Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
  • print Cetak

Askolani Nasution

Catatan : Askolani Nasution

Ketika melihat dokumen “Prasasti Sorik Marapi” saya segera berpikir banyak hal, hal yang saya tahu juga menjadi pikiran para arkeolog yang mendalami prasasti ini :

1) Di mana pusat peradaban sekitar Gunung Sorik Marapi, sehingga prasasti itu diletakkan di puncak gunung tertinggi di Kabupaten Mandailing Natal itu?

2) Untuk masyarakat mana prasasti itu dibuat,

3) Apakah kita manusia Mandailing yang sekarang adalah garis keturunan langsung dari manusia di kawasan Mandailing yang hidup pada masa prasasti itu dibuat?

Sebagai informasi awal, Prasasti Sorik Marapi ditemukan 1891, masa kolonialisme ketika perkebunan kopi telah mencapai puncaknya di kawasan Asisten Residen Angkola-Mandailing. Pada masa itu, Tano Bato, kota terdekat dari Gunung Sorik Marapi, sampai-sampai memiliki 22 PAL gudang kopi yang akan diekspor ke Eropah melalui Pelabuhan Pantai Barat.

Salah satu prasasti Sorik Marapi

Kolonialisme Belanda memang bukan hanya membawa ahli-ahli demografi, perkebunan, sosial budaya, agama, tetapi mereka juga membawa arkeolog dan antropolog ke daerah jajahan. Tentu saja maksudnya, selain untuk memahami tanah jajahan, juga untuk membuka kemungkinan peluang-peluang bagi keuntungan kolonialisme. Karena itulah prasasti ini ditemukan. Penemuan itu lebih awal dibanding penemuan candi Simangambat tahun 1920 oleh Schnitger. Prasasti Sorik Marapi kemudian disimpan di Museum Nasional, Jakarta dengan nomor inventaris D 53, D 65, D 83, dan D 84. Prasasti ini menjadi buku terbuka yang menarik para arkeolog dan sejarawan untuk mendeskripsikan kontekstualitas sosial masa itu.

Prasasti D84, misalnya, terdapat tulisan “Swasti çakawarsa atita 1164 bulan asuji suklapaksa trayodasi manggalawāra sana tatakala caitya bhagi sira”. Oleh epigrafis Damais (1911-1966) diterjemahkan sebagai “Selamat tahun saka setelah 1164 bulan asuji paruh terang tanggal 13 hari manggala, ketika bangunan suci diberikan kepada mereka/beliau).

Dari terjemahan tersebut dapat dipahami bahwa:

1) Prasasti itu dibuat tahun saka 1164. Tahun itu diyakini bersamaan dengan tanggal 27 Juli 1242. Menurut kitab “Pararaton”, masa itu adalah masa pemerintahan Anusapati (1227-1248) dari Kerajaan Singosari. Kerajaan itu bukan hanya meluaskan kekuasaannya ke seluruh Jawa, tetapi sampai ke Pulau Sumatera yang ketika itu dibawah pengaruh Kerajaan Sri Wijaya.

2) Ada bangunan suci yang diberikan kepada “beliau”. “Beliau” dalam prasasti tersebut diyakini merujuk kepada Ken Arok yang meninggal tahun 1227. Ken Arok adalah maharaja penting yang membawa kebesaran bagi Kerajaan Singosari dan diyakini sebagai titisan dewa.

Kembali ke asumsi awal, sebuah prasasti pada jamaknya selalu berada di dekat sebuah peradaban penting yang menjadi pusat kerajaan. Kota Yogyakarta misalnya, diyakini lahir dari sebuah peradaban gunung “Merapi”, yakni Kerajaan Mataram Kuno. Peradaban itu punah ketika Gunung Merapi meletus tahun 1006.

Ketika prasasti Sorik Marapi dibuat, tahun 1242 Masehi, sebelum periode kerajaan-kerajaan bermarga Nasution, kerajaan mana yang berperadaban tinggi di lembah gunung Sorik Marapi? Apakah peradaban itu, kalau ada di lembah Sorik Marapi, juga punah karena letusan?

Sebagai catatan, Sorik Marapi meletus pertama tercatat tahun 1830, jauh sebelum itu tentu pernah ada letusan lain tapi tidak tercatat. Karena sekalipun peradaban Mandailing misalnya telah mengenal aksara, tetapi aksara Mandailing tidak pernah digunakan untuk mencatat peristiwa. Sebab, budaya Mandailing lebih kuat dalam tradisi verbal, bukan literasi.

