Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Gerombolan Kera Beraksi di Padang Bolak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


Jagung dan Kacang Ludes Digasak
PADANG BOLAK-
Sejumlah petani jagung dan palawija di Desa Gunung Tua Tonga, dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara diresahkan dengan ulah sekelompok kera yang mencuri tanaman mereka.
Serangan kera ini cukup merepotkan petani. Sebab, mereka muncul dan melahap jagung-jagung dan kacang-kacangan petani saat matahari terbenam. Bahkan, kera-kera itu tak hanya mencuri mereka juga merusak tanaman jagung yang masih berbunga. Akibatnya, sejumlah petani dipastikan gagal panen.
M boru Siregar, salah satu petani yang resah. Kepada METRO, Minggu (29/5), ia mengaku terpaksa memanen tanaman kacang-kacangannya lebih awal daripada seluruh tanamannya dirusak kera.
“Seharusnya panen sekitar satu minggu sampai 15 hari lagi. Tapi karena sudah dicabuti oleh ratusan kera, terpaksalah tanaman kacang tanah dipanen lebih awal,” ucapnya.
Padahal, sambungnya, ia telah memasang jaring agar kera tidak masuk ke lahan tanamannya. “Tampaknya pemasangan jaring pun tidak memberi manfaat. Sebab, mereka sudah tahu dan membuka jaring itu layaknya manusia. Lalu, mereka merusak dan memakan kacang tanah itu,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan, Ismail Harahap (46). Menurut petani di Desa Pagaran ini, tidak hanya biji jagungnya saja yang disikat kawanan kera, sampai tongkol jagung pun kandas dilahap kera-kera itu. Selain itu, tanaman sayur-mayur pun tidak luput dari ulah kera-kera itu.
“Kelompok kera itu bukan hanya menyerang tanaman jagung. Mereka juga menyikat tanaman lain seperti kacang, pisang, dan mangga,” terangnya.
Untuk mengantisipasi serangan kera, katanya, ia menggunakan jaring. Namun, hasilnya masih nihil karena kawanan kera tersebut mampu menerobos jaring yang dipasang.
“Kita berharap instansi terkait bisa mengambil langkah tepat dan cepat. Kalau tak segera ditangani, selamanya petani akan terus merugi. Sebab, sebagian besar tanaman yang kami tanam, kalaupun panen, harganya murah,” pungkasnya. (thg)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sampaikan Nota Pengantar Keuangan RAPBD 2023

    Bupati Sampaikan Nota Pengantar Keuangan RAPBD 2023

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) melalui Wakil Bupati (Wabub) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Madina tahun anggaran 2023, Rabu (23/11/2022). Nota keuangan RAPBD 2023 tersebut disampaikan Wabup pada rapat paripurna pengantar nota keuangan APBD 2023 yang dipimpin Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis […]

  • Tingkatkan Kinerja Honorer, Dinas PU-PR Terapkan “No Work No Pay”

    Tingkatkan Kinerja Honorer, Dinas PU-PR Terapkan “No Work No Pay”

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai upaya peningkatan kehadiran dan kinerja pegawai honorer, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Mandailing Natal (Madina) menerapkan no work no pay. Dalam artian, dinas yang dipimpin Rully Andry ini membayar gaji pegawai sesuai kehadiran sebagaimana tertuang dalam surat bernomor: 600/0362/DPUPR/2022 tanggal 12 Mei 2022. Hal itu disampaikan Kepala Sub […]

  • Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

    Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah warga Desa Sundutan Togo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Madina meninjau pembangunan jalan setapak sepanjang 180 meter yang mempunyai kualitas yanga sangat rendah sebab campuran semen dan pasir sudah bias dicakar ayam. “Harapan warga atas sebuah pembangunan dari Pemkab Madina selama ini dengan terbangunnya sebuah jalan setapak […]

  • Proyek Pemkab Madina Dikhawatirkan  Tidak Selesai Tepat Waktu

    Proyek Pemkab Madina Dikhawatirkan Tidak Selesai Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 7 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Beberapa proyek Dinas Pekerjaan Umum Mandailng natal dikhawatirkan  tidak selesai pada tepat waktu. Utamanya proyek-proyek yang ditenderkan. Sebab, sampai pekan pertama Desember masih ada beberapa proyek yang belum dikerjakan. “Salah satunya pekerjaan Peningkatan Jalan Muara Sipongi-Huta Julu sepanjang sekitar 1.400 meter,” ujar  Ketua DPP Himpunan Pemuda Mandailing, M.Suhairy Lubis,S.Fil kepada wartawan, […]

  • Pantai Tabuyung Abrasi 1 Kilometer

    Pantai Tabuyung Abrasi 1 Kilometer

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pantai Tabuyung di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal mengalami abrasi pantai sepanjang satu Kilometer. Abrasi tersebut juga telah mencapai daratan sepanjang 50 meter dari bibir pantai akibat tergerus gelombang air laut. Dari informasi yang didapat, abrasi ini akibat terjangan ombak besar lautan Pantai Barat Mandailing […]

  • Elpiji Mulai Langka

    Elpiji Mulai Langka

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    12 Kg Dijual Rp130 Ribu PALUTA- Dua pekan terakhir, warga Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta mengeluhkan stok gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang mengalami kelangkaan. Jikapun ada, harganya mencapai Rp130.00 per kg. Biasanya gas elpiji tabung 12 kg dijual dengan harga Rp85.000, tapi karna keberadaannya langka, harganya mencapai Rp100.000 hingga Rp130.000 per tabung. Warga […]

expand_less