Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pers Kontekstual

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
  • print Cetak

Oleh: Askolani Nasution
Budayawan

 

Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos.

Update-nya bahkan per detik. Akurasinya sudah kita peroleh dengan postingan lain beberapa detik kemudian. Bahkan langsung dari sumber informasi, baik melalui postingan lanjutan maupun dari kolom komentar FB, IG, Twiter, dll.

Semua bisa mengambil alih fungsi jurnalis. Bedanya mereka tidak punya media, tidak punya kartu pers, tidak pernah ikut uji kompetensi, dan postingan mereka tidak diperlakukan sebagai konten pers.

Konten mereka bahkan kadang-kadang melebihi konten pers. Tidak sebatas 5W+1H. Sudah ada unsur problema solving, ada penguatan integritas manusia, ada merangsang kreativitas, dan seterusnya. Mereka tidak peduli komposisi teras berita sampai ekor berita, tetapi tulisannya bisa komprehensif, padu, ajek, dan seterusnya.

Pers seharusnya punya kelebihan, kalau itu digunakan dengan benar. Mereka media resmi, rutin terbit, ada tim advokat, dan dijamin UU Pokok Pers lagi. Enak betul untuk menulis apa saja. Dengan framing yang kita buat sendiri, semua bisa melayukan siapa saja.

Celakanya, fungsi kontrol sosialnya tendensius kadang-kadang. Ketika berhadapan dengan kekuasaan dan korporasi, banyak ewuh-pakewuh, tidak tajam, kalimat ambigu, dan jebakan ketidakprofesionalan lain. Jadinya konten berita hanya sebatas laporan humas, layaknya kantor kominfo.

Konon lagi ada muatan problema solving, penguatan integritas, apalagi rangsangan kreativitas. Apalagi menemukan tulisan yang deep report, feature, kolom, dan sebangsanya. Nyaris tidak ada. Konten media menjadi kering, kehilangan ruh, tidak tajam, dan bahkan “tidak terpercaya”.

Karena itu, sudah jamaknya kalau tiras media melorot tajam. Mereka kehilangan pembaca di tengah zaman yang juga rakyatnya malas membaca. Orang juga lebih suka gambar daripada teks. Padahal gambar tidak akan pernah sekuat teks dalam berkomunikasi.

Tentu, karena media sekarang hanya update tok. Semua pembaca sudah tahu fakta rilnya. Dan kita bukan masyarakat yang mementingkan kliping atau dokumentasi sebagai hal yang penting. Buktinya, lembaga kliping tidak laku lagi. Guru-guru juga tidak tertarik lagi menugaskan peserta didik untuk membuat kliping koran. Jangan-jangan lembaga arsip pun tak punya kliping (lagi).

Lebih tragis lagi media online yang hanya bertujuan menarik iklan. Pokoknya berita sebanyak-banyaknya tayang setiap hari. Kalau bisa agak 50 judul sehari. Tak perlu berat. Berita ringan saja. Kalau bisa macam koran kuning, berita gosip selebriti, kuliner, dst. Sebab, ternyata konten seperti itu lebih cepat menaikkan rating. Bayangkan saja, orang miskin juga ternyata suka berita kuliner mahal. Setidaknya, misalnya, dengan melihat foto semangkuk bakso seharga 200 ribu, selera makan ikan asinya naik. Atau ketika melihat artis tampil seronok, selera bla-blanya juga naik.

Tentu, bagi orang miskin tidak ada yang lebih asyik dari memelihara impian. Apalagi di negara yang hanya mengandalkan mukjizat untuk mengubah hidupnya. Jalur normal sudah imposibel. Semua berharap seperti doa tetua kampung saat mereka menikah, “Mudah-mudahan tarjomak sere hamu nadua”. Impian yang nyaris tak masuk di akal, tapi kita pelihara. Karena pernah bermimpi saja sudah anugrah.

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makna Kemenangan di Idul Fitri

    Makna Kemenangan di Idul Fitri

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mengapa Idul Fitri disebut-sebut sebagai ‘Hari Kemenangan’ ?: Pertama, dari kata idul fithri itu sendiri yang berarti kembali ke fitrah, yakni ‘asal kejadian’, atau ‘kesucian’, atau ‘agama yang benar’. Maka setiap orang yang merayakan idul fitri dianggap sebagai cara seseorang untuk kembali kepada ajaran yang benar, sehingga dia bisa memperoleh kemenangan. Kedua, dari kata ‘minal […]

  • Sekjen DPP Partai Demokrat : “Pak SBY Titipkan Muhammad Haris”

    Sekjen DPP Partai Demokrat : “Pak SBY Titipkan Muhammad Haris”

    • calendar_month Kamis, 26 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris DPP Partai Demokrat, DR. Inca Ip Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke DPC Partai Demokrat Mandailing Natal di Panyabungan, Kamis (26/4). Dia disambut Ketua DPC Partai Demokrat Madina, Harminsyah Batubara serta pengurus DPC lainnya dan para pimpinan PAC serta kader. Kunjungan ini dalam rangka konsolidasi partai. Selain ke […]

  • Fahrizal Legislator Sejati di Mata Warga Tambangan Pasoman

    Fahrizal Legislator Sejati di Mata Warga Tambangan Pasoman

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Bagi warga Desa Tambangan Pasoman, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, kehadiran Anggota DPRD Sumut, Fahrizal Efendi Nasution menjadi peristiwa penting. Betapa tidak, dalam sejarah desa itu, baru kali ini desa tersebut didatangi anggota DPRD. “Seumur-umur jangankan anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten saja tak mau datang,” ungkap tokoh masyarakat, Abdurrahman Lubis dalam […]

  • Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Presiden Joko Widodo melarang ekspor bahan baku minyak goreng/ crude palm oil (CPO) dan minyak goreng dalam rapat bersama menterinya. Larangan yang mulai berlaku pada Kamis (28/4/2022) itu dimaksudkan supaya harga minyak goreng di dalam negeri murah dan pasokan kembali melimpah. “Dalam rapat saya putuskan melarang ekspor bahan baku minyak goreng […]

  • Bupati Madina Temui Dirjen, Bicarakan Progres Bandara Bukit Malintang

    Bupati Madina Temui Dirjen, Bicarakan Progres Bandara Bukit Malintang

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution bertemu dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Rianto di kantornya, Jakarta, Jumat (8/10/2021) pagi. Keduanya membicarakan progres pembangunan bandara Bukit Malintang di Mandailing Natal (Madina). Penyatuan persepsi dan misi antara kementerian Perhubungan dengan Pemkab Madina dikuatkan dalam mengurai setiap kendala tahapan-tahapan pembangunan bandara yang saat […]

  • Hadiri Silaturahmi Dengan Warga Natal, Perantauan : Harun, Pemimpin Jujur dan Amanah

    Hadiri Silaturahmi Dengan Warga Natal, Perantauan : Harun, Pemimpin Jujur dan Amanah

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ): Harun Musthafa Nasution Calon Bupati Mandailing Natal Nomor Urut 01 (ONMA) di Pilkada 2024 menghadiri acara silaturahmi dengan Anggota DPRD Madina Fraksi Gerindra Ardiansah Nasution, Warga Kecamatan Natal, Perantau Ikappenas Medan, Relawan dari 7 Organisasi dan Tim Pemenangan Kecamatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Kurnia Natal, Kamis (21/11) Dengan teriakan […]

expand_less