Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

Willem Iskandar dan Kweekschool Tanobato: Pelopor Pendidikan Guru Rakyat di Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • print Cetak

Oleh: Rahmat Zubarkah Nasution
Penggiat di Gerep Institute (Pusat Kajian Mandailing Natal)

 

Pendahuluan

Ketika berbicara tentang sejarah pendidikan Indonesia, nama Ki Hajar Dewantara hampir selalu menjadi rujukan utama. Namun, jauh sebelum lahirnya Taman Siswa pada tahun 1922, di sebuah desa kecil di Mandailing telah berdiri sebuah lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan masyarakat bumiputra.

Lembaga itu adalah Kweekschool Tanobato yang didirikan oleh Willem Iskander pada tahun 1862.

Dalam historiografi nasional, Willem Iskander belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan besarnya kontribusi yang ia berikan. Padahal, melalui Kweekschool Tanobato, ia telah memperkenalkan gagasan pendidikan rakyat, pengembangan guru pribumi, dan penggunaan budaya lokal sebagai sarana pembelajaran jauh sebelum gagasan pendidikan nasional berkembang pada awal abad ke-20.

Willem Iskander dan Gagasan Kemajuan Melalui Pendidikan

Willem Iskander lahir dengan nama Sati Nasution pada tahun 1840 di Mandailing. Pada masa ketika pendidikan masih menjadi hak istimewa kelompok tertentu, ia telah memiliki keyakinan bahwa kemajuan masyarakat hanya dapat dicapai melalui pendidikan.

Pengalaman belajar di Belanda membuka cakrawala berpikirnya mengenai pentingnya pendidikan bagi rakyat. Namun, berbeda dengan banyak tokoh pada zamannya yang memilih berkarier dalam birokrasi kolonial, Willem Iskander justru kembali ke tanah kelahirannya dengan cita-cita besar: mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan.

Baginya, pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh pengetahuan, melainkan jalan untuk mengangkat martabat masyarakat dan membangun masa depan bangsa.

Berdirinya Kweekschool Tanobato

Pada tahun 1862, Willem Iskander mendirikan Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers atau Sekolah Guru Bumiputra di Tanobato, Mandailing. Sekolah ini dikenal luas sebagai Kweekschool Tanobato.

Keberadaan sekolah ini memiliki arti penting karena didirikan pada masa ketika akses pendidikan bagi masyarakat pribumi masih sangat terbatas. Meskipun sebelumnya telah berdiri sekolah guru di Surakarta dan Fort de Kock (Bukittinggi), lembaga-lembaga tersebut pada umumnya lebih dekat dengan kalangan elite dan bangsawan.

Sebaliknya, Kweekschool Tanobato hadir dengan semangat yang berbeda. Sekolah ini membuka kesempatan bagi masyarakat bumiputra untuk memperoleh pendidikan dan menjadi guru.

Inilah yang membuat banyak peneliti pendidikan menempatkan Kweekschool Tanobato sebagai salah satu pelopor pendidikan guru rakyat di Indonesia.

Keunggulan Kweekschool Tanobato

Terdapat beberapa alasan mengapa Kweekschool Tanobato memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.

1. Pendidikan untuk Rakyat.

Sekolah ini tidak dibangun semata-mata untuk melayani kebutuhan birokrasi kolonial, melainkan untuk menciptakan tenaga pendidik yang dapat mengembangkan masyarakat di daerahnya masing-masing.

Semangat pemerataan pendidikan sudah terlihat jelas dalam gagasan yang dibangun Willem Iskander.

2. Mencetak Guru Pribumi

Fokus utama Kweekschool Tanobato adalah melahirkan guru-guru bumiputra yang mampu mengajar masyarakatnya sendiri.

Pada abad ke-19, gagasan ini sangat maju. Willem Iskander memahami bahwa pendidikan tidak akan berkembang tanpa kehadiran guru yang berasal dari lingkungan masyarakat itu sendiri.

3. Menggunakan Pendekatan Budaya Lokal

Salah satu keunikan Kweekschool Tanobato adalah penggunaan bahasa dan budaya Mandailing sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Willem Iskander menyadari bahwa pendidikan akan lebih mudah diterima apabila dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, ia menulis berbagai bahan bacaan dalam bahasa Mandailing, termasuk karya terkenalnya Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa modernisasi pendidikan tidak harus menghilangkan identitas budaya lokal.

4. Menyebarkan Pendidikan ke Berbagai Daerah

Lulusan Kweekschool Tanobato kemudian menjadi guru di berbagai wilayah Sumatra dan Tapanuli.

Pengaruh sekolah ini tidak hanya terbatas di Tanobato, melainkan menyebar melalui para alumninya yang menjadi agen perubahan sosial di masyarakat.

Willem Iskander dan Ki Hajar Dewantara: Dua Tokoh, Dua Kontribusi Besar

Dalam berbagai diskusi sering muncul pertanyaan: apakah kontribusi Willem Iskander lebih besar daripada Ki Hajar Dewantara?

Secara akademis, pertanyaan tersebut kurang tepat. Kedua tokoh hidup pada periode yang berbeda dan menghadapi tantangan yang berbeda pula.

