Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
  • print Cetak

Askolani Nasution

Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025).

Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya.

Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya di kawasan Mandailing. Mulai dari Singosari, Majapahit, Sriwijaya, Aru, Pagaruyung, Aceh, hingga Inggris, Portugis, Jepang dan Belanda.

Jejak itu tampak dalam bentuk peninggalan sejarah, baik meriam, benteng, bahkan candi, dan lain-lain.

Kenapa Mandailing menarik? Karena potensi sumber daya alamnya. Askolani mengungkap, bahwa emas di kawasan Aek Simalagi sudah ada penambangan sejak abad ke 8-9 masehi. Emas itu menjadi komoditas ekspor penting melalui pantai Barat Sumatera. Belum lagi hasil rempah.

Tak hanya itu, Panyabungan (ibu kota Mamdailing Natal saat ini) sudah menjadi transit perdagangan antara pantai Timur dan Barat Sumatera. Berbagai negara berdagang ke sini. Baik Cina, India, atau Arab. Tetapi, kenapa setelah 13 abad kemudian Panyabungan tidak berkembang? Kecuali sebagai kawasan perdagangan ganja?

“Itu persoalannya. Kita tidak pernah membangun daerah ini berdasarkan potensi kultural dan alamnya. Kita membangun hanya meniru kabupaten lain, bukan karena kebutuhan daerah,” kata Askolani.

“Mestinya, dari aspek sejarah itu, pembangunan Mandailing Natal sebagai pusat perdagangan global menjadi pilihan penting,” imbuhnya.

Potensi lainnya adalah beras. Jepang tidak akan merampas Mandailing dari Belanda kalau bukan karena stok berasnya. Mereka butuh itu untuk Perang Asia Fasifik. Dan sejak berabad-abad sebelumnya, Mandailing telah menjadi pusat persawahan yang maju. Itu ditandai dengan temuan arca perunggu Dwi Sri di Tombang Bustak. Itu dewa kesuburan yang identik dengan padi.

Belum lagi potensi kopi. Sebelum Belanda masuk, Inggris sudah mengembangkan perkebunan kopi di sini. Hingga tahun 1870-an, terdapat 2,8 juta batang kopi di sini.

Ekspor kopi melalui pantai Barat Sumatera itu bahkan menjadi andalan utama pembiayaan pemerintah kolonial di Batavia.

“Tetapi apa yang kita capai selama 26 tahun Mandailing Natal. Bahkan bebatuan Candi Simangambat akhirnya diboyong ke Cibinong tahun lalu, karena kita tidak mengurusnya. Padahal, di Sumatera Utara hanya di Mandailing ada tinggalan candi Hindu seperti Candi Simangambat, pragmen candi Siabu dan Saba Biara Pidoli. Itu tanda bahwa peradaban kita sudah demikian maju sejak dulu,” ungkanya.

Belum lagi soal efektivitas program-program pemerintah daerah sesuai dengan asumsi-asumsi ekonomi makro.

“Misal jika asumsi inflasi sekian persen, laju ekonomi sekian persen, mana di antara program pembangunan kita yang menjadi indikator pemulihan inflasi daerah dan mana yang menjadi indikator laju ekonomi sekian persen. Tidak pernah kita kaji secara mendalam sehingga menjadi acuan yang ilmiah,” ujar Askolani. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nakes Sempat Mogok Kerja, Bupati: ASN Jangan Mengambil Langkah yang Merugikan Masyarakat

    Nakes Sempat Mogok Kerja, Bupati: ASN Jangan Mengambil Langkah yang Merugikan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tenaga kesehatan (Nakes) bagian laboratorium di RSUD Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) kemarin, Selasa (14/12) sempat melakukan aksi mogok kerja karena insentif yang diterima tidak sesuai. Aksi mogok yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut sempat membuat pelayanan sedikit terganggu. Akibatnya hal tersebut pada Rabu (15/12) pagi Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution […]

  • Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    HYDERABAD – Hampir setahun mengungsi di tanah Hyderabad, India, 1.500-an kaum minoritas Muslim Myanmar dari etnis Rohingnya menghadapi situasi serba kekurangan. Kaum Muslim Rohingya tiba di India setelah terusir dari tanah airnya, Myanmar, pascaserangan sektarian bertubi-tubi yang dilakukan terhadap mereka oleh etnis mayoritas Rakhine yang beragama Budha. Sebagaimana dilansir Al Jazeera, kondisi para pengungsi Rohingnya […]

  • Pengumuman CPNS Sibolga Terkendala Nilai

    Pengumuman CPNS Sibolga Terkendala Nilai

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIBOLGA – Pemko Sibolga belum bisa mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2013. Hal ini terkendala nilai dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN & RB). “Hasil ujian peserta sudah kita terima tanggal 24 Desember 2013. Namun Kementerian PAN belum mencantumkan nilai peserta ujian. Makanya hasil seleksi itu belum bisa kita umumkan. Kondisi ini […]

  • BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan  – Bank Indonesia mencatat kredit usaha mikro, kecil, dan menengah di Sumut pada 2014 tumbuh sebesar 15,25 persen dibandingkan 2013 atau mencapai Rp45,77 triliun. “Pada 2013, penyaluran kredit UMKM Rp39,7 triliun dan 2014 mencapai Rp45,77 triliun,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Difi A Johansyah di Medan, Jumat. Pertumbuhan kredit tahun 2014 […]

  • Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

    Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlena Pulungan, S.Pd Pengajar, tinggal di Sidimpuan   Memasuki tahun 2022 jagad media sosial dihebohkan kembali dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang aktivis kampus. Media sosial diramaikan dengan viralnya dugaan pemerkosaan 3 mahasiswi yang dilakukan demisioner BEM (UMY).(POJOKSATU.id) Mengerikan, intelektual yang seharusnya  memikirkan perubahan negeri, cerminan budi pekerti yang tinggi, telah berubah […]

  • Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SELUMA, – Kapolres Seluma AKPB Parhorian Lumban Gaol, S.Ik melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Suraya, SH mengatakan, 8 siswa SMAN 6 Seluma, dan 6 diantaranya disebut menginjak Alquran akan diinterogasi di Mapolsek Sukaraja. Hal itu dilakukan guna mengetahui kejadian awal hingga akhir kejadian tersebut. Tidak hanya mereka, juga oknum guru serta saksi lainnya. Selain itu, tidak […]

expand_less