Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Gayus Pelesiran ke Makau dan KL

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


Menkum HAM: Gunakan Nama Sony Laksono

JAKARTA-Kabar kepergian terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan ke luar negeri saat menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sepertinya bukan isapan jempol. Menkum HAM Patrialis Akbar mengungkapkan menemukan paspor dengan foto mirip Gayus menggunakan wig seperti saat plesiran ke Bali.
Patrialis mengatakan, dalam paspor itu tertera nama Sony Laksono. “Di nama (tertera) Sony Laksono, di sampingnya ada foto orang pakai wig yang mirip dengan Gayus. Fotonya mirip dengan yang ketemu di Bali itu,” beber Patrialis sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, kemarin (4/1).

Paspor dengan identitas tersebut ditemukan setelah Menkum HAM membentuk tim untuk menindaklanjuti informasi tentang kepergian Gayus ke Singapura. Tim tersebut dipimpin oleh Irjen Kemenkum HAM Sam L Tobing. Anggotanya di antaranya berasal dari Ditjen Imigrasi, Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta, dan kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Hasil kerja tim tidak menemukan paspor dengan nama Gayus yang digunakan pergi ke luar negeri. “Memang tidak ada keluar negeri, karena paspor Gayus dicekal,” ujar Patrialis.

Namun tim menemukan satu paspor yang awalnya dibuat atas nama Margareta, seorang anak kecil dari satu keluarga. “Tapi pembuatan paspor itu tidak jadi dilanjutkan,” ungkap Patrialis. Meski begitu, paspor tersebut sudah memiliki nomor. “Nomor sekian untuk Margareta karena formulirnya sudah diisi,” imbuhnya.

Paspor tersebut kemudian justru keluar dengan nama Sony Laksono dengan foto orang menggunakan wig yang mirip Gayus saat berada di Bali. “Paspor itu paspor asli yang dimodifikasi menjadi nama Sony Laksono dengan foto Gayus,” tutur politis PAN itu.

Nah, berdasarkan dari di imigrasi, paspor dengan nama Sony Laksono tersebut diketahui digunakan untuk pergi ke Makau pada 24 September 2010 dengan menggunakan Mandala Airlines. Kemudian kembali menggunakan Garuda Indonesia pada 26 September.

Tidak hanya itu, tanggal 30 September diketahui paspor itu digunakan lagi untuk pergi ke Kuala Lumpur (KL). “Kembalinya, sampai hari ini (kemarin, Red) tidak terdeteksi kapan kembalinya. Ini memang luar biasa,” kata Patrialis.

Informasi tersebut, menurut Patrialis, baru diterimanya dua jam sebelum bertemu dengan wartawan di komplek Istana Kepresidenan, pada pukul 14.00 WIB. “Kan ribut-ribut begini. Saya tidak mau ada masalah dengan kita, apalagi dia bisa ke luar negeri,” katanya. Meski begitu, pada tanggal kepergian ke Makau dan Kuala Lumpur itu, Gayus belum berada di Lapas Cipinang yang berada di bawah kelola Kemenkum HAM.

Dengan temuan itu, Patrialis mengaku memerintahkan tim yang telah dibentuk untuk melakukan pemeriksaan intensif menelusuri paspor yang dikeluarkan oleh kantor imigrasi Jakarta Timur itu.

“Sesungguhnya paspor itu bagaimana. Kalau pun betul seperti itu, kenapa kok bisa lolos di imigrasi (bandara) Soekarno Hatta,” urai mantan anggota Komisi III (bidang hukum) DPR itu.

Yang jelas, menurut Patrialis, paspor tersebut di luar kelaziman. “Artinya, paspor itu untuk si A, tetapi kenapa kemudian si B. kemudian di B ini mirip seperti foto yang ada di Bali,” katanya.

Sebelumnya, saat ditemui di kantornya, Patrialis berjanji mengusut tuntas modus operandi perubahan paspor yang seharusnya untuk anak usia lima tahun itu. Dia juga akan memberikan sanksi tegas kepada yang terlibat jika memang betul pengguna paspor itu adalah Gayus.

