Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Banjir di Ranto Baek Semakin Meluas dan Memprihatinkan, Sekolah Sementara Diliburkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
  • print Cetak


Kondisi rumah warga di Desa Simpang Talap Kecamatan Ranto Baek yang hancur diterjang banjir, Senin (29/11).

Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofyan Batubara Tinjau Lokasi Banjir dan Serahkan Bantuan

Panyabungan, Banjir yang terjadi di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Madina, Senin (29/11) lalu semakin meluas dan memprihatinkan. Data terakhir yang dikeluarkan dari Polres Madina, desa yang tertimpa banjir meliputi Desa Simpang Talap, Muara Bangko, Manisak, Huta Baringindan Huta Raja. Sampai saat ini belum ada korban jiwa, dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 M. Sementara warga desa Penduduk mengungsi ke rumah keluarga, tetangga dan di dalam ruang kelas SD yang tidak mengalami kerusakan.
Dari data sementara yang dihimpun SIB di lokasi dan posko bencana, 27 unit rumah penduduk hanyut terseret arus sungai setinggi 2-4 meter, rusak berat 63 unit dan 7 unit rusak ringan. Rumah hanyut di Desa Simpang Talap 22 unit, rusak ringan 16 unit, dan rusak ringan 7 unit. Di Desa Manisak 4 rumah hanyut, Desa Huta Raja 1 unit hanyut, sementara di Desa Muara Bangko 2 unit rumah hanyut dan 47 rusak berat.
Berdasarkan pantauan SIB di lokasi bencana, di Desa Simpang Talap rumah banyak hanyut dan hancur, diduga karena aliran sungai di bawah jembatan di kampung tersebut tersumbat kayu sepanjang 25 meter dan kayu-kayu bekas tumbangan di duga dari pembukaan lahan PTPN IV, yang lokasinya berada di hulu kampung.
Kemudian di Desa Muara Bangko, banyak rumah semi permanen bergeser posisinya hingga 5 meter, dan ada yang sampai 200 meter. Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah di kawasan banjir untuk sementara di liburkan karena sekolah terendam banjir, pakaian seragam dan peralatan sekolah siswa banyak hanyut. 2 unit posko kesehatan telah didirikan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kades Simpang Talap, Marataon Rangkuty, kepada SIB mengatakan 10 bulan yang lalu desa mereka juga diterjang banjir, dan menghanyutkan 7 unit rumah penduduk. Saat ini masyarakat saat merasa tidak nyaman tinggal di kampung karena ancaman banjir terus menghantui. Warga berharap kampung mereka di relokasi saja, karena perkampungan berada persis di bibir Sungai Simpang Talap dan membahayakan keselamatan penduduk desa.
Tinjau
Bupati Ir Aspan Sofyan Batubara MM didampingi Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay dan rombongan diantaranya Asisten I Sahnan Pasaribu, Kadis PUP Nasrin Lubis, Kadis Sosial Alamul Haq, Wakil Ketua DPRD Madina Sarifuddin Ansari, Fahrijal Efendi, anggota DPRD Erwin Efendi, H Makmur dan Ir Wildan, Senin (30/11) malam tinjau lokasi bencana banjir di Kecamatan Ranto Baek sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga yang terkena bencana banjir. Bantuan yang diserahkan berupa beras 2,5 ton, pakaian putra/putri 180 stel, ford wne 20 set, mie instan 200 kotak, kain sarung 450, Selimut 90 dan tenda plastik 26.
Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofyan melalui Kabag Humas, Taufik Lubis mengatakan rumah yang rusak dan hanyut yang terdata, sebanyak 34 rumah penduduk hanyut, 47 rumah rusak berat, 47 rumah rusak ringan, 2 jembatan gantung rusak, 4 mesjid rusak ringan.
Dikatakan Pj Bupati pemerintah akan memberikan bantuan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan yang rusak untuk secepatnya di perbaiki. Pj Bupati menghimbau warga Madina yang ada di pinggir sungai untuk waspada dan berjaga mengingat di Madina saat ini sedang mengalami musim penghujan.
Dalam kesempatan itu Pj Bupati meminta semua jajaran SKPD di Pemkab Madina untuk tanggap, peduli, bertugas dan bekerja sama dengan baik melayani masyarakat yang terkena bencana. “Jangan sampai ada warga mengeluh, menangis dan terabaikan karena bencana,” jelasnya. (T-9/y)
Sumber :sib

