Kamis, 2 Jul 2026
light_mode

Bedah Visi Wabup Madina untuk Forum Kolaborasi Bisnis dan Keluarga Tangguh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 45 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum

 

Satu kalimat yang disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal saat menerima Tim Monitoring PKK Provinsi Sumatera Utara layak mendapat perhatian lebih daripada seremoni yang melatarinya. Ketika ia meminta agar produk-produk lokal hadir dalam setiap rapat pemerintahan dan mendorong percepatan legalitas produk UMKM agar mampu menembus pasar modern, sesungguhnya yang muncul bukan sekadar ajakan membeli produk lokal. Di sana tersimpan embrio sebuah visi pembangunan daerah.

Pertanyaannya, apakah visi itu telah menjadi bagian dari kebijakan yang dirancang secara matang, atau masih sebatas gagasan yang menunggu bentuk? Apakah ia sudah diterjemahkan ke dalam dokumen perencanaan, memperoleh dukungan APBD, memiliki target yang terukur, serta penanggung jawab yang jelas? Ataukah baru sebatas pernyataan yang baik untuk didengar, tetapi belum memiliki konsekuensi administratif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dimaksudkan untuk meragukan kesungguhan pemerintah. Sebaliknya, ia merupakan bentuk penghormatan terhadap sebuah gagasan yang baik agar tidak berhenti sebagai kutipan berita. Gagasan yang baik layak dikawal hingga menjadi kebijakan yang dapat diukur manfaatnya.

Selama ini pemberdayaan UMKM sering terjebak dalam logika proyek. Ukuran keberhasilan lebih banyak dihitung dari jumlah pelatihan, bantuan alat, bazar, atau kegiatan seremonial yang terlaksana. Padahal, yang dibutuhkan pelaku usaha adalah pasar yang terus bergerak, kemudahan memperoleh legalitas, akses pembiayaan, pendampingan usaha, kemasan yang kompetitif, dan jaringan distribusi yang mampu membawa produk lokal keluar dari batas-batas daerah.

Karena itu, jika pemerintah benar-benar ingin menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri, maka keberpihakan tersebut harus hadir dalam sistem. Belanja pemerintah perlu memberi ruang yang lebih besar kepada produk UMKM lokal. Pengadaan konsumsi rapat, paket cendera mata resmi, kegiatan pemerintahan, hingga promosi daerah dapat menjadi bagian dari strategi membangun pasar domestik bagi pelaku usaha lokal.

Namun, isu ini sesungguhnya jauh lebih besar daripada sekadar bisnis.

Produk lokal yang berkembang berarti usaha keluarga bertumbuh. Usaha keluarga yang bertumbuh akan memperkuat pendapatan rumah tangga. Pendapatan yang lebih baik memberi peluang lebih besar bagi keluarga memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kesehatan, gizi, dan kualitas pengasuhan. Memang, keharmonisan keluarga tidak semata-mata ditentukan oleh faktor ekonomi. Akan tetapi, ketahanan ekonomi merupakan salah satu fondasi penting yang membantu keluarga menghadapi tekanan hidup.

Di sinilah pembangunan ekonomi bertemu dengan pembangunan keluarga.

Ironisnya, kedua isu tersebut sering berjalan sendiri-sendiri. Program UMKM berada di meja dinas ekonomi. Program ketahanan keluarga berada di PKK atau perangkat lain yang mengurus pemberdayaan masyarakat. Program pengentasan kemiskinan memiliki jalurnya sendiri. Padahal semuanya berbicara tentang subjek yang sama, yakni keluarga.

Karena itu, Mandailing Natal membutuhkan lebih dari sekadar program. Daerah ini membutuhkan sebuah ekosistem kolaborasi.

Sudah saatnya pemerintah daerah menginisiasi sebuah Forum Kolaborasi Bisnis dan Keluarga Tangguh yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, perbankan, perguruan tinggi, media, organisasi masyarakat sipil seperti Gerep Institute dan Madina Kreatif, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Forum tersebut bukan dimaksudkan sebagai ruang seremonial, melainkan tempat meninjau secara terbuka kondisi UMKM Mandailing Natal, memetakan hambatan, mengukur efektivitas program yang sudah berjalan, menyelaraskan kebijakan lintas sektor, serta merumuskan agenda bersama yang didukung regulasi, anggaran, dan komitmen semua pihak.