Adanya peradaban penting masa Prasasti Sorik Marapi bukan hal yang muskil. Pada abad 9 – 11 misalnya, atau bahkan disebut sejak abad ke lima, Mandailing sudah menjadi jalur perdagangan penting. Jalur itu disebut menghubungkan Barus – Barumun – Pasaman. Jalur pedalaman itu terkait dengan peran Sungai Batang Gadis, Batang Angkola dan Sungai Barumun sebagai jalur perdagangan penting.

Menurut arkeolog Ari Soedewo, asal kata Mandailing bisa juga terkait dengan kata [mandala]. Mandala adalah diagram berbentuk tertentu sebagai lambang alam semesta dan menjadi tempat meditasi. Jika terkait dengan sebutan “bangunan suci”, nama kawasan Mandala Sena, di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, patut menjadi asumsi awal sebagai tempat meditasi dari bangunan suci dimaksud. Setidaknya, Desa Mandala Sena menyimpan jejak penting dalam peradaban prasasti Sorik Marapi. Tentu saja semuanya harus ditindaklanjuti dengan penelitian yang lebih mendalam. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Madina : Pemda Harus Tegas Ke PLN Terkait Pembayaran LPJU

    Ketua DPRD Madina : Pemda Harus Tegas Ke PLN Terkait Pembayaran LPJU

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis menegaskan Pemerimtah Daerah harus tegas ke pihak PLN apabila PLN tidak mau rekonsoliasi MoU terkait pembayaran listrik LPJU ( Lampu Penerangam Jalan Umum ). Hal ini dikatakannya pada wartawan senin 14/8/2023. ” harus ada penghitungan yang akurat sehingga pembayaran yang dilakukan pemerintah […]

  • Tak Berkategori

    PEMKAB MADINA SEPI

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komplek perkantoran Pemkab Madina sepi, Selasa (21/5/2013). Aktifitas perkantoran juga terlihat lesu. Hari-hari sebelumnya juga terlihat sepi sejak bupati Madina Hidayat Batubara berada di Jakarta sebagai tahanan KPK. Sejumlah staf di perkantoran Pemkab Madina menyebutkan, banyak kepala SKPD yang berangkat ke Jakarta dengan alasan untuk urusan pemerintahan dengan bupati. Sementara itu, […]

  • Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Kecamatan Naga Juang dan Malintang mengembangkan kebun coklat dengan mendirikan KUD Dalihan Natolu Satahi, yang bertujuan membantu masyarakat petani coklat dalam pengembangan dan pemeliharaan kebun coklat hingga ke tingkat pemasaran, supaya kebun coklat terpelihara baik, dan harga coklat masyarakat tidak terjebak dalam permainan “tengkulak”. Koperasi itu dibina PT Sorikmas Mining (SM) […]

  • Jaksa Akan Cek Kesehatan Ali Makmur di RSU Bunda Tamrin

    Jaksa Akan Cek Kesehatan Ali Makmur di RSU Bunda Tamrin

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan Ali Makmur Nasution yang divonis Mahkamah Agung 2 tahun penjara kasus penggelapan kos politik masa Pilkada Madina tempo hari. Kasi Intel Kejari Panyabungan, Muhammad Yusuf diruang kerjanya, Selasa (4/2/2014) menjawab wartawan menyatakan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan Ali Makmur yang dinyatakan sedang […]

  • Di Sumut, BMKG Amati Hilal Ramadan dari Sorkam dan Barus

    Di Sumut, BMKG Amati Hilal Ramadan dari Sorkam dan Barus

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bulan Ramadan diperkirakan tiba dua hari lagi. Namun untuk memastikannya, seperti yang dilakukan setiap tahunnya, pengamatan hilal pun akan dilakukan. Dilansir dari CNBC Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun rencananya akan melaksanakan pengamatan hilal sebagai penentu awal 1 Ramadan 2021 pada besok, Senin (12/04/2021). Hilal adalah bulan sabit muda […]

  • Ini Tanggapan Warga Terkait Ditiadakannya Karnaval di HUT ke 79 RI di Madina

    Ini Tanggapan Warga Terkait Ditiadakannya Karnaval di HUT ke 79 RI di Madina

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: Pemerintah. Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) melalui Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun ke -79 Republik Indonesia tahun 2024 mengeluarkan surat edaran pemberitahuan yang dialamatkan ke Camat se Kabupaten. Surat edaran dengan Nomor 003.01.001. / PAN – HUT RI 2024. Yang diteken Sekda, Alamulhaq Daulay sebagai Ketua Panitia HUT RI ke 79 initinya […]

expand_less