Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Gelombang 2 Covid-19 Melanda, Butuh Solusi Nyata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
  • print Cetak

Oleh : Wanda Maryam Syam
Mahasiswi

Sudah satu tahun lamanya, Covid-19 menetap di Indonesia. Dari berita tak biasa hingga akhirnya menjadi terbiasa kita dengar. Sempat beredar kabar bahwa virus satu ini akan usai, melihat penurunan lonjakan beberapa waktu lalu. Sayangnya, penurunan tersebut segera dimakan oleh berita lonjakan kedua gelombang Covid-19.

Berita melonjaknya Covid-19 ini tentunya menjadi perhatian bagi para pakar dan masyarakat. Bagaimana tidak? Sampai saat ini masyarakat merasa  masih belum ada aksi nyata atau keputusan tegas dari pemerintah guna memberantas Covid-19 dari Indonesia. Bahkan di beberapa tempat masih percaya bahwa Covid-19 sebenarnya tidak ada. Hal yang sangat disayangkan sekali mengingat sudah berapa banyak korban karena Covid-19 ini.

Melihat pelonjakan Covid-19 yang semakin pesat, tentunya mengkhawatirkan bagi teman-teman medis yang menjadi barikade pertama dalam melawan Covid-19. Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, fasilitas medis di Indonesia yang masih kurang juga menjadi faktor bagaimana Covid-19 belum juga sepenuhnya bisa diatasi. Beberapa waktu lalu saat Covid-19 baru hadir, sempat beredar berita bahwa Indonesia kekurangan rumah sakit yang mampu menangani pasien terinfeksi. Lalu, bagaimana dengan sekarang di saat gelombang kedua covid-19 melanda?

Melonjaknya kasus covid-19 ini juga menyenggol masalah fasilitas yang tersedia di setiap rumah sakit. Dengan pelonjakan yang sangat signifikan tersebut, bukan hanya tenaga medis yang kewalahan, tapi fasilitas yang tersedia juga ikut miris begitu diperhatikan. Bahkan adanya ancaman collapse jika pelonjakan covid-19 ini terus menanjak semakin membuat momok besar di masyarakat. Kapankah covid-19 di negara kita usai?

“Karena kalau sistem kesehatan kita collapse dan kita tidak melakukan action apa-apa, maka sistem yang lain juga akan collapse. Ekonomi collapse. Bahkan pendidikan, anak-anak tidak bisa sekolah, sampai sekarang masih belum sekolah tatap muka itu karena kesehatannya tidak dibenahi,” kata dr. Erlina, dokter spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) saat ditemui di Jumpa Pers Virtual, dilansir dari news.detik.com, 20/06/2021.

Seperti yang kita ketahui bersama, sejak covid-19 hadir banyak lingkup/aspek kehidupan yang terdampak. Di awal pandemi ini menyerang, kita tak bisa melaksanakan lockdown dikarenakan ekonomi, kemudian nyatanya sekarang pun kita tetap merasakan pasang-surut ekonomi. Bahkan semakin banyak  kasus PHK karena dana operasional yang tidak tercapai semenjak pandemi. Pendidikan, sampai sekarang belum bisa dilaksanakan secara efektif dikarena pembelajaran virtual, walau sudah ada rencana untuk tatap muka di tahun ajaran baru, hal itu bisa saja menjadi batal mengingat rencana-rencana sebelumnya. Dan banyak lagi dampak negatif yang sangat merugikan masyarakat.

Berbanding terbalik dengan negara China, sebagai negara pertama yang melaporkan kasus pandemi ini, China sudah dianggap berhasil menekan pelonjakan covid-19 dan bahkan sudah dinyatakan bebas dari covid-19. Di saat beberapa negara mulai meninggalkan pandemi, nyatanya Indonesia malah merasakan yang namanya gelombang kedua.

Melihat hal tersebut, beberapa pakar menyebut ini adalah imbas dari gas-rem gas-rem keputusan yang dilakukan pemerintah. Sejak Maret 2020 lalu, saat covid-19 baru menyerang, usulan lockdown sudah digaungkan oleh beberapa pakar. Dengan alasan ekonomi, lockdown tidak diberlakukan diganti oleh PSBB. Kemudian PSBB diberlakukan selama beberapa pekan, lalu semakin ‘fleksibel’ saja. Hal tersebut mengundang tanda tanya para pakar karena keputusan alot yang tidak memutus covid-19.

Inilah buah dari sistem kesehatan kapitalis yang kerap memanfaatkan segala hal cara ataupun keadaan. Seperti sekarang. Tak sedikit kasus korupsi meski negara ini bukanlah negara dengan rakyat yang makmur, tapi para pejabat banyak yang memakan uang rakyat. Obat-obatan dan fasilitas kesehatan yang sulit didapatkan kerap menjadi perbincangan. Seolah hanya orang berduit yang bisa mendapatkan fasilitas baik, sedangkan yang miskin tak apa menderita begitu saja. Inilah bukti gagalnya sistem kapitalis menyejahterakan rakyatnya. Mungkin ‘rakyat’ yang dimaksud dalam sistem kapitalis adalah rakyat dengan kantong tebal.

