Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Figur Sofwat Nasution di Mata Perantau

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
  • print Cetak

Brigjend (Purn) M. Sofwat Nasution

“Jenderal Sofwat ini saya kenal baik dalam bersikap, kerap kali ia rela mengorbankan kebahagiaan dirinya demi meraih kebahagiaan bersama terutama demi menjaga kebahagiaan orang-orang sekelilingnya yang beliau sayangi”.

“Saya saksi mata betapa gelombang perjuangan yang dilalui jenderal ini penuh lika liku hidup dan cobaan yang luar biasa ia lalui dengan tabah setiap masalah dihadapinya”.

Dua ungkapan di atas adalah dua nukilan dari seluruh rangkaian penilaian Zulkifli Lubis terhadap sosok Brigjend (Purn) M. Sofwat Nasution.

Zulkifli Lubis adalah seorang jurnalis di Jakarta yang berasal dari Panyabungan. Dia jua termasuk salah satu pendiri Manindo Mart dan Koperasi Manindo yang berbasis di Kayujati, Panyabungan.

Zulkifli Lubis termasuk salah satu perantau Mandaililing yang sangat dekat dengan sosok Brigjend (Purn) M. Sofwat Nasution.

Sebagaimana pandangan perantau lainnya, Zulkifli juga memandang sosok Brigjend (Purn) M. Sofwat Nasution sebagai tokoh panutan.

Sofwat Nasution adalah figur yang baik hati, penyayang, penyabar, santun, sederhana, berwibawa, cerdas dan juga tegas.

Keputusan sang jenderal untuk maju di Pilkada Madina 2020 pun disambut haru dan bahagia para tokoh perantau Madina di Jakarta.

Berikut uraian Zulkifli Lubis secara lengkap, Kamis (11/6/2020).

Saya kenal baik dari kecil abanganda Brigjen (Pur) M. Sofwat Nasution.
Bagi kami di kampung beliau adalah idola se usia saya.

Betapa masyarakat Panyabungan menyambut gembira ria ketika beliau lolos masuk AKABRI dan selepas usai pendidikan masuk bergabung di satuan elit Kopassus kebanggaan negeri ini.

Tidak banyak putra terbaik bangsa ini terpilih bergabung di satuan elit Kopassus dan kalaupun ada terhitung jari apalagi berkarier cemerlang hingga jadi Brigjen adalah anugerah luar biasa buat kita masyarakat Panyabungan.

Mayoritas masyarakat Panyabungan memperbincangkan beliau sebagai putra daerah terbaik dan teladan buat kami adik-adik kelasnya di SMA Negeri Panyabungan masa itu.

Kota Panyabungan memiliki satu-satunya SMA Negeri ketika itu bisa menghantarkan siswa terbaiknya masuk menjadi perwira ke jajaran satuan elit Kopassus adalah menjadi buah bibir generasi muda se usia saya dan hingga kini hanya beliau satu-satunya putra terbaik Panyabungan yang mampu mengukir prestasi segemilang itu, tentu wajar kalau adik-adik kelasnya seperti saya meneladani beliau sebagai kakak kelas yang berprestasi luar biasa.

Saya menyaksikan perjuangan beliau semenjak sekolah di kampung tidak ditopang oleh fasilitas yang berkecukupan dan memadai seperti halnya anak-anak yang sekolah di kota besar berkecukupan dengan ketersediaan fasilitas maksimal.

Kami masa itu sekolah di kota kecil Panyabungan serba minim fasilitas dimana lampu listrik peneranganpun tidak punya, bahkan koran harian terbitpun kami baru bisa baca besok, terlambat satu hari sebab kota Panyabungan itu berada di paling selatan Sumut berbatasan dengan Sumbar, taman bacaan nyaris tak tersedia, informasi kita miskin, dukungan finansial sangat minim, hanya modal semangat dan daya tarunglah modal utama.

Masa itu kota Panyabungan termasuk satu ibu kota kecamatan tertinggal di banding dengan kota kecamatan di Pulau Jawa.

