Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
  • print Cetak

Oleh: Saridah
Aktivis Muslimah

Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda terlihat ada antrean membeli gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram pada Kamis 8 Juni 2023. Hal ini tampak di kawasan Jalan M. Said, RT 28, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Warga antre demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, atau yang biasa sering disebut gas melon.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Area Manager Communication, Relation and CSR Patra Niaga Regional Kalimanta, Arya Yusa Dwicandra memastikan secara kuota tabung gas tiga kilogram masih ada. Ia menyebutkan, di 2023 ini Kota Samarinda diberi kuota 26.838 metric ton dan telah tersalurkan 12.050 metric ton.

Tugas Negara

Tugas negara yang paling utama adalah menjamin dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan baik. Negara harusnya memastikan setiap individu rakyat dapat memenuhi kebutuhan asasi mereka tanpa dibayangi dengan kelangkaan dan mahalnya harga. Negara juga harusnya menjamin bahwa setiap individu rakyat terurus dengan baik, yaitu memudahkan mereka mengakses berbagai kebutuhan, layanan publik, serta fasilitas dan sumber daya alam yang menguasai hajat publik.

Sayangnya, pengaruh kapitalisme telah melalaikan tugas, pokok, dan fungsi negara sebagai pelayan rakyat. Para penguasa lebih mementingkan kepentingan korporasi. Rakyat ibarat warga kelas dua. Alhasil, kebijakannya tidak pernah berpihak pada kepentingan rakyat.

Mereka hanya mengatasnamakan rakyat untuk  memuluskan proyek oligarki kekuasaan. Pengabaian inilah yang menjadikan negeri ini tidak pernah tuntas menyelesaikan permasalahan yang ada. Belum lagi kapitalisasi hajat publik yang kerap terjadi. Penguasa melakukan liberalisasi harta milik rakyat dengan menyerahkan penguasaan dan pengelolaannya kepada swasta. Kalaulah masih berdaulat atas kekayaan alam, itu hanya berlaku di hilir semata. Sementara bagian hulunya, negara bukan satu-satunya pemain tunggal.

Solusi Islam

Dalam Islam, tugas penguasa adalah ri’ayah su’unil ummat, yakni mengurusi kepentingan rakyat dengan sebaik-baik pelayanan. Penguasa bukanlah pelayan kepentingan korporat atau pejabat. Negara bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya alam yang berkaitan dengan hajat publik. Negara tidak boleh menyerahkan pengaturan hajat publik seperti minyak bumi, gas alam, dan lainnya kepada individu atau swasta.

Negaralah satu-satunya penyelenggara pengelolaan hajat publik mulai dari proses produksi, distribusi hingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara murah atau gratis. Tidak ada dikotomi siapa yang harus menikmati dengan murah kekayaan alam tersebut. Elpiji murah bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan jika pengelolaannya diatur berdasarkan syariat Islam.

Rasulullah saw. bersabda, “Kaum muslim berserikat pada tiga perkara, yaitu air, padang rumput, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Hadis tersebut adalah pedoman bahwa pengelolaan hajat publik yang sifatnya tidak terbatas dan dibutuhkan masyarakat tidak boleh dimiliki atau dikuasai oleh individu, kelompok, ataupun negara. Negara hanya bertugas mengelola dan mendistribusikan hasil pengelolaannya kepada masyarakat secara murah bahkan gratis.

Dengan demikian, sesungguhnya berat beban seorang pemimpin. Sebab, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia, melainkan juga akhirat kelak. Maka dari itu, hendaknya penguasa benar-benar memperhatikan akibat pengabaian urusan rakyat dan kebijakan yang membuat rakyat susah.

Rasulullah saw. mendoakan kesusahan bagi para penguasa yang menindas rakyat. “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” Demikian munajat beliau, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Tidakkah doa Nabi saw. ini cukup menjadi peringatan keras bagi penguasa yang senantiasa memberi kesulitan bagi rakyatnya? Wallahualam.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Panyabungan Timur Harapkan Pembukaan Jalan Baru dan Pendirian SMK

    Warga Panyabungan Timur Harapkan Pembukaan Jalan Baru dan Pendirian SMK

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Warga masyarakat Panyabungan Timur meminta  agar pembukaan jalan baru Panyabungan Timur – Palas dilanjutkan kembali. Hal itu tercuat pada kunjungan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H.A.Yasir Ridho Lubis, SH, ST, MSP di Kelurahan Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur, Senin(7/3). “Kami meminta kepada DPRD Sumut untuk menyuarakan dan mendukung kelanjutan […]

  • “Filosofi Bambu”

    “Filosofi Bambu”

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan Pendek : Askolani Nasution Bambu itu keajaiban buat saya. Dalam kondisi tertentu, bambu muda dapat tumbuh sampai 60 cm dalam 24 jam. Banyak suku di Asia dan Afrika yang menjadikan bambu sebagai bahan makanan. Dan tak banyak yang tahu bahwa sayur bambu memiliki kandungan Kalium yang lebih tinggi dibanding Brokoli. Belum lagi berbagai […]

  • BPK Perwakilan Sumut: Madina Capai Kemajuan Pelaporan

    BPK Perwakilan Sumut: Madina Capai Kemajuan Pelaporan

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  Perwakilan Sumatera Utara menyatakan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mencapai banyak kemajuan dalam penyampaian laporan keuangan. Itu diungkap Kepala BPK Perwakilan Sumatera Utara Eydu Oktain Panjaitan dalam pernyataan sambutan usai menerima laporan keuangan tahun anggaran 2022 Pemkab Madina dari bupati Jafar Sukhairi Nasution di kantor BPK RI Perwakilan […]

  • Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kodok berukuran besar yang hidup di selatan Afrika ini pantas disebut mosnter. Bagaimana tidak, kalau kodok umumnya makan nyamuk atau hewan kecil sejenisnya, lha kodok ini makannya tikus, bahkan ular. Bisa dibayangkan berapa besar ukuran mulutnya saat kodok tersebut menangkap mangsanya. Ukurannya memang jumbo. Satu ekor kodok dewasa beratnya bisa mencapai 2 kilogram. Ini merupakan […]

  • Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    LINGGABAYU|| Mandailing Online— Puluhan unit ekskavator diduga bebas beroperasi siang dan malam di lokasi bekas lahan PT M3, Dusun Pulo Padang, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal. Aktivitas tersebut diduga kuat merupakan Pertambangan Emas Tanpa Izin atau PETI. Informasi ini disampaikan warga Kelurahan Tapus kepada wartawan, Jumat (12/9/2026). Menurut warga, aktivitas alat berat sudah berlangsung lama […]

  • Polisi Dalami Peristiwa Pengeroyokan Giawa di Muara Batang Gadis

    Polisi Dalami Peristiwa Pengeroyokan Giawa di Muara Batang Gadis

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unit Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Maura Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) saat ini masih mendalami laporan pengeroyokan korban bernama Mencari Hati Giawa yang terjadi pada Sabtu (5/10/2024). Laporan dari korban masuk tanggal 5 Oktober 2024 dengan nomor LP/B/38/X/2024/SPKT/POLSEK MUARA BATANG GADIS/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATRA UTARA. Tiga orang diduga pelaku […]

expand_less