Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah S.Pd
Guru dan pegiat literasi Islam

Budi Waseso(Buwas) geram. Sebagai direktur utama Perum BULOG beliau kini kian buas. Beliau meradang karena menurutnya kebijakan impor beras yang digagas pemerintah belum diperlukan. Beliau menolak impor beras. Sebab panen raya  masyarakat masih menyisakan banyak stok cukup untuk saat ini. Persedian beras di BULOG pun masih lebih dari cukup. Sekitar 1,8 juta ton belum tersalurkan. Rencana pemerintah akan mengimpor 1 juta ton ditolaknya mentah-mentah. Jangan sampai beras dalam gudang itu dibuang srbagaimans dua tahun lalu (CNBCIndonesia,15/03/2021).

Tahun 2019 sangat menyedihkan bahkan mengalami expired sebab terlalu banyak di gudang dan tidak disalurkan. Masa kadaluwarsa yang ditetapkan pemerintah pun sudah terlewat setahun bahkan ada yang empat bulan lagi akan kadaluarsa. Akhurnya beras  tak kayak konsumsi itu akan dibuang (Kompas com, 19 juli 2019).

Beginilah potret buram terkait kebijakan yang dipaksakan para cukong. Masalah ini belum usai juga. Sudah sekian lama dan rahun ini terulang lagi. Melimpahnya beras akibat impor jor-joran yang dipaksakan. Kita dipaksa beli pesawat rongsokan, beras impor, kedelai impor oleh satu negara. Padahal stok dalam negeri sudah lebih dari cukup. Dampaknya harga gabah pun menurun dan perani rugi karena hasilnya tak menguntungkan. Petani tak lagi didengar keluhannya. Kasihan para petani. Kita tidak punya posisi tawar sebagai negara yang berdaulat.

Sesungguhnya seorang pemimpin itu dipegang janjinya terkait dengan janji  mensejahterakan masyarakat. Namun realitanya justru harapan jauh dari kenyataan. Impor seharusnya dilakukan karena menipisnya stok, bukan karena alasan lain. Seorang pemimpin yang benar- benar menyayangi masyarakatnya akan menetapkan kebijaksanaan sesuai aspirasi masyarakat bukan karena yang lain. Negara ini mesti punya taring. Negara ini sudah merdeka, namun tak bisa menolak kehendak para cukong.

Akhirnya keinginan swasembada pangan tak terealisir. Entah kapan bisa terealisir. Sejak merdeka bukan tidak bisa. Namun karena kebijakan  yang pro kapital akhirnya swasembada itu hanya  mimpi saja. Indobesia dalam cengkeraman penjajahan ekonomi.

Negeri ini masih banyak lahan kosongnya, masih banyak pakar pertaniannya, lumayan canggih sains dan teknologinya. Seharusnya kondisi ini  lebih dari cukup dapat mensejahterakan masyarakat.

Namun karena political will semuanya jadi lain.

Semoga para pemimpin segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi yang menginginkan tidak lagi tergantung pada asing. Indonesia bisa swasembada pangan jika mau. Ayo sadarlah para penimpin kami. Belalah kepentingan kami. Kami masyarakatmu yang dalam kesulitan. Wujudkanlah swasembada pangan. Itulah harga diri bangsa ini. Tolaklah kebijakan yang menjajah kembali negeri ini.Sesungguhnya kita bisa, asal kita mau.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usut Tuntas Aktor Konflik Warga dengan PT ALM

    Usut Tuntas Aktor Konflik Warga dengan PT ALM

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta penegak hukum agar berupaya maksimal menangkap otak pelaku terjadinya konflik di Kecamatan Muara Batang Gadis antara warga Desa Sukamakmur dengan PT Anugerah Langkat Makmur (ALM). Kasus ini terjadi sebenarnya suatu kekurangan komunikasi antara warga dengan perusahaan dan dinilai sangat mudah untuk […]

  • Meski Harga Naik, Pasar Beras Murah di Panyabungan Tetap Diserbu Pembeli

    Meski Harga Naik, Pasar Beras Murah di Panyabungan Tetap Diserbu Pembeli

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Untuk membantu masyarakat ditengah tengah naiknya harga beras premium, Dinas Ketahanan Pangan Mandailing Natal ( Madina ) kembali gelar pasar beras murah. Kamis 21/9/2023. Meski harga naik, namun pasar beras ini tetap diserbu pembelu. Pasar lama panyabungan tempat dimana pasar murah berlangsung sejak pukul 7.30 wib pagi, sudah di padati warga […]

  • Miniatur Mandailing Makin Mudah Didapat

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehadiran Kampoeng Kaos Madina (KKM) dalam memproduksi miniatur rumah adat Mandailing semakin memudahkan pencinta barang seni mendapatkanya di panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sebelum, miniatur seperti Bagas Godang dan miniatur Gordang Sambilan harus terlebih dahulu melakukan pesanan ke Bukit Tinggi. Rasyid, yang tinggal di rantau asal Panyabungan kepada wartawan, Kamis (23/5/2013) mengatakan […]

  • Parkir di Panyabungan Semrawut

    Parkir di Panyabungan Semrawut

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Lokasi parkir kendaraan di sekitar Parkir di Panyabungan Semrawut semrawut terutama di Pasar Lama dan Pasar Baru Panyabungan. Kenderaan baik roda 2, 3 dan roda empat parkir di sembarang tempat dan sejauh ini pemerintah belum mampu menertibkannya. Amatan METRO, Senin (19/9) banyak warga khususnya warga Panyabungan mengeluhkan kondisi lokasi parkir yang tak jelas di Panyabungan. […]

  • Terbakar 2 Tahun Lalu, Murid SD di Sipaga-paga Belajar di Teras Rumah Penduduk

    Terbakar 2 Tahun Lalu, Murid SD di Sipaga-paga Belajar di Teras Rumah Penduduk

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua Tahun sudah setelah kebakaran, gedung SD Negeri 099 Proyek Batang Gadis Desa Sipaga-paga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal belum diperbaiki. Selama itu pula para murid harus belajar di teras rumah-rumah penduduk. Gedung sekolah itu terbakar  tanggal 3 Juni 2019 lalu. Sebanyak 5 ruangan hangus. Hanya tersisa 2 ruangan. “Belum ada perbaikan […]

  • Pecinta Alam Madina Bersihkan Sungai Aek Mata Panyabungan

    Pecinta Alam Madina Bersihkan Sungai Aek Mata Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sugai Aek Mata yang melintasi kota Panyabungan, sangat kotor penuh sampah dan bau busuk. Terpanggil demi kebersihan ibukota kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kelompok Pecinta Alam Kabupaten Mandailing Natal  melakukan pembersihan sepanjang bantaran sungai itu, Sabtu (27/8). “Saya merasa senang, kegiataan ini bisa dilakukan,” kata Ketua Pelaksana, Abdul Aziz didampingi Ketua […]

expand_less