Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Wacana Penggantian Nama Panyabungan, ICMI Muda: Sukhairi-Atika Fokus Saja Menunaikan Janji Kampanye dan Visi Misi

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
  • print Cetak

Kota Panyabungan/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana penggantian nama “Panyabungan” yang dilemparkan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution menuai kritik dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Madina. Wacana ini dipandang tidak urgen dan kontradiktif dengan janji kampanye dan visi misi pemerintahan Sukhairi-Atika (SUKA).

“Wacana itu kontraproduktif dengan sejarah panjang kota Panyabungan dan semangat persatuan masyarakat yang terjalin baik selama ini. Daripada mengurusi pergantian nama Kota Panyabungan, lebih baik keduanya fokus menunaikan janji kampanye,” ujar Sekretaris Caretaker ICMI Muda Madina Hapsin Nasution, SE, Jumat (16/9).

Hapsin menilai sampai saat ini belum terlihat program pembangunan yang linear dengan visi misi pemerintahan SUKA. Pergantian nama Panyabungan pun dinilai tidak berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Hapsin menerangkan, secara historis dan literatur alasan yang disampaikan Bupati Sukhairi tidak sepenuhnya benar karena dalam bahasa Mandailing tidak mengenal kata “Sabung”.

“Dalam referensi lain merujuk peta kuno. Panyabungan dulu namanya “Panjamboengan” yang asal katanya sambung, artinya Kota Panyabungan adalah kota transit, terbuka dan multietnis yang merupakan tempat lalu lintas ke Kota Deli dan Padang,” urainya.

Mantan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal ini berpendapat, wacana penggantian nama Panyabungan-yang menurut Bupati Sukhairi berarti tempat penyabungan ayam-hanya akan menuai kontroversi dan perdebatan alot tak berujung.

“Untuk itu kita minta Bupati dan Wakil Bupati bekerja saja secara profesional, fokus pada pembangunan dan menyejahterakan masyarakat Madina,” sebutnya ketika dihubungi di Panyabungan.

Hapsin mengatakan, orientasi dan substansi tagline “Era baru” dan “Madina Bersyukur, Madina Berbenah” yang digaungkan Bupati maupun Wakil Bupati tidak jelas serta tidak sinkron dengan perubahan nama Panyabungan.

“Perubahan apa, sih, yang dimaksud Sukhairi ini? Kita sampai saat ini tidak melihat perubahan apa pun di dalam pemerintahan Sukhairi-Atika,” jelas Hapsin.

menurut Hapsin, wacana perubahan nama Panyabungan, lebih banyak mudarat daripada manfaat serta akan melanggar UU Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Mandailing Natal dengan ibu kota bernama Panyabungan.

“Ini akan merepotkan persoalan administrasi kependudukan, pemerintahan, dan lainnya. Bayangkan berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk mengganti catatan administrasi masyarakat,” imbuhnya.

“Berbicara kota Panyabungan, lebih baik Sukhairi-Atika menata kesemrawutan, kekumuhan, dan kemacetan sehingga layak dipandang sebagai ibu kota kabupaten. Malu kita melihat Kota Panyabungan saat ini,” tambah alumnus UIN Syahada Padangsidimpuan ini.

Alih-alih mengurusi hal ‘konyol’ seperti itu, Sukhairi-Atika diminta untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang banyak di tengah singkatnya masa kepemimpinan.

“Konflik PTPN IV, kisruh PT SMGP, polemik PT Sorikmasmining, bahkan IPM Madina untuk skop Sumut saja masih rendah, angka kemiskinan yang meningkat, angka stunting yang tinggi, reformasi birokrasi yang tidak berjalan maksimal, SDM ASN yang lemah dibuktikan dengan kinerja yang tidak maksimal, dan komitmen pemberantasan KKN yang rendah, ini jauh lebih penting untuk diurus,” tegas Hapsin.

“Masyarakat menunggu tagline “Perubahan” yang digaungkan Sukhairi. Hal ini urgen mengingat periodisasi kepemimpinan bupati relatif singkat karena Pilkada Serentak 2024 sudah di ambang pintu,” tutup mantan aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) ini.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Konflik antara warga Kelurahan Tapus,  Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) versus PT. Madina Madani Mining (M3) soal klaim lahan di kelurahan itu mulai ditangani Polda Sumut. Lahan itu seluas 4 hektar berada di sisi timur Kelurahan Tapus. Menurut warga, lahan itu merupakan tanah adat dan memiliki sertifikat yang […]

  • Proyek Asal Jadi

    Proyek Asal Jadi

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Proyek Asal Jadi : Dek jalan di desa Parmompang kecamatan Panyabungan Timur yang baru beberapa minggu selesai kini, sudah terkelupas. Diharapkan kepada Dinas PU dan DPRD Madina untuk meninjau ulang proyek pembangunan jalan di Panyabungan Timur. Foto : MO

  • Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) -Jelang tahun ajaran baru, sejumlah kebutuhan Sekolah Anak mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga terjadi pada kebutuhan sekolah jenis seragam dan buku. Baju seragam anak untuk Sekolah Dasar yang biasa Rp. 130 ribu kini tembus di angka Rp. 140 ribu. Kata Asna (44) Salah seorang pedagang di Pusat Pasar Baru Madina. Jum’at […]

  • Surat Tulak-tulak

    Surat Tulak-tulak

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (I) Oleh : Z.Pangaduan Lubis) SuratTulak-Tulak. Masyarakat Mandailing memiliki aksara etnisnya sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak (bukan aksara Batak). Zaman sejarah ditandai oleh penggunaan aksara. Zaman sebelum adanya penggunaan sejarah dinamakan zaman pra-sejarah. Kita belum mengetahui sejak kapan masyarakat Mandailing menggunakan aksara Surat Tulak-Tulak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita dengan […]

  • DPRD Dorong Penyelidikan Lahan PTPN IV

    DPRD Dorong Penyelidikan Lahan PTPN IV

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi II DPRD Madina mendesak dilakukan penyelidikan terhadap kerancuan luas lahan yang dimiliki PTPN IV di Kecamatan Batahan. Sebab, luas PTPN IV ini hanya 3.300 hektar hasil take over dari Hak Guna Usaha (HFGU) PT. Kretam Iramindo. Kini luas lahan PTPN berubah menjadi 17.000 hektar.  Ada pertambahan seluas 13.700 hektar, […]

  • MENDIDIK ANAK BERPUASA

    MENDIDIK ANAK BERPUASA

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurlela Sari Aktivis dan ibu rumah tangga, tinggal di Madina Pada saat ini kita sedang berada dalam sebuah bulan yang begitu mulia. Seperti yang diketahui, bulan Ramadhan disebut juga dengan  syahrul mubarak (bulan penuh berkah) dan sebagai syahrut tarbiyah (bulan pendidikan) karena mendidik umat untuk selalu mensyukuri nikmat, menumbuhkan sifat sosial juga melakukan pembinaan […]

expand_less