Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Cacar Monyet Masuk Indonesia, Bagaimana Sistem Mencegahnya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
  • print Cetak

Cacar monyet. (Foto: AFP)

Oleh: Radayu Irawan, S.Pt
Penulis, tinggal di Padangsidimpuan

Indonesia telah mengkonfirmasi kasus monkeypox atau cacar monyet pertama pada Jumat (19/8/2022). Indonesia menjadi negara ke-98 yang melaporkan kasus penyakit yang ditetapkan sebagai darurat global pada akhir Juli lalu. (Tribunnews, 26/08/2022)

Penyakit cacar monyet ditemukan di Indonesia. Wabah yang awal mula teridentifikasi di benua Afrika itu dikabarkan telah menyerang seorang pria asal Jakarta berusia 27 tahun yang memiliki riwayat perjalanan luar negeri. (CNBC Indonesia, 22/8/2022).

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan bahwa status wabah cacar monyet kini menjadi darurat kesehatan global dengan level peringatan tinggi. Keputusan ini diambil karena cacar monyet telah menyebar di 70 negara termasuk meluas di Benua Eropa. Dengan status darurat global ini, WHO mengharap respons internasional secara terkoordinasi baik dari pendanaan serta riset vaksin maupun pengobatan. (Kompas, 24/07/2022)

Dilansir dari Kontan (24/08/2022) sedikitnya 40.000 orang dari 90 negara terinfeksi virus monkeypox. Indonesia mengumumkan temuan kasus cacar monyet pertama pada Sabtu (20/8/2022).

Diketahui cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus cacar. Penyakit ini pertama kali ditemukan tahun 1958 pada kera yang dipelihara untuk penelitian. Sehingga cacar ini disebut sebagai cacar monyet. Penularannya diyakini terjadi akibat perjalanan internasional ke negara yang terpapar virus ini atau melalui masuknya binatang impor. Kemenkes menyatakan bahwa penyakit ini menular lewat kontak langsung dengan orang yang terpapar virus cacar monyet.

Sangat mengherankan, kapitalisme telah memposisikan kepentingan materi di atas penjagaan nyawa manusia. Menutup akses antar negara merupakan sebuah kerugian bagi negara yang menerapkan kapitalisme. Karena menurut mereka, hal ini dapat menghambat distribusi barang dan jasa. Dan tentunya akan merugikan para korporasi yang menjadi pengatur dunia saat ini. Hasilnya, kesehatan dan nyawa manusia yang menjadi taruhannya.

Berbeda dengan khilafah atau negara Islam yang menerapkan Islam secara kaffah. Islam telah menjadikan manusia sebagai fokus segala permasalahannya. Sehingga seluruh kebijakan yang diambil adalah bagaimana agar seluruh permasalahan manusia selesai. Manusia yang dimaksud di sini termasuk dalam muslim dan non muslim yang menjadi warga negara Islam. Penjagaan terhadap jiwa manusia adalah salah satu dari tujuan penerapan Islam. Karena itu saat ditemukan satu saja rakyat yang terkena penyakit menular maka akan segera ditangani untuk mencegah penularannya serta diberikan pengobatan yang profesional. Tanpa menunggu ditemukannnya pasien terjangkit di wilayah lain ataupun kematian karena terjangkit.

Karena wabah hanya dapat dicegah dengan mengisolasi daerah yang terkena wabah, sehingga, penduduk di yang terkena wabah, harus tetap di daerahnya, tak boleh keluar dari daerahnya, sementara penduduk di luar wabah dapat beraktivitas seperti biasa.

Sebagaimana sabda Rasulullah “Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu.” (HR Bukhari-Muslim).

Kemudian negara akan segera memisahkan antara orang yang sakit dengan orang yang sehat. Hal ini dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, tracking yaitu pencarian orang-orang yang terjangkit. Setiap orang yang mengalami keluhan kesehatan akan dilakukan pengecekan apakah terpapar ataukah tidak. Kedua, dengan penelusuran umum, yakni pemeriksaan pada masyarakat umum yang berada pada tempat umum seperti bandara, stasiun, terminal dan lain-lain agar diketahui apakah sudah terpapar penyakit menular.

