Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Narkoba Menyasar Remaja, Salah Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Polisi kembali mengungkap hal sangat memprihatinkan yang menyangkut remaja. Dari hasil penggerebekan yang dilakukan oleh polisi di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, sebanyak 15 pelajar SMP positif menggunakan narkoba setelah melakukan tes urine.

Menurut Walikota Surabaya Eri Cahyadi, penyalahgunaan narkoba merupakan kenakalan remaja yang salah satunya karena salah pola asuh orang tua. Untuk itu, orang tua harus mengevaluasi diri dan sadar akan perannya dalam mengasuh anak masing-masing.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan pengurus tingkat RW dan tokoh masyarakat untuk mengamankan Jalan Kunti. Dan bekerjasama dengan BNN menggelar uji dumpling acak ke siswa. (Suarasurabaya.net, 14-11-25)

Masa Depan Nagara Berada di Tangan Generasi

Peredaran narkoba sudah merambah pelajar SMP menandakan Indonesia darurat narkoba. Ini adalah hal yang sangat mendesak untuk segera diatasi. Jika keadaan seperti ini terus berlanjut, maka masa depan bangsa dan negara akan terancam.

Maju dan hancurnya suatu bangsa berada di tangan generasi muda. Jika remajanya berkualitas maka akan membawa bangsa dan negara mencapai kemajuan. Sebaliknya, jika remajanya rusak maka kehancuran suatu bangsa dan negara sudah di depan mata.

Narkoba merupakan barang haram yang akan membawa generasi kepada kehancuran. Mengkonsumsi narkoba akan merusak fisik maupun akal secara perlahan. Bagaimana mungkin generasi yang bermasalah akan membawa bangsa dan negara ini mencapai kemajuan?

Salah Siapa?

Terjeratnya remaja dalam lingkaran barang haram ini tidak sepenuhnya salah orang tua dan keluarga. Pasti setiap orang tua tidak menginginkan anak-anak mereka terlibat barang haram ini. Berbagai usaha telah dilakukan, seperti mengontrol pergaulan anak, menanamkan kepada anak bagaimana efek negatif mengkonsumsi narkoba. Menjelaskan bahwa narkoba adalah barang haram yang tidak boleh diedarkan, dikonsumsi, dan juga melanggar hukum.

Tetapi pengaruh lingkungan sangat berperan membentuk kepribadian remaja. Di mana lingkungan tempat mereka tumbuh, narkoba dan hal-hal negatif lainnya menjadi hal yang biasa mereka indra, seperti di Jalan Kunti dengan julukan kampung narkoba. Peluang untuk mecoba lebih besar sehingga tidak mengherankan jika mereka menjadi konsumen aktif, bahkan bisa jadi sebagai pengedar.

Saat ini kita tidak bisa berharap banyak pada masyarakat untuk menjaga anak kita dari hal-hal negatif. Karena lingkungan sosial masyarakat kehilangan fungsinya sebagai pengontrol. Masyarakat hari ini tidak peduli dengan kehidupan orang lain karena hidup di sistem ini membuat orang jadi serba salah. Jika ditegur kita berada dalam masalah, tidak ditegur semakin parah. Prinsip orang sekarang adalah  selagi tidak keluarga sendiri yang terlibat maka jangan ikut campur. Akibatnya, peredaran narkoba semakin merajalela dan korbannya sudah merambah anak-anak di bawah umur.

Yang patut disalahkan dari peredaran narkoba ini adalah pengaruh sistem kapitalisme sekuler liberal dalam mengatur kehidupan saat ini. Sistem ini memisahkan aturan kehidupan dari aturan agama. Secara tidak langsung, sistem ini juga memberikan kebebasan dalam berusaha sehingga bisnis haram pun bisa berkembang dengan pesat.

Peran Agama

Untuk mengatasi peredaran narkoba kuncinya adalah ketakwaan individu. Ketakwaan individu dibentuk melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Tetapi pendidikan hari ini lebih mengutamakan keberhasilan secara materi daripada keberhasilan pendidikan karakter. Pendidikan agama dipandang sebelah mata karena tidak akan membawa manfaat besar bagi kehidupan yang berorientasi pada materi.

