Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Pers Kontekstual

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
  • print Cetak

Oleh: Askolani Nasution
Budayawan

 

Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos.

Update-nya bahkan per detik. Akurasinya sudah kita peroleh dengan postingan lain beberapa detik kemudian. Bahkan langsung dari sumber informasi, baik melalui postingan lanjutan maupun dari kolom komentar FB, IG, Twiter, dll.

Semua bisa mengambil alih fungsi jurnalis. Bedanya mereka tidak punya media, tidak punya kartu pers, tidak pernah ikut uji kompetensi, dan postingan mereka tidak diperlakukan sebagai konten pers.

Konten mereka bahkan kadang-kadang melebihi konten pers. Tidak sebatas 5W+1H. Sudah ada unsur problema solving, ada penguatan integritas manusia, ada merangsang kreativitas, dan seterusnya. Mereka tidak peduli komposisi teras berita sampai ekor berita, tetapi tulisannya bisa komprehensif, padu, ajek, dan seterusnya.

Pers seharusnya punya kelebihan, kalau itu digunakan dengan benar. Mereka media resmi, rutin terbit, ada tim advokat, dan dijamin UU Pokok Pers lagi. Enak betul untuk menulis apa saja. Dengan framing yang kita buat sendiri, semua bisa melayukan siapa saja.

Celakanya, fungsi kontrol sosialnya tendensius kadang-kadang. Ketika berhadapan dengan kekuasaan dan korporasi, banyak ewuh-pakewuh, tidak tajam, kalimat ambigu, dan jebakan ketidakprofesionalan lain. Jadinya konten berita hanya sebatas laporan humas, layaknya kantor kominfo.

Konon lagi ada muatan problema solving, penguatan integritas, apalagi rangsangan kreativitas. Apalagi menemukan tulisan yang deep report, feature, kolom, dan sebangsanya. Nyaris tidak ada. Konten media menjadi kering, kehilangan ruh, tidak tajam, dan bahkan “tidak terpercaya”.

Karena itu, sudah jamaknya kalau tiras media melorot tajam. Mereka kehilangan pembaca di tengah zaman yang juga rakyatnya malas membaca. Orang juga lebih suka gambar daripada teks. Padahal gambar tidak akan pernah sekuat teks dalam berkomunikasi.

Tentu, karena media sekarang hanya update tok. Semua pembaca sudah tahu fakta rilnya. Dan kita bukan masyarakat yang mementingkan kliping atau dokumentasi sebagai hal yang penting. Buktinya, lembaga kliping tidak laku lagi. Guru-guru juga tidak tertarik lagi menugaskan peserta didik untuk membuat kliping koran. Jangan-jangan lembaga arsip pun tak punya kliping (lagi).

Lebih tragis lagi media online yang hanya bertujuan menarik iklan. Pokoknya berita sebanyak-banyaknya tayang setiap hari. Kalau bisa agak 50 judul sehari. Tak perlu berat. Berita ringan saja. Kalau bisa macam koran kuning, berita gosip selebriti, kuliner, dst. Sebab, ternyata konten seperti itu lebih cepat menaikkan rating. Bayangkan saja, orang miskin juga ternyata suka berita kuliner mahal. Setidaknya, misalnya, dengan melihat foto semangkuk bakso seharga 200 ribu, selera makan ikan asinya naik. Atau ketika melihat artis tampil seronok, selera bla-blanya juga naik.

Tentu, bagi orang miskin tidak ada yang lebih asyik dari memelihara impian. Apalagi di negara yang hanya mengandalkan mukjizat untuk mengubah hidupnya. Jalur normal sudah imposibel. Semua berharap seperti doa tetua kampung saat mereka menikah, “Mudah-mudahan tarjomak sere hamu nadua”. Impian yang nyaris tak masuk di akal, tapi kita pelihara. Karena pernah bermimpi saja sudah anugrah.

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi
    Tak Berkategori

    Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain Muspida, dukungan juga muncul dari sejumlah camat terhadap upaya renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining bagi menyelesaikan perseteruan antara masyarakat Naga Juang dengan pihak perusahaan. Dalam dokumen deklarasi para camat dan tokoh masyarakat tertanggal 25 April 2013 itu,m pertama, menyatalkan bahwa para tokoh masyarakat dan camat mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan […]

  • Peras Istri Siri, RW Diamuk Warga di Malintang

    Peras Istri Siri, RW Diamuk Warga di Malintang

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) dituduh peras istri sirih, seorang pria berinisial RW di Kecanatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nyaris di amuk warga, Minggu malam 1/10/2023. RW diketahui warga kota Medan itu sempat digebukin warga, namun berhasil melarikan diri ke rumah warga setempat. Rumah tempat pelarian RW pun nyaris jadi bulan bulanan […]

  • FKDT Madina: Agar Lebih Religius, Madina Butuh Perda Wajib ‘Sikola Maktab’

    FKDT Madina: Agar Lebih Religius, Madina Butuh Perda Wajib ‘Sikola Maktab’

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Agenda utama pembangunan Madina di 2015 adalah menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih religius. Karena itu, Pemkab Madina harus visioner memperhatikan kegiatan religius, seperti dengan mewujudkan program wajib pendidikan diniyah. Sekretaris Umum Dewan Pengurus Cabang Forum Kominikasi Diniyah Takmiliyah Kabupaten Mandailing Natal (DPC FKDT Madina), Muhammad Ludfan Nasution, SSos mengutip pidato Bupati […]

  • Prancis Resmi Buka Investigasi Kriminal AirAsia QZ8501

    Prancis Resmi Buka Investigasi Kriminal AirAsia QZ8501

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PARIS – Prancis mulai penasaran dengan musibah AirAsia QZ8501, pesawat penerbangan Surabaya-Singapura yang jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah, 28 Desember 2014.  Terlebih lagi, dalam laporan awal Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terungkap bahwa pesawat nahas itu jatuh saat dikendalikan oleh co-pilot yang kebetulan berkebangsaan Prancis, Remi Immanuel Plesel. Prancis tak tinggal diam. Seperti dilansir […]

  • Namur-mapincur Doma Boto Parkouman  Songon Pusuk Nirobung

    Namur-mapincur Doma Boto Parkouman Songon Pusuk Nirobung

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mur-moderen zaman ning halak sannari mur mapincur parsudaroan sangape parkouman, anggo pandokon ni halak napistar, erosi ningia gorarna, songonima tangkangna boto maso sannari, bope idokon tobang-tobang di bagas paradatan hatiha ipatobang pinompar napabolak pinggan panganan gorarna, anggo sapetona mur pincurdo parkouman sangape parsudaroan dimaso sannarion. Anggo pandokoni sutani sian napa-napa ni gunung Sorikmarapi marmocom-mocomdo sobobna […]

  • Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Islam Kaffah Mandailing Natal Di tengah keterpurukan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan pernyataan kontroversional. Ia mengatakan di dalam acara bedah buku Mengarungi Badai Pandemi, bahwa utang merupakan salah satu instrumen untuk menyelamatkan masyarakat dan perekonomian di masa pandemi covid-19. Pasalnya, APBN mengalami […]

expand_less