Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Gelombang 2 Covid-19 Melanda, Butuh Solusi Nyata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
  • print Cetak

Oleh : Wanda Maryam Syam
Mahasiswi

Sudah satu tahun lamanya, Covid-19 menetap di Indonesia. Dari berita tak biasa hingga akhirnya menjadi terbiasa kita dengar. Sempat beredar kabar bahwa virus satu ini akan usai, melihat penurunan lonjakan beberapa waktu lalu. Sayangnya, penurunan tersebut segera dimakan oleh berita lonjakan kedua gelombang Covid-19.

Berita melonjaknya Covid-19 ini tentunya menjadi perhatian bagi para pakar dan masyarakat. Bagaimana tidak? Sampai saat ini masyarakat merasa  masih belum ada aksi nyata atau keputusan tegas dari pemerintah guna memberantas Covid-19 dari Indonesia. Bahkan di beberapa tempat masih percaya bahwa Covid-19 sebenarnya tidak ada. Hal yang sangat disayangkan sekali mengingat sudah berapa banyak korban karena Covid-19 ini.

Melihat pelonjakan Covid-19 yang semakin pesat, tentunya mengkhawatirkan bagi teman-teman medis yang menjadi barikade pertama dalam melawan Covid-19. Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, fasilitas medis di Indonesia yang masih kurang juga menjadi faktor bagaimana Covid-19 belum juga sepenuhnya bisa diatasi. Beberapa waktu lalu saat Covid-19 baru hadir, sempat beredar berita bahwa Indonesia kekurangan rumah sakit yang mampu menangani pasien terinfeksi. Lalu, bagaimana dengan sekarang di saat gelombang kedua covid-19 melanda?

Melonjaknya kasus covid-19 ini juga menyenggol masalah fasilitas yang tersedia di setiap rumah sakit. Dengan pelonjakan yang sangat signifikan tersebut, bukan hanya tenaga medis yang kewalahan, tapi fasilitas yang tersedia juga ikut miris begitu diperhatikan. Bahkan adanya ancaman collapse jika pelonjakan covid-19 ini terus menanjak semakin membuat momok besar di masyarakat. Kapankah covid-19 di negara kita usai?

“Karena kalau sistem kesehatan kita collapse dan kita tidak melakukan action apa-apa, maka sistem yang lain juga akan collapse. Ekonomi collapse. Bahkan pendidikan, anak-anak tidak bisa sekolah, sampai sekarang masih belum sekolah tatap muka itu karena kesehatannya tidak dibenahi,” kata dr. Erlina, dokter spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) saat ditemui di Jumpa Pers Virtual, dilansir dari news.detik.com, 20/06/2021.

Seperti yang kita ketahui bersama, sejak covid-19 hadir banyak lingkup/aspek kehidupan yang terdampak. Di awal pandemi ini menyerang, kita tak bisa melaksanakan lockdown dikarenakan ekonomi, kemudian nyatanya sekarang pun kita tetap merasakan pasang-surut ekonomi. Bahkan semakin banyak  kasus PHK karena dana operasional yang tidak tercapai semenjak pandemi. Pendidikan, sampai sekarang belum bisa dilaksanakan secara efektif dikarena pembelajaran virtual, walau sudah ada rencana untuk tatap muka di tahun ajaran baru, hal itu bisa saja menjadi batal mengingat rencana-rencana sebelumnya. Dan banyak lagi dampak negatif yang sangat merugikan masyarakat.

Berbanding terbalik dengan negara China, sebagai negara pertama yang melaporkan kasus pandemi ini, China sudah dianggap berhasil menekan pelonjakan covid-19 dan bahkan sudah dinyatakan bebas dari covid-19. Di saat beberapa negara mulai meninggalkan pandemi, nyatanya Indonesia malah merasakan yang namanya gelombang kedua.

Melihat hal tersebut, beberapa pakar menyebut ini adalah imbas dari gas-rem gas-rem keputusan yang dilakukan pemerintah. Sejak Maret 2020 lalu, saat covid-19 baru menyerang, usulan lockdown sudah digaungkan oleh beberapa pakar. Dengan alasan ekonomi, lockdown tidak diberlakukan diganti oleh PSBB. Kemudian PSBB diberlakukan selama beberapa pekan, lalu semakin ‘fleksibel’ saja. Hal tersebut mengundang tanda tanya para pakar karena keputusan alot yang tidak memutus covid-19.

Inilah buah dari sistem kesehatan kapitalis yang kerap memanfaatkan segala hal cara ataupun keadaan. Seperti sekarang. Tak sedikit kasus korupsi meski negara ini bukanlah negara dengan rakyat yang makmur, tapi para pejabat banyak yang memakan uang rakyat. Obat-obatan dan fasilitas kesehatan yang sulit didapatkan kerap menjadi perbincangan. Seolah hanya orang berduit yang bisa mendapatkan fasilitas baik, sedangkan yang miskin tak apa menderita begitu saja. Inilah bukti gagalnya sistem kapitalis menyejahterakan rakyatnya. Mungkin ‘rakyat’ yang dimaksud dalam sistem kapitalis adalah rakyat dengan kantong tebal.

