Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Gelombang 2 Covid-19 Melanda, Butuh Solusi Nyata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
  • print Cetak

Oleh : Wanda Maryam Syam
Mahasiswi

Sudah satu tahun lamanya, Covid-19 menetap di Indonesia. Dari berita tak biasa hingga akhirnya menjadi terbiasa kita dengar. Sempat beredar kabar bahwa virus satu ini akan usai, melihat penurunan lonjakan beberapa waktu lalu. Sayangnya, penurunan tersebut segera dimakan oleh berita lonjakan kedua gelombang Covid-19.

Berita melonjaknya Covid-19 ini tentunya menjadi perhatian bagi para pakar dan masyarakat. Bagaimana tidak? Sampai saat ini masyarakat merasa  masih belum ada aksi nyata atau keputusan tegas dari pemerintah guna memberantas Covid-19 dari Indonesia. Bahkan di beberapa tempat masih percaya bahwa Covid-19 sebenarnya tidak ada. Hal yang sangat disayangkan sekali mengingat sudah berapa banyak korban karena Covid-19 ini.

Melihat pelonjakan Covid-19 yang semakin pesat, tentunya mengkhawatirkan bagi teman-teman medis yang menjadi barikade pertama dalam melawan Covid-19. Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, fasilitas medis di Indonesia yang masih kurang juga menjadi faktor bagaimana Covid-19 belum juga sepenuhnya bisa diatasi. Beberapa waktu lalu saat Covid-19 baru hadir, sempat beredar berita bahwa Indonesia kekurangan rumah sakit yang mampu menangani pasien terinfeksi. Lalu, bagaimana dengan sekarang di saat gelombang kedua covid-19 melanda?

Melonjaknya kasus covid-19 ini juga menyenggol masalah fasilitas yang tersedia di setiap rumah sakit. Dengan pelonjakan yang sangat signifikan tersebut, bukan hanya tenaga medis yang kewalahan, tapi fasilitas yang tersedia juga ikut miris begitu diperhatikan. Bahkan adanya ancaman collapse jika pelonjakan covid-19 ini terus menanjak semakin membuat momok besar di masyarakat. Kapankah covid-19 di negara kita usai?

“Karena kalau sistem kesehatan kita collapse dan kita tidak melakukan action apa-apa, maka sistem yang lain juga akan collapse. Ekonomi collapse. Bahkan pendidikan, anak-anak tidak bisa sekolah, sampai sekarang masih belum sekolah tatap muka itu karena kesehatannya tidak dibenahi,” kata dr. Erlina, dokter spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) saat ditemui di Jumpa Pers Virtual, dilansir dari news.detik.com, 20/06/2021.

Seperti yang kita ketahui bersama, sejak covid-19 hadir banyak lingkup/aspek kehidupan yang terdampak. Di awal pandemi ini menyerang, kita tak bisa melaksanakan lockdown dikarenakan ekonomi, kemudian nyatanya sekarang pun kita tetap merasakan pasang-surut ekonomi. Bahkan semakin banyak  kasus PHK karena dana operasional yang tidak tercapai semenjak pandemi. Pendidikan, sampai sekarang belum bisa dilaksanakan secara efektif dikarena pembelajaran virtual, walau sudah ada rencana untuk tatap muka di tahun ajaran baru, hal itu bisa saja menjadi batal mengingat rencana-rencana sebelumnya. Dan banyak lagi dampak negatif yang sangat merugikan masyarakat.

Berbanding terbalik dengan negara China, sebagai negara pertama yang melaporkan kasus pandemi ini, China sudah dianggap berhasil menekan pelonjakan covid-19 dan bahkan sudah dinyatakan bebas dari covid-19. Di saat beberapa negara mulai meninggalkan pandemi, nyatanya Indonesia malah merasakan yang namanya gelombang kedua.

Melihat hal tersebut, beberapa pakar menyebut ini adalah imbas dari gas-rem gas-rem keputusan yang dilakukan pemerintah. Sejak Maret 2020 lalu, saat covid-19 baru menyerang, usulan lockdown sudah digaungkan oleh beberapa pakar. Dengan alasan ekonomi, lockdown tidak diberlakukan diganti oleh PSBB. Kemudian PSBB diberlakukan selama beberapa pekan, lalu semakin ‘fleksibel’ saja. Hal tersebut mengundang tanda tanya para pakar karena keputusan alot yang tidak memutus covid-19.

