Minggu, 2 Agu 2026
light_mode

Bandara AH Nasution: Momentum Kebangkitan Tabagsel Menuju Daerah Maju

  • account_circle Irwan Daulay
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Irwan Daulay
Pemerhati Ekonomi & Pembangunan

 

Pesawat Wings Air mendarat di Bandara Abdul Haris Nasution, Jum’at (1/8/2026). Ini penerbangan perdana pesawat jenis ATR tersebut untuk rute Medan (KNO) – Madina (AHN).

 

 

 

Pembangunan Bandara AH Nasution merupakan salah satu tonggak sejarah penting bagi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Gagasan awal bandara ini dirancang oleh Bapak Amru Daulay sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah Tabagsel melalui konektivitas udara dengan berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri. Bandara ini juga diharapkan menjadi pintu gerbang bagi kemudahan mobilitas masyarakat, termasuk untuk perjalanan ibadah haji dan umrah, dunia usaha, pendidikan, kesehatan, serta sektor pariwisata.

Gagasan besar tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja keras Bapak Dahlan Nasution dengan dukungan penuh Bapak Darmin Nasution dan Bapak Todung Mulya Lubis. Pada masa kepemimpinan Bupati Sukhairi Nasution, pembangunan fisik bandara berhasil dirampungkan hingga 100 persen, dan pada masa Bupati saat ini bandara mulai dioperasikan. Keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai hasil estafet kepemimpinan yang menunjukkan bahwa pembangunan daerah memerlukan kesinambungan, bukan sekadar keberhasilan satu periode pemerintahan.

Namun, pengoperasian bandara bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dari pembangunan yang lebih besar. Tahapan berikutnya adalah menyusun rencana pengembangan jangka panjang agar Bandara AH Nasution mampu didarati pesawat bermesin jet berbadan sedang hingga berbadan lebar. Untuk itu diperlukan perpanjangan dan peningkatan kualitas runway, penyempurnaan fasilitas navigasi penerbangan, terminal, kawasan logistik, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Irwan Daulay

Bandara ini juga harus terhubung dengan sistem transportasi darat yang terintegrasi sehingga dapat berfungsi sebagai pusat konektivitas (hub) bagi wilayah Tabagsel di Sumut, Sumatera Barat dan sebagian Provinsi Riau. Mobilitas orang dan barang yang semakin cepat akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing investasi, serta memperluas akses pasar bagi hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan.

Karena itu, salah satu proyek strategis yang layak diperjuangkan kepada Pemerintah Pusat adalah pembangunan jalur kereta api lintas Pantai Barat yang menghubungkan Labuhanbatu–Tabagsel–Pariaman dan terintegrasi dengan Bandara AH Nasution. Di samping itu, percepatan pembangunan jalan Panyabungan Timur–Padang Lawas serta Panyabungan–Muara Batang Gadis juga menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Namun pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa infrastruktur saja tidak otomatis melahirkan kemajuan ekonomi. Jalan, pelabuhan, bandara, dan rel kereta api hanya akan menjadi pengungkit apabila diikuti dengan strategi industrialisasi dan investasi yang jelas. Karena itu, para kepala daerah di Tabagsel perlu menyusun Business Plan bersama sebagai peta jalan pembangunan kawasan ekonomi regional.

Tabagsel memiliki modal yang sangat besar. Wilayah ini kaya akan komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan, energi, serta memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang belum tergarap optimal. Letaknya juga sangat strategis sebagai penghubung Pantai Barat Sumatera dengan jalur ekonomi Sumatera bagian timur. Jika seluruh potensi tersebut diintegrasikan melalui kawasan industri, pusat logistik, hilirisasi komoditas, dan pengembangan UMKM modern, maka Tabagsel berpeluang menjadi salah satu koridor pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Keberhasilan itu tentu memerlukan perencanaan yang visioner, melibatkan para ahli, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah secara terpadu. Pemerintah daerah juga harus mampu menciptakan iklim investasi yang sehat melalui penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, keamanan berusaha, penyediaan lahan industri, utilitas yang memadai, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah tidak lagi hanya bergantung pada APBD maupun Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. APBD seharusnya diposisikan sebagai pemicu (trigger) untuk menarik investasi swasta, BUMN, dan investor internasional. Daerah-daerah maju di dunia umumnya bertumbuh karena mampu menggerakkan investasi produktif, bukan semata-mata mengandalkan belanja pemerintah.

