Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

15 Persen Guru Sumut Lulus Sertifikasi Portopolio

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
  • print Cetak

Medan, 13/10 Guru yang lulus sertifikasi melalui penilaian portopolio jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan guru yang lulus melalui Pendidikan Latihan Profesi Guru.

Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Selamet Triono Ahmad di Medan, Rabu, mengatakan, berdasarkan pengalaman selama tiga tahun belakangan ini, sedikit sekali guru yang lulus sertifikasi murni melalui penilaian portopolio.

Sekitar ribuan guru di Sumut yang mengikuti proses sertifikasi, hanya sekitar 15 persen yang lulus murni melalui portopolio, sedangkan 85 persen lagi lulus setelah mengikuti Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) setiap tahunnya.

Dari hasil penilaian yang dilakukan ketika memeriksa berkas-berkas mereka, sebagian besar guru sangat minim membuat karya ilmiah baik melalui surat kabar, buku maupun jurnal ilmiah lainnya.

Hal ini juga sebagai salah satu bukti bahwa guru-guru di Sumut masih sangat lemah dalam hal pembuatan karya ilmiah. Padahal penulisan karya ilmiah tersebut memiliki nilai yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan penilaian lainnya.

“Tingkat kelulusan sertifikasi guru melalui portofolio di Sumut masih relatif minim jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya seperti halnya guru di Yogyakarta yang persentase kelulusan melalui portopolio mencapai 30 persen,” katanya.

Ia mengatakan, ada lima kategori penilaian dalam sertifikasi guru, yakni lulus murni melalui portopolio, lulus namun sebelumnya harus mengikuti PLPG, verifikasi, melengkapi dan diskualifikasi.
Verifikasi tersebut dilakukan, karena ada sebahagian data guru yang meragukan menurut tim asessor, misalnya pengalaman kerja guru tersebut dicantumkan 15 tahun sementara jika melihat data yang ada ia belum mencapai 15 tahun kerja sebagai guru.

Untuk itu akan kita klarifikasi ke dinas pendidikan masing-masing kebenarannya.Kemudian ada juga guru yang harus melengkapi data-datanya, seperti misalnya tidak melengkapi ijazah dengan fotocopy.

“Kalau ketiga hal ini, kemungkinan untuk lulus sertifikasi masih sangat besar. Yang sangat fatal kalau ternyata ada guru melampirkan data tidak benar seperti fotocopy ijazah dari perguruan tinggi tidak terdaftar. Kalau ini sampai kedapatan maka ia langsung didiskualifikasi dan berkasnya langsung dipulangkan,” katanya.***3***
sumber:(ANTARASUMUT)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola. Berdasar data Mandailing Online, […]

  • Ratusan Siswa Ikuti Kegiatan TST di SD IT Adnani Panyabungan

    Ratusan Siswa Ikuti Kegiatan TST di SD IT Adnani Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tingkatkan Pengetahuan dan Karakter peserta didik Sekolah Dasar (SD). Sekolah Dasar Islam Terpadu Adnani (SD IT Adnani) adakan kegiatan edukasi dan berbagai lomba bagi siswa jenjang SD yangnada di Kota Panyabungan. Sabtu, 14/10/2023 di Halaman Sekolah Adnani. Acara tersebut dibuka langsung Camat Panyabungan Edi Sahlan, Ia dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada […]

  • Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

    Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Damra Tua Parlindungan Siregar, SHI                 (wali kelas Aldi Suphandi Hasibuan) Setelah membaca berita utama di Malintang Pos dan Mandailing Online, opini publikpun terbentuk. Opini itu sangat urgen dalam upaya menggalang infaq bagi biaya perobatan Aldi Sphandi Hasibuan, santri cerdas dari keluarga miskin yang kini membutuhkan biaya agar kakinya tak diamputasi. Awalnya ustadz […]

  • Atika Tantang Pengusaha UMKM

    Atika Tantang Pengusaha UMKM

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menantang kalangan pengrajin/UMKM memproduksi besek. “Sebagai bentuk dukungan kepada pelaku UMKM di Mandailing Natal, saya menantang siapa saja dari masyarakat Madina yang mampu membuat besek seperti dalam foto ini,” kata Atika. Pembaca silahkan melihat foto-foto yang disertakan di dalam berita ini. Tantangan itu disampaikan […]

  • Mundur CPNS, Pemprovsu Tetapkan Denda Rp 15 Juta

    Mundur CPNS, Pemprovsu Tetapkan Denda Rp 15 Juta

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Bagi calon peserta ujian CPNS di lingkungan Pemprov Sumut, harus benar-benar siap menjadi PNS. Sebab jika lulus ujian namun mengundurkan diri akan didenda Rp 15 juta. Kemudian haknya mengikuti pengadaan CPNS di tahun-tahun selanjutnya gugur. “Peserta harus menandatangani surat pernyataan bersedia mengganti biaya yang telah dikeluarkan panitia Rp 15 juta di atas kertas […]

  • ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (1)

    ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (1)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh :  Moechtar Nasution Wakil Direktur GEREP Institute   A.PENDAHULUAN Isu gender bukanlah hal baru untuk diperbincangkan dalam konteks pembangunan sumber daya manusia akan tetapi pengarusutamaan gender ini sepertinya hanya berlaku untuk hal-hal yang lebih banyak menyedot perhatian publik semisal politik, ekonomi, pendidikan dan kepemimpinan. Untuk kategori yang disebutkan tadi, sangat jelas sekali jika pengarusutamaan […]

expand_less