Yang dibutuhkan bukan sekadar kritik terhadap “mental proyek”, melainkan keberanian mengubah orientasi pembangunan. Dari mengejar terserapnya anggaran menuju tercapainya dampak. Dari banyaknya kegiatan menuju bertambahnya keluarga yang mandiri. Dari keberhasilan administratif menuju keberhasilan sosial dan ekonomi.

Apabila gagasan yang disampaikan Wakil Bupati benar-benar dikembangkan menjadi kebijakan yang terencana dan kolaboratif, maka ia dapat menjadi salah satu pijakan penting bagi pembangunan Mandailing Natal. Bukan semata karena produk lokal mendapat tempat di meja-meja rapat pemerintahan, melainkan karena dari meja-meja itulah lahir kebijakan yang mampu menguatkan ekonomi keluarga, memperluas kesempatan berusaha, dan pada akhirnya membangun masyarakat yang lebih tangguh.

Sebuah visi akan dikenang bukan karena pernah diucapkan, melainkan karena berhasil diwujudkan. Dan setiap visi yang baik akan selalu membutuhkan ruang dialog, keberanian berkolaborasi, serta kesediaan semua pihak untuk mengawalnya bersama. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ombudsman Sumut Benarkan Terima Laporan Mantan Inspektur Madina, Proses Minta Keterangan Pemkab Jalan

    Ombudsman Sumut Benarkan Terima Laporan Mantan Inspektur Madina, Proses Minta Keterangan Pemkab Jalan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sumut Herdensi Adnin membenarkan pihaknya menerima laporan Rahmad Daulay, mantan Kepala Inspektorat Mandailing Natal yang didemosi jadi staf pelaksana. “Kami menerima laporan atas nama Rahmad Daulay, mantan Inspektur Madina,” kata Herdensi Adnin, Senin sore (27/4/2026). Laporan itu terkait SK Bupati Madina No. 800/0961/K/2025 tanggal 29 Oktober 2025. Rahmad […]

  • Upaya PK Ali Makmur

    Upaya PK Ali Makmur

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum Ali Makmur Nasution mulai menempuh upaya hukum terakhir, yakni Pengajuan Kembali. Itu setelah Ali Makmur Nasution memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Panyabungan untuk mentaati putusan Mahkamah Agung tentang vonis 2 tahun. Ali Makmur memenuhi panggilan jaksa pada Rabu pekan lalu (12/2) sesuai putusan kasasai Mahkamah Agung tanggal 12 September […]

  • Ketua PKB Sumut: Perjuangan PKB Dinafasi NU

    Ketua PKB Sumut: Perjuangan PKB Dinafasi NU

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PKB Kabupaten Madina melakukan Pra Musyawarah Cabang, Senin (26/7/2021). Ketua DPW PKB Sumut, Ahmad Iman Sukri dan Bupati Madina Jakfar Sukhairi Nasution hadirdi pembukaan Pra Muscab itu. Termasuk Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis dan Ketua PD Muhammadiyah Madina, Yusuf Nasution. Iman Sukri pada pidatonya menyatakan NU dilahirkan oleh NU. Maka […]

  • Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Ternyata Punya Perhatian Serius pada Petani di Madina. Ini buktinya

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : Ternyata tahun anggaran 2024 ini ada 11 yunit hand traktor yang diserahkan ke kelompok tani buah dari perjuangan Calon Bupati Madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution. 11 yunit itu diperjuangkan nya pada saat masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Sumatera Utara. Dari data yang diperoleh ke 11 yunit alat mesin […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

  • Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Langkah Ketua KPU Madina Agussalam Nasution yang melaporkan hadiah uang dan barang di pesta pernikahannya ke KPK mendapat pujian dari Gerakan Pemuda Ansor. Ketua GP Ansor Mandailing Natal (Madina) Ahmad Rijal Lubis mengapresiasi dan merasa bangga, sebab sangat jarang petugas penyelenggara negara begitu juga pemerintah pemerintah yang “ogah” melakukan tindakan itu, […]

expand_less