Selasa, 1 Sep 2026
light_mode

RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 5)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
  • print Cetak

Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)

 

Hari pertama di bulan Ramadhan,  kampung kami seperti baru selesai bersolek merias diri. Masjid masjid dipoles dengan cat yang baru, bak bak penampungan air di masjid dikuras kembali, setelah dikuras terakhir ramadhan tahun lalu.  Bahkan ada beberapa masjid yang mendirikan gapura bambu dengan hiasan pucuk enau. Kami menyebutnya gaba gaba.

Sambutan bulan ramadhan semakin meriah dengan dibersihkannya lahan lahan pekuburan. Masyarakat seperti dikomando bergotong royong membersihkannya.  Kampung serasa makin benderang.

“Biar tidak terlalu menyeramkan” kata amangboru Jamangkilang sembari menyeruput kopi pahitnya. 

“Ah, melihat nisan yang bak pucuk rebung baru tumbuh itu, tetap saja membuat bergidik”, kata si Janako, rada serius.

Dengan bijaksana ompung Oji menyampaikan, “kita membersihkan itu supaya mengingatkan kita, bahwa hidup di dunia ini begitu singkat, nanti juga kita akan ke sana”.

Angkang Lokot mengangguk tanda mengerti.

Tapi dari gayanya ia juga ingin menyampaikan sesuatu. 

Benar saja. 

Ia menyebut, hanya Jamandulang saja yang tidak ngeri melintas di tengah malam gulita di pekuburan itu,  maklum ada gadis berlesung pipit di kampung sebelah yang rajin ia kusip. 

Ah, kita tinggalkan dulu percakapan lepau itu. Kita kembali cerita tentang bebersih- bersih. Bagi anak laki yang sudah waktunya untuk berkhitan. Bulan Ramadhan ini jugalah waktu yang tepat, karena vakansinya relatif cukup panjang.  Biasanya bersunat dilakukan di awal ramadhan, maksudnya supaya pada hari raya nanti sudah sembuh total.  Bahaya kalau tidak sembuh, celana baru yang sudah jahitkan, bisa gagal dipakai di hari raya. Akan menjadi penyesalan seumur hidup.  Akh… Itu hanya kekhawatiran yang berlebihan. Yang penting jangan sekali kali nginjak tahi ayam,  risikonya cukup besar, bisa bontan.

Masa itu ada dua mantri senior yang sudah punya jam terbang tinggi untuk potong memotong balom jambi dimaksud, keahliannya tak perlu diragukan lagi.  Asalkan mantri amangtua Situmeang atau ompung Kalibatuah yang akan mengeksekusi, batin akan menjadi tenang. Bagaimana tidak, abang abang yang sudah duluan ditotak tahun lalu, sering menakut nakuti.  Mereka bilang dipotongnya menggunakan gunting yang sudah berkarat atau menggunakan kampak tumpul dengan tatakan batang pisang. Wooow,  mengerikan sekali.

Di bulan suci ini, semoga Allah Subhana Wata’ala memberikan ampun, kelapangan dalam kubur dan membukakan pintu surga,  kepada orang orang yang telah mengkhitan kami Ya Allah,  sehingga kami menjadi pemeluk islam seutuhnya. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Best Moment Muharram

    The Best Moment Muharram

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani S.T Kamis 20 Agustus 2020 bertepatan 1 Muharam, Tahun Baru islam 1442 H. Muharam merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam. Ini menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharam yang saat ini diperingati sebagai […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 1)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 1)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) EKSISTENSI masyarakat Mandailing sebagai suku-bangsa atau kelompok etnis ditandai dan dikukuhkan oleh kenyataan bahwa masyarakat Mandailing memiliki kebudayaannya sendiri, yang di dalamnya termasuk bahasa, sehingga mereka dapat dibedakan dari suku-bangsa lain di Indonesia. Di samping itu warga masyarakat Mandailing juga menyadari adanya identitas dan kesatuan kebudayaan mereka sendiri […]

  • 28 Pucuk Senjata Api Rakitan Disita Polisi

    28 Pucuk Senjata Api Rakitan Disita Polisi

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SAMBAS – Polres Sambas menyita sebanyak 28 pucuk senjata rakitan dari tangan masyarakat yang merupakan sisa dari kerusuhan etnis di Sambas beberapa tahun lalu. “Sebanyak 28 pucuk senjata api ini, merupakan hasil kesadaran masyarakat untuk memberikannya kepada pihak kepolisian untuk dimusnahkan,” ujar Kapolres Sambas, AKBP Pahala Hotma Mangatur Panjataitan, Kamis (28/04/2011). Menurutnya 28 pucuk senjata […]

  • Dinas Perdagangan Madina Raih PAD 116,47 Persen

    Dinas Perdagangan Madina Raih PAD 116,47 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut merealisasikan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas target. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madina mencatat rekor perolehan PAD oleh Dinas Perdagangan Madina dari sektor Retribusi Pelayanan Pasar dan Kios  yang mencapai 116,47 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2024. “Itu meningkat signifikan […]

  • Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : Ternyata tahun anggaran 2024 ini ada 11 yunit hand traktor yang diserahkan ke kelompok tani buah dari perjuangan Calon Bupati Madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution. 11 yunit itu diperjuangkan nya pada saat masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Sumatera Utara. Dari data yang diperoleh ke 11 yunit alat mesin […]

  • Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal berhasil memecahkan rekor MURI minum kopi secara massa sebanyak 1.518 cangkir tempurung.   Pihak MURI telah mencatat aksi minum kopi ini dalam catatan Rekor MURI sebagai Minum Kopi Memakai Cangkir Tempurung Kelapa Terbanyak. Aksi minum kopi missal itu berlangsung di Taman Raja Batu, Panyabungan, Kamis (9/3/2016) bertepatan dengan […]

expand_less