Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Mengukur Risiko Gagal “Kampung Pisang”: Antara Jargon dan Fakta Lapangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

 

Program “Kampung Pisang” di Mandailing Natal datang dengan bahasa yang meyakinkan: ada “general check-up” tanah, identifikasi hama dan penyakit, hingga “terapi awal” sebelum pengembangan kawasan. Sekilas, semua terdengar rapi—bahkan ilmiah.

Namun pertanyaannya sederhana: seberapa jauh istilah-istilah itu benar-benar mencerminkan kondisi faktual di lapangan?

Karena dalam banyak program pembangunan, kegagalan jarang dimulai dari niat yang buruk. Ia justru sering berawal dari jargon yang terdengar siap, sementara realitas teknisnya belum benar-benar teruji.

Apalagi ketika program ini sudah ditopang oleh MoU, yang seringkali lebih cepat mengikat daripada memberi ruang untuk mengoreksi.

Diagnosa atau Sekadar Kesan Awal?

Istilah “general check-up” memberi kesan bahwa lahan telah diperiksa secara menyeluruh. Tapi dalam praktik pertanian, pemeriksaan itu tidak cukup dengan observasi umum.

Yang dibutuhkan adalah:

* Uji pH tanah dan kandungan hara,
* Analisis bahan organik, serya
* Pemetaan spesifik organisme pengganggu tanaman.

Tanpa itu, “pemeriksaan” berisiko hanya menjadi kesan awal yang terlihat ilmiah, tetapi belum cukup kuat untuk menopang keputusan besar.

Hal yang sama berlaku untuk istilah “terapi”. Dalam pertanian, terapi bukan metafora—ia harus konkret: pengapuran, perbaikan struktur tanah, penggunaan agen hayati, hingga sanitasi kebun. Jika tidak dijelaskan secara terbuka, maka “terapi” mudah berubah menjadi kata yang menenangkan, bukan tindakan yang menyelesaikan.

Pisang Kepok: Tanaman yang Tidak Sesederhana Narasinya

Pisang kepok sering dipersepsikan sebagai tanaman yang mudah tumbuh. Padahal, di balik itu, ada risiko agronomis yang serius:

* kerentanan terhadap penyakit tanah seperti layu fusarium,
* ketergantungan tinggi pada kualitas lahan awal,
* serta dampak jangka panjang jika salah penanganan di fase awal.

Kesalahan kecil di tahap persiapan tidak berhenti di musim tanam pertama. Ia bisa menjadi masalah berulang yang sulit dipulihkan—bahkan ketika program sudah berjalan.

Di titik ini, optimisme tanpa kehati-hatian justru menjadi pintu masuk kegagalan.

MoU: Mempercepat atau Mengunci?

MoU sering diposisikan sebagai langkah maju—tanda keseriusan kerja sama. Namun dalam praktik kebijakan, ia juga bisa menjadi titik rawan.

Ketika MoU ditandatangani sebelum validasi teknis benar-benar matang, yang terjadi adalah:

* keputusan berjalan lebih cepat dari data,
* komitmen mendahului kesiapan,
* dan ruang koreksi menjadi semakin sempit.

Bagi pemerintah daerah, ini bukan sekadar soal program. Ini soal risiko kebijakan—di mana kegagalan tidak hanya berdampak pada proyek, tetapi juga pada kepercayaan publik.

Jangan Terburu-buru Menjual “Wisata”

Konsep agro-eco-edu-tourism memang menjanjikan. Tapi ia bukan titik awal—melainkan hasil akhir dari proses yang panjang.

Urutannya tidak bisa dibalik:

1. produksi harus stabil,
2. praktik budidaya harus berkelanjutan,
3. nilai edukasi harus terbentuk,
4. barulah wisata punya fondasi.

Jika langsung melompat ke “branding wisata”, yang sering terjadi adalah:

* kebun belum siap,
* pengunjung datang tanpa pengalaman yang kuat,
* dan program perlahan kehilangan arah.

Yang tersisa hanya nama besar tanpa isi yang konsisten.

Mengukur Risiko, Bukan Menolak Program

Tulisan ini bukan untuk menolak “Kampung Pisang”. Justru sebaliknya—untuk memastikan ia tidak gagal karena terlalu cepat merasa siap.