Inilah buah dari sistem kesehatan kapitalis yang kerap memanfaatkan segala hal cara ataupun keadaan. Seperti sekarang. Tak sedikit kasus korupsi meski negara ini bukanlah negara dengan rakyat yang makmur, tapi para pejabat banyak yang memakan uang rakyat. Obat-obatan dan fasilitas kesehatan yang sulit didapatkan kerap menjadi perbincangan. Seolah hanya orang berduit yang bisa mendapatkan fasilitas baik, sedangkan yang miskin tak apa menderita begitu saja. Inilah bukti gagalnya sistem kapitalis menyejahterakan rakyatnya. Mungkin ‘rakyat’ yang dimaksud dalam sistem kapitalis adalah rakyat dengan kantong tebal.

Dalam Islam, kesehatan adalah hal yang mendasar. Saking dasarnya tidak ada yang namanya ‘bisnis’ dalam kesehatan yang diatur oleh negara. Seorang Pemimpin dalam Islam akan senantiasa berusaha menyejahterakan masyarakatnya. Terkhusus ketika terjadi wabah, maka negara dalam Islam akan menyediakan segala fasilitas terbaik untuk masyarakat, dari mengunci wilayah yang sakit, mencukupi semua kebutuhan rakyat yang sakit maupun tidak dan tak lupa upaya penghentian wabah pun dilakukan, agar tak semakin menyebar.

Musibah wabah Covid 19 yang melanda dunia hari ini, mengingatkan kaum muslimin akan bencana akibat perbuatan orang-orang dzalim, namun musibah ini menimpa bukan hanya orang-orang yang bermaksiat, malainkan secara keseluruhan akibat kaum muslimin yang berdiam diri. Sebagaimana Firman Allah Swt :

  “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya” QS.Al-Anfal :125.

Dengan demikian kaum muslimin tidak boleh berdiam diri agar terhindar dari fitnah (bencana dan musibah) dengan senantiasa ber amar makruf nahi munkar, dengan menyeru penerapan syariat Islam secara keseluruhan dalam lini kehidupan dan terus mengokohkan keimanan akan kebenaran dan kesempurnaan sistem Islam, termasuk pengaturan soal kesehatan. Wallahu alam Bisshawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pohon Besar Ancam Warga Dikhawatirkan Tumbang

    Pohon Besar Ancam Warga Dikhawatirkan Tumbang

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDEMPUAN-Keberadaan pohon besar yang tumbuh di pinggir Jalan Sudirman Kelurahan Timbangan, Kecamatan Psp Utara, sangat dicemaskan masyarakat Sigiring-giring. Selain besar, pertumbuhannya juga menyeramkan. Alasan warga yang bermukim di sekitar pohon besar ini, mereka takut jika nantinya hujan lebat dan angin kencang, akan menyebabkan ranting dan cabang pohon akan patah dan menimpa rumah, warga, dan pengendara […]

  • Mitigasi Bencana Alam Ala Islam

    Mitigasi Bencana Alam Ala Islam

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh: Djumriah Lina Johan Aktivis Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pemerintah daerah segera melakukan langkah tanggap darurat setelah terjadi gempa bumi 6,1M di Jawa Timur (jatim) pada Sabtu (10/4/2021). Instruksi yang sama juga diberikan Jokowi kepada kementerian serta lembaga negara terkait. “Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri […]

  • Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PLN akan melakukan pemadaman pada ti ga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Sabtu besok (24/8/2019). Pemadaman akan dilakukan dari pukul 9.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Wilayah yang akan terkena pemadaman meliputi Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan Timur dan Kecamatan Panyabungan Barat sekitarnya. Pemadalam itu dilakukan akibat dua kegiatan di jaringan […]

  • Harga Cabe Merah Terus Meroket

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Dua hari belakangan ini harga cabe merah di pasar kawasan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) naik drastis. Tiga hari sebelumnya harga masih di kisaran 32.000 rupiah per kilo gram, pada penjualan Rabu hingga Kamis (30/5/2013) sudah di kisaran 45.000 rupiah per kilo gram. Ini sangat mengejutkan para ibu rumah tangga yang setiap […]

  • DPRD Tak Diberitahu 2 Anggota Dewan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti dan Ahmad Husein, tanpa pemberitahuan terhadap lembaga DPRD Madina. Sehingga pimpinan DPRD Madina tidak tahu terkait pemeriksaan kepada dua anggota dewan itu. Sekretaris DPRD Madina Sahnan Batubara kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah anggota DPRD Madina yang diperiksa KPK […]

  • PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Hubungan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dengan wakilnya, Gatot Pujo Nugroho, dikabarkan tidak harmonis. Apalagi, sejak ditahan di Rutan Salemba Jakarta, Gubsu ternyata tidak pernah dapat berhubungan dengan Wagubsu baik via telepon maupun pesan singkat (SMS). Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, hubungan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo […]

expand_less