Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Gerombolan Kera Beraksi di Padang Bolak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


Jagung dan Kacang Ludes Digasak
PADANG BOLAK-
Sejumlah petani jagung dan palawija di Desa Gunung Tua Tonga, dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara diresahkan dengan ulah sekelompok kera yang mencuri tanaman mereka.
Serangan kera ini cukup merepotkan petani. Sebab, mereka muncul dan melahap jagung-jagung dan kacang-kacangan petani saat matahari terbenam. Bahkan, kera-kera itu tak hanya mencuri mereka juga merusak tanaman jagung yang masih berbunga. Akibatnya, sejumlah petani dipastikan gagal panen.
M boru Siregar, salah satu petani yang resah. Kepada METRO, Minggu (29/5), ia mengaku terpaksa memanen tanaman kacang-kacangannya lebih awal daripada seluruh tanamannya dirusak kera.
“Seharusnya panen sekitar satu minggu sampai 15 hari lagi. Tapi karena sudah dicabuti oleh ratusan kera, terpaksalah tanaman kacang tanah dipanen lebih awal,” ucapnya.
Padahal, sambungnya, ia telah memasang jaring agar kera tidak masuk ke lahan tanamannya. “Tampaknya pemasangan jaring pun tidak memberi manfaat. Sebab, mereka sudah tahu dan membuka jaring itu layaknya manusia. Lalu, mereka merusak dan memakan kacang tanah itu,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan, Ismail Harahap (46). Menurut petani di Desa Pagaran ini, tidak hanya biji jagungnya saja yang disikat kawanan kera, sampai tongkol jagung pun kandas dilahap kera-kera itu. Selain itu, tanaman sayur-mayur pun tidak luput dari ulah kera-kera itu.
“Kelompok kera itu bukan hanya menyerang tanaman jagung. Mereka juga menyikat tanaman lain seperti kacang, pisang, dan mangga,” terangnya.
Untuk mengantisipasi serangan kera, katanya, ia menggunakan jaring. Namun, hasilnya masih nihil karena kawanan kera tersebut mampu menerobos jaring yang dipasang.
“Kita berharap instansi terkait bisa mengambil langkah tepat dan cepat. Kalau tak segera ditangani, selamanya petani akan terus merugi. Sebab, sebagian besar tanaman yang kami tanam, kalaupun panen, harganya murah,” pungkasnya. (thg)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Emas Ilegal di Huta Bargot Madina ‘Bom Waktu’

    Tambang Emas Ilegal di Huta Bargot Madina ‘Bom Waktu’

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diprediksi bakal menjadi “bom waktu”. Selain limbah tambang yang sangat berbahaya, kondisi areal tambang emas juga sudah semakin membahayakan. Pantuan beritasumut.com, Senin (28/02/2011), wajah para pekerja Galundung mulai pucat dan matanya kuning seperti kurang darah diduga akibat limbah air raksa (merkuri). Galundung […]

  • Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Runding Farm didirikan tahun 2015. Lokasinya di pinggiran hutan Desa Runding, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pendirinya Azwar Pulungan. Dia selama ini dikenal sebagai ahli bertanaman. Saya dulunya mengenal dia sebagai orang pembudidaya bibit tanaman hingga bunga hias. Saat ini Azwar dikenal sebagai petani muda yang bergerak di agrowisata: Runding Farm. […]

  • Jenazah Santri Akhirnya Ditemukan

    Jenazah Santri Akhirnya Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jenazah santri pesantren Musthafawiyah, Mursyadil Kamil akhirnya ditemukan. Ditemukan pada Kamis pagi (26/1/2023) di Sungai Batang Gadis tak jauh dari jembatan Hutabargot, Mandailing Natal, Sumut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal, Mukhsin Nasution membenarkan penemuan santri tersebut. Dia menjelaskan, penemuan jenazah korban sekitar pukul 07.00 WIB oleh anak sekolah yang […]

  • ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh :  Moechtar Nasution Wakil Direktur GEREP Institute   Bila kearifan lokal ini dapat dilembagakan, maka akan sangat efektif sebagai upaya untuk penanggulangan resiko bencana karena langsung tersentuh pada sendi – sendi kehidupan bermasyarakat, terutama ketika menjadi syair yang dinyanyikan oleh ibu – ibu saat menidurkan anaknya akan sangat melekat dalam jiwa mereka sampai dewasa. […]

  • Kondisi Banjir Manyabar

    Kondisi Banjir Manyabar

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pasca Banjir Panyabungan, Mandailing Online. Kondisi Banjir Desa Manyabar yang dipenuhi sampah kayu berserakan dan endapan lumpur hingga 30cm. Masyarakat desa berharap perhatian penuh pemerintah daerah atas kondisi mereka yang sangat membutuhkan bantuan dan harapan supaya mereka yang terkena dampak langsung banjir dan yang mengalami kerusakan rumah bisa dialokasikan ke wilayah yang lebih aman dari […]

  • Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Petani di seberbagai Desa di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara ( Sumut ) yang 2 tahun terakhir tidak bisa menanam padi akibat irigasi untuk mengairi sawah mereka tak mengalir mulai bernafas lega. Pemkab Mandailing Natal melalui Dinas PUPR beberapa hari ini akan menangani masalah darurat irigasi batang gadis […]

expand_less