Ada beberapa langkah penting yang layak dipertimbangkan oleh Pemda Mandailing Natal:

Audit teknis independen terhadap kondisi tanah dan hama penyakit.
Uji coba terbatas (pilot project) sebelum perluasan skala.
Transparansi metode “terapi” yang benar-benar dilakukan di lapangan.
MoU berbasis tahapan (milestone), bukan komitmen sekaligus

Langkah-langkah ini mungkin terlihat memperlambat. Tapi dalam banyak kasus, justru itulah cara tercepat untuk menghindari kegagalan yang mahal.

Penutup

“Kampung Pisang” bisa menjadi langkah maju bagi Mandailing Natal. Tapi ia juga bisa menjadi contoh lain dari program yang tampak siap di atas kertas, namun rapuh di lapangan.

Di antara dua kemungkinan itu, satu hal menjadi kunci: keberanian untuk menguji fakta sebelum mempercayai jargon.

Karena dalam pembangunan, yang paling berbahaya bukan rencana yang gagal—
melainkan rencana yang terlalu cepat dianggap berhasil.***

 

*Mandailing Epicentum adalah wadah yang siap untuk terus memberi kritik, motivasi dan support untuk Pemkab Madina.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Transmisi Listrik PT.SMGP ke PLN Masih Tersendat

    Pembangunan Transmisi Listrik PT.SMGP ke PLN Masih Tersendat

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan jaringan transmisi 150 KV dari PT.SMGP ke Gardu Induk PLN masih tersendat. Soalnya, warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal masih belum menyetujui pemukiman mereka dilintasi jalur listrik tegangan tinggi itu. Sosialisasi yang diselenggarakan pihak PT. Sorik Marapi Geothermal Power kepada masyarakat Desa Purba Baru, Kamis (31/1/2019) […]

  • PT. ALN Harus Minta Tanggungjawab 4 Kades, Camat dan Kadishut Madina

    PT. ALN Harus Minta Tanggungjawab 4 Kades, Camat dan Kadishut Madina

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Dugaan Pemalsuan dan Rekayasa Penyerahan Lahan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika PT. Agro Lintas Nusantara (PT.ALN) merasa dirugikan secara materil maupun moril terkait penyerahan lahan oleh para kepala desa kepada perusahaan itu, sebaiknya PT. ALN meminta tanggujawab pihak-pihak tersebut. Itu dikatakan Wakil Sekretaris LP4M, Abri Perwira, SH. MH dalam siaran pers-nya diterima Mandailing Online, […]

  • Proyek Amburadul Dinas PU Madina

    Proyek Amburadul Dinas PU Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Senin, 18 Oktober 2010 | 20:20:56 MADINA-Himbauan DPRD Mandailing Natal untuk memperbaiki Proyek Pembangunan Jalan Desa Angin Barat Baru, Kecamatan Tambangan tak digubris rekanan dan Dinas PU Madina. Karenanya dewan menindak lanjuti kasus yang merugikan keuangan negara itu hingga tuntas. Ketua Komisi C DPRD Madina, Ins. Zubeir Lubis kepada medankoma.com, Senin (18/10) mengungkapkan kekesalannya, atas […]

  • Kapolres Tapsel: Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Sedang Diusut Polda

    Kapolres Tapsel: Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Sedang Diusut Polda

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Kapolres Tapsel, AKBP Roni Santana menyatakan Polda Sumut sedang mengusut oknum pembajak akun facebook Toni Darius Sitorus. Itu diutarakan Kapolres Tapsel di hadapan perwakilan Desa Pardomuan (Aek badak Siture) Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan dan perwakilan Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal di di Ranto Natas, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten […]

  • Direksi Telkomsel Segera Diganti

    Direksi Telkomsel Segera Diganti

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA: Sebanyak lima nama bersaing menduduki jabatan Direktur Utama PT Telkomsel pada perombakan susunan direksi perusahaan yang akan diumumkan pekan ini. “Ke-lima kandidat berasal dari internal Telkomsel maupun dari TelkomGrup,” kata seorang sumber di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 20 September 2011. Perombakan susunan direksi Telkomsel bagian dari reorganisasi perusahaan yang memutuskan penambahan jumlah direksi dari […]

  • Azimut Runway Bandara Malintang Final

    Azimut Runway Bandara Malintang Final

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Azimut Runway untuk rencana Bandara Bukit Malintang di Mandailing Natal sudah tuntas. Rapat antara Kementerian Perhubungan RI dan Pemkab Madina serta Pemprov Sumut di Jakarta, Selasa (7/1/2020) menghasilkan minimal 2 poin penting. Pertama, penetapan perubahan rotasi azimut runway. Azimut runway adalah sudut putar pada landasan pacu bandara. Kedua, finalisasi penyiapan […]

expand_less