“Kalau memang betul, berarti di imigrasi pasti punya kelemahan dan saya sudah perintahkan tidak ada toleransi sedikit pun bagi mereka yang ikut berkonspirasi. Masak sih tidak tahu kalau itu Gayus,” papar Patrialis.
Sementara itu, Menkopolhukam Djoko Suyanto mengharapkan pihak kepolisian bisa mengusut kepergian Gayus ke luar negeri itu. termasuk Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum bisa membantu kepolisian. “Misalnya ada penyalahgunaan wewenang dengan memberikan paspor, segala macam, tidak ada toleransi untuk itu,” tegasnya di komplek Istana Kepresidenan.

Kapolri: Periksa Devina

Polri termasuk institusi yang tertampar dengan dugaan ‘piknik’-nya Gayus Tambunan ke Kuala Lumpur dan Macau dengan menggunakan paspor bernama Sonny Laksono pada September 2010. Sebab, kala itu terjadi, Gayus berada di bawah kekuasaan Polri di Rutan Brimob Kelapa Dua.

Meski demikian, Polri berpendapat bisa saja orang lain yang menggunakan nama Sonny itu.
“Itu kan harus dibuktikan lagi. Kita belum terima info itu, apakah benar Sonny Laksono yang berangkat memang Gayus?” kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri.
Dia menjelaskan, mungkin saja yang berangkat itu orang lain, bukan Gayus, meski nama Sonny Laksono itu dipakai Gayus untuk pergi ke Bali. “Nanti Sonny yang lain,” duganya.
——
Sedangkan informasi kepergian Gayus ke Singapura direspon sangat serius Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Kapolri memerintahkan anak buahnya memeriksa Devina. Warga Raflesia Hills Depok Jawa Barat itu adalah orang yang mengaku melihat Gayus berwig saat menunggu pesawat yang hendak ke Singapura 30 September 2010. dan menuliskannya pada surat pembaca sebuah harian di Jakarta.

“Yang bersangkutan akan didengar keterangannya,” katanya di Mabes Polri kemarin. Selama ini, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa Gayus 68 kali meninggalkan rutan selama lima bulan mendekam di Rutan Brimob Kelapa Dua dari Juli-November 2010. Gayus tercatat keluar tahanan tiga kali pada Juli, 19 kali pada Agustus, 19 kali pada September, 23 kali pada Oktober, dan empat kali pada November.Untuk bisa keluar tahanan, tak sedikit uang yang harus dirogoh dari koceknya untuk menyuap para penjaga tahanan. Tercatat ia memberikan Rp368 juta untuk kepala rumah tahanan Komisaris Iwan Siswanto. Masing-masing “setoran” sebesar Rp50 juta per bulan dan Rp5 juta per minggu pada Juli dan Agustus serta Rp100 juta per bulan dan Rp3,5 juta per minggu pada September dan Oktober. Ia juga menyuap delapan penjaga rutan masing-masing sebesar Rp5-Rp6 juta.

Sampai saat ini, perginya Gayus ke Bali untuk menonton tenis pada awal November 2010 lalu yang baru diungkap secara rinci dan dipermasalahkan. Karenanya, tempat tahanannya pun dipindah dari Mako Brimob ke LP Cipinang.
Selama ini belum pernah diungkap ke mana saja Gayus pergi selama keluar tahanan dan apa yang dilakukannya selama keluar tahanan. Selama ini, Gayus hanya mengatakan bahwa ia keluar tahanan untuk menemui keluarga atau sekadar refreshing.

Menurut Kapolri, kepolisian telah berkoordinasi dengan Imigrasi dan pihak lain. “Prosesnya sudah jalan,”kata Timur.
——
Seperti diketahui, informasi kepergian Gayus diungkapkan dalam surat pembaca di Kompas. Penulis surat pembaca bernama Devina yang berdomisili di Raffles Hills tersebut mengaku melihat pria mirip Gayus dalam penerbangan menuju Singapura menggunakan AirAsia QZ 7780 pada 30 September.