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hak Interpelasi Bukan Menjatuhkan Bupati

    Hak Interpelasi Bukan Menjatuhkan Bupati

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengusulan hak interpelasi kepada bupati Madina bukan dalam rangka menjatuhkan sang kepala daerah, melainkan meminta penjelasan soal kondisi Madina dan pengelolaan pemerintahan yang dinilai banyak masalah dewasa ini. Dalam temu pers, Rabu (10/12) Ketua Fraksi Golkar Madina, As Imran Khaitamy Daulay menyatakan bahwa usul hak interplasi DPRD Madina bertujuan […]

  • Wabup Atika: Saya Masih Harus Belajar dan Butuh Doa Masyarakat

    Wabup Atika: Saya Masih Harus Belajar dan Butuh Doa Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengaku masih harus belajar banyak hal dan butuh doa masyarakat agar istiqamah dalam mengemban amanah memimpin Madina. Hal itu Atika utarakan pada laman facebook-nya Atika Azmi Utammi pada Kamis (18/11) malam. “Saya sadar masih banyak yang perlu saya pelajari dalam mengambil langkah […]

  • Di Madina Ribuan Rumah Kebanjiran, 5 Rumah Hanyut, Sejumlah Ruas Jalan Longsor

    Di Madina Ribuan Rumah Kebanjiran, 5 Rumah Hanyut, Sejumlah Ruas Jalan Longsor

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Curah hujan yang masih tinggi di Mandailing Natal (Madina) menyebabkan 11 kecamatan mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Demikian data yang dihimpun dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Madina, Kamis (27/11). Di Kecamatan Muara Batanggadis dilaporkan 28 unit rumah terendam dan 5 unit rumah hanyut terbawa derasnya arus air. Di […]

  • Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nyaris setahun sudah PKB tak bergeming menetapkan pengganti Jakfar Sukhairi Nasution di DPRD Madina. Sikap PKB itu dinilai mengkebiri hak politik konstituen PKB. Akibatnya, dari lima orang kader PKB di DPRD, kini hanya 4 orang yang duduk setelah Jakfar Sukhairi Nasution mundur dari DPRD karena mencalonkan diri sebagai wakil bupati Madina […]

  • Guru Sertifikasi Harus Mengajar di Desa Tertinggal

    Guru Sertifikasi Harus Mengajar di Desa Tertinggal

    • calendar_month Kamis, 26 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Guru yang bersertifikasi harus ditempatkan di desa terpencil. Itu sebagai salah satu upaya mengatasi kekurangan guru. “Kita minta Dinas Pendidikan Madina mengevaluasi penempatan guru-guru sertifikasi yang selama ini lebih banyak ditempatkan di perkotaan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Mandailing (HIPMA) Suhairy Lubis, Kamis (26/11) di Panyabungan. Dikatakannya, selain mengatasi […]

  • Kenaikkan Tarif Angkot di Madina Tidak Sepihak

    Kenaikkan Tarif Angkot di Madina Tidak Sepihak

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Mandailing Natal (Madina) menyatakan keputusan kenaikan ongkos angkutan umum bukan sepihak alias tidak keputusan Organda Madina sendiri, melainkan berdasar keputusan Organda Sumut. Demikian dikatakan Wakil Ketua Organda Madina, Palit Nasution menjawab wartawan, Sabtu (29/6/2013) terkait kenaikan tarif angkutan umum sebesar 20 persen yang diberlakukan Organda meski belum […]

expand_less