Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Cacar Monyet Masuk Indonesia, Bagaimana Sistem Mencegahnya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
  • print Cetak

Cacar monyet. (Foto: AFP)

Oleh: Radayu Irawan, S.Pt
Penulis, tinggal di Padangsidimpuan

Indonesia telah mengkonfirmasi kasus monkeypox atau cacar monyet pertama pada Jumat (19/8/2022). Indonesia menjadi negara ke-98 yang melaporkan kasus penyakit yang ditetapkan sebagai darurat global pada akhir Juli lalu. (Tribunnews, 26/08/2022)

Penyakit cacar monyet ditemukan di Indonesia. Wabah yang awal mula teridentifikasi di benua Afrika itu dikabarkan telah menyerang seorang pria asal Jakarta berusia 27 tahun yang memiliki riwayat perjalanan luar negeri. (CNBC Indonesia, 22/8/2022).

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan bahwa status wabah cacar monyet kini menjadi darurat kesehatan global dengan level peringatan tinggi. Keputusan ini diambil karena cacar monyet telah menyebar di 70 negara termasuk meluas di Benua Eropa. Dengan status darurat global ini, WHO mengharap respons internasional secara terkoordinasi baik dari pendanaan serta riset vaksin maupun pengobatan. (Kompas, 24/07/2022)

Dilansir dari Kontan (24/08/2022) sedikitnya 40.000 orang dari 90 negara terinfeksi virus monkeypox. Indonesia mengumumkan temuan kasus cacar monyet pertama pada Sabtu (20/8/2022).

Diketahui cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus cacar. Penyakit ini pertama kali ditemukan tahun 1958 pada kera yang dipelihara untuk penelitian. Sehingga cacar ini disebut sebagai cacar monyet. Penularannya diyakini terjadi akibat perjalanan internasional ke negara yang terpapar virus ini atau melalui masuknya binatang impor. Kemenkes menyatakan bahwa penyakit ini menular lewat kontak langsung dengan orang yang terpapar virus cacar monyet.

Sangat mengherankan, kapitalisme telah memposisikan kepentingan materi di atas penjagaan nyawa manusia. Menutup akses antar negara merupakan sebuah kerugian bagi negara yang menerapkan kapitalisme. Karena menurut mereka, hal ini dapat menghambat distribusi barang dan jasa. Dan tentunya akan merugikan para korporasi yang menjadi pengatur dunia saat ini. Hasilnya, kesehatan dan nyawa manusia yang menjadi taruhannya.

Berbeda dengan khilafah atau negara Islam yang menerapkan Islam secara kaffah. Islam telah menjadikan manusia sebagai fokus segala permasalahannya. Sehingga seluruh kebijakan yang diambil adalah bagaimana agar seluruh permasalahan manusia selesai. Manusia yang dimaksud di sini termasuk dalam muslim dan non muslim yang menjadi warga negara Islam. Penjagaan terhadap jiwa manusia adalah salah satu dari tujuan penerapan Islam. Karena itu saat ditemukan satu saja rakyat yang terkena penyakit menular maka akan segera ditangani untuk mencegah penularannya serta diberikan pengobatan yang profesional. Tanpa menunggu ditemukannnya pasien terjangkit di wilayah lain ataupun kematian karena terjangkit.

Karena wabah hanya dapat dicegah dengan mengisolasi daerah yang terkena wabah, sehingga, penduduk di yang terkena wabah, harus tetap di daerahnya, tak boleh keluar dari daerahnya, sementara penduduk di luar wabah dapat beraktivitas seperti biasa.

Sebagaimana sabda Rasulullah “Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu.” (HR Bukhari-Muslim).

Kemudian negara akan segera memisahkan antara orang yang sakit dengan orang yang sehat. Hal ini dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, tracking yaitu pencarian orang-orang yang terjangkit. Setiap orang yang mengalami keluhan kesehatan akan dilakukan pengecekan apakah terpapar ataukah tidak. Kedua, dengan penelusuran umum, yakni pemeriksaan pada masyarakat umum yang berada pada tempat umum seperti bandara, stasiun, terminal dan lain-lain agar diketahui apakah sudah terpapar penyakit menular.