Jika benar itu adalah Gayus, maka plesirannya itu dilakukan ketika masih ditahan di Rutan Brimob Mabes Polri. Pada awal November, dia ketahuan bepergian ke Nusa Dua, Bali. Gayus yang ketika itu menggunakan wig tertangkap bidikan kamera dua fotografer Kompas dan Jakarta Globe ketika tengah menonton pertandingan tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010 di Nusa Dua.

Selama ditahan di Rutan Brimob, Gayus dengan leluasa keluar masuk sel dengan membayar biaya tertentu. Praktek haram ini baru berakhir setelah penyamarannya ke Bali terbongkar.

Setelah sempat tidak mengaku, Gayus akhirnya buka mulut ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat ini Gayus dipindahkan ke LP Cipinang sedangkan eks Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan menjadi pesakitan di Mabes Polri.
(fal/ken/rdl/jpnn)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalinsum Paluta Mulai Dilintasi Pemudik

    Jalinsum Paluta Mulai Dilintasi Pemudik

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Para pemudik mulai terlihat melintasi Jalinsum Paluta, kemarin. Namun, jumlahnya masih relatif sedikit. Pantauan METRO, Minggu (21/8) siang, sejumlah mobil berplat B, BL, BE terlihat melintas di Jalinsum Paluta. Mobil-mobil tersebut dipenuhi penumpang dengan tumpukan barang di bagian atas. Beberapa lainnya tampak menggunakan sepedamotor. Salah seorang pemudik roda empat, I Harahap (48), asal perantau […]

  • Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat beberapa desa menyambut gembira dan haru hewan kurban dari Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) yang disembelih pada Minggu (10/7). Proses penyembelihan ini pun turut disaksikan oleh pengurus DPC Ikanas Khusus Mandailing Natal yang ditunjuk oleh panitia sebagai tim monitoring. Hal ini, kata Ketua Harian DPC Khusus Ikanas Mukhtar Nasution yang memonitor […]

  • Wadow!!! Kapolsek Medan Kota Kok Marah-marah

    Wadow!!! Kapolsek Medan Kota Kok Marah-marah

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN KOTA – Kapolsekta Medan Kota AKP M Sandi S, marah-marah ketika mau di komfirmasi Tribun kemarin, Selasa (30/11) terkait kelanjutan perkara pembocoran rahasia perusahaan yang dilaporkan Gunawan seorang Maneger Valas PT Milenium Penata cabang Multatuli beberpa waktu yang lalu. Sebelumnya berdasarkan informasi Ali adik Gunawan kepada Tribun, abangnya telah melaporkan mengenai pembocoran rahasia perusahaan […]

  • Bupati Buka Festival Nasyid dan Qasidah

    Bupati Buka Festival Nasyid dan Qasidah

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka Festival Nasyid dan Qasidah ke-19 di Gedung Serbaguna, Desa Parbangunan, Panyabungan, Selasa (13/9/2022). Festival digelar selama 2 hari dari tanggal 13-14 September 2022. Sebanyak 305 peserta mengikuti festival nasyid dan qasidah tingkat Kabupaten Madina terdiri dari cabang rebana klasik 9 group Putra […]

  • ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh :  Moechtar Nasution Wakil Direktur GEREP Institute   Bila kearifan lokal ini dapat dilembagakan, maka akan sangat efektif sebagai upaya untuk penanggulangan resiko bencana karena langsung tersentuh pada sendi – sendi kehidupan bermasyarakat, terutama ketika menjadi syair yang dinyanyikan oleh ibu – ibu saat menidurkan anaknya akan sangat melekat dalam jiwa mereka sampai dewasa. […]

  • Inilah Lima Gunung Api Teraktif di Dunia

    Inilah Lima Gunung Api Teraktif di Dunia

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gunung Merapi masih terus menunjukkan aktivitas meningkat selama seminggu sejak letusan tanggal 26 Oktober 2010. Hari ini juga diberitakan bahwa aktivitas 22 gunung di wilayah lain di Indonesia juga meningkat. Walau Merapi terlihat sangat aktif, tetapi keaktifannya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan gunung-gunung lain. Masih banyak gunung api lainnya di dunia yang lebih aktif. […]

expand_less