Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
  • print Cetak

Adenin Adlan (kiri) dan Askolani Nasution (tengah) dalam pertemuan di Medan yang diprakarsai Ikanas dan Naposo Bulung Medan membahas produksi film “Sibaroar”

 

MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1).

Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan.

Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin Adlan, sineas Indonesia yang berpengalaman menulis skenario dan menjadi produser film nasional semacam “Emak Ingin Naik Haji”, “Sayap Kecil Garuda”, “Ummi Aminah”, “Rumah Tanpa Jendela”, “Ada Syurga di Rumahmu”, dan lain-lain.

Semua sepakat bahwa film tentang sejarah marga Nasution harus dibuat dalam bentuk film layar lebar. Tentu dengan pemeran yang juga berskala nasional nantinya.

Marga Nasution yang demikian besar sudah semestinya mampu membuat film berskala nasional. Apalagi Mandailing Natal memiliki sineas seperti Adenin Adlan yang asli Roburan, dan memiliki pengalaman yang matang dalam membuat film, terutama menarik dukungan sponsor. Juga Askolani Nasution sineas Mandailing yang sudah melahirkan banyak film Mandailing semisal “Biola Na Mabugang”, “Lilu”, Sibisuk Naoto”, “Holong Na Tarhalang”.

Askolani Nasution dalam linimasa akun FB-nya menyebukan, bahwa film “Sibaroar” ini sedikitnya membutuhkan biaya produksi tiga milyar itu, dan sudah semestinya didukung pihak sponsor.

“Saya tentu dapat banyak cerita tentang berbagai seluk beluk film nasional dari Adenin Adlan, betapa sebuah film begitu mudah mendapatkan sponsor kalau memajang aktor kawakan, katakanlah sekelas Reza Rahardian,” katanya.

Apalagi kalau dengan skenario yang “gold scen”, skenario yang bisa menunda penonton bioskop untuk “menunda ke WC sepanjang pemutaran film”. (Itu saya bandingkan dengan film “Dilan 1990” yang berhasil memelihara gold scen itu).

Selain itu, penggunaan bahasa Mandailing untuk film tentu membutuhkan kualitas cerita yang menarik dan gambar yang memikat. Tapi Sumatera Selatan berhasil membuat film berbahasa daerah melalui “Mengejar Angin” yang diperankan Lukman Sardi. Tentu dengan tambahan sub title. Kalau begitu, bakal film “Sibaror Nasution” harus juga menggunakan bahasa Mandailing agar kontekstualitas ceritanya lebih kuat. Sekalian promosi bahasa sendiri.

Dan meskipun Adenin Adlan jagoan menulis skenario sebagaimana dalam film “Emak Ingin Naik Haji”, tetap saja yang diminta menulis skenarionya adalah Askolani Nasution. Mengingat Askolani Nasution penutur asli bahasa Mandailing.

Askolani sendiri di petemuan itu menyatakan sedapat mungkin berkomitmen untuk membuat bahasa skenario yang komunikatif tapi berkarakter daerah. Dan itu tugas berat, tapi menantang. Dan filmnya nanti sedapat mungkin juga harus membuka ruang bagi sineas dan aktor pendukung daerah. Kapan lagi kita punya film berskala nasional, itu!

 

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    Pesantren Darul Mursyid Tidak Naikkan SPP

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pihak manajemen Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mengaskan bahwa tidak menaikkan biaya SPP untuk tahun ajaran baru tahun. Kebijakan itu diputuskan pada rapat pimpinan PDM di Berastagi yang berlangsung di Berastagi Cotage tanggal 13 hingga 16 Juni 2013. Kebijakan tidak menaikkan biaya SPP itu berdasar beberapa factor. Pertama, pertimbangan […]

  • Ini Pernyataan SMGP

    Ini Pernyataan SMGP

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Semburan lumpur di titik  pengeboran sumur panas bumi di Sibanggor Julu, Mandailing Natal, Sumut, Minggu (24/4/2022) menyertakan paparan zat beracun yakni H2S. Berdasar data di RSU Panyabungan, sekira 21 orang dari Sibanggor Julu dirawat akibat mual dan muntah diduga akibat paparan zat H2S. Semburan lumpur itu berada di Well T-12 PAD […]

  • Pemerintah Tak Mau Rogoh Kocek untuk JSS

    Pemerintah Tak Mau Rogoh Kocek untuk JSS

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang digadang akan memakai pola patungan swasta dan pemerintah atau public private partnership (PPP). Namun pemerintah pusat berharap tak mau keluar uang sepeser pun untuk mega proyek ini, semua akan diserahkan dana swasta. “Kita mengharapkan tidak ada uang pemerintah sepeser pun yang keluar, itu harapan kita,” kata Menteri Pekerjaan […]

  • Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) –Pemerintah Provinsi Sumatera yang menduduki ranking ketiga dari 33 pemprov dalam penyelewengan uang Negara sesuai temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) memperburuk citra Pemprov Sumut secara kelembagaan. Dalam kasus korupsi saja, sudah ada Gubernur Sumut non aktif, Syamsul Arifin terpaksa masuk penjara termasuk sejumlah kepala daerah di Sumut yang juga telah dikerangkeng dalam kasus […]

  • Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pencoblosan Pilkada Madina tinggal sebulan lagi. Hingga posisi ini pasangan Sofwat-Beir masih unggul di kancah penggiringan opini publik oleh tim media yang solid. Tim publikasi pasangan nomor urut 3 ini sangat teguh dan konsisten menyuarakan idiom-idiom “pelopor perubahan”; “pemimpin tegas dan bersih”; “harapan baru telah lahir”. Idiom-idiom itu begitu kuat mempengaruhi publik, terutama kalangan […]

  • Ketika Kemiskinan Kian Meningkat, Orang Kaya Tetap Beli Mobil Mewah

    Ketika Kemiskinan Kian Meningkat, Orang Kaya Tetap Beli Mobil Mewah

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah Berdasarkan hasil pengukuran Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita, Indonesia masuk dalam negara termiskin nomor 100 di dunia. Sedangkan dikutip dari World Population Review, Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara termiskin di dunia karena pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020. […]

expand_less