Konsep sistem kesehatan dalam Islam yaitu negara memeriksa atau memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada seluruh rakyatnya. Tidak ada perbedaan layanan kesehatan terhadap masyarakat miskin ataupun masyarakat kaya. Seluruh warga negara khilafah diberikan pelayanan yang sama, profesional dan berkualitas.

Syariah mewajibkan khilafah memberikan pengobatan gratis bagi seluruh rakyatnya. Jaminan kesehatan dalam Islam ada empat sifat. Pertama, universal yaitu tidak ada pembedaan pelayanan kepada rakyat. Kedua, gratis. Ketiga, seluruh rakyat mudah mendapatkan dan mengakses layanan kesehatan. Keempat, pelayanan mengikuti kebutuhan medis.

Khilafah juga akan melakukan cara efisien untuk mengembangkan obat-obatan yang penting untuk menginfeksi pasien yang terpapar penyakit menular.

Semua Ini, dapat terlaksana hanya di bawah penerapan Islam. Sistem kesehatan yang berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa pandang bulu. Penyakit menular akan dicegah dan dituntaskan hingga ke akar-akarnya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerajinan Rakyat

    Kerajinan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Para pengrajin besi/pandai besi dan logam di desa sipange kabupaten Tapanuli selatan merupakan salah satu aset daerah yang perlu di kembangkan, mengingat hasil-hasil kerajinan besi para pandai besi dan logam itu sudah seharusnya dibina sampai ke tingkat Nasional (MOL)

  • Proses Kocok Ulang Alat Kelengkapan Dewan Sah

    Proses Kocok Ulang Alat Kelengkapan Dewan Sah

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Madina, Riadi Husnan menyatakan bahwa proses kocok ulang alat kelengkapan DPRD Madina pada paripurna di hari Jumat tanggal 27 Januari lalu, sah dan tidak ada masalah. Itu ditegaskannya kepada MO di gedung dewan, Kamis (9/2) menanggapi sejumlah isu yang memplintir proses kocok ulang itu tidak sah. […]

  • Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

    Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LABUSEL :Perseteruan warga Desa Seimeranti, kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dengan pihak PT SBI dan Polhut, berbuntut panjang. Bahkan, semakin misteri. Sebab, indikasi adanya penculikan seorang warga yang diduga dilakukan oknum Polhut belum memperoleh kejelasan. Terlebih, Kepolisian Sektor (Polsek) Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau membantah adanya warga yang melaporkan aksi penculikan. Bahkan, meminta agar kembali […]

  • Eksotisme  Rodang Tinapor di Film “MARINA”

    Eksotisme Rodang Tinapor di Film “MARINA”

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Tympanum Novem Films kembali menggarap film Mandailing terbaru untuk produksi ke sepuluh mereka. Kali ini memilih judul “Marina” dengan rencana durasi sekitar 2 jam, lebih panjang dari film-film yang diproduksi Tympanum sebelumnya. Film “Marina” ini digarap dengan plot cerita bisa lebih lentur agar penonton lebih terhibur. Hingga kini tahapan produksinya masih […]

  • Beasiswa Dicairkan

    Beasiswa Dicairkan

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah proses yang agak panjang, akhirnya beasiswa untuk mahasiswa dan mahasiswi Mandailing Natal dicairkan oleh Pemkab Madina melalui Dinas Pendidikan, Kamis (3/1). Penyerahan secara simbolis dilakukan Bupati Madina Hidayat Batubara di lapangan SMA Negeri 1 Panyabungan dihadiri para mahasiswa dan orang tua masing-masing. Jumlah mahasiswa dan mahasiswi yang mendapat beasiswa ini […]

  • ODP di Madina Sudah 538 Orang

    ODP di Madina Sudah 538 Orang

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal terus bertambah. Hingga, Jumat (27/3/2020) jumlah ODP mencapai 538 orang. Data ini melejit dibanding posisi tanggal 24 Maret lalu yang masih di angka 17 orang. Sebagaimana dilansir Antara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mandailing  Natal, Sahnan Pasaribu, Jumat (27/3) menyampaikan, data tersebut […]

expand_less