Walau fasilitas minim, remaja Sofwat selalu semangat belajarnya tinggi dan taat beribadah. Hidup ini mesti diperjuangkan meraih masa depan gemilang dan tidak mengenal menyerah dengan bekal apa adanya, penuh kesabaran menjalani gelombang hidup, siap tempur di medan mana saja, senantiasa berserah diri pada yang kuasa, segala rupa cobaan ia lalui dengan cemerlang (rura na sa rura na ipota-pota ma sa na bisa na mandalani dalan pardangolan na sude suada).

Zulkifli Lubis

Berbahasa Melayu-pun masih terbata-bata karena kita sehari-hari di kampung berbicara pakai bahasa daerah Mandailing yang sudah barang tentu betapa sulitnya orang daerah seperti kami dapat tampil gemilang bersaing dengan orang kota.

Anak kampung ini adalah petarung sejati, meniti hidup selepas SMA mencoba keberuntungannya mengadu nasib ke kota, coba masuk tes AKABRI dan ternyata lulus dan meniti karir sebagai perwira muda hingga perwira tinggi penuh pengabdian tulus ikhlas kepada negara sebagai prajurit sejati yang telah dibekali sejak di akmil sukses gemilang hingga finish purna bhakti.

Saya saksi mata betapa gelombang perjuangan yang dilalui jenderal ini penuh lika liku hidup dan cobaan yang luar biasa ia lalui dengan tabah, setiap masalah dihadapinya dengan sabar termasuk memikul tanggung jawabnya menggembleng adik-adiknya yang banyak di tinggal oleh kedua orang tua masih kecil-kecil dan ada beberapa yang masih anak yatim adalah konsekwensi keluarga besar. Mereka dengan penuh kasih sayang kakak beradek kompak jalani hidup penuh kebersamaan dan beliau tampil sebagai abang yang baik juga menjadi sudara yang arif bijaksana membangun harmonisasi persaudaraan yang akrab, saling menyayangi satu sama lainnya yang patut menjadi teladan.

Jenderal Sofwat adalah pria penyayang tapi sangat tegas (mungkin dampak kristalisasi milternya membumi dalam dirinya), hal ini dapat saya rasakan sendiri bergaul dengan beliau selama beberapa tahun terakhir ini mendampinginya sebagai sekretarisnya pada organisasi alumni yg sama-sama kami bina.

Beliau melangkah sangat cermat, tidak banyak bicara tapi banyak berbuat nyata.

Sikap intelijennya kental terasa dalam bersikap dan mengambil putusan berdasar basis intelektualnya sebagai seorang militer yang kerap bertugas sebagai intelijen selama ini. Orang-orang intelijen di kalangan militer adalah orang pilihan yang tingkat kecerdasannya diatas rata-rata. Biasanya orang intelijen sangat sulit dikelabui orang lain karena itu orang intelijen sering kali orbit jadi pemimpin.

Oleh sebab itu saya dapat katakan bagi masyarakat kabupaten Mandailing Natal adalah anugerah luar biasa memiliki seorang putra daerah terbaik Brigjen (pur) M Sofwat Nasution berkenan mengabdikan dirinya di sisa umurnya yang rela pulang kampung demi cintanya pada kampung halaman.

Ia wakafkan dirinya di masa purna bhaktinya untuk kampung halaman. Itu luar biasa dan patut disyukuri masyarakat Madina dan semestinya disambut gembira oleh rakyat Madina penuh barokah.

Jenderal Sofwat ini saya kenal baik dalam bersikap, kerap kali ia rela mengorbankan kebahagiaan dirinya demi meraih kebahagiaan bersama terutama demi menjaga kebahagiaan orang-orang sekelilingnya yang beliau sayangi, hal ini wujud dari tingginya dedikasi dan solidaritas menjaga kesetiaanya dibarengi dengan ketaatannya beribadah adalah mental pemimpin yang dirindukan.

Terlebih-lebih masyarakat Kabupaten Mandailing Natal yang telah tiga kali pilkada sejak kabupaten ini dimekarkan, tentu masyarakat menanti-nanti sosok pemimpin yang sayang pada rakyat, tentu Jenderal M Sofwat Nasution menurut hemat saya adalah sosok bakal pemimpin yang pas menuju Madina makmur Sejahtera.