Willem Iskander adalah pelopor pendidikan guru pribumi pertama pada pertengahan abad ke-19. Ia membangun fondasi awal bagi lahirnya tenaga pendidik bumiputra.

Sementara itu, Ki Hajar Dewantara pada abad ke-20 mengembangkan filosofi pendidikan nasional dan membangun gerakan pendidikan yang memiliki dampak luas terhadap bangsa Indonesia.

Karena itu, keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Apabila Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, maka Willem Iskander layak dikenang sebagai salah satu pelopor pendidikan guru rakyat Indonesia.

Mengapa Willem Iskander Layak Mendapat Pengakuan Lebih Besar?

Terdapat beberapa argumentasi akademik yang dapat diajukan.

1. Willem Iskander merupakan tokoh pendidikan bumiputra yang bekerja jauh sebelum munculnya gerakan kebangsaan Indonesia.
2. Willem Iskandar berhasil mendirikan lembaga pendidikan guru yang berorientasi pada masyarakat luas.
3. Willem Iskandar memadukan pendidikan modern dengan nilai-nilai budaya lokal.
4. Gagasan dan praktik pendidikannya memberikan dampak nyata melalui lahirnya guru-guru pribumi yang menyebarkan pendidikan ke berbagai daerah.
5. kontribusinya selama ini relatif kurang dikenal dalam narasi besar sejarah pendidikan Indonesia.

Atas dasar itulah, banyak kalangan menilai bahwa Willem Iskander layak memperoleh pengakuan yang lebih luas dalam sejarah nasional.

Penutup

Kweekschool Tanobato bukan sekadar sekolah yang berdiri di sebuah desa kecil di Mandailing pada tahun 1862. Sekolah ini merupakan simbol lahirnya kesadaran bahwa kemajuan masyarakat harus dimulai dari pendidikan dan bahwa guru merupakan kunci utama perubahan sosial.

Melalui Kweekschool Tanobato, Willem Iskander telah menunjukkan bahwa pendidikan rakyat bukanlah gagasan baru yang muncul pada abad ke-20. Gagasan tersebut telah diperjuangkan sejak pertengahan abad ke-19 oleh seorang putra Mandailing yang percaya bahwa masa depan bangsanya hanya dapat dibangun melalui ilmu pengetahuan.

Maka dalam sejarah pendidikan Indonesia, Willem Iskander tidak hanya layak dikenang sebagai tokoh daerah Mandailing. Ia layak ditempatkan sebagai salah satu pelopor pendidikan guru pribumi dan pendidikan rakyat Indonesia yang kontribusinya mendahului banyak perkembangan pendidikan nasional pada masa-masa berikutnya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution

    Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution medrupakancalon wakil bupati Madina berpasangan dengan calon bupati Madina Drs. H Dahlan Hasan Nastion. Sebelum mencalon wakil bupati, Ja’far Sukhairi Nasution adalah wakil ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Kebangkitan Bangsa. Pria yang murah senyum ini merupakan putra Panyabungan. Di dalam visi misi pasangan calon […]

  • Donasi Pembelian Lahan Kebun Kelapa untuk Anak Yatim

    Donasi Pembelian Lahan Kebun Kelapa untuk Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Jambur Padangmatinggi, Kecamatan Panyabungan Utara yang tergabung dalam Peduli Anak Yatim Jambur Padangmatinggi menggelar penggalangan dana untuk pembelian lahan kebun kelapa bagi anak yatim. Rencananya lahan kebun kelapa ini nantinya akan dikelola untuk kepentingan anak yatim di desa tersebut. Mahdian Tamin Rangkuti selaku Humasy Peduli Anak Yatim Jambur Padangmatinggi […]

  • RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas 8

    RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas 8

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Contoh RPP sebagai bahan belajarRpp Bahasa Indonesia Smp Kelas 8

  • TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Perseteruan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Saipullah Nasution dengan tim Gordang Sambilan Canter ( TGSC )terkait hutang politik ternyata berbuntut panjang. Tim Gordang Sambilan resmi melaporkan Saipullah Nasution ke Polres Madina dengan delik aduan pemerasan dan pencemaran nama baik. Sebelumnya kuasa hukum Saipullah Nasution juga telah melaporkan ketua tim […]

  • Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Belum lagi usai pengungkapan otak pelaku ijazah palsu di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditangani Polsek Percut Sei Tuan, kini kembali ditemukan dari tangan seseorang yang hendak melegalisir ijazah tersebut. Modus kejahatan dengan cara menawarkan ijazah palsu bukan rahasia. Pemberi layanan ini pun bersikap bak ‘malaikat’ dengan menawarkan ijazah ‘bodong’ bagi mereka yang […]

  • 2011, Sumut Target Dirikan SMK Internasional

    2011, Sumut Target Dirikan SMK Internasional

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Dinas Pendidikan Sumatera Utara memasang target untuk mendirikan SMK bertaraf internasional, pada 2011 mendatang. Kalau hal ini diamini, maka Sumut merupakan daerah pertama yang akan memiliki SMK bertaraf internasional di Indonesia. Untuk realisasi hal itu, Kabid Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi Disdik Sumut Ilyas S Sitorus, mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu SK Gubernur. […]

expand_less