Dalam Islam, kesehatan adalah hal yang mendasar. Saking dasarnya tidak ada yang namanya ‘bisnis’ dalam kesehatan yang diatur oleh negara. Seorang Pemimpin dalam Islam akan senantiasa berusaha menyejahterakan masyarakatnya. Terkhusus ketika terjadi wabah, maka negara dalam Islam akan menyediakan segala fasilitas terbaik untuk masyarakat, dari mengunci wilayah yang sakit, mencukupi semua kebutuhan rakyat yang sakit maupun tidak dan tak lupa upaya penghentian wabah pun dilakukan, agar tak semakin menyebar.

Musibah wabah Covid 19 yang melanda dunia hari ini, mengingatkan kaum muslimin akan bencana akibat perbuatan orang-orang dzalim, namun musibah ini menimpa bukan hanya orang-orang yang bermaksiat, malainkan secara keseluruhan akibat kaum muslimin yang berdiam diri. Sebagaimana Firman Allah Swt :

  “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya” QS.Al-Anfal :125.

Dengan demikian kaum muslimin tidak boleh berdiam diri agar terhindar dari fitnah (bencana dan musibah) dengan senantiasa ber amar makruf nahi munkar, dengan menyeru penerapan syariat Islam secara keseluruhan dalam lini kehidupan dan terus mengokohkan keimanan akan kebenaran dan kesempurnaan sistem Islam, termasuk pengaturan soal kesehatan. Wallahu alam Bisshawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Beras Murah Diserbu Warga, Kadis Ketapang Madina : Beras Dipastikan Aman Meski Impor Dari Vietnam

    Pasar Beras Murah Diserbu Warga, Kadis Ketapang Madina : Beras Dipastikan Aman Meski Impor Dari Vietnam

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Dalam rangka hari Pangan Sedunia Sanin 16/10/2023, Desa Gunung Tua Raya, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), dapat jatah Gerakan Pangan Murah Nasional dari Pemda Madina. lokasi pasar murah pangan yang berada di pelataran Masjid Raya Assyuhada’a itu pun langsung diserbu warga. Panitia dari Dinas Ketahanan Pangan Madina sendiri menurunkan […]

  • Momentum Menyongsong Madina yang Lebih Maju

    Momentum Menyongsong Madina yang Lebih Maju

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution mengajak pegawai di lingkungan Pemkab Madina menjadikan peringatan ke-57 tahun Hari Korpri momentum menyongsong Madina yang lebih maju. Hal itu disampaikan Bupati saat memimpin apel pagi sekaligus upacara peringatan 50 tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di pelataran Masjid Agung Nur Ala […]

  • Tano Sere dan Manggore

    Tano Sere dan Manggore

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)   Sejarah telah membuktikan bahwa sungai amat erat hubungannya dengan kehidupan manusia sebagai sumber peradaban utama. Di mana ada aliran sungai besar, maka bisa dipastikan sebuah peradaban megah akan lahir di tepiannya. Begitupun dengan takdir sejarah Mandailing Natal yang memiliki deretan peninggalan purbakala sebagai saksi […]

  • MUI: Idul Fitri Kemungkinan 31 Agustus 2011

    MUI: Idul Fitri Kemungkinan 31 Agustus 2011

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Ma’ruf Amin mengatakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah kemungkinan Rabu, 31 Agustus 2011 dilihat pada wujud bulan (hilal) yang kurang dari dua derajat. “Ada dua cara untuk menentukan awal bulan pada kalender Hijiriah, termasuk memastikan hari pertama berpuasa dan Hari Raya Idul Fitri,” kata Ma’ruf kepada […]

  • 91 Warga Tabuyung Madina Positif Terjangkit Malaria

    91 Warga Tabuyung Madina Positif Terjangkit Malaria

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wabah panyakit malaria yang menyerang Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga akibat kurang bersihnya lingkungan Desa Tabuyung dan sekitanya. “Dari hasil penelitian kita ke Desa Tabuyung, dari 700 orang yang kita periksa 91 orang positif terserang malaria,” ujar Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina dr Syarifuddin Nasution di ruang […]

  • Bupati Madina Tempuh 7,2 Km Bawa Bantuan untuk Warga

    Bupati Madina Tempuh 7,2 Km Bawa Bantuan untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Desa-desa terisolir yang terdampak bencana alam tergolong sulit dijangkau pejabat pemerintah untuk melihat langsung kondisi di sana. Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bersama rombongan harus menempuh jalan terjal sepanjang 7,2 Km untuk mencapai Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, Senin (8/12/2025). Kedatangan bupati bersama perwakilan BNPB Herman, Kepala Laksana BPBD Mukhsin […]

expand_less