Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Menapak Jejak SD 1 Kotanopan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
  • print Cetak

SD 1 Kotanopan tempo doeloe

 

(Banyak tokoh besar pernah belajar di sekolah ini. Mulai dari Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sastrawan nasional Mohamed Kasim Dalimunthe, Menteri Pendidikan Soetan Goenoeng Moelia hingga anggota Konstituante)

Rangkuman ringkas : Askolani Nasution

Tiada banyak cerita saya tentang SD 01 Kotanopan, ketika dua minggu yang lalu saya datang ke sekolah ini. Dulunya sebagai sekolah HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Kotanopan, sekolah dasar Boemi Boetra.

Setelah merdeka, namanya berubah menjadi SR 1 Kotanopan. Sekolah ini tentulah menggunakan bahasa pengantar Bahasa Belanda. Lama sekolahnya tujuh tahun. Sekolah-sekolah HIS adanya sejak tahun 1914 sebagai dampak Politik Etis. Awalnya untuk mencetak karani, tenaga-tenaga administrasi Pemerintah Kolonial. Tapi akhirnya, para lulusannya malah menggagas Indonesia Merdeka.

Adalah tokoh kita, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, ianya murid di sekolah ini dulu. Berangkat subuh dari Hutapungkut, kadang-kadang naik bendi ke Kotanopan, sampai di rumah pukul 15.00 WIB. Tiadalah beliau jemu setiap hari bersekolah serupa itu.

Di sekolah ini pula ada diperdengarkan cerita “Si Bisuk Na Oto” yang diceritakan oleh Guru Kasim, atau Mohamed Kasim Dalimunthe. Beliau guru Tata Bahasa di sekolah ini hingga tahun 1935. Kelak menjadi sastrawan penting Indonesia Angkatan Balai Pustaka, bahkan dinobatkan sebagai Bapak Cerpen Indonesia.

Guru lainnya sekaligus sebagai kepala sekolahnya adalah Soetan Goenoeng Moelia, lulusan Sekolah Guru Eropah. Setelah berhenti mengajar dari Kotanopan, beliau melanjutkan sekolah ke Belanda hingga meraih Ph.d dan Profesor, lalu menjadi Menteri Pendidikan kedua setelah Ki Hajar Dewantara di masa Soekarno.

Ada juga Soetan Oloan dan Pangulu Lubis, atau yang terkenal dengan Guru Batak yang berasal dari Pakantan. Pangulu Lubis adalah kakek dari AP Parlindungan yang pernah menjadi Rektor USU. Juga Sutan Endar Bongsu dan Sutan Soripada Mulia yang terkenal sebagai tokoh pendidikan penting dan anggota Konstituante. Tiada terceritakan betapa hebatnya peran pencerdasan mereka.

Alkisah, SD Kotanopan dulunya berbentuk panggung dengan atap baja, berdinding kayu, rangka kayu, dan tangga kayu. Jendelanya besar, kalau dibuka bersuara keras. Bangku dan meja didesain menyambung. Meja dibentuk dengan kemiringan tertentu agar murid-murid nyaman menulis dan menggambar. Sebab, meja yang datar tentulah membuat murid duduk membungkuk. Dan di atas papan tulis yang berkaki tiga dengan cat hitam mengkilat, ada tulisan besar “Doedoek Memboengkoek akan Merusakkan Mata.” Itu pelajaran dasar sikap peserta didik, sekaligus pelajaran dasar-dasar huruf sejak masa kolonial.

Tentulah pula banyak kisah-kisah yang masih tersimpan di sekolah ini begitu rupa. Tak hendak tidur pula nanti kita kalau saya tuturkan semua. Dan tak hendak aku bercemarut betapa semua telah berubah kiranya. Niscaya semuanya bolehlah menjadi sesuatu penyemangat bagi kita untuk selalu berpikir merdeka. Dan sesiapapun hendaknya yang membaca markat ini, bolehlah sedia untuk berdoa, semoga sekolahan kita makin baik adanya di Mandailing Natal. Merdeka!

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Raja di Mandailing berreaksi terhadap sebutan Batak Mandailing oleh Presiden Jokowi. Mandailing itu bukan suku, tapi sebuah bangsa. Sehingga tak bisa disebut suku Batak atau sub suku Batak. Hal itu dikatakan Raja Onggara Lubis, dari kerajaan Hutanagodang Ulu Pungkut menjawab Mandailing Online, Kamis (21/3/2019) menanggapi munculnya sebutan “Batak Mandailig” oleh Presiden […]

  • Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan. Hidayat Batubara selaku Bupati Mandailing Natal (Madina) melantik abangnya, M Daud Batubara sebagai sekretaris daerah (sekda), Selasa (9/8), di aula kantor bupati, kawasan Bukit Paya Loting, Desa Parbangunan, Panyabungan. Sementara itu, di sejumlah sudut kota, khususnya kawasan jalan lintas Sumatera depan kantor bupati terpampang spanduk, antara lain bertulis “Tolak Pemerintahan KKN”. Tidak diketahui siap […]

  • Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah

    Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA KAPUAS (MO) – Pada Pkl.16.30 WIB Selasa kemarin (2/10) tidak kurang dari 50 bangunan termasuk fasilitas umum selain rumah penduduk di Kec. Dadahup B-3, B-4, C-4 dan Desa Palangkau Baru Kec. Kapuas Murung mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung, tiga rumah di antaranya di Desa Kahuripan Permai B-4 roboh dan ambruk dengan kondisi […]

  • DCS Dapil 1 PBB Madina

    DCS Dapil 1 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 BUlan Bintang Madina

  • Paripurna Istimewa HUT ke-77 RI

    Paripurna Istimewa HUT ke-77 RI

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar rapat paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Aula DPRD Madina, Selasa (16/8). Kegiatan ini terkait peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rapat paripurna yang digelar secara hybrid ini dipimpin oleh Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis dan dihadiri […]

  • Instansi Rawan Korupsi di Indonesia

    Instansi Rawan Korupsi di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk lebih fokus memantau instansi-instansi pemerintah yang sangat rawan dengan tindakan korupsi. Pernyataan Presiden itu disampaikan Wakil Ketua KPK M Jasin dalam keterangan pers seusai diterima oleh Presiden di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (30/11/2010). Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah menteri terkait, Jasin menyampaikan […]

expand_less