Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

Bupati Madina Ikuti Rakor Percepatan Realisasi APBD 2022

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution bersama Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul AS, dan Kasubagbin Kejari Madina Putra Masduri menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara tahun 2022 yang akuntabel sesuai dengan PP Nomor 12 Tahun 2019.

Rapat koordinasi yang digelar di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan pada Selasa (31/5/2022) tersebut membahas percepatan, ketepatan kegiatan, dan penyerapan anggaran belanja daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara tahun anggaran 2022

Rapat yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi itu juga dihadiri unsur Forkopimda Sumut, di antaranya Ketua DPRD Sumut, Pangdam I/Bukit Barisan, Kapolda Sumut, Kajati Sumut, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Sumut, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumut serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara.

Pada rakor tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi memaparkan kondisi ekonomi Sumut pada Triwulan I tahun 2022 yang tumbuh 3,90 persen. Dia mengatakan perekonomian Sumut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan I-2022 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 225,42 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 138,88 triliun.

Edy menjelaskan, ekonomi Sumut triwulan I-2022 terhadap triwulan IV-2021 mengalami konstraksi sebesar 3,90 persen (q-to-q). “Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha jasa keuangan sebesar 6,57 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 2,30 persen,” paparnya.

Sementara terhadap triwulan I-2021, menurut Edy, ekonomi Sumut triwulan I-2022 mengalami pertumubuhan tertinggi sebesar 7,78 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 14,64 persen.

Gubernur mengungkapkan, struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial pada triwulan I-2022 didominasi oleh beberapa provinsi. Di antaranya, Provinsi Sumut memberikan kontribusi terhadap PDRB Pulau Sumatera sebesar 22,92 persen, Provinsi Riau sebesar 24,56 persen, Provinsi Sumsel sebesar 13,05 persen, dan Provinsi Lampung sebesar 9,64 persen.

“Sementara kontribusi terendah adalah Provinsi Bengkulu sebesar 2,10 persen,” ungkap Edy Rahmayadi.

Peliput: Rls/Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih Seminggu Pohon Tumbang Tertahan Kabel PLN di Samping Gedung Disperindag Madina

    Lebih Seminggu Pohon Tumbang Tertahan Kabel PLN di Samping Gedung Disperindag Madina

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pohon jati yang tumbang di pekarangan gedung Dinas Perindustrian Perdagangan Mandailing Natal (Madina), Sumut, sudah mengkhawatirkan. Meski telah tumbang sejak sekira 10 hari lalu, namun belum ditangani pemkab. Pohon yang tumbang itu masih tergelayut di udara karena tertahan kabel listrik dan tiang PLN yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan kabel terputus. Bahaya lain […]

  • Luapan Batang Gadis Hantam Kebun Penduduk

    Luapan Batang Gadis Hantam Kebun Penduduk

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua petani memikul hasil perkebunan penduduk Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu melintasi areal kebun yang meluap loleh hantaman arus Sungai Batang Gadis, Minggu (4/11). Luapan sungai terjadi pada Sabtu malam (3/11) akibat curah hujan yang tinggi dalam sebulan terakhir di Kabupaten Mandailing Natal. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal menyebutkan, di Desa Tangga […]

  • Marjamita (1)

    Marjamita (1)

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Assalamu’ alaikum warohmatullohi wabarokatuh Parjolo au marsantabi sapuluh mangadopkon ula kahanggi, mora, anak boru. Saterusna hatobangon dohot na ipatobang, umumna na hadir di majalis paradatanon. Mangihutkon umur dohot pamatang ni anak nami si Dalkit, patut dohot tamana ibana mamolus adat matobang. Diari nasolpui langka ibana tu jae tu julu manjalaki siangkup markaya donganna matobang. Satibona […]

  • Rakyat Tertindas Akibat Pemimpinnya Tidak Ahli

    Rakyat Tertindas Akibat Pemimpinnya Tidak Ahli

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Khutbah Ustaz Yahyauddin Nasution di Mesjid Agung Panyabungan   Panyabungan ( MO)- Figur pimpinan yang tidak tepat salah satu penyebab munculnya ketidakadilan pada berbagai aspek, sehingga rakyat berada pada posisi tertindas. Ketidakberesan urusan pemerintahan diakibatkan dipimpin oleh pemimpin yang bukan ahlinya. Demikian inti khutbah khatib Jum’at Ustaz  H.Yahyauddin Nasution, Lc di mesjid agung An-Nur, […]

  • Harga Kopi Beras Masih Tinggi

    Harga Kopi Beras Masih Tinggi

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tidak semua jenis biji kopi yang harganya anjlok. Biji kopi beras justru masih bertahan dengan harga di kisaran 50.000 rupiah per kilo gram. Kasi Perkebunan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Yasir Nasution SP, Senin (16/9/2013) mengatakan memang terjadi penurunan harga biji kopi dari Rp.18.000 menjadi Rp.8.000/ Kg. Hal ini juga terjadi pada […]

  • Tympanum Multimedia Rilis Aplikasi Ujian Nasional Berbasis CBT

    Tympanum Multimedia Rilis Aplikasi Ujian Nasional Berbasis CBT

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ujian Nasional 2016 tidak lagi menggunakan kertas manual, tetapi menggunakan CBT (Computer Based Training). Dengan sistem ini, perolehan nilai peserta ujian segera dapat diperoleh begitu selesai menjawab soal. Model ujian nasional ini memang efektif dan efisien untuk mengukur ketercapaian pembelajaran.Masalahnya, untuk daerah-daerah terbelakang seperti Kabupaten Mandailing Natal, hal ini akan membawa […]

expand_less