Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
  • print Cetak
warga ramai-rami melihat mayat di goni di bawah jembatan Desa Ampolu, Sosa, Palas

warga ramai-rami melihat mayat di goni di bawah jembatan Desa Ampolu, Sosa, Palas

 

PALAS (Mandailing Online) – Polres Tapanuli Selatan didesak mengungkap berbagai kasus pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas (Palas).

“Kalau menurut catatan saya sebagai putra asal Desa Sigorbus, yang tersiar di media cetak sudah beberapa kali kasus pembunuhan yang terjadi, hanya beberapa kasus yang terungkap. Karena itu saya mengharapkan kepada Kapolres Tapsel untuk segera mengungkap semua kasus-kasus pembunuhan yang terjadi di Padang Lawas,” kata Iskandar Hasibuan pria keturunan Desa Sigorbus, Palas, Selasa (18/10).

“Catatan saya, kasus yang diduga pembunuhan yang terjadi selama tahun 2016 ini terbilang banyak. Antara lain kasus pembunuhan terhadap Syahrial Siregar, Budiman Harahap, Pendi Sihombing, Sahroni Siregar. Dan terahir pembunuhan yang mana ditemukan mayatnya di kolong jembatan di wilayah Sosa, Minggu kemarin (16/10) suatu bukti bahwa wilayah Padang Lawas sudah termasuk daerah rawan,” ungkapnya.

Iskandar Hasibuan

Iskandar Hasibuan

Pembunuhan demi pembunuhan sudah terus terjadi di Kabupaten Padang Lawas. Terbaru, pembunuhan yang terjadi dengan mayat dibuang dan terbungkus karung goni di dekat jembatan Paya Kambing Desa Ampolu Kecamatan Sosa, Minggu (16/10) kemarin.

Sementara itu, dalam catatan Metro Tabagsel, selama enam bulan terakhir, sedikitnya sudah lima orang tewas dalam kondisi mengenaskan karena dibunuh, di Kabupaten Padang Lawas.

“Ada memang yang menyerahkan diri dari lima kasus pembunuhan itu, namun sebagai warga yang tinggal di perantauan tentu perlu menyampaikan keluhan agar daerah Padang Lawas menjadi prioritas dari Kapolres Tapanuli Selatan untuk mengungkapnya,” ujar pria yang tinggal di Panyabungan dan ketua DPC PDI Perjuangan Madina.

Iskandar juga menyadari tentang luasnya wilayah hukum Polres Tapsel yang membawahi 3  kabupaten, yakni Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas, sehingga sudah saatnya mendirikan Polres Palas dan Paluta.

Meski membawahi tiga kabupaten, Kapolres Tapanuli Selatan tetap diharapkan untuk lebih memperhatikan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi. “Sebab, sudah banyak keluarga yang menghubungi saya melalui telephon agar ikut dulu mendesak polisi segera mengungkap semua kasus pembunuhan yang terjadi,” katanya.

 “Saya sangat yakin sekali dengan jajaran kepolisian di Tapanuli Selatan akan mampu mengungkap semua kasus pembunuhan dan juga persoalan narkoba juga sudah sangat luar biasa di Palas,” imbuhnya.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerimaan CPNS Palas

    Penerimaan CPNS Palas

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    10.151 Pelamar Berebut 360 Kursi PALAS- Jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Padang Lawas (Palas) tahun 2010 hingga hari penutupan pendaftaran, Sabtu (4/12) mencapai 10.151 orang. Sementara kursi CPNS yang tersedia sebanyak 360. Demikian informasi yang diperoleh METRO melalui Wakil Sekretaris Panitia Penerimaan CPNS Palas, Zulkarnain Nasution, kemarin. Dijelaskan Zulkarnain, rincian pelamar yang sudah […]

  • Sambut Muswil Sumut, PKS Gelar Jalan Sehat

    Sambut Muswil Sumut, PKS Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke-2 pada 8-10 Oktober mendatang, DPD PKS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar jalan sehat bersama 400-an warga, sekaligus membagi-bagikan hadiah kepada peserta yang beruntung, Minggu (3/10) pagi. Jalan sehat ini mengambil start dari sekretariat DPD PKS Madina, Jalan Willem Iskandar, […]

  • Taman Kota Panyabungan Jadi Ruang Publik Multifungsi

    Taman Kota Panyabungan Jadi Ruang Publik Multifungsi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH Madina) gulirkan program peremajaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun alun Panyabungan yang lebih optimal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Khairul ST,. Melalui Kepala Bidang P2KLH Edy Hamzah menjelaskan Taman Kota Panyabungan yang berada di kelurahan Kayu Jati merupakan Refrsentasi dari program DLH […]

  • Mahfud MD Jadi Saksi Sidang Akil

    Mahfud MD Jadi Saksi Sidang Akil

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Terdakwa kasus dugaan suap penanganan sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi (MK) dan tindak pidana pencucian uang, Akil Mochtar kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/5). Salah satu saksi yang akan dihadirkan adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. “Saksi sidang Senin 5 Mei 2014 adalah Prof. […]

  • Percepatan Pembangunan Madina

    Percepatan Pembangunan Madina

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Melalui Penguatan Daya Saing Daerah Oleh: Zamharir Rangkuti* 14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu […]

  • ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh :  Moechtar Nasution Wakil Direktur GEREP Institute   Bila kearifan lokal ini dapat dilembagakan, maka akan sangat efektif sebagai upaya untuk penanggulangan resiko bencana karena langsung tersentuh pada sendi – sendi kehidupan bermasyarakat, terutama ketika menjadi syair yang dinyanyikan oleh ibu – ibu saat menidurkan anaknya akan sangat melekat dalam jiwa mereka sampai dewasa. […]

expand_less