Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Hujan Deras, Jembatan Penghubung Antardesa Ambruk di Tapsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak
TAPANULI SELATAN:
Hujan deras yang turun sejak beberapa hari ini di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengakibatkan salah satu jembatan penghubung antar kampung yang ada di desa itu terputus.
Jembatan itu selama ini menjadi fasilitas menyeberangi Sungai Aek Baringin. Badan jembatan yang sudah ambruk hanya diganti dengan batang pohon kelapa.Para pengendara roda empat dan dua terlihat kesulitan ketika melintas di atas jembatan. Akibatnya tak jarang terlihat pengendara roda dua harus bekerja keras untuk melintasi jembatan itu.
Beberapa pengendara sepeda motor terjebak ditengah jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa sebagai pengganti sementara. Kondisi itu juga terjadi pada pengendara roda empat. Mobil yang melintas terpuruk ketika melintasinnya. Begitu juga masyarakat yang ingin melintas dengan berjalan kaki terpaksa harus lebih berhati-hatiketika hendak melintas.
Warga masih ragu melintas meskipun sudah dipasang batang pohon kelapa sebagai pengganti. Selain itu, siswa-siswa yang ada di daerah itu harus berjalan kaki ketika melintas. Ini disebabkan sopir mobil angkutan yang mereka tumpangi menyuruh turun.
“Saya tidak mau mengambil resiko,makanya semua penumpang saya turunkan,” ujar Ucok, 36, salah seorang sopir angkutan umum ketika dijumpai di lokasi, Senin 19 September 2011. Sejak terputusnya jembatan itu, akses menuju daerahdaerah semakin sulit. Sebab, jembatan yang ambruk tersebut satu-satunya jembatan penghubung antar desa yang ada di kecamatan itu.
“Saya berharap agar pemerintah segera memperbaiki dan mengganti pohon kelapa yang dijadikan jembatan sementara,karena kami sangat sulit untuk melewatinya,” tegasnya. Camat Angkola Selatan Zamhir mengungkapkan, putusnya jembatan itu disebabkan hujan deras yang terjadi selama beberapa hari, Senin 19 September 2011.
Menurutnya, tingginya kapasitas hujan menyebabkan terkikisnya badan jembatan. “Apabila hujan maka kapisitas air naik dan mengikis badan jembatan dibagian bawah,”ujarnya. Selain faktor alam, banyaknya kendaraan roda empat yang melebihi tonase melintas di daerah itu menjadi faktor lain ambruknya jembatan.

“Mobil pengangkut kayu, buah kelapa sawit sering lewat dari daerah ini, makanya jembatannya tidak tahan untuk menahan dan akibatnya ambruk,”tuturnya(si)

Sumber : eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • First Impression Kapolres Reza: Religius

    First Impression Kapolres Reza: Religius

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – First impression atau kesan pertama merupakan satu langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pribadi seseorang. Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K, S.H, M.H memberikan kesan pertama yang positif kepada masyarakat. Kapolres yang baru menjabat beberapa minggu ini memberikan kesan religius dalam kepemimpinannya. Hal itu […]

  • MTQ Tingkat Sumut akan Digelar di Sergai

    MTQ Tingkat Sumut akan Digelar di Sergai

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINGKISAN Bupati Sergai Ir H T Erry Nuradi MSi didampingi Sekdakab Drs H Haris Fadillah MSi menyerahkan bingkisan kepada rombongan tim LPTQ Propinsi Sumatera Utara usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Sergai di ruang rapat Wabup Sergai kompleks Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (10/1). ( medanbisnis/jhonni sitompul)

  • Persiapan Fisik Pasar Eks Bioskop Tapanuli 90 Persen

    Persiapan Fisik Pasar Eks Bioskop Tapanuli 90 Persen

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengerjaan lokasi eks bioskop Tapanuli Panyabungan yang akan dialihfungsikan menjadi pasar sudah sekitar 90 persen. Jalan di sekitar area mulai diaspal, Kamis (19/6). Pengaspalan ini adalah satu dari beberapa item kegiatan yang dilakukan Pemkab Mandailing Natal dalam memenuhi fasilitas lokasi ini sebagai upaya pemindahan pedagang dari jalan keliling Panyabungan. Juga […]

  • Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua Minggu berada di dalam pedalaman Hutan Bukit Duabelas, Jambi membuat Prisia Nasution memetik banyak pelajaran dari penghuni Hutan tersebut. Dirinya menilai terjadi ironi kehidupan di kota besar yang sangat klise. Menurut Phia, begitu ia disapa, Orang Rimba selalu menjalani hidup dengan bahagia meski dalam kondisi yang kurang memadai. Sedangkan di kota, orang-orang masih saja […]

  • Soal 11 Ranperda, Kedepankan Kepentingan Rakyat

    Soal 11 Ranperda, Kedepankan Kepentingan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait penundaan pembahasan 11 Ranperda oleh DPRD Mandailing Natal (Madina), Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution mengajak semua pihak agar mengedepankan hati yang bersih dalam suasana Ramadhan serta mengedepankan kepentingan rakyat dan daerah. Menurutnya, apapun alasanya, asal dengan muatan hati yang bersih, kemauan yang murni serta berdasar kepentingan rakyat dan daerah, semua […]

  • Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOLOM Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Para pencipta lagu-lagu Toba itu sangat setia kepada bahasa Toba, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. Kesetiaan mereka kepada bahasa mereka itu sebagai sebuah keistiqomahan pada kebudayaan mereka, budaya Toba. Para pencipta lagu-lagu Minangkabau itu sangat setia kepada bahasa Minang, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. […]

expand_less