Abai terhadap pendidikan agama menyebabkan sebagian besar remaja bertingkah laku semaunya dan salah arah. Mereka tumbuh menjadi generasi yang cuek, tidak berfikir apakah perbuatan mereka di larang agama atau tidak. Yang penting mereka merasa senang dan bahagia menjalankan hidup sesuka mereka. Terkadang perbuatan tersebut merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Keberhasilan pendidikan dunia tanpa dibarengi dengan pendidikan agama, maka keberhasilan tersebut akan membawa kepada kerusakan. Di sinilah pentingnya peran pendidikan agama. Agama menjadi pedoman untuk melakukan suatu perbuatan, sehingga semua perbuatan akan terarah dan bermanfaat bagi kehidupan.

Negara Gagal  Melindungi Generasi

Melihat situasi dan kondisi peredaran narkoba yang sudah menyasar pelajar, sepertinya negara gagal dalam melindungi generasi muda dari hal-hal negatif. Padahal negara tidak kekurangan aparat dan mempunyai aturan untuk menjerat orang-orang yang terlibat dalam bisnis haram ini. Tetapi peredaran narkoba semakin masif di masyarakat.

Negara seolah tidak berdaya dalam memberantas mafia-mafia narkoba. Bandar-bandar besar tidak tersentuh hukum dan masih bebas menjalankan bisnis haramnya. Jika pun ada yang terjaring dan mendekam di jeruji besi, tetapi tidak membuat pelaku jera dan mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Ini membuktikan bahwa hukuman yang diberikan tidak berefek bagi pelaku. Dan banyak hukuman yang dijatuhkan tidak sesuai dengan kejahatan yang dilakukan. Hal seperti ini terjadi karena adanya oknum-oknum aparat yang mengambil keuntungan dari masalah yang ada dan ini adalah fakta di lapangan. Para bandar dan oknum sama-sama diuntungkan dan yang menjadi korban adalah generasi bangsa ini.

Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan-kebijakan yang terkait dengan narkoba. Serta semua kebijakan yang berpeluang menyeret generasi ke dalam pusaran narkoba. Karena kebijakan yang sudah ada terbukti tidak efektif memutus peredaran narkoba. Jangan sampai negara ini hancur karena narkoba.

Islam Memberantas Peredaran Narkoba

Masalah serius ini terjadi akibat dari pengaruh sistem kapitalisme sekuler liberal dalam mengatur kehidupan. Sistem yang menimbulkan permasalahan di semua lini kehidupan. Untuk memberantas narkoba sampai ke akarnya, Islam mempunyai aturan yang tegas dan jelas.

Sistem Islam akan mengembalikan peran dan fungsi semua lapisan masyarakat.  Seperti keluarga, keluarga adalah tempat pertama anak mendapatkan pendidikan. Pendidikan dalam keluarga menanamkan ketakwaan kepada Allah. Sehingga anak mengetahui semua tindakan dan tingkah lakunya sesuai dengan syariat ataukah melanggar syariat. Mereka faham bahwa semua perbuatan yang mereka lakukan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti.

Kemudian lingkungan sosial masyarakat, lingkungan sosial berfungsi sebagai pengontrol tingkah laku seseorang dalam masyarakat. Masyarakat akan selalu melakukan amar makruf nahi munkar. Karena masyarakat dalam Islam mempunyai pemikiran, perasaan, dan aturan yang sama. Sehingga semua lapisan masyarakat terjaga dari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan syariat Islam.

Dan yang paling penting adalah peran negara. Negara bertanggungjawab penuh atas seluruh rakyatnya, baik kesejahteraan, keamanan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw. bahwa, “Imam itu adalah pemimpin dan dia diminta pertanggungjawaban atas orang yang ia pimpin.”(HR Bukhari dan Muslim).

Negara akan menyelesaikan semua persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Seperti kasus narkoba, pemerintah akan memutus semua rantai yang bisa menyebabkan peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat.

