Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Atika, Bawa Peternak ke Payakumbuh, Target Penuhi 20 Persen Telur di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 12 menit yang lalu
  • print Cetak

 

PAYAKUMBUH (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menargetkan mampu memenuhi 20 persen kebutuhan telur di daerah ini mulai 2027.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat membawa rombongan, termasuk peternak, studi tiru peternakan ayam petelur di Payakumbuh, Sumatera Barat, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan ini bagian dari strategi meningkatkan kemandirian pangan dan memperkuat sektor peternakan di Madina.

Atika Azmi Utammi mengatakan, lngkah ini diambil karena pasokan telur untuk Madina selama ini masih didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Payakumbuh.

“Harapan kami, Madina segera memiliki sentra telur sendiri agar tidak lagi bergantung pada pasokan luar. Melalui studi ini, kami ingin mengadopsi usaha peternakan yang lebih efisien dan modern untuk dikembangkan di Mandailing Natal,” kata dia.

Atas sambutan dan dukungan dari Pemkot Payalumbuh, Wabup Atika menyampaikan terima kasih kepada Asisten II Yusrizal dan Kadis Pertanian Nila Misna. “Semoga kunjungan ini membawa keberkahan bagi kedua daerah,” harap dia.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madina Taufik Zulhandra Ritonga menambahkan, ada dua lokasi peternakan ayam petelur skala besar yang dikunjungi. Dia berharap model usaha ini bisa diterapkan di Bumi Gordang Sambilan.

“Ini akan kami kembangkan melalui penggiat peternak telur dengan target memenuhi kebutuhan telur bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” sebut Taufik.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Madina melalui Dinas Pertanian menyusun program strategis yang mulai dianggarkan tahun 2027 yang difokuskan pada pengembangan peternakan ayam petelur layer dan itik petelur.

“Program ini ditargetkan memenuhi minimal 20 persen kebutuhan telur di Madina untuk mendukung program makan bergizi gratis,” sebut dia.

Antusiasme disampaikan peserta studi tiru, Muhammad Yasid asal Desa Lumban Pasir. Ia mengaku mendapat wawasan baru tentang manajemen pakan. “Saya dapat pengalaman dan pengetahuan mendalam. Saya yakin siap memulai beternak ayam petelur di Madina,” kata dia.

Untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini, Pemkab Madina berkomitmen mempermudah akses permodalan peternak melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan program ini menggerakkan ekonomi lokal dan memastikan ketersediaan pangan bergizi terjangkau bagi masyarakat.

Dalam kunjungan ini, Wabup Atika didampingi Plt Kadis Pertanian dan Peternakan Taufik Zulhandra Ritonga, Kabid Peternakan Reni, Kadis Kominfo Muhammad Syail, dan tiga peternak ayam petelur. (rel/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses CPNS guru harus jujur!

    Proses CPNS guru harus jujur!

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Para tenaga honorer, khususnya guru telah diregistrasi datanya untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, dalam pendataan itu berbagai cara dilakukan, agar bisa diangkat menjadi CPNS. Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Irwanto Tampubolon, mengharapkan agar seleksi dan pengumpulan database yang dilakukan dalam proses pendataan tenaga honorer harus sesuai dengan surat […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • Gas LPG 3 Kg Langka, Pemkab Madina Gelar Operasi Pasar

    Gas LPG 3 Kg Langka, Pemkab Madina Gelar Operasi Pasar

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal melakukan operasi pasar terkait kelangkaan gas LPG 3Kg beberapa pekan terakhir. Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Madina Jhon Amriadi, Senin (25/4) menyatakan operasi pasar ini berlangsung sejak tanggal 22 hingga 30 April 2016. Operasi pasar dilakukan  di beberapa lokasi yang mengalami kelangkaan seperti kota Panyabungan dan Siabu. Kelangkaan gas […]

  • H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Sudah saatnya orang Mandailing duduk sebagai anggota DPR RI di senayan, selama berdirinya Kabupaten Mandailing Natal, belum pernah satu pun putra daerah melalui Dapil Sumut II yang berhasil menjadi anggota DPR RI, yang ada hanya orang luar yang selalu datang dan ambil suara dari Mandailing Natal. Hal ini dikatakan H.Saipullah Nasution Bacaleg […]

  • Dua Pendeta Jadi Korban

    Dua Pendeta Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    * Termakan Isu Penculikan, Warga Pancurbatu Mengamuk * Poldasu Lacak Penebar Isu, 15 Tahun Penjara untuk Penganiaya MEDAN-Aksi main hakim sendiri terkait isu penculikan anak kembali terjadi. Kali ini di Kecamatan Pancurbatu, Selasa (14/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Keluarga pendeta dari Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) nyaris meninggal sia-sia dibakar warga yang tak percaya mereka pelayan […]

  • Aishah Schwartz, Hidayah dan Burkini

    Aishah Schwartz, Hidayah dan Burkini

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu dekade silam, Aishah Schwartz memutuskan menjadi Muslim. Putusan ini diambilnya, setelah 41 tahun tak pernah tahu apa itu Islam dan Muslim. Kini, ia kian memahami mengapa Allah memberikan hidayah kepadanya. “Subhanallah, aku bersyukur menjadi Muslim,” kata dia seperti dikutip onislam.net, Rabu (13/11). Sebelum menjadi Muslim, Aishah gemar berenang. Ia bahkan rutin mengunjungi laut Merah […]

expand_less