Senin, 15 Jun 2026
light_mode

Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • print Cetak

Istimewa

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Kebutuhan ikan mas di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata masih dipasok dari daerah Sumatera Barat meski Kabupaten ini telah banyak mengeluarkan anggaran APBD untuk peningkatan produksi ikan mas. Dari hasil penelusuran  bahwa pasokan ikan mas ke Madina masih berasal dari daerah Rao, Pasaman Barat, Sumatera Barat, sejak tahun 2020

Meskipun daerah ini memiliki sentra ikan air tawar atau tambak di Madina agar Madina tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga menjadi pemasok ikan mas, namu tetap saja program itu tak berhasil karena pemerintah daerah setengah hati yang menyebabkan Madina harus mengandalkan pasokan dari luar daerah.
” ikan mas dari madina itu lebih baik kualitasnya dari pada ikan mas dari Sumatera Barat, kesturnya lebih baik,  lebih padat daging nya. Namun karena pasokannya kurang, kami terpaksa order dari sumbar karena kebutuhan pasar cukup banyak” kata Zainuddin salah seorang pengusaha ikan mas di kawasan Sipolu-Polu.
Ia menilai Pemkab Madina tidak begitu mendukung perikanan Madina. Menurutnya jenis ikan lokal seperti ikan mas, ikan nila dan ikan lele lebih bagus untuk dikonsumsi sebab pembudidayaannya dapat dilihat langsung serta tak memakai obat obatan yang mengandung senyawa kimia atau lainnya.

Terkait harga ikan, mereka menjual ikan mas dari Sumbar secara perkilo dan perbiji. Untuk konsumen sendiri Ikan mas dijual perkilonya Rp.38.000 pada pedagang diharga Rp.36.000.

Setiap harinya, Zainuddin mengaku menghabiskan ikan mas 30 kantong. Dalam setiap kantong nya 300kg.

“Harga ikan lokal tidak jauh beda dengan Sumbar, kalo biasanya Rp.40.000/ kg kalo untuk perbiji tergantung berapa ons timbangannya,” Tambahnya Zainuddin.

Perludiketahui data yang dihimpun Mandailing Online tahun 2025 ada banyak anggaran yang terkesan mubazzir di Dinas Perikanan Madina sebab tak ada prestasi yang bisa diunggulkan dari sektor perikanan madina. Anggaran itu seperti biaya perjalanan dinas dalam kota dan dinas biasa senilai Rp. 544.473.000,.

Untuk belanja perjalanan dinas biasa. Total pagu Rp. 412.623.000. dan perjalanan dinas kota senilai Rp.131.850.000.

Selain perjalanan dinas, ada juga belanja barang diserahkan ke masyarakat senilai Rp.101.127.000.

Kemudian ada juga biaya Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara untuk 2 kegiatan Rp. 15.000.000,. dan Rp. 7.500.000. Selain itu,Belanja Modal Personal Computer Rp. 14.748.750., lalu Belanja Peralatan dan Mesin-Alat Pertanian Alat Pengolahan-Alat Produksi Perikanan Rp. 48.916.000,. Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan-Alat Angkutan Darat Bermotor-Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan total pagunya Rp. 157.390.000., Serta Ada Rp.100 Juta lebih Belanja Barang lainnya.

Untuk mejelaskan kebenaran anggara itu, Kepala Dinas Perikanan Madina Syafruddin yang berupaya dikonfirmasi tak berhasil. ( fikri )

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zubeir Pulungan, Yatim yang Lolos Beasiswa ke Yaman

    Zubeir Pulungan, Yatim yang Lolos Beasiswa ke Yaman

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ahmad Zubeir Pulungan berhasil memperoleh beasiswa kuliah di Universiatas Al Haqop, Hadromaut, Yaman. Anak yatim yang berasal dari Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ini termasuk dari sekitar 300 dari sekitar 1.000 pelamar di seluruh Indonesia yang berhasil memperloeh beasiswa itu untuk segmen al-wasithiyyah. Dia mengikuti seleksi di pesantren Al […]

  • Malaysia Tak Pede Menang

    Malaysia Tak Pede Menang

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALALUMPUR – Hingga satu hari menjelang partai puncak leg pertama final Piala ASEAN Football Federation (AFF) Suzuki 2010, loket penjualan tiket di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, Malaysia, masih terlihat sepi. Tak ada antrean panjang, apalagi sampai berdesak-desakan seperti yang terjadi di Jakarta. Wartawan Tribun, Husein Sanusi dan Dany Permana, dari Stadion Bukit Jalil, melaporkan, hanya […]

  • Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Pemerhati Umat “Amin kita sama, tapi iman kita berbeda”, begitu kira-kira semboyan generasi milennial dan generasi z dalam mewacanakan kehidupan mereka dalam bingkai liberalisasi beragama. Bebasnya interaksi pergaulan lawan jenis menempatkan hubungan perasaan pada batasan yang sudah melewati rambu rambu akidah. Tak sedikit dari milenial maupun gen z menyatukan perbedaan keyakinan tersebut […]

  • 15 Desa di Madina Sangat Terisolir

    15 Desa di Madina Sangat Terisolir

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 15 desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih terisolir, belum bisa dilalui kenderaan roda empat. Roda dua pun sulit lewat jika musim penghujan. Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution melalui Kabag Humas, Arbiuddin Harahap kepada wartawan, Senin (2/9/2013) menyatakan 15 desa ini juga masih sangat minim fasilitas kesehatan dan pendidikan. […]

  • Energy Geothermal : Energi Masa Depan atau Masalah Besar?

    Energy Geothermal : Energi Masa Depan atau Masalah Besar?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Al-Khotib Alumni Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran Sekretaris Umum HMI Cabang Sumedang   Konsumsi minyak dunia semakin hari semakin bertambah, ini akibat kebutuhan manusia akan energi yang terus bertambah. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), permintaan minyak dunia tahun 2015 ini jumlahnya meningkat 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Padahal kondisi cadangan minyak dunia […]

  • Tak Laporkan LHKPN, Anggota DPRD Terpilih Terancam Tertunda Dilantik

    Tak Laporkan LHKPN, Anggota DPRD Terpilih Terancam Tertunda Dilantik

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Dari 40 Orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Periode 2024 – 2029 Kabupaten Natal yang terpilih, hari ini Selasa, (16/07) baru 14 orang yang menyerahkan berkas Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina. Hal itu dikatakan Muhammad Yasir selaku Divisi Tekhnis Penyelenggara KPU Madina. “Sampai dengan hari […]

expand_less