Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Menapak Jejak SD 1 Kotanopan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
  • print Cetak

SD 1 Kotanopan tempo doeloe

 

(Banyak tokoh besar pernah belajar di sekolah ini. Mulai dari Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sastrawan nasional Mohamed Kasim Dalimunthe, Menteri Pendidikan Soetan Goenoeng Moelia hingga anggota Konstituante)

Rangkuman ringkas : Askolani Nasution

Tiada banyak cerita saya tentang SD 01 Kotanopan, ketika dua minggu yang lalu saya datang ke sekolah ini. Dulunya sebagai sekolah HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Kotanopan, sekolah dasar Boemi Boetra.

Setelah merdeka, namanya berubah menjadi SR 1 Kotanopan. Sekolah ini tentulah menggunakan bahasa pengantar Bahasa Belanda. Lama sekolahnya tujuh tahun. Sekolah-sekolah HIS adanya sejak tahun 1914 sebagai dampak Politik Etis. Awalnya untuk mencetak karani, tenaga-tenaga administrasi Pemerintah Kolonial. Tapi akhirnya, para lulusannya malah menggagas Indonesia Merdeka.

Adalah tokoh kita, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, ianya murid di sekolah ini dulu. Berangkat subuh dari Hutapungkut, kadang-kadang naik bendi ke Kotanopan, sampai di rumah pukul 15.00 WIB. Tiadalah beliau jemu setiap hari bersekolah serupa itu.

Di sekolah ini pula ada diperdengarkan cerita “Si Bisuk Na Oto” yang diceritakan oleh Guru Kasim, atau Mohamed Kasim Dalimunthe. Beliau guru Tata Bahasa di sekolah ini hingga tahun 1935. Kelak menjadi sastrawan penting Indonesia Angkatan Balai Pustaka, bahkan dinobatkan sebagai Bapak Cerpen Indonesia.

Guru lainnya sekaligus sebagai kepala sekolahnya adalah Soetan Goenoeng Moelia, lulusan Sekolah Guru Eropah. Setelah berhenti mengajar dari Kotanopan, beliau melanjutkan sekolah ke Belanda hingga meraih Ph.d dan Profesor, lalu menjadi Menteri Pendidikan kedua setelah Ki Hajar Dewantara di masa Soekarno.

Ada juga Soetan Oloan dan Pangulu Lubis, atau yang terkenal dengan Guru Batak yang berasal dari Pakantan. Pangulu Lubis adalah kakek dari AP Parlindungan yang pernah menjadi Rektor USU. Juga Sutan Endar Bongsu dan Sutan Soripada Mulia yang terkenal sebagai tokoh pendidikan penting dan anggota Konstituante. Tiada terceritakan betapa hebatnya peran pencerdasan mereka.

Alkisah, SD Kotanopan dulunya berbentuk panggung dengan atap baja, berdinding kayu, rangka kayu, dan tangga kayu. Jendelanya besar, kalau dibuka bersuara keras. Bangku dan meja didesain menyambung. Meja dibentuk dengan kemiringan tertentu agar murid-murid nyaman menulis dan menggambar. Sebab, meja yang datar tentulah membuat murid duduk membungkuk. Dan di atas papan tulis yang berkaki tiga dengan cat hitam mengkilat, ada tulisan besar “Doedoek Memboengkoek akan Merusakkan Mata.” Itu pelajaran dasar sikap peserta didik, sekaligus pelajaran dasar-dasar huruf sejak masa kolonial.

Tentulah pula banyak kisah-kisah yang masih tersimpan di sekolah ini begitu rupa. Tak hendak tidur pula nanti kita kalau saya tuturkan semua. Dan tak hendak aku bercemarut betapa semua telah berubah kiranya. Niscaya semuanya bolehlah menjadi sesuatu penyemangat bagi kita untuk selalu berpikir merdeka. Dan sesiapapun hendaknya yang membaca markat ini, bolehlah sedia untuk berdoa, semoga sekolahan kita makin baik adanya di Mandailing Natal. Merdeka!

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Simangambat Tak Ingin Kembali Jatuh ke Mulut Buaya

    Warga Simangambat Tak Ingin Kembali Jatuh ke Mulut Buaya

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Simangambat, Kecamatan Tambangan, Madina meminta agar Muslih Lubis tetap dipertahankan sebagai Pj kepala desa sampai akhir basa jabatan. Permintaan itu disampaikan sekitar 100 warga Simangambat kepada DPRD Mandailing Natal (Madina), Kamis (6/1/2022) dalam satu delegasi. “Kami sudah nyaman dipimpin kepala desa sekarang. Memperhatikan warga,” kata Isroil Lubis. Warga menyatakan […]

  • Tunjukkan Empati, PAC PP Kotanopan Galang Donasi untuk Korban Kebakaran

    Tunjukkan Empati, PAC PP Kotanopan Galang Donasi untuk Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Selasa (29/3) dini hari turut menjadi perhatian MPC Pemuda Pancasila (PP) Mandailing Natal (Madina). Sebagai bentuk empati, PAC Kotanopan menggalang donasi untuk para korban. Kegiatan bertajuk #PrayForKotanopan ini melibatkan puluhan kader Pemuda Pancasila, dengan titik lokasi penggalangan dnaa di dekat Jembatan Singengu. […]

  • Ini Definisi Perzinaan sehingga PSK Lolos Jerat Pidana

    Ini Definisi Perzinaan sehingga PSK Lolos Jerat Pidana

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di DPR menilai, sangkaan pada pasal Kitab Undang-Udang Hukum Pidana (KUHP) yang menyangkut tindak pidana prostitusi, terlalu sempit. Dimana jerat pidana prostitusi saat ini hanya bisa disangkakan kepada mucikari atau makelar bisnis ilegal itu. Ke depan, pelaku bisnis prostitusi diharapkan bisa dijerat. Salah satu caranya melalui revisi UU KUHP […]

  • Waspada! LGBT Makin Eksis

    Waspada! LGBT Makin Eksis

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Beberapa hari terakhir dunia maya tengah dihebohkan dengan berita tentang diundangnya pasangan gay oleh Deddy Corbuzier diacara podcast YouTube-nya. Dilansir dari Sindo News.com (Minggu, 08/05/22). Ragil Mahardika dan Frederik Vollert adalah pasangan gay yang saat ini tinggal di Jerman. Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam tersebut, Deddy Corbuzier banyak membahas seputar […]

  • DCS Dapil 4 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 4 GERINDRA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 GERINDRA Madina

  • Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi perkebunan sawit itu berada di daerah. Tetapi justru pemerintah pusat yang selama ini menikmati uangnya. Yaitu pemasukan dari perkebunan-perkebunan sawit itu. Jenis pemasukan itu termasuk dari Bea Keluar (BK) dan Pungutan Eskpor (PE). Nilainya sangat besar. Daerah? Hanya menerima dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi […]

expand_less