Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Senjata di Aceh bekas konflik dulu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
  • print Cetak

JAKARTA – Markas Besar TNI menyatakan serangkaian tindak kekerasan bersenjata api di Provinsi Aceh tidak menggunakan senjata selundupan dari luar Aceh.

Jurubicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Senin mengatakan senjata-senjata yang marak di Aceh, merupakan sisa konflik di wilayah tersebut beberapa tahun silam. Meski begitu, Iskandar mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pula senjata yang diselundupkan dari luar wilayah Aceh, terutama lewat laut. “Senjata ilegal masih dicari jalan keluarnya. Untuk di laut, TNI Angkatan Laut sudah melakukan penyekatan di mana-mana. Tapi senjata itu tidak dari luar, rata-rata itu bekas konflik yang dulu. Tidak datang dari lain-lain,” ujarnya.
Menurut Iskandar, kemungkinan kecil jika senjata ilegal datang dari jalur darat. Penembakan gelap terjadi beruntun di Aceh sejak akhir Desember 2011 hingga Januari 2012. Penembakan diduga terkait dilangsungkannya pemilukada tingkat provinsi dan 17 kota-kabupaten di Aceh secara serentak pada 16 Februari.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan mengatakan, polisi telah mengidentifikasi nama-nama orang yang diduga terkait dengan sejumlah kasus penembakan di wilayah Aceh. Namun, polisi belum menemukan motif di balik sejumlah kekerasan bersenjata api tersebut. “Kami telah mengidentifikasi beberapa, namun investigasi masih terus kami lakukan untuk mendapatkan gambaran apa motifnya dan apa kaitannya dengan pilkada,” kata Iskandar di Banda Aceh.

Dalam sebulan terakhir ini, terjadi lima kasus pemberondongan bersenjata yang menewaskan enam warga sipil dan melukai 10 lainnya. Kekerasan bersenjata itu terjadi di Bireuen, Banda Aceh, Aceh Utara, dan Aceh Besar. Kasus terakhir adalah pemberondongan terhadap rumah salah seorang kandidat bupati di Aceh Utara.

Irjen Iskandar mengaku belum dapat mengungkapkan nama-nama yang telah teridentifikasi itu karena masih dalam penyelidikan. Dia hanya
memastikan saat ini yang sudah ditangkap dua orang.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesilat Madina Raih Juara Umum 2 Porwilsu

    Pesilat Madina Raih Juara Umum 2 Porwilsu

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pesilat dari Mandailing Natal (Madina) berhasil menyabet juara Umum II pada Porwil Wilayah IV IPSI Sumut di Lubuk Pakam, setingkat dibawah para pesilat Kota Sibolga. “Dari semua kelas yang dipertandingkan, kita meraih 7 emas, 5 perak dan 2 perunggu, sehingga berdasarkan hasil ini memposisikan Madina di peringkat Juara Umum 2,” ungkap […]

  • Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel (Mandailing Online) – Proyek pembangunan kolam Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) milik Dinas Perikanan Dan Kelautan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan terkesan ditelantarkan dan pembangunannya diduga asal jadi. Dugaan tersebut diungkapkan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Sentral Informasi Gerakan Masyarakat (LSM-SIGMA) Tabagsel, Bambang (29),saat diwawancarai MedanBisnis, Rabu […]

  • Ini Alasan Bupati Madina Membekukan Pengurus Badan Pemangku Adat

    Ini Alasan Bupati Madina Membekukan Pengurus Badan Pemangku Adat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar konsideran Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) Nomor 224/614/K/2014 tanggal 30 Oktober 2014 tentang Pembekuan Badan Pengurus Pemangku Adat (BPA) Madina periode 2012-2017 ditemukan beberapa alasan. Pertama: bahwa pemerintah daerah berkewajiban melestarikan kebudayaan untuk memperkokoh jati diri bangsa, martabat dan menubuhkan kebanggan nasional. Kedua: eksistensi dan keberadaan Badan Pemangku […]

  • Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keluarga Sutan Naposo mendiami  Sungai Kelang dan menemui titik tempat pertemuan 2 sungai yang merupakan tempat yang ideal bagi orang-orang Mandailing untuk membuka penempatan baru. Tempat tersebut merupakan tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak (kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia). Kawasan begini dipanggil ‘muara’ dalam bahasa Mandailing. Jika kita tinjau dan kaji kembali, orang-orang […]

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasukan  TNI Angkatan Laut dan Darat bersenjata lengkap disiagakan di Pulau Berhala. Mereka melakukan patroli secara rutin untuk mengantisipasi adanya pasukan asing yang berusaha mendekat. Pulau yang berada di perbatasan Selat Malaka ini jadi sengketa dengan pemerintah Malaysia. Dengan menggunakan kapal KRI BOA 74 Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Bambang Soesilo melakukan […]

  • Ketua Rayon dan Satgas Obrak-abrik Kantor AMPI

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mau Daftarkan Calon Ketua, Panitia Musda Tidak di Tempat PALUTA-Kantor Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) diobrak-abrik beberapa Ketua Rayon dan Satgas AMPI yang berasal dari kecamatan di Paluta, Kamis (23/2) sekira pukul 12.45 WIB. Sehingga delepan kursi dan satu kipas angin rusak. Kemudian pintu belakang jebol. Aksi perusakan di aula […]

expand_less