Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Belum Gajian 6 Bulan, Puluhan Kepdes Datangi Sekda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan kepala desa dari Kecamatan Siabu mendatangi Sekretaris Derah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (24/7). menuntut pencairan gaji yang belum cair sejak Januari lalu.

Gejolak dari kecamatan Siabu ini menambah daftar kemelut gaji kepala desa, setelah sebelumnya para kepala desa dari Kecamatan Panyabungan mendatangi kantor Pemkab Madina karena belum gajian sejak Januari.

Kedatangan para kepala desa dari Siabu ini hendak mempertanyakan kenapa ADD mereka belum dicairkan sejak triwulan pertama, padahal bulan ini sudah memasuki triwulan ke tiga.

ADD (Anggaran Dana Desa) adalah skema program dimana di dalamnya tertampung gaji kepala desa dan perangkat desa serta biaya operasional pemerintahan desa.

Sejumlah kepala desa tersebut terpaksa duduk di lantai sambil tidur-tiduran karena Sekda Madina yang hendak mereka temui sedang mengadakan rapat di ruang rapat bupati.

“Kita datang ke kantor bupati ini guna untuk mempertanyakan kenapa dana ADD kami sejak Januari 2013 belum juga dicairkan padahal biasanya dana ADD tersebut dicairkan per triwulan,” ujar Kepala Desa Huraba I, Amas Muda Hasibuan yang diamini oleh puluhan kepala desa lainnya.

Disebutkan, mereka memberanikan diri datang ke kantor bupati ini akibat sudah bosan dengan jawaban dari pihak kantor camat yang selalu mengatakan bahwa sedang dalam proses.

“Setiap kita mempertanyakan ke kantor camat tentang ADD desa kita, selalu mendapatkan jawaban dalam proses pencairan, sehingga kita merasa bosan dengan jawaban seperti itu sehingga kita datang ke kantor bupati ini guna untuk mempertanyakannya,” jelas mereka.

Memang kita sudah mendatangi kantor bagian tata pemerintahan, dimana di situ kita mendapatkan jawaban bahwa berkas permohonan pencairan ADD tersebut sudah diajukan ke keuangan, namun setelah kita mendatangi keuangan tidak ada yang bisa menjelaskannya.

“Untuk itu kita sekarang ini hendak mendatangi Sekda untuk mempertanyakan tentang ADD kami tersebut, karena kita tidak puas dengan jawaban yang kita dapatkan baik ia dari bagian tata pemerintahan sebagai atasan kita langsung dan dari keuangan,” tegas mereka.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madung Ranggason Boto Loponi Namborui

    Madung Ranggason Boto Loponi Namborui

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Patunda ni kecek badongkang sego sude nadengan, iambang nalidang ampe madung polang, iambang natenang hapengani madung pingsan, iambang baen parsipna ampe madung maila songon kukang, songonimada boto angkang dihangoluanon pala madung sala pasang iambang goreng pisang ampe pisang ompan ni urimbang.ulang angkan naijomput ni bodat natobang, nahona urungdo boto angkang, inda nabisabe marjalang-jalang. Bahatdobo jolma […]

  • Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      MADINA||Mandailing Online – Praktik pungutan liar Dana BOS di Kabupaten Mandailing Natal menjadi sorotan. Sejumlah Kepala Sekolah mengaku wajib setor “biaya administrasi” minimal Rp1 juta kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina setiap kali dana cair. Praktisi hukum senior menyebut ini “manajemen jahiliah”. “Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kepala sekolah sebagai pihak yang […]

  • Silangitkoi Pilihan Tepat untuk Buka Bersama

    Silangitkoi Pilihan Tepat untuk Buka Bersama

    • calendar_month Minggu, 3 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wisata sawah tiga dimensi Silangitkoi Hutasiantar bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda dan keluarga atau kolega untuk tempat berbuka puasa bersama. Tempat wisata yang belakangan viral di Mandailing Natal ini menawarkan berbagai makanan dan minuman yang tentunya menggugah selera, seperti asam padeh, ikan mas bakar, rendang belut, dan berbagai masakan khan […]

  • Sejumlah OKP Dukung Alhasan

    Sejumlah OKP Dukung Alhasan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang rencananya akan dilaksanakan, Senin (07/02/2011) pekan depan, sejumlah nama kandidat sudah muncul. Salah satunya Muhammad Alhasan Nasution yang telah mendapat dukungan dari sejumlah organisasi kemasayarakatan pemuda (OKP). Mereka menilai dari sekian nama yang muncul, Alhasan merupakan figur yang tepat dan […]

  • Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno tak menyangka bahwa rencananya untuk menjual kantor yang saat ini ditempatinya menjadi heboh. Padahal menurut Rini, niatnya untuk menjual gedung karena ingin melakukan efisiensi. Ia menilai gedung kantor BUMN berlantai 21 itu terlampau besar bila hanya dimanfaatkan oleh 250-an karyawannya, untuk itu ia berencana menjualnya. […]

  • Kabid Pasar Jamin Seluruh Pedagang Tempati Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    Kabid Pasar Jamin Seluruh Pedagang Tempati Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 3 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal menjamin seluruh pedagang akan ditampung di lokasi relokasi Pasar Baru Panyabungan. Itu dipastikan Kabid Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal, Akhyar Rangkuti menjawab Mandailing Online, kemarin di ruang kerjanya. Dikatakannya, seluruh pedagang, baik yang selama ini di kios, los maupun pedagang yang selama ini menempati pelataran […]

expand_less