Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
  • print Cetak

Kuburan Godang di Desa Pidoli Lombang. Ali Gusti Siregar (kaos biru). M.Yusuf (kaos putih). Foto : Dahlan Batubara

 

Di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, ada makam besar. Perkiraan dibina abad 8 Masehi.

Para arkeolog menyebutnya Makam Godang. Tetapi, warga Desa Pidoli menyebutnya Kuburan Godang (Kuburan Besar).

Kuburan ini berlokasi di kawasan persawahan arah selatan pemukiman Pidoli Lombang. Dapat dijangkau melalui jalan tanah dengan kenderaan roda empat, sekitar 200 meter dari jalan raya Lintas Sumatera.

Saya mengunjungi makam ini, Selasa (9/4/2019) lalu bersama Ali Gusti Siregar setelah sebelumya berdiskusi dengan Budayawan Mandailing, Askolani Nasution tentang kordinat makam.

Kuburan Godang ini berada di lahan kering yang luas. Kiri kanannya sawah. Lahan kering itu memanjang hingga ke badan jalan raya Lintas Sumatera.

Berkordinat N 000  50’ 15.7” and E 990  33’ 31.0” makam ini berukuran panjang sekira 3 meter. Lebar sekira 2 meter. Tinggi sekira 1,5 meter. Makam ini berupa gundukan tanah dilapisi susunan bata.

Berdasar amatan kami, susunan bata makam ini serupa degan bata yang digunakan untuk material Candi Biara yang berlokasi di kawasan Saba Biara.

Lokasi Candi Biara sekira 300 meter ke arah utara Kuburan Godang.

Para arkeolog memperkirakan Candi Biara dibangun abad 8 masehi. Seusia dengan Candi Siwa di Simangambat, Siabu, Mandailing Natal.

Kuburan Godang ini tidak sendiri. Ada sekitar 4 kuburan serupa yang berada di lokasi itu. Hanya saja makam-makam itu tak memiliki susunan bata, melainkan gundukan tanah saja. Belum diketahui faktor-faktor pembedanya.

Salah satu gundukan tanah itu sudah pernah menjadi korban galian. Dari orang-orang yang mencari emas. Mungkin dikira ada emas.

“Tapi saya tak memperoleh kabar, apakah mereka dapat emas atau tidak,” kata Muhammad Yusuf, warga Pidoli. Dialah saat ini yang menjaga lokasi Kuburan Godang.

Kuburan sejenis yang tak bersusun bata juga ditemukan tak jauh dari lokasi itu. Yakni, sekiar 200 meter ke arah timur. Berada di bawah pohon ara yang besar. Ukuran kuburan ini nyaris serupa dengan Kuburan Godang.

 

Diganggu Malam Hari

 

Kuburan Godang itu relatif terpelihara dari gangguan pengrusakan. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan. Sebab sudah ada penjaganya. Muhammad Yusuf.

Yusuf menjaga lokasi makam itu atas permintaan Efendi Nasution, raja Pidoli Lombang.

Sebelum Yusuf, yang menjaga kuburan ini dulunya adalah ayahandanya, Muhammad Salamah. Setelah sang ayah wafat, Yusuf yang meneruskan menjaga makam.

Di sisi utara makam, berdiri gubuk bertingkat. Di situlah Yusuf tidur malam hari. Selain bersawah di sekitar utara lokasi makam, dia juga memelihara bebek sebagai penambah pendapatan finansial.

Jenis bata di Kuburan Godang ini mirip dengan bata di candi Biara. (foto : Dahlan Batubara)

“Dulunya, gubuk ini letaknya di sini,” katanya seraya menunjuk tempat berdiri kami. Titik berdiri kami itu berjarak sekitar 3 meter dari posisi berdirinya gubuk yang sekarang.

Setelah diamati, titik bekas pertapakan gubuk lama itu sepertinya berada di bekas jalur  “jalan”. Jalur itu terlihat memanjang arah timur-barat yang berada persis di pinggir tebing yang memisahkan lokasi makam yang daratan dengan hamparan sawah yang berair.

Yusuf menceritakan, dulunya, saat gubuk itu berada di pertapakan lama, dia selalu diganggu pada malam hari oleh mahluk dari dunia gaib.

“Gangguannnya banyak ragam. Kadang badan saya terasa ditindi tubuh yang berat,” kisahnya.

Itu makanya, gubuk itu dipindah geser sekitar 3 meter ke arah selatan.

Setelah gubuk itu dipindah, gangguan tak datang lagi. Mungkin itu sebagai peringatan kepadanya. Karena  mungkin “menghalangi” sesuatu. Atau di atas titik itu ada “sesuatu”.

Apakah “sesuatu” itu? Butuh penelitian. Juga penelitian sejarah Kuburan Godang. Kita membutuhkan arkeolog. (Catatan : Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Aisyah Pegiat Literasi Medan   Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan […]

  • Rehab Puskesmas di Siabu, Tak Memasang Plang Merek

    Rehab Puskesmas di Siabu, Tak Memasang Plang Merek

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dua proyek rehabilitasi gedung Puskesmas Siabu di Kecamatan Siabu, Madailing Natal membingungkan masyarakat. Pasalnya tidak ditemukan plang merek informasi kegiatan di dua proyek tersebut. Informasi diperoleh bahwa kedua proyek rehab itu milik Dinas Kesehatan Mandailing Natal. Kedua proyek itu masing-masing rehab ruang rawat inap, dan pekerjaan perbaikan lantai salah satu […]

  • Penganiayaan Wartawan, Arsidin: Ini Bahaya Secara Demokrasi

    Penganiayaan Wartawan, Arsidin: Ini Bahaya Secara Demokrasi

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus penganiayaan wartawan atas nama Jefry Barata Lubis yang terjadi pada Jumat (4/3) malam turut menjadi perhatian Ketua Fraksi Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) Arsidin Batubara. Arsidin menilai kasus ini bahaya bagi demokrasi yakni pers diperlakukan dengan kekerasan dan dibungkam. “Ini Bahaya secara demokrasi, di mana pers diperlakukan dengan kekerasan dan […]

  • Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online )– Sebanyak enam unit excavator setiap hari beroperasi menambang emas secara ilegal di daerah Sungai Lolo Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang menyebabkan sungai dan air bersih ke empat desa di kecamatan itu jadi keruh. Dikutip dari lama berita StartNews Selama tiga […]

  • Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) peduli korban keracunan makanan asal Kecamatan Linggabayu yang dirawat di Rumah Sakit Umum Permata Madina. Kedua paslon membuktikan kepedulian mereka terhadap warga yang tertimpa musibah itu. Saipullah dan Atika kompak […]

  • Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    Tak Punya Uang 300 Ribu Biaya Melahirkan, RSU Panyabungan Tahan Ibu dan Bayinya

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat tidak mampu membayar biaya persalinan, seorang ibu dan bayinya berasal dari keluarga miskin ditahan pihak Rumah Sakit Umum RSU Panyabungan. Hingga Kamis sore (18/2) Rodiah dan bayi laki-lakinya masih tertahan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sejak melahirkan 3 hari lalu. Dia dan Aswir suaminya warga Kelurahan Panyabungan […]

expand_less