Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
- print Cetak

Istimewa
PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Kebutuhan ikan mas di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata masih dipasok dari daerah Sumatera Barat meski Kabupaten ini telah banyak mengeluarkan anggaran APBD untuk peningkatan produksi ikan mas. Dari hasil penelusuran bahwa pasokan ikan mas ke Madina masih berasal dari daerah Rao, Pasaman Barat, Sumatera Barat, sejak tahun 2020
Terkait harga ikan, mereka menjual ikan mas dari Sumbar secara perkilo dan perbiji. Untuk konsumen sendiri Ikan mas dijual perkilonya Rp.38.000 pada pedagang diharga Rp.36.000.
Setiap harinya, Zainuddin mengaku menghabiskan ikan mas 30 kantong. Dalam setiap kantong nya 300kg.
“Harga ikan lokal tidak jauh beda dengan Sumbar, kalo biasanya Rp.40.000/ kg kalo untuk perbiji tergantung berapa ons timbangannya,” Tambahnya Zainuddin.
Perludiketahui data yang dihimpun Mandailing Online tahun 2025 ada banyak anggaran yang terkesan mubazzir di Dinas Perikanan Madina sebab tak ada prestasi yang bisa diunggulkan dari sektor perikanan madina. Anggaran itu seperti biaya perjalanan dinas dalam kota dan dinas biasa senilai Rp. 544.473.000,.
Untuk belanja perjalanan dinas biasa. Total pagu Rp. 412.623.000. dan perjalanan dinas kota senilai Rp.131.850.000.
Selain perjalanan dinas, ada juga belanja barang diserahkan ke masyarakat senilai Rp.101.127.000.
Kemudian ada juga biaya Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara untuk 2 kegiatan Rp. 15.000.000,. dan Rp. 7.500.000. Selain itu,Belanja Modal Personal Computer Rp. 14.748.750., lalu Belanja Peralatan dan Mesin-Alat Pertanian Alat Pengolahan-Alat Produksi Perikanan Rp. 48.916.000,. Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan-Alat Angkutan Darat Bermotor-Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan total pagunya Rp. 157.390.000., Serta Ada Rp.100 Juta lebih Belanja Barang lainnya.
Untuk mejelaskan kebenaran anggara itu, Kepala Dinas Perikanan Madina Syafruddin yang berupaya dikonfirmasi tak berhasil. ( fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi

