Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Aek Botung Desa Terisolir, 5 Tahun Menunggu Janji Bupati Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 7 Des 2020
  • print Cetak

MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Jalan ke desa itu bagai jalan menuju hutan. Listrik tak ada. Anak-anak belajar pakai lampu teplok.

Itulah Desa Aek Botung, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) salah satu desa tertinggal.

Mandailing Online melakukan liputan ke desa itu Jum’at lalu (4/12/2020) untuk mengetahui perkembangan infrastrukturnya.

Desa Aek Botung oleh terletak diseberang Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan dari sebelah barat.  Sebelah timur berbatas dengan Bandar Panjang Tuo, Muarasipongi. Sebelah selatan berbatas dengan Kecamatan Ulu Pungkut. Sebelah utara berbatas dengan kecamatan Kotanopan.

Aek Botung memiliki sekitar 210 kepala keluarga. Mata pencaharian penduduknya 50% para petani, dan sebagian lainnya beraktivitas sebagai penambang.

Akses menuju Aek Botung bisa ditempuh melalui Desa Muara Botung berjarak tempuh lebih kurang 5 kilo meter dengan kondisi jalan sangat memprihatinkan.

Lebar badan jalan menuju desa ini hanya sekitar 2 meter jenis tanah. Hanya dapat dilalui kenderaan roda dua.

Selama di perjalanan, kanan kiri hanya hutan dan kebun. Parahnya, banyak titik jurang di kiri maupun di kanan di sepanjang jalan yang sangat berbahaya.

Rohana, salah satu warga Aek Botung kepada Mandailing Online mengungkapkan bahwa pada tanggal 20 Oktober 2015 bupati Madina Dahlan Hasan Nasution beserta rombongan pejabat Pemkab Madina mendatangi desa itu yang disambut rasa haru oleh warga.

“Kunjungan bupati tersebut memberikan janji kepada kami warga Desa Aek Botung, jalan ke Desa Aek Botung akan dibangun sampai tuntas, dan termasuk juga Poskesdes untuk pelayanan kesehatan masyarakat, dan terkait dengan mutu pendidikan,” ujarnya.

Foto-foto kunjungan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di Desa Aek Botung 20 Oktober 2015.

“Kami selaku warga Desa Aek Botung sangatlah kekecewaan yang kami dapat, janji tinggal janji,” imbuhnya.

Dia menyatakan anak-anak kesusahan belajar, harga minyak tanah mahal dan sulit dapat,” lanjutnya.

Rustam, salah satu warga Desa Aek Botung kepada Mandailing Online mengeluarkan rasa kekecewaannya.

“Kami disini butuh bukti nyata, bertahun-tahun kami dalam kegelapan, kami butuh aliran listrik, anak dan cucu kami perlu penerangan pada malam hari untuk belajar,” katanya nada kesal.

Dia menyimpulkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Madina hanya meninggalkan janji-janji dan harapan kepada warga Desa Aek Botung.

Peliput : Panusunan Nasution
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Diam-Diam Mengumumkan Dua Nama, CPNS Demo Kantor Bupati Madina

    Pemerintah Diam-Diam Mengumumkan Dua Nama, CPNS Demo Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 30 pelamar CPNS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) formasi tahun 2013 kembali melakukan demonstrasi ke kantor bupati Madina, Senin (2/6/2014). Mereka menyatakan berang, sebab tahun telah berganti tetapi pemerintah belum juga mengumumkan pemenang. Anehnya, secara diam-diam pengumuman terhadap dua nama sudah dilakukan. Kedua nama tersebut masing-masing bernama Meranti dan Rohil. Dalam […]

  • Bupati Madina Dilaporkan ke Mabes Polri

    Bupati Madina Dilaporkan ke Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution resmi dilaporkan ke Mabes Polri, Kamis (1/10) terkait dugaan penggelapan uang warga. “Hari ini tepat 1 Oktober 2015, saya selaku kuasa hukum dari bapak H.Tajuddin Pardosi telah secara resmi melaporkan Dahlan Hasan Nasution (bupati Madina) ke Bareskrim Mabes Polri,” kata Razman Arief Nasution kepada wartawan melalui […]

  • SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Buka Pendaftaran Siswa

    SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Buka Pendaftaran Siswa

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mulai tanggal 11 Juni 2015, SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan, Mandailing Natal mulai  menerima pendaftaran peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2015-2016. “Bagi para orang tua sisiwa yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah ini silahkan mendaftarkannya ke gedung SMP Muhammadiyah di Desa Gunung Tua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan,” ujar Sahrial Alamsyah, Kepala SMP […]

  • Jalan Menuju 3 Desa di Tambangan Hancur, Warga Hanya Dapat Janji Manis

    Jalan Menuju 3 Desa di Tambangan Hancur, Warga Hanya Dapat Janji Manis

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Laporan : Panusunan Nasution – dari Tambangan Tiga Desa di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) bisa dikatakan desa yang minim perhatian pemerintah daerah. Ketiga desa itu berada di bagian ujung kawasan seberang Tambangan, yakni  Desa Rao-Rao Dolok, Rao-Rao Lombang dan Desa Panjaringan. Pantauan Mandailing Online, Selasa (17/11/2020) akses jalan dari perbatasan Desa Tambangan Pasoman menuju […]

  • DPR RI Mulai Godok Pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    DPR RI Mulai Godok Pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPR RI mulai menggodok pembahasan pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kepastian itu diketahui setelah Badan Legislasi DPR RI mengeluarkan surat perihal permintaan kepada fraksi-fraksi DPR RI untuk menjadi anggota Panja RUU tentang pembentukan Daerah Otonom Baru yang agendanya termasuk pemekaran Kabupaten Madina. “Ini merupakan perkembangan […]

  • Polisi jangan pelihara preman

    Polisi jangan pelihara preman

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Proses hukum kepolisian yang lamban dalam penyelesaian kasus premanisme dan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang memberi kesan akan ketakberdayaan polisi di hadapan mereka. Terkait hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menduga, ada oknum kepolisian yang sengaja memelihara preman. “Jangan pelihara preman yang malah membuat mereka mendapatkan angin,” ucap […]

expand_less