Dalam Islam, kesehatan adalah hal yang mendasar. Saking dasarnya tidak ada yang namanya ‘bisnis’ dalam kesehatan yang diatur oleh negara. Seorang Pemimpin dalam Islam akan senantiasa berusaha menyejahterakan masyarakatnya. Terkhusus ketika terjadi wabah, maka negara dalam Islam akan menyediakan segala fasilitas terbaik untuk masyarakat, dari mengunci wilayah yang sakit, mencukupi semua kebutuhan rakyat yang sakit maupun tidak dan tak lupa upaya penghentian wabah pun dilakukan, agar tak semakin menyebar.

Musibah wabah Covid 19 yang melanda dunia hari ini, mengingatkan kaum muslimin akan bencana akibat perbuatan orang-orang dzalim, namun musibah ini menimpa bukan hanya orang-orang yang bermaksiat, malainkan secara keseluruhan akibat kaum muslimin yang berdiam diri. Sebagaimana Firman Allah Swt :

  “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya” QS.Al-Anfal :125.

Dengan demikian kaum muslimin tidak boleh berdiam diri agar terhindar dari fitnah (bencana dan musibah) dengan senantiasa ber amar makruf nahi munkar, dengan menyeru penerapan syariat Islam secara keseluruhan dalam lini kehidupan dan terus mengokohkan keimanan akan kebenaran dan kesempurnaan sistem Islam, termasuk pengaturan soal kesehatan. Wallahu alam Bisshawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terdakwa Kasus Taman Raja Batu Bebas Dari Seluruh Dakwaan

    Terdakwa Kasus Taman Raja Batu Bebas Dari Seluruh Dakwaan

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu (TRB) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dibebaskan dari seluruh dakwaan. Hakim memerintahkan agar para terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan. Pasalnya dua dari tiga orang tim majelis hakim yang menangani perkara ini di Pengadilan Negeri Medan, Senin (27/1/2020) menyatakan tuntutan […]

  • Ada Dana APBN Untuk Wisata Desa, PMD Madina Akui Dana Belum Cair

    Ada Dana APBN Untuk Wisata Desa, PMD Madina Akui Dana Belum Cair

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ternyata Ada anggaran untuk Bantuan Pengembangan Obyek Wisata di Kabupaten Mandailing Natal senilai Rp. 250.000.000. Dasar bantuan tersebut yakni usaha mendorong perubahan kepariwisataan dengan tujuan memperoleh keuntungan dan manfaat yang lebih baik. Diketahui dari data yang diperoleh Mandailing Online sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian Desa Pembangunan Daerah […]

  • Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Tim Basarnas menyatakan, Rabu (13/2) menghentikan kegiatan pencarian korban di reruntuhan tambang rakyat Huta Bargot, Mandailing Natal. Pernyataan penghentian ini dinyatakan Ketua Tim Basarnas, Andi Pandawa kepada wartawan di Panyabungan. Dengan demikian, tim Basarnas tersebut akan meninggalkan Mandailing Natal dan pulang ke pangkalannya di Sibolga. Alasan penghentian ini, tim tak mampu mengeluarkan […]

  • Madina Zona Hijau Covid-19

    Madina Zona Hijau Covid-19

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal masih berada dalam posisi zona hijau dalam peta Covid-19. Itu diungkap Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menjawab wartawan usai rapat terbatas dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Forkopinda di aula kantor bupati Madina, Rabu (15/2/2020). Zona Hijau adalah status wilayah tanpa kasus yang dikonfirmasi, atau tanpa ada pelancong yang terinfeksi yang […]

  • Kapoldasu: Penyidik tangani korupsi harus seperti KPK

    Kapoldasu: Penyidik tangani korupsi harus seperti KPK

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penanganan kasus-kasus korupsi idealnya seperti dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimulai dengan penelitian, penyelidikan, penyidikan, kemudian penuntutan. Kapolda Sumut Irjen Oegroseno mengatakan itu tadi malam, terkait penanganan kasus-kasus korupsi oleh penyidik Satuan III/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut selama 2010 yang terkesan jalan di tempat. Karena itu, Kapolda meminta penyidik Tipikor dalam menanggani […]

  • Bupati Madina Ikuti Rakor Percepatan Realisasi APBD 2022

    Bupati Madina Ikuti Rakor Percepatan Realisasi APBD 2022

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution bersama Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul AS, dan Kasubagbin Kejari Madina Putra Masduri menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara tahun 2022 yang akuntabel sesuai dengan PP Nomor 12 Tahun 2019. Rapat koordinasi yang […]

expand_less