Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

Landasan Hukum Perobohan Kantor Kepala Desa Gunungtua Jae Masih Misteri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
  • print Cetak

 

Bekas gedung kepala desa Gunung Tua Jae yang dirobohkan saat ditinjau Muspika Panyabungan dan ketua DPRD Madina

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Landasan hukum perobohan gedung kantor kepala desa Gunungtua Jae, Panyabungan, Mandailing Natal, masih misteri.

Gedung itu baru berumur beberapa tahun, namun sudah dirobohkan tahun 2019 lalu oleh pemerintah desa untuk diganti dengan bangunan baru.

Camat Panyabungan, Idris Batubara menjawab Mandailing Online, Kamis (6/2/2020) menyatakan sejauh ini dia belum menemukan arsip terkait usulan perobohan atau penghapusan aset gedung kantor kepala desa Gunungtua Jae.

Idris Batubara belum menjabat camat Panyabungan tahun 2019 saat gedung itu dirobohkan.

Apakah perobohan gedung itu menyalahi prosedur, Idris Batubara menyerahkan penanganan sepenuhnya Inspektorat Madina yang saat ini memprosesnya.

Sementara itu, mantan Camat Panyabungan, Yuri Andri yang dihubungi Mandailing Online via telefon seluler, Jum’at (7/2/2020) belum memberikan jawaban.

Tetapi, dalam satu wawancara dengan wartawan media Andalas yang dimuat edisi 7 Januari 2020, Yuri Andri mengakui ada kesalahan terkait pembongkaran bangunan kantor Kepala Desa Gunung Tua Jae. Pembongkaran tersebut berbeda dari perencanaan awal di RAB yang telah dimusyawarahkan.

“Berdasarkan hasil musyawarah di Desa Gunung Tua Jae, pembangunan kantor kepala desa tersebut tidak ada melakukan perobohan atau penghancuran bangunan. Akan tetapi (yang semestinya) dilakukan penambahan bangunan dengan meningkatkan bangunan,” katanya yang juga dikutip media Sidak di hari yang sama.

Kasus perobohan gedung kantor kepala desa ini sedang ditangani Inspektorat Madina menyusul pengaduan warga Gunung Tua Jae kepada bupati Madina, Polres Madina dan Inspektorat Madina.

Sejumlah warga Gunung Tua Jae menjawab Mandailing Online, Kamis mengaku tak mengetahui adanya Musyawarah Desa sebagai salah satu landasan kebijakan merobohkan gedung kantor kepala desa itu.

Belum diperoleh keterangan dari Pemerintah Desa Gunung Tua Jae tentang landasan hukum perobohan gedung itu.

Beberapa hari nomor telefon seluler Kepala Desa Gunung Tua Jae, Mardan Rangkuti selalu gagal dihubungi karena non aktif.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Beberapa bulan menjelang Pemilihan Umum 2014, berbagai upaya akan dilakukan untuk mensosialisasikan Partai Politik terhadap masyarakat. Seperti Tugu Perjuangan yang beralih fungsi menjadi tempat pemasangan tiang bendera Parpol, padahal salah satu ikon kota yang dapat menambah keindahan Kota Psp ialah Tugu Perjuangan. “Heran, kata pertama yang cocok dikatakan ketika melihat Tugu Perjuangan yang […]

  • Mobil Dinas di Surabaya, Spare Part Diambil di Madina

    Mobil Dinas di Surabaya, Spare Part Diambil di Madina

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Meski mobil dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrat Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong sudah dibawa kembali dari Surabaya ke Madina, terungkap bahwa selama mobil dinas tersebut di Surabaya Todong pernah meminta pergantian spare part (alat-alat) mobil tersebut ke Bagian Umum Sekretariat DPRD Madina. “Betul Bang, kami memang mengeluarkan permintaan […]

  • Kasus Smart Village Bernilai 9,4 Miliar di Madina Tahap Penyidikan

    Kasus Smart Village Bernilai 9,4 Miliar di Madina Tahap Penyidikan

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: Ternyata proses hukum perkara dugaan korupsi desa digital atau Smart Village yang ditangani Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Madina ) sudah tahap penyidikan. Namun sejauh ini kejaksaan belum menetapkan tersangka. Kasi Intelijen Kejari Madina, Jufri Wandy Banjarnahor SH, MH, Selasa (23/09/25) dikutip dari DataPos.id menjelaskan bahwa  tim masih terus melakukan penyidikan dan […]

  • Warga KPM Rela Antri Berjam Jam Demi Jatah Beras 10 kg

    Warga KPM Rela Antri Berjam Jam Demi Jatah Beras 10 kg

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) di Kota Panyabungan rela antri berjam jam demi jatah beras premium di Kantor Pos Panyabungan Selasa 26/9/2023. Setiap KPM akan dapat jatah 10 kg beras jenis premium dari Pemerintah yang disalurkan lewat Kantor Pos. Ada 5 Kecamatan warga KPM yang akan dilayani Kantor Pos […]

  • KMP Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Madina 8-9 %

    KMP Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Madina 8-9 %

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI – (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution optimis Koperasi Merah Putih bisa ikut mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 hingga 9 persen yang dicanangkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Madina. Itu apabila Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa dan kelurahan di Madina terpacu secara maksimal. “Maka, penting […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual. Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat. Di […]

expand_less