Ini bisa dimulai melalui sistem pendidikan. Negara akan menerapkan pendidikan yang berbasis akidah sehingga remaja dan generasi mempunyai ketakwaan. Dengan adanya ketakwaan maka semua perbuatan dan tingkah laku generasi selalu terjaga dan tidak ke luar dari jalur yang telah ditentukan syariat. Selain sistem pendidikan yang berbasis akidah, negara juga akan memberlakukan sanksi tegas kepada orang-orang yang melakukan tindakan dan perbuatan yang melanggar syariat.

Khatimah

Akar dari semua permasalahan yang terjadi saat ini adalah kesalahan dari penerapan sistem yang mengatur kehidupan. Untuk itu negara wajib menerapkan sistem yang mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada sehingga manusia bisa hidup sesuai fitrahnya. Sistem itu tidak lain adalah sistem Islam yang diterapkan dalam naungan Daulah Islamiyah.

Wallahu’alam bissawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Perkebunan Terus Meluas, 25 Rumah Penduduk Terbakar

    Kebakaran Perkebunan Terus Meluas, 25 Rumah Penduduk Terbakar

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Kebakaran hutan dan perkebunan di wilayah Pantai Barat, Mandailing Natal (Madina) kian meluas. Hingga Selasa (18/2/2014) gerakan api tdak saja di areal perkebunan, tetapi sudah merembet ke pemukiman penduduk. Berdasar data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Madina, sekitar 25 rumah warga di SP I dan SP II di Kecamatan […]

  • SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Buka Pendaftaran Siswa

    SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Buka Pendaftaran Siswa

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mulai tanggal 11 Juni 2015, SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan, Mandailing Natal mulai  menerima pendaftaran peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2015-2016. “Bagi para orang tua sisiwa yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah ini silahkan mendaftarkannya ke gedung SMP Muhammadiyah di Desa Gunung Tua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan,” ujar Sahrial Alamsyah, Kepala SMP […]

  • Pemuda Harus Tingkatkan SDM dan Berperan dalam Pembangunan

    Pemuda Harus Tingkatkan SDM dan Berperan dalam Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebagai Pemuda jangan menjadi penonton di daerah sendiri dan harus berperan mengawal perkembangan dan pembangunan sekaligus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih minoritas, sehingga investor berdatangan dengan leluasa mengambil hasil bumi keluar daerah tanpa meninggalkan kesejahteraan terhadap masyarakatnya. Demikian disampaikan Sekretaris Umum DPP IPK H Arpan Maksum, Sabtu (4/12) di Gedung Serba Guna Panyabungan, […]

  • Tembak Mati Terduga Teroris, Kegagalan Status Negara Hukum Untuk Indonesia?

    Tembak Mati Terduga Teroris, Kegagalan Status Negara Hukum Untuk Indonesia?

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Kasus aksi teror kembali mengguncang negeri. Tidak tanggung-tanggung, aksi teror tersebut beruntun terjadi dalam kurun waktu satu minggu. Aksi pertama yang membuat geger adalah ledakan bom bunuh diri di Makassar. Tepat di samping gereja. Pelakunya tewas dan dikabarkan bahwa petugas menemukan potongan-potongan tubuh korban di lokasi kejadian […]

  • Menhan : Indonesia Akan Miliki 500 Roket R-Han

    Menhan : Indonesia Akan Miliki 500 Roket R-Han

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Waykanan, Lampung, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro mengatakan dalam jangka waktu selama empat tahun ke depan Indonesia akan memiliki 500 roket R-Han 122 sebagai pertahanan negara. “Insya Allah nanti pada tahun 2014 paling sedikit ada 500 roket R-Han 122 yang akan masuk dalam jajaran pertahanan kita karena ini merupakan hasil karya anak negeri selama […]

  • Seleksi Calon Kepala Sekolah di Madina, 482 Orang Lulus

    Seleksi Calon Kepala Sekolah di Madina, 482 Orang Lulus

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 482 dari 553 orang peserta dinyatakan “layak” dalam uji kelayakan guru sebagai kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Plt Kepala Dinas Pendidikan Madina, Dollar Hafriyanto kepada ANTARA, Senin (21/11), menyampaikan, hasil uji kelayakan guru tahun anggaran 2022 ini berupa integrasi nilai dari tiga tahapan seleksi […]

expand_less