Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

15 Persen Guru Sumut Lulus Sertifikasi Portopolio

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
  • print Cetak

Medan, 13/10 Guru yang lulus sertifikasi melalui penilaian portopolio jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan guru yang lulus melalui Pendidikan Latihan Profesi Guru.

Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Selamet Triono Ahmad di Medan, Rabu, mengatakan, berdasarkan pengalaman selama tiga tahun belakangan ini, sedikit sekali guru yang lulus sertifikasi murni melalui penilaian portopolio.

Sekitar ribuan guru di Sumut yang mengikuti proses sertifikasi, hanya sekitar 15 persen yang lulus murni melalui portopolio, sedangkan 85 persen lagi lulus setelah mengikuti Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) setiap tahunnya.

Dari hasil penilaian yang dilakukan ketika memeriksa berkas-berkas mereka, sebagian besar guru sangat minim membuat karya ilmiah baik melalui surat kabar, buku maupun jurnal ilmiah lainnya.

Hal ini juga sebagai salah satu bukti bahwa guru-guru di Sumut masih sangat lemah dalam hal pembuatan karya ilmiah. Padahal penulisan karya ilmiah tersebut memiliki nilai yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan penilaian lainnya.

“Tingkat kelulusan sertifikasi guru melalui portofolio di Sumut masih relatif minim jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya seperti halnya guru di Yogyakarta yang persentase kelulusan melalui portopolio mencapai 30 persen,” katanya.

Ia mengatakan, ada lima kategori penilaian dalam sertifikasi guru, yakni lulus murni melalui portopolio, lulus namun sebelumnya harus mengikuti PLPG, verifikasi, melengkapi dan diskualifikasi.
Verifikasi tersebut dilakukan, karena ada sebahagian data guru yang meragukan menurut tim asessor, misalnya pengalaman kerja guru tersebut dicantumkan 15 tahun sementara jika melihat data yang ada ia belum mencapai 15 tahun kerja sebagai guru.

Untuk itu akan kita klarifikasi ke dinas pendidikan masing-masing kebenarannya.Kemudian ada juga guru yang harus melengkapi data-datanya, seperti misalnya tidak melengkapi ijazah dengan fotocopy.

“Kalau ketiga hal ini, kemungkinan untuk lulus sertifikasi masih sangat besar. Yang sangat fatal kalau ternyata ada guru melampirkan data tidak benar seperti fotocopy ijazah dari perguruan tinggi tidak terdaftar. Kalau ini sampai kedapatan maka ia langsung didiskualifikasi dan berkasnya langsung dipulangkan,” katanya.***3***
sumber:(ANTARASUMUT)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tortor Somba Dipromosikan ke Belanda

    Tortor Somba Dipromosikan ke Belanda

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Tarian Tortor Somba khas Tapsel dipromosikan hingga ke Belanda. Promosi ini dilakukan oleh biro perjalanan yang ada di negara Kincir Angin tersebut bekerja sama dengan Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok. Direktur Tor Sibohi Nauli (TSN) Hotel H Yuriandi Siregar melalui Manajer Hotel Darwis Nasution, kepada METRO, Rabu (27/4) mengatakan, upaya promosi tarian Tortor Somba […]

  • Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran. “Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada […]

  • Amrun Daulay Ditahan KPK

    Amrun Daulay Ditahan KPK

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Satu lagi kader Partai Demokrat (PD) tersandung kasus hukum. Pada Selasa, (5/7), Amrun Daulay resmi ditahan KPK. Menanggapi hal ini, Wasekjen PD, Saan Mustopa mengatakan menghormati dan menghargai mekanisme di KPK. “Kita menghormati dan menghargai mekanisme yang ada di KPK. Itu merupakan bagian dari komitmen kita terhadap upaya pemberantasan korupsi, kita tidak menghalang-halangi […]

  • MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Sebelum berangkat meliput tabligh akbar ke Pasir Putih, Lingkar Timur Panyabungan, saya sempatkan minum teh manis di warung kopi. Senin (11/3/2019). Tiga bulan terakhir Tabligh akbar lagi musim di Mandailing Natal. Tetapi, kali ini tabligh akbar-nya lebih wah. Karena hadir Ma’ruf Amin. Calon Wakil Presiden Indonesia. Saat minum kopi, […]

  • JANGAN HANYA WAKAF, AMBIL SEMUA HUKUM SYARIAH

    JANGAN HANYA WAKAF, AMBIL SEMUA HUKUM SYARIAH

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia baru-baru ini meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU). Gerakan ini diklaim merupakan salah satu program pengembangan ekonomi syariah untuk mendukung percepatan pembangunan nasional. Presiden Jokowi menyebut potensi wakaf uang bisa mencapai Rp 188 triliun (Kumparan.com, 28/1/2021). Seperti dikutip dari laman Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Kamis (28/1), BWI telah menunjuk sejumlah lembaga keuangan […]

  • Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Kota Medan Miris, banyak sekali terjadi di berbagai daerah pengajuan dispensasi nikah usia dini, dan itu terjadi di berbagai provinsi di negeri ini. Beberapa waktu lalu digemparkan di Ponorogo dimana anak SMP dan SMA mengajukan dispensasi nikah ke KUA setempat dengan alasan mereka telah hamil sebelum menikah. Lantas muncul kembali […]

expand_less