Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 4)
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Willem Iskander
Oleh: Tim Mandailing Epicentrum
Sebelum Ki Hadjar Dewantara, Mandailing Sudah Bicara Pendidikan
Tulisan ini bukan untuk membandingkan apalagi mengecilkan Ki Hadjar Dewantara. Tetapi, sejarah tetap perlu dibaca secara utuh.
Sebab jauh sebelum Ki Hadjar mendirikan Taman Siswa tahun 1922, Willem Iskander sudah mendirikan sekolah guru bumiputera di Tanobato pada tahun 1862.[1] Sekolah untuk guru, yang nantinya akan mencetak generasi yang lebih cerdas, kritis dan berani.
Fakta ini penting.
Karena publik sering mendapat kesan seolah gagasan pendidikan bumiputera baru tumbuh di Jawa awal abad ke-20.
Padahal jejaknya jauh lebih panjang.
Willem Iskander sudah:
* mendidik guru pribumi,
* menulis karya sastra,
* menerjemahkan bacaan, dan
* membangun kesadaran kemajuan masyarakat Mandailing.[2]
Artinya, sejarah pendidikan nasional sebenarnya punya mata rantai yang lebih luas daripada yang selama ini populer.
Dan mungkin di situlah pentingnya Willem Iskander:
Sati Nasution sudah menunjukkan bahwa gagasan mencerdaskan bumiputera sudah tumbuh di luar Jawa sejak abad ke-19. (bersambung)
Referensi:
[1] [Wikipedia — Willem Iskander](https://en.wikipedia.org/wiki/Willem_Iskander?utm_source=chatgpt.com)
[2] [Islamic Education Journal — Peranan Willem Iskander dalam Pendidikan Sumatera Utara](https://jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/IE/article/view/1152?utm_source=chatgpt.com)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

