Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

250 Napi hanya Dijaga 20 Petugas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak


Rochidam Kalapas Panyabungan
MADINA-

Sedikitnya 250 narapidana atau biasa disebut napi di Lapas Klas II B Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, hanya dijaga 20 petugas.
Hal ini terungkap pada serah terima jabatan (Sertijab) Rochidam BcIP SSos MSi menjadi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) klas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (22/2). Rochidam menggantikan Bambang Basuki BcIP SH.
Bambang Basuki, Kalapas yang melepas jabatannya, mengatakan, ia telah bertugas di Lapas Panyabungan selama 2 tahun 10 bulan 22 hari. Hal itu merupakan suatu pengabdian besar dalam melakukan pembinaan kepada warga penghuni Lapas klas II B Panyabungan. Sebab, prinsip pembinaan yang ditanamkannya, diawali dari segi keagamaan. Dalam seminggu ada 2 kali pengajian di Lapas itu.
“Saya bersyukur dan senang bertugas selama hampir 3 tahun di Madina. Selama menjabat tak ada persoalan-persoalan yang cukup penting dan seluruhnya kooperatif. Semoga pejabat baru bisa melanjutkan apa yang telah ada dan tetap berupaya meningkatkan pelayanan di lapas ini,” sebut Bambang.
Bambang yang akan bertugas di sebagai Kalapas Klas IIB di Tanjung Balai, menambahkan, saat ini, jumlah napi di Lapas Panyabungan sekitar 250 orang dengan kapasitas ruangan 300-an orang.
“Mereka dilatih dengan sejumlah keahlian baik merakit jaring ikan dan keahlian sebagainya, di samping pembinaan agama,” sebutnya.
Namun, sambungnya, masih ada sejumlah kendala yang dirasakan selama bertugas, di antaranya adalah kurangnya jumlah personel keamanan dan sarana lainnya. ”Hanya ada sekitar 20-an orang tenaga kemanan di Lapas ini, sedangkan napi mencapai 250 orang. Artinya jumlah pengamanan ini sudah semestinya ditambah, begitu juga dengan sarana untuk pembinaan keahlian bagi napi. Selain itu, di Lapas ini juga masih banyak kekurangan,” bebernya.
Dalam sertijab itu, Sekdakab Madina, Gozali SH MM, mengaku pihaknya akan berupaya untuk membantu Lapas Panyabungan, baik dari sarana dan prasarana atau hal lainnya yang dianggap perlu untuk meningkatkan pembinaan narapidana di Lapas Panyabungan.
“Pemkab Madina siap membantu sarana dan prasarana yang dibutuhkan Lapas. Namun, dengan catatan tak melanggar peraturan dan mekanisme yang ada. Kami akan mempelajarinya.Asal demi peningkatan Pemkab Madina siap membantu,” sebutnya.
Sementara itu, Rochidam, Kalapas yang baru yang sebelumnya bertugas sebagai Karutan Sulawesi Selatan, mengaku, telah berkomitmen untuk melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh Kalapas yang lama. Selain itu, juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan Lapas Panyabungan dengan tak menyalahi aturan yang ada.
”Namun untuk menciptakan itu, saya tak akan mampu melanjutkan prestasi itu tanpa dukungan dan kerja sama yang baik dengan seluruh personel yang ada di lapas ini, begitu juga dengan Unsur Muspida yang ada di Madina. Saya sangat butuh dukungan dari seluruh elemen dalam menjalankan tugas saya,” imbuhnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, Kajari Panyabungan, Danang Purwoko SH, dan unsur muspida lainnya.
Sertijab juga dihadiri sejumlah kalapas baik dari Psp, Kalapas Syiak, Kalapas Maninjau Sumatera Barat, dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian hukum dan Hak azasi manusia regional Sumut. (wan/ann)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dia Daftar Pantangan Bagi PNS di Pilkada

    Ini Dia Daftar Pantangan Bagi PNS di Pilkada

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ini dia daftar pantangan bagi pegawai negeri sipil (PNS) dalam hal dukung mendukung calon bupati/wakil bupati pada Pilkada serentak tahun 2015. PNS tak boleh mengajak keluarga dan warga mendukung salah satu pasangan calon. PNS tak boleh menghimbau atau menyerukan berupa seruan mendukung salah satu pasangan calon. PNS yang punya jabatan tak […]

  • Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay merupakan pasangan ekonomo dam akademisi, sehingga dinilai cocok memimpin Madina ke depan. Saparuddin Haji telah lama malangmelintang di organisasi ekonomi, mulai dari Ketua HIMPI (Himpunan Penguasaha Muda Indonesia) Madina, dan kini ketua Kadin (Kamar Dagang Industri) Madina. Sedangkan Miswaruddin Daulay telah lama pula sebagai dosen. Gabungan […]

  • Anggota DPRD Terancam Penjara

    Anggota DPRD Terancam Penjara

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan melakukan proses hukum terhadap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan masa bakti 2004-2009 yang hingga saat ini belum melakukan pengembalian dana tunjangan komunikasi intensif tahun 2006. “Batas toleransi pengembalian dana tersebut sudah lebih setahun, karena itu anggota DPRD Tapsel periode 2004 -2009 yang hingga saat ini belum mengembalikan dana TKI […]

  • Armada Sampah Kurang, Dilema Menuju Kota Panyabungan Bersih (bagian 1)

    Armada Sampah Kurang, Dilema Menuju Kota Panyabungan Bersih (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menjadikan kota Panyabungan benar-benar bersih dari sampah nampaknya masih jauh dari target yang diinginkan pasangan Sukhairi-Atika. Meski di awal-awal pemerintahan baru ini telah menunjukkan grafik kian bersihnya ibukota kabupaten itu, namun Bupati Mandailing Natal (Madina), Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution nampaknya masih harus memeras otak agar harapan kota Panyabungan bebas sampah […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (1)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (1)

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    DITARIK DARI PEREDARAN TAHUN 1964 Disunting: Dame Ambarita Judul bukunya cukup panjang: Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao, Teror Agama Islam Mazhab Hambali Di Tanah Batak 1816-1833. Buku yang menghebohkan tahun 1964 ini sempat ditarik dari peredaran. Tentu saja, buku langka di pasaran, bahkan sempat dihargai Rp1,5 juta. Oleh penerbit berbeda, Juni 2007, buku yang mengungkap […]

  • Aishah Schwartz, Hidayah dan Burkini

    Aishah Schwartz, Hidayah dan Burkini

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu dekade silam, Aishah Schwartz memutuskan menjadi Muslim. Putusan ini diambilnya, setelah 41 tahun tak pernah tahu apa itu Islam dan Muslim. Kini, ia kian memahami mengapa Allah memberikan hidayah kepadanya. “Subhanallah, aku bersyukur menjadi Muslim,” kata dia seperti dikutip onislam.net, Rabu (13/11). Sebelum menjadi Muslim, Aishah gemar berenang. Ia bahkan rutin mengunjungi laut Merah […]

expand_less