Semoga rakyat Kabupaten Mandailing Natal yg berhak memilih kian cerdas memilih bupatinya agar kelak dirasakan loncatan kemajuan daerah ini.

Mari berpartisipasi gunakan hak pilih mu, ditangan mu masa depan mu menentukan siapa pimpinan mu yang sayang pada mu.

Jangan mau terpengaruh karena money politik yang berakibat tergadai masa depan daerah mu. Padahal kita menuju kejayaan dan kemakmuran bersama.

Hindari menerima suap karena penerima dan pemberi suap adalah dosa (haram hukumnya).***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iskandar Hasibuan Masih Diharapkan Pimpin PDI Madina

    Iskandar Hasibuan Masih Diharapkan Pimpin PDI Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Konvercab DPC PDI Perjuangan zona 2 diperkirakan berlangsung pada 12 Juli 2019 di Sibolga, Sumatera Utara. Konvercab untuk zona 2 itu meliputi 10 Dewan Pimpinan Cabang atau tingkat Kabupaten. “Sejauh ini figur yang mampu memimpin DPC PDI Perjuangan Madina masih Iskandar Hasibuan,” ujar kader muda PDI Perjuangan, Ricky Saputra Harahap,ST […]

  • Madina Terima Penghargaan UHC

    Madina Terima Penghargaan UHC

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun. Penyerahan dilakukan pada acara Launching UHC Prioritas Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Senin (29/9/2025). Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. […]

  • KONSENSI LAHAN SOLUSI UNTUK TAMBANG RAKYAT

    KONSENSI LAHAN SOLUSI UNTUK TAMBANG RAKYAT

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pandangan Bupati Dan Ketua DPRD Madina Catatan: Dahlan Batubara Bupati Madina, Hidayat Batubara dan Ketua DPRD Madina, As Imran Khaitamy Daulay memiliki pandangan yang sama dalam mengatasi polemik tambang rakyat di Mandailing Natal (Madina). Pandangan kedua pucuk pimpinan itu memperlihatkan bahwa diperlukan konsesi lahan dari wilayah kontrak karya PT. Sorikmas Mining untuk dikelola sebagai tambang […]

  • CPNS tak Lulus Lapor Kapoldasu

    CPNS tak Lulus Lapor Kapoldasu

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rahudman: Silakan Tempuh Jalur Hukum MEDAN- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, tetap konsisten terhadap niatnya untuk mengungkap adanya indikasi permainan penerimaan CPNS Pemko Medan. Kekonsistenan LBH Medan itu kembali ditunjukan dengan mengajukan surat permohonan kepada Kapoldasu, Jumat (7/1), dengan nomor 012/LBH/S/I/2011 dengan hal mohon untuk diamankan lembar jawaban komputer (LJK) peserta ujian seleksi penerimaan CPNSD […]

  • Ditangkap Tanpa Surat Perintah

    Ditangkap Tanpa Surat Perintah

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Bindu Hutagalung, wartawan/Wakil Ketua PWI Perwakilan Bona Pasogit, melaporkan Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas) AKBP Surya Sofyan dan Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Victor Sibarani ke Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara. Salinan laporan Bindu tertanggal 24 November 2010, diterima beritasumut.com di Medan, Jumat (26/11/2010). Dalam laporannya, Bindu menjelaskan saat ini ia menjalani proses persidangan di […]

  • Mahasiswa Asal Hutabaringin Julu Minta Anggaran Desa Mereka Diaudit Kejaksaan

    Mahasiswa Asal Hutabaringin Julu Minta Anggaran Desa Mereka Diaudit Kejaksaan

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online- Mahasiswa Minta Pihak berwenang audit Dana Desa Hutabarigin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Tahun 2023 dan 2024. Intensif Guru Magrib mengaji diduga tak dibayar penuh Kades Hutabarigin Julu, serta bagunan desa tak kelar sejak tahun 2022 hingga 2024. Munawir Ahmad Mahasiswa sekaligus Warga di Desa itu menduga Kades Hutabarigin Julu Darman […]

expand_less