Seluruh prasyarat menuju daerah maju sesungguhnya telah dimiliki Tabagsel: sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, jumlah penduduk dan sumber daya manusia yang memadai, serta kini didukung oleh keberadaan Bandara AH Nasution. Yang dibutuhkan adalah keberanian menyusun visi besar, konsistensi menjalankan pembangunan lintas periode, dan semangat bekerja keras secara bersama-sama.

Apabila seluruh kekuatan tersebut mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan, maka Bandara AH Nasution bukan sekadar fasilitas transportasi udara, melainkan akan menjadi simbol kebangkitan ekonomi Tabagsel dan pintu masuk lahirnya pusat pertumbuhan baru di Pulau Sumatera. ***

  • Penulis: Irwan Daulay
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Awasi Dana BOS 2011

    KPK Awasi Dana BOS 2011

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Guna menghindari penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2011, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi penyaluran serta penggunaannya. “Bagaimana bentuk perngawasannya, KPK lebih tahu,” kata Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh seusai bertemu pimpinan KPK di kantor KPK, Jakarta, Rabu (22/12). Selama ini, dana BOS disalurkan dari Kemenkeu ke […]

  • Harga Karet Naik 500 Rupiah

    Harga Karet Naik 500 Rupiah

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) : Harga karet alam di Kecamatan Siabu naik sekitar 500 rupah per kilo gram. Penjualan di tingkat pedagang pengumpul, Selasa (19/4/2016) di kawasan Huta Puli mencapai 6.500 hingga 7.500. pekan sebelumnya masih di level 6.500 hingga 7.000 per kilo gram. Kenaikan juga terjadi di Kotanopan. Perdagangan di pasar Kotanopan Sabtu lalu tercatat […]

  • REFORMULASI UANG KULIAH TUNGGAL

    REFORMULASI UANG KULIAH TUNGGAL

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Rahmad Daulay*   Tujuan Kemerdekaan Republik Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 salah satunya adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Tidak ada satu elemen elit manapun yang mengingkari ini secara formal. Namun secara praktek, sudahkah anatomi pendidikan kita sudah sejalan dengan tujuan kemerdekaan republik ini? Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional […]

  • Menelisik Asal Nama ‘Sumatra’ dalam Catatan Penjelajah Barat dan Islam

    Menelisik Asal Nama ‘Sumatra’ dalam Catatan Penjelajah Barat dan Islam

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak selamanya Pulau Sumatra bernama Sumatra. Nama ‘Sumatra’ sejatinya tidak diketahui oleh penduduk di pulau itu. Berbagai nama dibubuhkan untuk pulau terbesar keenam di dunia ini oleh para penjelajah asing. Nama yang dikenal justru adalah Pulau Perca (atau Pritcho dalam dialek Melayu selatan) dan Indalas berdasarkan karya sastra Melayu yang merujuk pada pulau-pulau sekitar semenanjung […]

  • SBY salah membuat kebijakan

    SBY salah membuat kebijakan

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengevaluasi periode kedua kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). JK menilai, Presiden SBY telah membuat kebijakan yang tidak tepat membentuk sekretariat gabungan (setgab) parpol koalisi. “Sekarang ini pemerintah dengan sadar membuat oposisi, dengan sadar, karena membikin Setgab. Setgab itu ya partai pemerintah, di luar Setgab ialah oposisi,” […]

  • Aktivitas PTPN IV Dihentikan

    Aktivitas PTPN IV Dihentikan

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan (Mandailing Online) – Aktivitas PTPN IV dalam aktivitas pembukaan perkebunan sawit di Mandailing Natal (Madina) akan dihentikan sementara, menunggu penuntasan masalah terkait kasus lahan yang menuai konflik. Itu dikatakan Ketua Tim Komisi A DPRD Sumut, Samsul Hilal kepada Mandailing Online, Senin (20/3) usai pertemuan membahas PTPN IV di ruang perkantoran bupati Madina. Pertemuan […]

expand_less