada, Tan Gozali menyebutkan, pihaknya sudah sering menerima keluhan dari lapisan masyarakat yang berobat ke RSUD Panyabungan. Pasien rawat inap sering terlambat memeroleh pengobatan dari tenaga medis yang ada bahkan pelayanannya juga tak santun.
“Kami menduga ada permainan antara RSUD Panyabungan dengan RSU lainnya. Pasalnya, kami juga memeroleh laporan bahwa dokter yang ada di RSUD Panyabungan sudah berulang kali menyuruh pasien untuk berobat ke RSU swasta yang ada di Madina. Bukan itu saja pelayanan di bidang keamanan juga sangat bobrok karena keluarga pasien sering mengalami kehilangan harta benda di dalam ruang rawat inap dan RSUD tak pernah mengganti rugi dan selalu menyalahkan keluarga pasien. Ini sudah tak benar lagi dan Pj Bupati Madina harus berpihak kepada kebenaran fakta yang ada, harusnya Pj Bupati Madina membentuk tim khusus untuk memantau dan menginvestigasi segala persoalan yang ada di RSUD Panyabungan dan melakukan reformasi birokrasi dengan mengganti pimpinan dan pejabat struktural yang ada demi peningkatan kulalitas,” ungkap Tan Gozali. (wan)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Besok Wakil Bupati Ngantor di Pantai Barat

    Besok Wakil Bupati Ngantor di Pantai Barat

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) sesuai jadwal yang diperoleh dari Diskominfo Pemkab Mandailing Natal( Madina ), program ngantor di wilayah Pantai Barat dimulai oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utami besok Rabu 26/7/2023 ” Kecamatan Sinunukan menjadi jadwal kunjungan pertama Wakil Bupati, dan hari ke dua akan bertolak ke Kecamatan Batahan ” kata Kadis Kominfo Matua Batubara. Direncanakan, […]

  • Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Desa Pastap Julu di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terisolir akibat jalan menuju desa tertimbun material longsor pada Kamis malam 7/12/2023. Hingga pagi ini Jum’at 8/12/2023, material longsor masih menutupi badan jalan menunggu alat berat milik Pemda melakukan pembersihan material. Warga desa yang hendak bepergian pun terpaksa […]

  • Torkis, Mengidap Penyakit Talasemai

    Torkis, Mengidap Penyakit Talasemai

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Penyakit talasemia atau kelainan darah yang telah lama derita Torkis, bocah umur 10 tahun, terpaksa harus terus-terusan terbaring di Rumah Sakit Umum Panyabungan. Dia sudah bertahun-tahun menderita. Amaroh dan Aisah, orang tua Torkis saat di datangi wartawan di RSUD Panyabungan, tadi siang mengatakan, mereka sangat kasihan melihat kondisi Torkis, warga Desa Gunung […]

  • Disdik Madina kutip dana sertifikasi?

    Disdik Madina kutip dana sertifikasi?

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di jajaran pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sangat tertutup. Apalagi, terkait kasus dugaan pengutipan dana sertifikasi, insentif dari gubernur dan dan non sertifikasi kepada guru. Sehingga terkesan terciptanya sarang korupsi. Salah seorang guru yang telah bersertifikasi, mengungkapkan pada awalnya mereka tidak setuju adanya […]

  • Baru 72 Ribu Jiwa Masyarakat Terekam e-KTP

    Baru 72 Ribu Jiwa Masyarakat Terekam e-KTP

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Terhitung 1 Oktober 2012 lalu, masih 72.000 jiwa masyarakat Kabupaten Padang Lawas (Palas) terekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sesuai targetnya Kemendagri, harus terekam 155.000 jiwa dengan batas akhir Oktober mendatang. Demikian kata Kabid Kependudukan, Disdukcapil Kabupaten Palas, Darwin Lubis usai rapat koordinasi di Kantor Bupati Rabu (3/10) lalu. Pihaknya hingga saat […]

  • KHILAFAH DALAM TIMBANGAN SYARIAH DAN SEJARAH

    KHILAFAH DALAM TIMBANGAN SYARIAH DAN SEJARAH

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Film ini didasarkan pada sebuah riset ilmiah yang cukup panjang. Sebagaimana judulnya, film ini mengungkap jejak Khilafah di Nusantara dari sisi sejarah. Adanya jejak Khilafah di Nusantara antara lain terungkap dalam sambutan Sri Sultan Hamengkubuwono X pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) […]

expand_less