Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Beri Dukungan Aksi Emak-emak Tabuyung, Ketua Fraksi Golkar: Pihak Berwenang Jangan Diam

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
  • print Cetak

Ketua Fraksi Golkar Arsidin Batubara Saat Menyampaikan Pandangan pada Paripurna DPRD/Roy Adam.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) Arsidin Batubara memberi dukungan atas aksi emak-emak di Tabuyung pada Jumat (31/12) lalu yang mendatangi rumah terduga bandar narkoba.

Arsidin meminta pihak berwenang untuk tidak tinggal diam dan bertindak seolah tidak tahu dengan keadaan peredaran dan pengaruh narkoba di Tabuyung.

Hal itu disampaikan Arsidin pada Senin (3/1) di ruang kerjanya.

Arsidin menilai langkah yang diambil kaum ibu Tabuyung merupakan panggilan hati nurani melihat efek yang ditimbulkan dari peredaran narkoba terutama kepada anak-anak generasi muda.

“Yang dilakukan oleh umak-umak Desa Tabuyung adalah panggilan hati yang digerakkan Allah serta gerakan kejujuran melihat efek narkoba terhadap anak-anak mereka dan negara seolah tidak hadir dalam persoalan itu,” katanya.

Anggota DPRD 3 periode ini meminta aparat agar segera mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menumpas peredaran narkoba, terutama di Tabuyung, dengan tidak selalu berdalih tidak ada bukti.

“Agar keadilan masyarakat terpenuhi, kita minta aparat terkait yang punya kewenangan di negara ini untuk memberantas peredaran narkoba,” tegasnya.

“Maka aparat harus mengambil tindakan itu. Jangan selalu berdalih tidak punya bukti. Mereka harus bekerja untuk bukti yang dimaksud,” lanjutnya.

Kedatangan emak-emak ke rumah terduga bandar narkoba, menurut Arsidin, tidak akan terjadi jika kondisi dan situasi peredaran narkoba di Desa Tabuyung belum benar-benar mengkhawatirkan.

“Jika bukan keadaan sudah sangat mengkhawatirkan, tidak mungkin Allah SWT menggerakkan hati umak-umak kami melakukan aksi itu,” katanya.

“Jangan-jangan hati kita yang sudah tertutup kebenaran sehingga kita tidak melihat kezhaliman yang terjadi secara terang-terangan di hadapan kita,” tambahnya.

Terakhir, Arsidin secara tegas meminta APH segera bekerja sebelum keadaan semakin parah.

“Sekali lagi, bekerjalah sebelum keadaan semakin parah. Bekerjalah selagi hukum masih dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menurut para penggugat, gambar gigi busuk, jenazah, bisa membuat konsumen rokok depresi. Lima perusahaaan rokok menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) karena tidak setuju dengan undang-undang baru yang mengharuskan mereka memasang gambar peringatan kesehatan di bungkus rokok. Menurut mereka, hal tersebut melanggar kebebasan berekspresi sebagai warga negara dan bisa membuat mereka kehilangan […]

  • Kita Belum Merdeka

    Kita Belum Merdeka

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah 71 tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun, sesungguhnya bangsa ini belum benar-benar merdeka. Indonesia sejatinya masih terjajah. Lihat, misalnya, tingkat kesejahteraan rakyat yang masih jauh dari apa yang dicita-citakan dalam konstitusi. Pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2015 hanya menempati urutan ke-115 dari 185 negara yang ada di dunia, dengan jumlah US$ 3,362 pertahun. Angka itu […]

  • Penahanan Syamsul diperpanjang 40 hari

    Penahanan Syamsul diperpanjang 40 hari

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, sejak Jumat (22/10) lalu remsi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Rabu (10/11) mendatang, masa penahanan pertama Syamsul Arifin selama 20 hari akan habis. KPK sendiri akan memperpanjang masa penahanan kedua selama 40 hari terhadap Syamsul Arifin, […]

  • Ini Alasan Prabowo Menarik Diri dari Proses di KPU

    Ini Alasan Prabowo Menarik Diri dari Proses di KPU

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Prabowo Subianto membeberkan alasan pihaknya menarik diri dari Pilpres 2014. Pasca 9 Juli lalu, tim Prabowo-Hatta telah mencermati proses pelaksanaan Pilpres yang dilaksaknan Komisi Pemilihan Umum. Hasilnya proses tersebut dinyatakan cacat. "Pilpres cacat, banyak hak demokrasi WNI yang hilang," tegas Prabowo di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7). Alasan lainnya Prabowo-Hatta menganggap KPU bermaslah, tidak demokratis […]

  • Harga Emas Turun Rp 8.000

    Harga Emas Turun Rp 8.000

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Ramadhan tahun  ini, harga emas perhiasan  di pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal, turun. Dalam rentang 3 hari belakangan ini, penurunan harga senilai Rp8.000 per gramnya. Hidayat Harahap, penjual emas di toko Najla Harahap pasar baru Panyabungan menjawab Mandailing Online, Rabu, (1/6), mengungkap tokonya  menjual  perhiasan emas per ameh seharga Rp1.280.000. […]

  • BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara belum menemukan atau mendeteksi kemungkinan adanya bencana di daerah itu, selain potensi kebakaran di sekitar pemukiman masyarakat. “Potensi bencana belum ada. Hanya kebakaran yang perlu diwaspadai,” kata Kepala BPBD Sumut Ahmad Hidayat di Medan, hari ini. Ia mengatakan, meski telah memasuki musim kemarau, Sumut tidak memiliki […]

expand_less