Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

500-an Mahasiswa, OKP dan Pelajar Madina Tolak RUU KPK dan KUHP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Sep 2019
  • print Cetak

 

Massa saat berada di ruang paripurna DPRD Madina

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 500 mahasiswa, pelajar dan organisasi kepemudaan berunjukrasa ke gedung DPRD Mandailing Natal, Jum’at (27/9/2019) menolak revisi UU KUHP dan UU KPK.

Unjukrasa ini berlangsung sejak pukul 9.20 WIB. Massa bergerak pawai dari masjid agung Nur Ala Nur menuju gedung DPRD Mandailing Natal (Madina) yang berjarak sekira 1,5 kilo meter.

Di depan gedung DPRD Madina, puluhan poster bertuliskan keprihatinan terhadap revisi UU KUHP dan UU KPK dipajangkan.

Orasi-orasi yang dikumandangkan menuntut pembatalan revisi KUHP tentang beberapa Pasal yang dinilai kontroversial, mencekik rakyat dan melanggar hak azasi. Revisi UU KPK juga dinilai sebagai pelemahan fungsi KPK dalam memberantas korupsi yang akut di Indonesia.

Massa meminta DPRD Madina menyurati DPR RI dan Pemerintah Indonesia agar meninjau ulang revisi Undang-Undang KUHP dan UU KPK.

Selain issu revisi UU tersebut, demonstran juga mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan aparat kepada mahasiswa yang melakukan demo di berbagai kota Indonenesia.

Peronil Polres Madina dan Satpol PP berjaga-jaga di halaman dan pintu gedung dewan. Sebelumnya personil polisi mengawal gerakan pawai demonstran dari masjid agung menuju gedung dewan.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri, pohon, keramaian dan luar ruangan

 

Gambar mungkin berisi: 10 orang

https://www.sidaknews.com/po-content/uploads/tuntut_batalkan_ruu_kuhp,_aliansi_mahasiswa_dan_pemuda_demo_di_dprd_madina.jpg

Meski orasi pengunjukrasa berapi-api, aksi tetap berlangsung damai. Massa yang memaksa masuk ke dalam gedung dewan akhinya dibolehkan masuk ke ruang paripurna dan diterima.

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis dan beberapa anggota dewan melakukan dialog dengan pengunjurasa.

Demonstran ini gabungan dari berbagai unsur antara lain, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi), Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI),  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pemuda Karya (IPK), aliansi mahasiswa STAIN serta pelajar dari berbagai sekolah lanjutan atas di Madina.

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis dan beberapa anggota dewan menerima pengunjukrasa di ruangan paripurna.

Kesepakatan terjadi, DPRD Madina hari itu juga menerbitkan surat yang berisi tuntutan demonstran dan dikirim ke DPR RI.

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PDIP Medan dipolisikan

    Ketua PDIP Medan dipolisikan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Merasa nama baiknya dicemarkan, seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Zakir Husin alias Zakir, mengadukan Ketua DPC PDIP Medan, Henry Jhon Hutagalung ke Polresta Medan. Zakir tidak senang atas pernyataan Henry Jhon Hutagalung di media massa yang menuding dirinya mengedarkan narkoba dan dibeking polisi. Tidak hanya itu, Jhon juga menyurati Kapolda Sumut […]

  • Anak Tidak Masuk Polwan Rp130 Juta Lenyap

    Anak Tidak Masuk Polwan Rp130 Juta Lenyap

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stabat, Suparti (52), warga Dusun IV Desa Suka Jadi Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, melaporkan BS (35) penduduk Jalan Eka Surya Perumahan Taman Permata Surya Medan ke Polres Langkat, Senin (21/2). Pengaduan dilakukan korban terhadap tersangka, pasalnya anak Suparti dijanjikan dapat diangkat menjadi Polwan. Namun hingga kini anaknya tidak juga diterima menjadi anggota Polri. Akibat kejadian […]

  • Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Tim Basarnas menyatakan, Rabu (13/2) menghentikan kegiatan pencarian korban di reruntuhan tambang rakyat Huta Bargot, Mandailing Natal. Pernyataan penghentian ini dinyatakan Ketua Tim Basarnas, Andi Pandawa kepada wartawan di Panyabungan. Dengan demikian, tim Basarnas tersebut akan meninggalkan Mandailing Natal dan pulang ke pangkalannya di Sibolga. Alasan penghentian ini, tim tak mampu mengeluarkan […]

  • Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan gaji pokoknya. Kali ini, Atika menyalurkan gajinya kepada petugas kebersihan dan keamanan di Rumah Dinas Bupati dan Wakil. “Alhamdulillah pada kesempatan ini saya menyalurkan gaji kepada petugas kebersihan dan keamanan berjalan sukses,” kata Atika setelah membagikan gaji pokoknya di Parkir […]

  • Prostitusi Anak Kian Marak, Negara Harus Bertindak

    Prostitusi Anak Kian Marak, Negara Harus Bertindak

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Wanda Maryam Syam Mahasiswi tinggal di Samarinda Baru-baru ini, satu berita mengejutkan kembali hadir di tanah air. Bukan berita musibah-musibah yang biasanya, melainkan berita yang membawa masalah anak bangsa. Banyak sekali fenomena yang menghiasi jagat berita Indonesia, ditambah dengan berita satu ini, rasanya lengkap sudah. Berita tak sedap ini, hadir dari Tangerang dan […]

  • C1 Janggal: Prabowo-Hatta 814 Suara, Jokowi-JK 366, Kok Jumlah Suara Sah 380?

    C1 Janggal: Prabowo-Hatta 814 Suara, Jokowi-JK 366, Kok Jumlah Suara Sah 380?

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pindaian atau scan formulir C1 yang diunggah di situs kpu.go.id menampilkan data yang tidak valid. Ada sejumlah kejanggalan, di antaranya, beberapa formulir C1 bahkan menampilkan kolom dengan jumlah suara kosong alias yang tidak terisi.   Berdasarkan penelusuran Kompas.com pada situs KPU dengan link pilpres2014.kpu.go.id, sejumlah formulir C1 dari beberapa daerah ternyata tidak diisi […]

expand_less