Konsep sistem kesehatan dalam Islam yaitu negara memeriksa atau memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada seluruh rakyatnya. Tidak ada perbedaan layanan kesehatan terhadap masyarakat miskin ataupun masyarakat kaya. Seluruh warga negara khilafah diberikan pelayanan yang sama, profesional dan berkualitas.

Syariah mewajibkan khilafah memberikan pengobatan gratis bagi seluruh rakyatnya. Jaminan kesehatan dalam Islam ada empat sifat. Pertama, universal yaitu tidak ada pembedaan pelayanan kepada rakyat. Kedua, gratis. Ketiga, seluruh rakyat mudah mendapatkan dan mengakses layanan kesehatan. Keempat, pelayanan mengikuti kebutuhan medis.

Khilafah juga akan melakukan cara efisien untuk mengembangkan obat-obatan yang penting untuk menginfeksi pasien yang terpapar penyakit menular.

Semua Ini, dapat terlaksana hanya di bawah penerapan Islam. Sistem kesehatan yang berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa pandang bulu. Penyakit menular akan dicegah dan dituntaskan hingga ke akar-akarnya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI terancam krisis penduduk dan pangan

    RI terancam krisis penduduk dan pangan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kesejahteraan tampaknya menjadi kondisi yang kian musykil bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi ini masih terasa jauh panggang dari api. Malah kini Indonesia tengah dibayangi ancaman ledakan penduduk. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ancaman ledakan penduduk itu sangat nyata jika Indonesia gagal membuat desain induk kependudukan yang tepat dan tertata. Kepala BKKBN, […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara   Dengan rasa kagum melihat keberanian dan kecekatan putra raja, kontelir akhirnya memberikan senjata itu sebagai hadiah. Dari cerita dapat dilihat betapa tanggung jawab merupakan sesuatu yang harus dijunjung tinggi apabila seseorang ditugaskan melakukan suatu pekerjaan. Di samping itu, cerita tersebut pun memberikan gambaran bahwa Willem […]

  • Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Satu orang hanyut terbawa arus sungai, Rabu (26/11) di Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batanggadis, Mandailing Natal (Madina) dalam peristiwa banjir di desa itu. Demikian data yang diterima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Madina, Kamis (27/11). Sejauh ini belum diketahui nama orang yang hanyut tersebut, tetapi […]

  • Ditemukan Lagi Ladang Ganja

    Ditemukan Lagi Ladang Ganja

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina untuk ke sekian kalinya berhasil memusnahkan ladang ganja. Kemarin, sekitar 600 batang ganja siap panen dari ladang seluas dua hektare di gunung Desa Huta Tinggi, Panyabungan Timur, yang dimusnahkan. Selain itu, pihaknya juga mengamankan ganja kering siap edar sebanyak 100 kilogram. Hujan yang mengguyur Rabu (14/9) dini hari, tidak menyurutkan langkah 150 personel gabungan […]

  • Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para dokter dan staf medis di RSU Panyabungan kini bagai di ujung tanduk risiko terinfeksi virus corona. Bahkan petugas non medis juga sangat rentan tertular. Kondisi rawan itu menyebabkan RSU Panyabungan sempat vakum alias tak melayani tindakan lanjutan terhadap pasien selama sekitar 2 pekan, dan sudah buka kembali sejak Sabtu kemarin. […]

  • Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Truk Fuso Banyak Bertonase Diatas 18 Ton PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan supir mulai mengeluhkan jembatan sementara Rantopuran di Jalur Lintas Sumatera titik Desa Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing Natal yang sudah teramat rawan karena lantainya sering patah. Para pengguna jalan merasa terancam keselamatannya melewati jembatan jenis bally tersebut jika pemerintah tidak cepat mengkaji kembali kebijakan […]

expand_less