Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Plang Nama Dirusak, Kantor Jadi Tempat Hiburan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Aksi Karyawan PTPN2-PT LNK

LANGKAT-Aksi mogok kerja 4.000-an karyawan PTPN II-PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Rayon Tengah di Langkat masih berlanjut. Bahkan, aksi mogok kerja semakin memanas, dengan dirusaknya papan nama (plang) dan di dudukinya kantor perkebunan, Selasa (25/1).

Pantauan di pusat kantor PT LNK di kebun Gohor Lama, Kecamatan Wampu, papan nama perusahan PTPN II-PT LNK terbuat dari beton, di depan kantor tersebut, dirobohkan oleh karyawan. Sedangkan papan nama di pintu masuk
disiram cat cair warna hitam dan di beri tulisan “Ganyang Malaysia”.

Sementara, kantor PTPN II-PT LNK di Gohor Lama, diduduki karyawan dengan membuat hiburan organ tunggal di teras depan kantor tersebut. Secara bergantian, ratusan karyawan unit kebun Gohor Lama, melantunkan sejumlah lagu guna menghibur karyawan yang tengah mogok.

Aksi mogok kerja ratusan karyawan di kantor pusat PT LNK ini, dijaga ketat aparat kepolisian dari Polres Langkat dan Polsek Stabat. Aksi yang berlangsung damai ini, tetap menuntut kejelasan status mereka sebagai karyawan di perkebunan tempat mereka bekerja.

“Kami tetap akan melanjutkan aksi mogok kerja ini, sampai ada keputusan tertulis dari pihak Direksi PTPN II dan P LNK terkait status kami sebagai karyawan di perkebunan, apakah kami sebagai karyawan PTPN II atau PT LNK,” kata Kepala Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) Gohor Lama S Sembiring.

Ditambahkan Sembiring, pihaknya lebih memilih menjadi karyawan PTPN II ketimbang PT LNK. Pasalnya, PTPN II merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga status karyawan tetap masih bisa dipertahankan. Sedangkan, lanjut dia, jika mereka bekerja di PT LNK, tentu status karyawan yang mereka sandang, akan berubah menjadi outsorsing (karyawan kontrak) karena bekerja di perusahaan swasta.

“Kami semua ingin tetap bekerja di bawah naungan BUMN, karena nasib kami sebagai karyawan, tidak di zhalimi, tapi kalau kami berada di bawah nauangn PT LNK, maka perusahaan tersebut, akan seenaknya melakukan pemutusan hubungan kerja, bagaimana nasib kami?,”tambah Sembiring.

Pun begitu, mereka tetap akan bertahan di perkebunan, meski keputusan dewan direksi akan melepas status karyawan mereka kepada anak perusahaan Malaysia itu. “Kita tunggu keputusannya, yang penting ada kejelasan status, siapa bos kami sebenarnya,” lanjut dia didampingi ratusan karyawan.

Terpisah, Koordinator aksi Bram Wijaya Meliala ketika dihubungi mengaku, sampai saat ini, pihaknya belum bertemu dengan dewan direksi baik PTPN II maupun P LNK terkait aksi mogok kerja yang mereka lakukan.
“Sampai saat ini kita belum mendapat penjelasan dari dewan direksi, seharusnya kita berteu dengan direksi PTPn II dan PT LNK kemarin (24/1), namun tertunda hingga Kamis (27/1). Jika pada jadwal ditentukan belum juga menemukan titik temu, maka aksi akan tetap berlanjut,” tukasnya.

Akibat aksi mogok kerja ini, Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) Gohor Lama tidak beroperasi. Mestinya, pabrik ini setiap harinya mengolah 30 ton tandan buah segar (TBS) dari berbagai perkebunan unit Rayon Tengah dan TBS dari perkebunan rakyat.

Selain itu, tidak ada satu staf perkebunan pun yang hadir di kantor pusat PT LNK. Semua pintu kantor perkebunan itu tertutup rapat. Hanya puluhan personel polisi yang tampak berjaga-jaga di sekeliling kantor guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terkait pengerusakan papan nama perusahan, Kapolsek Stabat AKP M Risya ketika dihubungi mengaku, sejauh ini pihaknya belum menerima lapora dari PTPN2 ataupun PT LNK tetang pengerusakan itu. “Belum ada yang diperiksa terkait pengerusakan, karena pihak perkebunan belum membuat laporan,” ujarnya. (ndi)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Diminta Sosialisasikan Dana Pendidikan

    Bupati Diminta Sosialisasikan Dana Pendidikan

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Madina, Hidayat Batubara didesak untuk mensosialisasikan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah untuk tingkat SLTA serta bantuan bagi pelajar yang masuk ke perguruan tinggi yang ditampung di APBD Madina tahun 2012. Sebab, pasca pengesahan APBD, masyarakat luas belum banyak mengetahui kebijakan di sektor pendidikan tersebut. Program ini merupakan salah satu kebijakan bupati […]

  • Surat Pengunduran Diri Bupati Madina Dinilai Lebay

    Surat Pengunduran Diri Bupati Madina Dinilai Lebay

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR (Mandailing Online) – Surat pengajuan pengunduran diri Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution dinilai telah menimbulkan goncangan. Oleh karena itu, perantau asal Mandailing Natal (Madina) meminta bupati mencabut surat pengajuan pengunduran dirinya. Demikian rilis pers yang dikirim Ilal Mahdi Nasution, putra asal Muara Bangko, Ranto Baek yang saat ini berdomisili di Kota Pematangsiantar yang […]

  • Di PAPBD 2017,  DPRD Madina Tolak Proyek Taman Raja Batu

    Di PAPBD 2017,  DPRD Madina Tolak Proyek Taman Raja Batu

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pihak Pemkab Madina pernah mencoba memasukkan sejumlah item proyek pendahuluan Taman Raja Batu ke dalam APBD Perubahan Kabupaten Madina TA 2017, namun ditolak DPRD. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sahriwan “Kocu” Nasution dari Partai Bulan Bintang dalam satu wawancara khusus dengan Mandailing Online di kediamannya Desa Gunungtua Julu, […]

  • KTNA dan Pertanian Madina

    KTNA dan Pertanian Madina

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus baru Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) telah dilantik pada Kamis (20/3/2014). Tentunya kita berharap peran KTNA ini mampu lebih memperbanyak inovasi di sektor pertanian, baik dari sisi intensifikasi mapun eksentifikasi pertanian dan dunia nelayan. Pada kesempatan itu Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan naskah pidatonya menyatakan bahwa saat ini program […]

  • Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Rupanya, selain menuntut kejelasan tentang status kampus UGN yang belum kunjung menjadi PTN, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di kampus I Jalan Sutomo juga mempertanyakan persoalan lahan milik kampus mereka yang berada di daerah Simarsayang. Hendra Ibrahim Siregar, selaku kordinator aksi, saat diterima pihak Yayasan bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya, di […]

  • Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampai hari keenam pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (26/11), total pelamar yang mendaftar mencapai 675 pelamar. Dari jumlah tersebut, pelamar guru atau untuk tenaga pendidik mendominasi, yakni, mencapai 409 pelamar. Disusul tenaga kesehatan sebanyak 170 pelamar, sedangkan untuk tenaga teknis 96 pelamar. “Untuk tenaga kependidikan atau guru 409 […]

expand_less